
KABARMUH.ID, KEDIRI – Dalam rangka mengimplementasikan program strategis Kementerian Agama sekaligus mewujudkan kepedulian lingkungan, Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syekh Wasil Kediri melangsungkan seremonial simbolis penanaman bibit pohon produktif di Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, pada Kamis (15/01).
Kegiatan bertajuk “Bumi Lestari” ini menjadi momen berharga bagi para mahasiswa untuk mengabdi secara nyata sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis yang sejalan dengan semangat keagamaan. Di area lapangan Balai Desa Padangan tersebut, para mahasiswa bersama perangkat desa menanam total 45 bibit pohon, yang terdiri dari 15 bibit Alpukat dan 30 bibit Klengkeng, sebagai simbol keberlanjutan alam dan penguatan ekonomi umat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Nurul Ahsin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan pilar Ekoteologi dan Kurikulum Cinta yang merupakan bagian dari Asta Protas Kemenag Berdampak.
“Melalui aksi penanaman ini, kami berharap para mahasiswa dan masyarakat dapat belajar dari alam tentang pentingnya keseimbangan ekosistem. Ini adalah wujud cinta kepada Tuhan melalui penjagaan ciptaan-Nya, serta cinta kepada sesama dengan memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa depan,” ujar Bapak Nurul Ahsin.

Antusiasme luar biasa terlihat sejak pembukaan seremonial di Gedung Serbaguna Balai Desa Padangan pada pukul 09.00 WIB. Sebanyak 15 mahasiswa anggota kelompok KKN bersinergi dengan seluruh perangkat desa. Acara ini dihadiri secara lengkap oleh perwakilan dari 9 dusun yang ada di Desa Padangan. Para Kepala Dusun (Kasun) hadir untuk memberikan dukungan penuh dan memastikan koordinasi distribusi bibit berjalan efektif mulai dari area lapangan hingga sudut strategis desa lainnya.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam aksi ini adalah pemilihan jenis bibit buah. Berbeda dengan pohon peneduh biasa, Alpukat dan Klengkeng dipilih karena memiliki potensi ganda: menghijaukan lingkungan desa agar tetap asri dan sejuk, sekaligus mendukung program ketahanan pangan masyarakat setempat di masa mendatang.
Kepala Desa (Ibu Lurah) Padangan, Ibu Antin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif positif jangka panjang yang sangat dibutuhkan oleh warga. Beliau menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga bibit yang telah diamanahkan oleh mahasiswa.
“Nanti kalau sudah berbuah, siapa yang boleh merawat dan memanennya menurut harapan warga? Tentu ini adalah milik bersama. Manfaatnya sangat besar tidak hanya untuk penghijauan tetapi juga mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan potensi warga. Saya berpesan, mari kita rawat dan jaga demi kebaikan bersama. Tanpa peran aktif masyarakat, hasil dari bibit ini tidak akan maksimal,” pungkas Ibu Antin.
Beliau juga menambahkan harapannya agar kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya meninggalkan jejak fisik berupa pohon, tetapi juga mempererat tali silaturahmi yang erat antar sesama warga desa.
Kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama di Gedung Balai Desa yang kemudian dilanjutkan dengan aksi penanaman langsung di area lapangan desa. Momen ini menandai berakhirnya seremoni “Bumi Lestari” Kelompok 11 KKN UIN Syekh Wasil dengan semangat baru dalam menjaga kelestarian bumi sesuai visi Asta Protas Kemenag.
Editor: Muhammad Farhan



