Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Agung Rezki (Ketua Umum PK IMM FAI UMY)

Farid Fathoni dalam bukunya kelahiran yang dipersoalkan menjelaskan bahwa, salah satu sejarah kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berdiri disaat kader Muhammadiyah memandang organisasi Muhammadiyah sudah meninggalkan budaya intelektualnya.

Keresahan dari cendekiawan muda Muhammadiyah ini, menginisiasi terbentuknya IMM sebagai organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah. Jika di analisa dari visi dan misi Muhammadiyah terpampang dengan jelas bahwa, “terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”, menunjukkan ada hal yang ingin dijunjung dan dibentuk berupa masyarakat ilmiah. Hal ini berintegrasi dengan tujuan IMM untuk mengusahakan akademisi Islam berakhlak mulia untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.

Tujuan yang begitu mulia, yang ketika di rawat akan menjadi maslahat untuk kebaikan bersama, yakni terbentuknya Indonesia emas. Akan tetapi, IMM tidak seindah dulu, buku sistem perkaderan ikatan mahasiswa muhammadiyah yang diterbitkan di tahun 2021 menarasikan bahwa kaderisasi tidak lagi menjadi ruh di IMM. Pada narasi inilah kita mengambil kesimpulan bahwa kaderisasi yang di dalamnya terdapat pembelajaran, pendidikan, pengontrolan dan pembekalan hanya menjadi training formal sehingga mengalami distorsi makna. Oleh karena itu, ada beberapa analisis yang perlu kita lakukan untuk merawat literasi dalam tubuh IMM, berupa:

Penyegaran Metode Perkaderan

Pergerakan dan perkaderan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam tubuh IMM. Orientasi perkaderan yang bertujuan menggerakkan kader untuk selalu belajar, menganggap organisasi sebagai ruang belajar menimba ilmu secara berjenjang. Pergerakan yang berorientasi kepada perjuangan Muhammadiyah untuk bergerak di lingkup mahasiswa, agama, dan masyarakat. Kedua ciri khas ini tentunya sudah memiliki format yang mapan yang bisa dijadikan panduan perkaderan IMM. Akan tetapi, ada hal-hal yang kurang dikontekstualkan dalam perkaderan saat ini, yaitu metode. Era sekarang yang dikenal dengan era disrupsi, mendorong setiap manusia untuk bisa beradaptasi dengan dunia teknologi.

Adanya informasi yang sulit dicari kebenarannya, beragamnya video yang tidak senonoh, akun penipuan, dan lahirnya buzzer-buzzer ternyata mengubah pandangan masyarakat terhadap apa yang diterima. Tentunya ini tidak masalah yang kecil, harus ada penyegaran-penyegaran yang diimplementasikan agar masalah terkurangi. Pada konteks perkaderan, strategi yang terlalu rapi ternyata tidak bisa dipaksakan terimplementasi pada diri kader, harus ada pengkontekstualan yang menjadikan kader memiliki rasa kepemilikan yang tinggi.

Hal ini juga dibantu pada pernyataan di dalam buku Muslim Tanpa Masjid, “Ideologi bersifat tertutup”, maka strategi perkaderan yang rapi harus diarahkan pada metode yang relevan dengan zaman . Sebagai contoh yang bisa diterapkan adalah alur dari input-proses-output-outcame bisa diganti dengan input-output-outcame-proses, seperti metode deep learning yang memasukkan joyful learning, meaningful learning, dan mindful learning dalam pembelajarannya.

Perkaderan Digital

Teknologi digital ternyata memiliki daya tawar berupa flexibility dan effeciency, memudahkan dalam penggunaan belajar dan mencari segala informasi, mengurangi daya beli yang menyulitkan berinovasi. Kedua hal itulah yang menyebabkan manusia terkhusus kader, lebih dekat dengan dunia digital dari pada teman-teman perkaderannya. Analisa yang bisa dilihat sekarang adalah penggunaan media digital memengaruhi interaksi sosial menurun, menjadikan manusia semakin individual dan egois. Akan tetapi, perkembangan ini tidak boleh hanya dianggap sebagai bumerang atau kambing hitam kemunduran ummat.

Manusia harus mulai menggunakan dunia digital sebagai ladang belajar, di dalam perkaderan tentunya sudah ada beberapa settingan yang mendorong perkaderan digital ini muncul; sinkronous langsung, sinkronous maya, asinkronous mandiri dan asinkronous kolaboratif. 4 setinggan inilah yang menjadi treathment untuk menjadikan perkaderan lebih terarah dan tepat sasaran di era sekarang.

Bayangkan saja ketika metode pembelajaran atau metode perkaderan Hybrid Learning menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan sebagai cara agar dimanapun ilmu perkaderan tetap tersebar. Tak lupa pula, dunia digital yang diisi dengan berbagai media, tidak hanya dijadikan sebagai bahan dokumentasi dan propaganda acara semata, tetapi orientasinya harus dirubah menjadi tempat perkaderan pembelajaran yang menyesuaikan sehingga dapat menyebarkan nilai secara mudah.

Kesimpulan

Degradasi intelektual, minimnya minat baca dan literasi oleh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus segera diselesaikan. Tentunya masalah ini bisa menjadi bumerang bagi ikatan sendiri yang memiliki orientasi intelektual yang tinggi. Oleh karenanya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus bisa memandang jauh kedepan, bekerjasama secara kolektif agar semua permasalahan literasi terselesaikaan dengan cepat sehingga tidak menjadi belenggu masa depan Muhammadiyah.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ONE MONTH FARMER MENINGKATKAN EKONOMI WARGA MELALUI PROGRAM MIKRO PLASMA BUDIDAYA ITIK DAN AYAM KAMPUNG

    ONE MONTH FARMER MENINGKATKAN EKONOMI WARGA MELALUI PROGRAM MIKRO PLASMA BUDIDAYA ITIK DAN AYAM KAMPUNG

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 231
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandarlampung – Lembaga Pengembang UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung bersama Surya Pangan Indotama (SUAPIN)launching Program Mikro Plasma Budidaya Itik dan Ayam Kampung. Pada langkah awal SUAPIN adakan Pelatihan Mikro Plasma Budidaya Itik dan Ayam Kampung di Laboratorium Lapang Pertanian Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada hari Sabtu, 20 Juli 2024. Kegiatan ini merupakan hasil […]

  • UMS Dukung Mahasiswa Asah Kompetensi Global Lewat YALA PESAO Internship

    UMS Dukung Mahasiswa Asah Kompetensi Global Lewat YALA PESAO Internship

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dua mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hanum Khaerunisa dan Ratu Engka Triswati, mengikuti program magang internasional bertajuk YALA PESAO 1’s Internship Program – English. Dosen pembimbing, Susiati, S.Pd., M.Ed., menjelaskan bahwa program magang ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajar Bahasa […]

  • Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan Eco Bhinneka Muhammadiyah Gelar Kuliah Umum: Merawat Bumi, Merajut Perdamaian

    Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan Eco Bhinneka Muhammadiyah Gelar Kuliah Umum: Merawat Bumi, Merajut Perdamaian

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ternate – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) bekerja sama dengan Program Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Merawat Bumi, Merajut Perdamaian: Peran Kampus dan Komunitas Lintas Iman di Maluku Utara dalam Membangun Kerukunan dan Ekologi Berkelanjutan”, pada Jumat, 29 Agustus 2025 di Aula Gedung Rektorat UMMU, Ternate. “Berbicara tentang ekologi berkelanjutan dan lintas […]

  • Irwan Akib dalam Pengajian Milad ke-64 UAD, Menekankan Daya Saing Butuh Kolaborasi

    Irwan Akib dalam Pengajian Milad ke-64 UAD, Menekankan Daya Saing Butuh Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Milad ke-64 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada hari Rabu (18/12) Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD menyelenggarakan Pengajian Refleksi Akhir Tahun 2024 untuk para civitas akademika mulai dari dosen, tenaga pendidikan, karyawan dan lainnya. Pengajian ini disiarkan secara langsung di Masjid Islamic Center UAD Kampus 4 dan live streaming […]

  • KKN Dik Plus Umroh, Mahasiswa FKIP UMS Dapat Pengalaman Global di Arab Saudi

    KKN Dik Plus Umroh, Mahasiswa FKIP UMS Dapat Pengalaman Global di Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menapakkan langkah strategis dalam penguatan internasionalisasi. Dua mahasiswanya, Annisa Diah Miftakhul Awalin dan Qonita Lathifatus Tsaniyah, resmi menjalani Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi. Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menjelaskan bahwa […]

  • Muhammadiyah dan RCDS Inggris Perkuat Dialog Iman, Ketahanan Iklim, dan Kolaborasi Kemanusiaan Global

    Muhammadiyah dan RCDS Inggris Perkuat Dialog Iman, Ketahanan Iklim, dan Kolaborasi Kemanusiaan Global

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, konflik geopolitik, dan polarisasi global, Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi Royal College of Defence Studies (RCDS) Inggris dalam forum strategis bertema Interfaith Engagement, Climate Resilience, and Humanitarian Collaboration di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pertemuan ini mempertemukan tokoh keagamaan, diplomat, pejabat sipil, dan perwira tinggi […]

expand_less