Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Ambis Boleh, Materialis Jangan

Ambis Boleh, Materialis Jangan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
  • visibility 1.376
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andi Rezti Maharani*

Di tengah gegap gempita dunia yang semakin mempesona, masih banyak yang menjadikannya sebagai tolak ukur kesuksesan. Saat ini jarang kutemukan seseorang yang belajar dan bekerja tulus tanpa menginginkan cuan. Ketika ditanya perihal keinginan di masa depan, rata-rata akan menjawab ingin menjadi sukses, ingin membahagiakan orangtua, dan ingin punya mobil dan rumah besar. Bisa saja definisi sukses menurut orang-orang itu berbeda. Namun, kebanyakan dari mereka mengartikan kesuksesan itu hanya sebatas kesuksesan di dunia. Padahal yang kita ketahui bahwa dunia ini sifatnya sementara.

Ada sebuah kalimat menarik yang saat ini banyak dipakai warganet, “Selamat pagi dunia tipu-tipu”. Aku bersyukur karena sebagian warganet sudah menyadari bahwa hakikat dunia itu memang menipu. Lalu, untuk apa kita mempercayai sesuatu yang sudah jelas menipu?

Jangan Bekerja Hanya untuk Uang

Sejak awal, mindset kita ketika belajar di sekolah adalah untuk menjadi orang sukses dan bercuan banyak. Hampir tidak dapat dipungkiri. Pemikiran semacam itu timbul tak lepas dari faktor lemahnya perekonomian kita saat ini. Orang-orang berlomba untuk menaikkan taraf hidup mereka. Dengan belajar di sekolah dan menuntut ilmu, kita diharapkan dapat memperbaiki SDM yang saat ini negara butuhkan. Tapi kita lupa bagaimana sebenarnya standar manusia yang berkualitas itu.

Jika kita menganggap manusia yang berkualitas itu manusia yang memiliki harta berlimpah ruah. Koruptor adalah manusia yang paling berkualitas. Beda lagi ketika manusia berkualitas yang kita maksudkan adalah manusia yang memiliki akhlak dan perangai yang baik. Kualitas manusia seperti itu yang luput dari pengamatan kita dan kerap kali kita acuhkan padahal sebenarnya merekalah yang kita butuhkan.

Antara Ambis dan Materialis

Istilah “Anak ambis” sendiri sudah tak asing lagi di sosial media. Ada yang mengartikannya sebagai anak yang rajin, anak yang produktif, dan definisi-definisi lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ambisi adalah keinginan yang besar untuk menjadi sesuatu atau melakukan sesuatu. Namun sayangnya, anak ambis terkadang salah dalam berambisi. Ambisi mereka cenderung mengarah pada ambisi mengejar harta, tahta, dan dunia –bukan chef renatta lho ya-. Dari situlah timbul orientasi hidup yang salah. Harta menjadi segala-galanya di mata mereka. Kesalahan orientasi hidup inilah yang kelak akan melahirkan generasi materialis di masa mendatang.

Ambis Itu Boleh!

Menjadi seorang yang memiliki ambisi itu baik. Karena dengan itu kita memiliki tujuan hidup yang ingin kita capai. Namun, ambisi seperti apa yang baik? Apakah ambisi kepada dunia atau ambisi kepada akhirat? Kita seringkali lupa bahwa ambisi terhadap dunia akan mengantarkan kita menjadi seseorang yang materialis. Pribadi materialis yang dibutakan oleh harta benda. Sedang  kita tahu bahwa harta benda itu penuh ketidak-pastian. Ujung-ujungnya, dunia tak kunjung didapat dan hidup terasa tak nikmat.

Temen-temen pasti pada tau kan ngejar yang ngga pasti itu rasanya gimana gitu.

Secara tak sadar, menjadi seorang materialis akan mengantarkan kita kepada kerusakan moral. Demi uang, semuanya rela dikorbankan. Asal ada uang dan bisa makan, apapun dilakukan. Termasuk menghalalkan sesuatu yang haram. Siapa yang tak membolehkan ambis? Ambis boleh kok tapi jangan materialis.

Nasehat untuk Pribadi  Materialis

Di dalam kitabnya Bidayatul Hidayah, Imam Al Ghazali memberikan nasehat yang patut kita renungkan, “Ketahuilah wahai kamu yang ingin mendapat curahan ilmu, yang betul-betul berharap dan sangat haus pada ilmu. Jika tujuanmu dalam menuntut ilmu adalah untuk bersaing, untuk berbangga-bangga, untuk mengalahkan teman yang lainnya, untuk meraih simpati banyak orang, dan untuk mengumpulkan kekayaan dunia, maka sesungguhnya kamu sedang berjalan untuk menghancurkan agamamu, membinasakan dirimu, dan menjual akhirat dengan duniamu.”

Sebagai seorang muslim, sepatutnya kita senantia merasa haus dari ilmu. Teruslah mengarungi samudera pengetahuan. Sampai kapan? Sampai ke liang lahat. Minal mahdi ilal lahdi. Sehingga tidak ada istilah pensiun dari belajar. Ada satu hal penting yang perlu diperbaiki dalam proses belajar. Niatkan dalam hati kita bahwa ilmu yang kita dapatkan harus menambah ketakwaan kita kepada Allah sang pemilik semesta.

Akhirul kalam, semoga nasehat singkat di atas dapat kita renungkan untuk membenahi orientasi hidup kita. Semoga kita semua dapat terbebas dari belenggu dunia yang kian menjerat kita dari segala arah. Serta dapat terhindar dari fitnah dunia yang fana. Wallahu’alam bis-showaab.

*Penulis adalah santri dan aktivis IPM Ponpes Al-Mujahidin Muhammadiyah Balikpapan

Editor: M. Andhim

Ilustrasi: http://alzonline.net/

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

  • binance anm"alan

    Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

    13 October 2026 2:29 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengulik Bab-Bab Pada Buku ‘Pendidikan Kaum Tertindas’

    Mengulik Bab-Bab Pada Buku ‘Pendidikan Kaum Tertindas’

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Oleh : Noor Qonita Maulidina Salsabila (202110230311031) Pendidikan, merupakan hal yang sangat penting dari dulu hingga sekarang. Banyak sekali tokoh dunia yang memperjuangkan pendidikan dengan usaha yang tidak main-main. Salah satunya ialah Paulo Freier yang merupakan ahli ilmu pendidikan yang sangat berpengaruh dalam bidang pendidikan dunia. Ia lahir pada 19 September 1921 dan berasal dari […]

  • UMS Gelar Pendampingan Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader, Siapkan Kader Unggul Muhammadiyah

    UMS Gelar Pendampingan Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader, Siapkan Kader Unggul Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID., SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pendampingan dan Koordinasi Penerima Beasiswa Kader UMS pada Jumat (18/10) di Masjid Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH Mas Mansur, Kampus IV UMS. Kegiatan ini bertujuan untuk mengarahkan sekaligus mengkoordinasi mahasiswa penerima beasiswa yang berada di bawah naungan LP3A, serta […]

  • Berkemajuan! Tim P2AD MARS UMS Gandeng RSU Darmayu Madiun Kelola Limbah Rumah Sakit

    Berkemajuan! Tim P2AD MARS UMS Gandeng RSU Darmayu Madiun Kelola Limbah Rumah Sakit

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 190
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Tim Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng RSU Darmayu Madiun menggelar Edukasi Pengelolaan Limbah Rumah Sakit dengan luaran SPO (Standar Prosedur Operasional). Ketua Tim Pengabdian, Dr. dr. Burhannudin Ichsan, M.Med.Ed., M.Kes., menyampaikan bahwa pada permasalahan limbah terjadi peningkatan volume limbah […]

  • Pesantren Ramadhan Muhammadiyah: Mualaf Patikalain Antusias Belajar Islam

    Pesantren Ramadhan Muhammadiyah: Mualaf Patikalain Antusias Belajar Islam

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Patikalain – Masjid Ar-Rahim Patikalain menjadi saksi terselenggaranya Kajian Intensif Al-Islam untuk Mualaf (KIAM) pada Senin (17/3/2025), sebuah kegiatan yang memperkuat pemahaman Islam bagi para mualaf. Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini dimulai dengan berbuka puasa bersama, dilanjutkan sholat Isya yang diimami oleh Saudara Janiansyah, seorang kader […]

  • Tim Pengabdian KESMAS UMS Gandeng Puskesmas Gilingan Cegah Anemia Ibu Hamil Lewat ANECMA

    Tim Pengabdian KESMAS UMS Gandeng Puskesmas Gilingan Cegah Anemia Ibu Hamil Lewat ANECMA

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 122
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (KESMAS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kolaborasi dengan Puskesmas Gilingan dalam upaya memperkuat pencegahan anemia pada ibu hamil. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan aplikasi kesehatan digital ANECMA sebagai media edukasi dan pemantauan kesehatan ibu hamil. Melalui program pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Izzatul Arifah, S.KM., M.P.H., dosen […]

  • Mushaf di Ujung Jari: Transformasi Pembelajaran Al-Qur’an di Era Digital 5.0

    Mushaf di Ujung Jari: Transformasi Pembelajaran Al-Qur’an di Era Digital 5.0

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Oleh: Rizky Aldiansyah Al-Qur’an, sebagai kitab suci umat Islam, memberikan sumber utama ilmu pengetahuan, moralitas, dan petunjuk hidup bagi semua orang. Sejak masa Rasulullah saw hingga saat ini, Al-Qur’an telah dipelajari, dihayati, dan diamalkan dalam berbagai aspek kehidupan. Sejak masa sahabat hingga kini, tradisi talaqqi dan tahfidz tetap menjadi dasar pembelajaran Qur’an. Seorang guru atau […]

expand_less