Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Agung Rezki (Ketua Umum PK IMM FAI UMY)

Farid Fathoni dalam bukunya kelahiran yang dipersoalkan menjelaskan bahwa, salah satu sejarah kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berdiri disaat kader Muhammadiyah memandang organisasi Muhammadiyah sudah meninggalkan budaya intelektualnya.

Keresahan dari cendekiawan muda Muhammadiyah ini, menginisiasi terbentuknya IMM sebagai organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah. Jika di analisa dari visi dan misi Muhammadiyah terpampang dengan jelas bahwa, “terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”, menunjukkan ada hal yang ingin dijunjung dan dibentuk berupa masyarakat ilmiah. Hal ini berintegrasi dengan tujuan IMM untuk mengusahakan akademisi Islam berakhlak mulia untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.

Tujuan yang begitu mulia, yang ketika di rawat akan menjadi maslahat untuk kebaikan bersama, yakni terbentuknya Indonesia emas. Akan tetapi, IMM tidak seindah dulu, buku sistem perkaderan ikatan mahasiswa muhammadiyah yang diterbitkan di tahun 2021 menarasikan bahwa kaderisasi tidak lagi menjadi ruh di IMM. Pada narasi inilah kita mengambil kesimpulan bahwa kaderisasi yang di dalamnya terdapat pembelajaran, pendidikan, pengontrolan dan pembekalan hanya menjadi training formal sehingga mengalami distorsi makna. Oleh karena itu, ada beberapa analisis yang perlu kita lakukan untuk merawat literasi dalam tubuh IMM, berupa:

Penyegaran Metode Perkaderan

Pergerakan dan perkaderan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam tubuh IMM. Orientasi perkaderan yang bertujuan menggerakkan kader untuk selalu belajar, menganggap organisasi sebagai ruang belajar menimba ilmu secara berjenjang. Pergerakan yang berorientasi kepada perjuangan Muhammadiyah untuk bergerak di lingkup mahasiswa, agama, dan masyarakat. Kedua ciri khas ini tentunya sudah memiliki format yang mapan yang bisa dijadikan panduan perkaderan IMM. Akan tetapi, ada hal-hal yang kurang dikontekstualkan dalam perkaderan saat ini, yaitu metode. Era sekarang yang dikenal dengan era disrupsi, mendorong setiap manusia untuk bisa beradaptasi dengan dunia teknologi.

Adanya informasi yang sulit dicari kebenarannya, beragamnya video yang tidak senonoh, akun penipuan, dan lahirnya buzzer-buzzer ternyata mengubah pandangan masyarakat terhadap apa yang diterima. Tentunya ini tidak masalah yang kecil, harus ada penyegaran-penyegaran yang diimplementasikan agar masalah terkurangi. Pada konteks perkaderan, strategi yang terlalu rapi ternyata tidak bisa dipaksakan terimplementasi pada diri kader, harus ada pengkontekstualan yang menjadikan kader memiliki rasa kepemilikan yang tinggi.

Hal ini juga dibantu pada pernyataan di dalam buku Muslim Tanpa Masjid, “Ideologi bersifat tertutup”, maka strategi perkaderan yang rapi harus diarahkan pada metode yang relevan dengan zaman . Sebagai contoh yang bisa diterapkan adalah alur dari input-proses-output-outcame bisa diganti dengan input-output-outcame-proses, seperti metode deep learning yang memasukkan joyful learning, meaningful learning, dan mindful learning dalam pembelajarannya.

Perkaderan Digital

Teknologi digital ternyata memiliki daya tawar berupa flexibility dan effeciency, memudahkan dalam penggunaan belajar dan mencari segala informasi, mengurangi daya beli yang menyulitkan berinovasi. Kedua hal itulah yang menyebabkan manusia terkhusus kader, lebih dekat dengan dunia digital dari pada teman-teman perkaderannya. Analisa yang bisa dilihat sekarang adalah penggunaan media digital memengaruhi interaksi sosial menurun, menjadikan manusia semakin individual dan egois. Akan tetapi, perkembangan ini tidak boleh hanya dianggap sebagai bumerang atau kambing hitam kemunduran ummat.

Manusia harus mulai menggunakan dunia digital sebagai ladang belajar, di dalam perkaderan tentunya sudah ada beberapa settingan yang mendorong perkaderan digital ini muncul; sinkronous langsung, sinkronous maya, asinkronous mandiri dan asinkronous kolaboratif. 4 setinggan inilah yang menjadi treathment untuk menjadikan perkaderan lebih terarah dan tepat sasaran di era sekarang.

Bayangkan saja ketika metode pembelajaran atau metode perkaderan Hybrid Learning menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan sebagai cara agar dimanapun ilmu perkaderan tetap tersebar. Tak lupa pula, dunia digital yang diisi dengan berbagai media, tidak hanya dijadikan sebagai bahan dokumentasi dan propaganda acara semata, tetapi orientasinya harus dirubah menjadi tempat perkaderan pembelajaran yang menyesuaikan sehingga dapat menyebarkan nilai secara mudah.

Kesimpulan

Degradasi intelektual, minimnya minat baca dan literasi oleh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus segera diselesaikan. Tentunya masalah ini bisa menjadi bumerang bagi ikatan sendiri yang memiliki orientasi intelektual yang tinggi. Oleh karenanya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus bisa memandang jauh kedepan, bekerjasama secara kolektif agar semua permasalahan literasi terselesaikaan dengan cepat sehingga tidak menjadi belenggu masa depan Muhammadiyah.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FAI UMS Kirim Tiga Mubaligh Hijrah Internasional ke Kamboja

    FAI UMS Kirim Tiga Mubaligh Hijrah Internasional ke Kamboja

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 314
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata di kancah internasional. Tahun ini, FAI UMS kembali mengirimkan tiga mahasiswa dalam program Mubaligh Hijrah Internasional ke Kamboja. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Azizi, Lukmanul Hakim, dan Yusuf Yanuri, yang akan mengabdikan diri di Musa-Asiah Integrate School, […]

  • Kado Spesial Milad ke-67 UMS, FKIP Persembahkan 6 Medali di Ajang Kejuaraan Nasional

    Kado Spesial Milad ke-67 UMS, FKIP Persembahkan 6 Medali di Ajang Kejuaraan Nasional

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kali ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani berhasil membawa pulang enam medali dari tiga ajang olahraga bergengsi tingkat nasional yang digelar di Aceh dan Bali. Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menyampaikan rasa […]

  • Kenalkan AUM sebagai Wadah Kader, UMPP Sambut Kunjungan SMK Muhammadiyah Kedungwuni

    Kenalkan AUM sebagai Wadah Kader, UMPP Sambut Kunjungan SMK Muhammadiyah Kedungwuni

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 48
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Pekalongan – Sebanyak 150 siswa kelas X dari SMK Muhammadiyah Kedungwuni berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada Jumat (16/5/2025) dalam rangka pembelajaran langsung terkait Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan materi Kemuhammadiyahan, sekaligus memperkenalkan UMPP sebagai salah satu AUM unggulan di Jawa Tengah. Guru Kemuhammadiyahan SMK Muhammadiyah […]

  • Gelar Kuliah Umum, Pendidikan Jasmani UMS Dorong Kontribusi pada SDGs

    Gelar Kuliah Umum, Pendidikan Jasmani UMS Dorong Kontribusi pada SDGs

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebagai negara yang ikut meratifikasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sudah seyogyanya Indonesia memfokuskan pendidikannya pada pemenuhan target SDGs. Tak terkecuali bidang keilmuan pendidikan jasmani. Ihwal itu mengemuka dalam kuliah umum internasional yang digelar Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang berlangsung di Ruang Seminar Pascasarjana UMS, Rabu (4/6). Kegiatan yang […]

  • Mahasiswa FIK UMS Ajak Warga Desa Pentur Olah Limbah Popok untuk Cegah Pencemaran Sungai

    Mahasiswa FIK UMS Ajak Warga Desa Pentur Olah Limbah Popok untuk Cegah Pencemaran Sungai

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Maulia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    BOYOLALI – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (10/10/2026). Lewat Program Pengabdian Ormawa (PPO), Kegiatan ini berfokus pada pengelolaan limbah popok sekali pakai. Kegiatan yang bertemakan “Optimalisasi Edukasi Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Popok Sekali Pakai sebagai Upaya Pencegahan Pencemaran […]

  • UMS Berkontribusi dalam Gerakan Penanaman 1 Juta Mangrove di Kendal

    UMS Berkontribusi dalam Gerakan Penanaman 1 Juta Mangrove di Kendal

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Kick Off Penanaman 1 Juta Mangrove yang diselenggarakan pada Rabu (29/4) di pesisir Pantai Jomblom, Korowelanganyar, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kolaborasi antara […]

expand_less