
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) menggelar Science & Engineering Summer Camp 2026 untuk pertama kalinya, yang diselenggarakan pada 21-25 Juli 2026. Dengan mengusung tema “Living with the Community: Exploring Local Challenges Across Cultures, Shaping Global Perspectives”.
Penyelenggaraan Science & Engineering Summer Camp 2026 menjadi salah satu upaya Fakultas Teknik UMS menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional yang mengintegrasikan inovasi, eksplorasi budaya, dan kolaborasi lintas negara. Program ini diharapkan membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas sekaligus memperkaya pengalaman belajar peserta melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan budaya Indonesia.

Ketua Panitia Science & Engineering Summer Camp 2026, Mohammad Nasrul Mubin, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program tersebut diikuti 20 peserta terpilih, termasuk 11 mahasiswa internasional, yang diseleksi dari 176 pendaftar asal 32 negara di kawasan Asia dan Afrika. Menurutnya, summer camp dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, mengembangkan inovasi, sekaligus memahami tantangan lokal melalui pengalaman langsung bersama masyarakat.
“Science & Engineering Summer Camp 2026 kami rancang sebagai wadah bagi peserta untuk berkolaborasi, berbagi ide-ide inovatif, serta merasakan langsung kekayaan budaya Indonesia. Selama lima hari, mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengeksplorasi tantangan lokal yang diharapkan dapat membentuk perspektif global,” ujar Nasrul saat menyampaikan laporan ketua panitia, Rabu (22/072026).
Ia menerangkan, rangkaian kegiatan diawali dengan Startup and Innovation Talk yang membahas dasar-dasar pengembangan startup, pola pikir kewirausahaan, design thinking, dan penyelesaian masalah. Selanjutnya, peserta mengikuti field study ke sentra usaha kecil dan menengah di Bayat, Klaten, untuk mempelajari proses pembuatan batik sekaligus mengikuti lokakarya membatik. Pengalaman tersebut dilengkapi dengan cultural immersion melalui pertunjukan Wayang Orang yang diiringi musik gamelan sebagai media mengenalkan nilai-nilai budaya Nusantara kepada peserta internasional dan rangkaian kegiatan ditutup dengan awarding and gala dinner.

Wakil Rektor V UMS, Prof. Ir. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa penyelenggaraan summer camp tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan berkolaborasi, dan kepedulian terhadap tantangan global. Menurutnya, perkembangan sains dan rekayasa harus berjalan seiring dengan nilai-nilai etika agar mampu menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Science & Engineering Summer Camp bukan sekadar program akademik. Ini adalah kesempatan untuk belajar hal baru, bertemu orang baru, berbagi ide, dan memahami bagaimana sains serta rekayasa digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata. Manfaatkan kesempatan ini untuk aktif berdiskusi, berkolaborasi, dan tidak takut mencoba hal-hal baru,” tutur Supriyono.
Ia menambahkan, tantangan global saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi lintas disiplin, serta integritas dan tanggung jawab. Melalui pengalaman belajar yang dipadukan dengan interaksi bersama masyarakat dan budaya lokal, peserta diharapkan memperoleh perspektif yang lebih luas dalam merancang solusi bagi berbagai persoalan di masa depan. (Alvian/Humas)
Editor: Nurul Ramadhani



