Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Agung Rezki (Ketua Umum PK IMM FAI UMY)

Farid Fathoni dalam bukunya kelahiran yang dipersoalkan menjelaskan bahwa, salah satu sejarah kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berdiri disaat kader Muhammadiyah memandang organisasi Muhammadiyah sudah meninggalkan budaya intelektualnya.

Keresahan dari cendekiawan muda Muhammadiyah ini, menginisiasi terbentuknya IMM sebagai organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah. Jika di analisa dari visi dan misi Muhammadiyah terpampang dengan jelas bahwa, “terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”, menunjukkan ada hal yang ingin dijunjung dan dibentuk berupa masyarakat ilmiah. Hal ini berintegrasi dengan tujuan IMM untuk mengusahakan akademisi Islam berakhlak mulia untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.

Tujuan yang begitu mulia, yang ketika di rawat akan menjadi maslahat untuk kebaikan bersama, yakni terbentuknya Indonesia emas. Akan tetapi, IMM tidak seindah dulu, buku sistem perkaderan ikatan mahasiswa muhammadiyah yang diterbitkan di tahun 2021 menarasikan bahwa kaderisasi tidak lagi menjadi ruh di IMM. Pada narasi inilah kita mengambil kesimpulan bahwa kaderisasi yang di dalamnya terdapat pembelajaran, pendidikan, pengontrolan dan pembekalan hanya menjadi training formal sehingga mengalami distorsi makna. Oleh karena itu, ada beberapa analisis yang perlu kita lakukan untuk merawat literasi dalam tubuh IMM, berupa:

Penyegaran Metode Perkaderan

Pergerakan dan perkaderan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam tubuh IMM. Orientasi perkaderan yang bertujuan menggerakkan kader untuk selalu belajar, menganggap organisasi sebagai ruang belajar menimba ilmu secara berjenjang. Pergerakan yang berorientasi kepada perjuangan Muhammadiyah untuk bergerak di lingkup mahasiswa, agama, dan masyarakat. Kedua ciri khas ini tentunya sudah memiliki format yang mapan yang bisa dijadikan panduan perkaderan IMM. Akan tetapi, ada hal-hal yang kurang dikontekstualkan dalam perkaderan saat ini, yaitu metode. Era sekarang yang dikenal dengan era disrupsi, mendorong setiap manusia untuk bisa beradaptasi dengan dunia teknologi.

Adanya informasi yang sulit dicari kebenarannya, beragamnya video yang tidak senonoh, akun penipuan, dan lahirnya buzzer-buzzer ternyata mengubah pandangan masyarakat terhadap apa yang diterima. Tentunya ini tidak masalah yang kecil, harus ada penyegaran-penyegaran yang diimplementasikan agar masalah terkurangi. Pada konteks perkaderan, strategi yang terlalu rapi ternyata tidak bisa dipaksakan terimplementasi pada diri kader, harus ada pengkontekstualan yang menjadikan kader memiliki rasa kepemilikan yang tinggi.

Hal ini juga dibantu pada pernyataan di dalam buku Muslim Tanpa Masjid, “Ideologi bersifat tertutup”, maka strategi perkaderan yang rapi harus diarahkan pada metode yang relevan dengan zaman . Sebagai contoh yang bisa diterapkan adalah alur dari input-proses-output-outcame bisa diganti dengan input-output-outcame-proses, seperti metode deep learning yang memasukkan joyful learning, meaningful learning, dan mindful learning dalam pembelajarannya.

Perkaderan Digital

Teknologi digital ternyata memiliki daya tawar berupa flexibility dan effeciency, memudahkan dalam penggunaan belajar dan mencari segala informasi, mengurangi daya beli yang menyulitkan berinovasi. Kedua hal itulah yang menyebabkan manusia terkhusus kader, lebih dekat dengan dunia digital dari pada teman-teman perkaderannya. Analisa yang bisa dilihat sekarang adalah penggunaan media digital memengaruhi interaksi sosial menurun, menjadikan manusia semakin individual dan egois. Akan tetapi, perkembangan ini tidak boleh hanya dianggap sebagai bumerang atau kambing hitam kemunduran ummat.

Manusia harus mulai menggunakan dunia digital sebagai ladang belajar, di dalam perkaderan tentunya sudah ada beberapa settingan yang mendorong perkaderan digital ini muncul; sinkronous langsung, sinkronous maya, asinkronous mandiri dan asinkronous kolaboratif. 4 setinggan inilah yang menjadi treathment untuk menjadikan perkaderan lebih terarah dan tepat sasaran di era sekarang.

Bayangkan saja ketika metode pembelajaran atau metode perkaderan Hybrid Learning menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan sebagai cara agar dimanapun ilmu perkaderan tetap tersebar. Tak lupa pula, dunia digital yang diisi dengan berbagai media, tidak hanya dijadikan sebagai bahan dokumentasi dan propaganda acara semata, tetapi orientasinya harus dirubah menjadi tempat perkaderan pembelajaran yang menyesuaikan sehingga dapat menyebarkan nilai secara mudah.

Kesimpulan

Degradasi intelektual, minimnya minat baca dan literasi oleh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus segera diselesaikan. Tentunya masalah ini bisa menjadi bumerang bagi ikatan sendiri yang memiliki orientasi intelektual yang tinggi. Oleh karenanya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus bisa memandang jauh kedepan, bekerjasama secara kolektif agar semua permasalahan literasi terselesaikaan dengan cepat sehingga tidak menjadi belenggu masa depan Muhammadiyah.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 PDM Lampung Selatan.

    Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 PDM Lampung Selatan.

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMPUNG – PDM Lampung Selatan Menggelar Tabligh Akbar Puncak Milad Ke 113 Muhammadiyah dengan Tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Pada kesempatan ini juga, dilaksanakan Pengukuhan PCM dan PCA Aisyiyah Kecamatan Sragi Lampung Selatan. Acara berlangsung di Masjid An-Nur Bunut Utara, Desa Bandar Agung Sragi Lampung Selatan pada 7 Desember 2025. Acara berlangsung dengan meriah di […]

  • Qobilah HW PPM MBS Bumiayu Persembahkan 8 Piala dalam Jambore HW se-Brebes Selatan Tahun 2023

    Qobilah HW PPM MBS Bumiayu Persembahkan 8 Piala dalam Jambore HW se-Brebes Selatan Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu Brebes persembahkan 8 piala pada Jambore Cabang Ke-1 Se-Brebes Selatan yang diselenggarakan oleh Gerakan kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Cabang Bumiayu pada tanggal 27 hingga 29 Oktober 2023 di Lapangan Desa Pruwaran, Kecamatan Bumiayu, Ahad (14 Robi’ul Akhir 1445 H/29/10/2023 M). Qabilah Hizbul Wathan KH.Mudzakir Pondok […]

  • LDK PP Muhammadiyah Audiensi dengan KP2MI Bahas Dakwah bagi Pekerja Migran

    LDK PP Muhammadiyah Audiensi dengan KP2MI Bahas Dakwah bagi Pekerja Migran

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kementerian Pelindung Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada Rabu, 6 Agustus 2025, di Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama strategis terkait penguatan dakwah. Termasuk pembinaan keagamaan bagi komunitas pekerja migran Indonesia. Baik itu di dalam negeri maupun […]

  • Sambut Peringatan Bulan PRB, MDMC bersama STIKes Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Nasional

    Sambut Peringatan Bulan PRB, MDMC bersama STIKes Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Nasional

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Aceh – Menyambut Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024, MDMC PP Muhammadiyah bekerja sama dengan STIKes Muhammadiyah Aceh, serta didukung oleh BNPB dan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, mengadakan seminar nasional dengan tema “Peran Komunitas dan Rumah Sakit dalam Kesiapsiagaan Bencana dan Dukungan pada Klaster Kesehatan”. (8/10/2024) Seminar ini menghadirkan berbagai pakar […]

  • Pameran EXIT 2025 Arsitektur UMS Tawarkan Gagasan Inovatif untuk Ruang dan Arsitektur

    Pameran EXIT 2025 Arsitektur UMS Tawarkan Gagasan Inovatif untuk Ruang dan Arsitektur

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (FT UMS) menggelar pameran EXIT 2025 yang mengusung tema “Sintesis Narrative of Space ”. Pameran ini diselenggarakan pada 12-13 September 2025 di Auditorium Mohammad Djazman, Kampus I UMS. Kegiatan ini merupakan pameran hasil karya mahasiswa tingkat akhir setelah dinyatakan lulus sebagai mahasiswa. Selepas […]

  • DPD IMM Riau Dorong Keadilan untuk Daerah Penghasil SDA, Serahkan Kajian Akademik kepada DPD RI

    DPD IMM Riau Dorong Keadilan untuk Daerah Penghasil SDA, Serahkan Kajian Akademik kepada DPD RI

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekanbaru – Upaya memperjuangkan kepentingan daerah terus dilakukan kalangan mahasiswa melalui jalur akademik dan advokasi kebijakan. Melalui DPD IMM Riau Serahkan Kajian Akademik kepada DPD RI, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Riau menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis yang diharapkan menjadi dasar perjuangan di tingkat nasional demi mewujudkan keadilan bagi Provinsi Riau. Kajian […]

expand_less