Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Love Language Guru : Cinta Ilmu dan Cinta Murid 

Love Language Guru : Cinta Ilmu dan Cinta Murid 

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Khosiyatika, S.Pd., M.Pd

 

Di tengah berbagai inovasi dan pendekatan pendidikan, satu hal mendasar sering terlupakan: pendidikan sejatinya adalah relasi. Guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan manusia yang hadir untuk menumbuhkan manusia lain. Di sinilah love language guru menemukan maknanya. Bahasa cinta guru tidak selalu berupa kata-kata lembut, tetapi tercermin dari cara ia memperlakukan ilmu dan muridnya. Dua pilar utamanya adalah cinta ilmu dan cinta murid. Ketika cinta murid dihayati melalui pembelajaran berbasis fitrah, pendidikan menjadi proses yang memanusiakan.

 

Cinta ilmu merupakan bahasa cinta pertama guru bermutu. Guru yang mencintai ilmu akan terus belajar dan bertumbuh. Ia menyadari bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang dan menuntut pembaruan cara berpikir. Cinta ilmu tampak dari kesungguhan guru mempersiapkan pembelajaran, memperdalam materi, serta mencari pendekatan yang relevan dengan kehidupan murid. Ilmu tidak disajikan sebagai hafalan kaku, tetapi sebagai alat untuk memahami diri, lingkungan, dan realitas sosial.

 

Belajar sepanjang hayat, long life education.

 

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

 

Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.”

 

Guru yang mencintai ilmu menampilkan keteladanan intelektual. Ia terbuka terhadap pertanyaan, kritik, dan sudut pandang baru. Ketika guru berani mengakui keterbatasan dan menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat, murid pun belajar bahwa mencari ilmu adalah proses yang mulia dan tidak pernah selesai. Bahasa cinta ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan murid terhadap belajar.

 

Namun, cinta ilmu akan kehilangan ruhnya tanpa cinta murid. Inilah bahasa cinta yang paling terasa dalam keseharian pendidikan. Cinta murid bukan sekadar sikap ramah, melainkan kesadaran mendalam bahwa setiap anak terlahir membawa fitrahnya masing-masing. Pembelajaran berbasis fitrah memandang murid sebagai individu yang unik, memiliki potensi, bakat, minat, dan cara belajar yang berbeda. Guru bermutu menghormati keberagaman ini dan tidak memaksakan satu ukuran keberhasilan untuk semua.

 

Dalam pembelajaran berbasis fitrah, cinta murid terwujud melalui upaya guru mengenali murid secara personal. Guru mengamati kecenderungan belajar, kekuatan, serta kebutuhan setiap anak. Ia memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan diri, bertanya, dan berkembang sesuai irama pertumbuhannya. Ketika murid merasa dipahami, ia akan lebih terbuka, percaya diri, dan siap belajar.

 

Bahasa cinta murid berbasis fitrah juga tercermin dari cara guru merespons kesalahan. Kesalahan tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian alami dari proses belajar. Guru membimbing dengan sabar, memberi umpan balik yang membangun, dan menguatkan potensi yang sudah ada. Dengan demikian, murid tidak tumbuh dalam ketakutan, tetapi dalam rasa aman dan keberanian untuk mencoba.

 

Pembelajaran berbasis fitrah menuntut guru untuk adil sekaligus manusiawi. Adil bukan berarti menyamakan semua murid, melainkan memberikan apa yang dibutuhkan masing-masing anak agar dapat bertumbuh optimal. Guru bermutu tidak mudah memberi label negatif, tidak membandingkan secara merendahkan, dan tidak mengukur nilai diri murid hanya dari capaian akademik. Ia melihat murid sebagai amanah yang harus dijaga dan ditumbuhkan.

 

Ketika cinta ilmu dan cinta murid berbasis fitrah bertemu, love language guru bermutu menjadi utuh. Ilmu disampaikan dengan penuh makna, dan murid diterima dengan penuh penghormatan. Pembelajaran tidak lagi sekadar mengejar target kurikulum, tetapi menjadi proses memerdekakan potensi dan membentuk karakter.

 

Di era teknologi yang serba cepat, sentuhan fitrah dan kemanusiaan justru semakin dibutuhkan. Informasi dapat diperoleh dari mana saja, tetapi rasa dipahami dan dihargai hanya dapat dirasakan melalui relasi manusiawi. Guru bermutu hadir sebagai pendidik yang mencintai ilmu sekaligus menjaga fitrah murid.

 

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

 

Artinya: “Barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya ia tidak akan disayangi.” (HR Al-Bukhari)

 

Love language guru bermutu adalah bahasa keteladanan dan kepedulian. Cinta ilmu menjaga kualitas pembelajaran, sementara cinta murid berbasis fitrah menjaga jiwa pendidikan. Dari ruang kelas yang sederhana, bahasa cinta inilah yang menumbuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan utuh sebagai manusia.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BikersMu Chapter Kendal Agenda Turing Perdana dan Ngaji Sosial

    BikersMu Chapter Kendal Agenda Turing Perdana dan Ngaji Sosial

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kendal- Alhamdulillah ahad (25/5/25) telah terlaksana riding “ngaji sosial” #1 BikersMU Chapter Kendal ke Kalikesek Limbangan. Kegiatan yang baru pertama kali ini diikuti oleh 50an Warga Persyarikatan baik UPP, ORTOM, AUM yang berasal dari Ranting, Cabang maupun Daerah. Kegiatan yang mengambil tema Ngaji Sosial ini dimaksudkan peserta diharapkan bisa ngaji rasa dengan memberikan contoh […]

  • Dari Uganda ke Solo: Pengalaman Unik Mahasiswa Baru Kuliah di UMS

    Dari Uganda ke Solo: Pengalaman Unik Mahasiswa Baru Kuliah di UMS

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Yiga Shafiki, mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) asal Uganda, berbagi pengalaman menariknya selama menempuh pendidikan di Solo. Dalam wawancara, Shafiki yang mengambil jurusan Teknik Elektro, mengungkapkan kesannya terhadap kehidupan di Indonesia, termasuk budaya, makanan, dan lingkungan kampus UMS yang dinilai sangat mendukung. Hal tersebut disampaikan seusai mengikuti Masa Ta’aruf (Masta) Penyambutan Mahasiswa […]

  • Perkuat Ukhuwah dan Peduli Ekonomi, PC IMM Palangka Raya Gelar Talkshow Saat Pelantikan

    Perkuat Ukhuwah dan Peduli Ekonomi, PC IMM Palangka Raya Gelar Talkshow Saat Pelantikan

    • calendar_month Jumat, 1 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 519
    • 0Komentar

      KABARMUH.COM-Palangka Raya, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Palangka Raya menyelenggarakan pelantikan pengurus (31/03) kemarin. Pelantikan yang dilaksanakan di Rumah Dinas Jabatan Wali Kota ini dihadiri langsung oleh Ayahanda Drs. H. Sofyan Sori, M. Ag selaku Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palangka Raya, Immawan Dagor Tri Setyo, S.Sos selaku Ketua Umum […]

  • Bimtek Dai Komunitas LDK PWM Sulsel, Ketua PWM Sulsel: Dakwah Komunitas adalah Dakwah Spesial!

    Bimtek Dai Komunitas LDK PWM Sulsel, Ketua PWM Sulsel: Dakwah Komunitas adalah Dakwah Spesial!

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 249
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Makassar – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag menyampaikan Pentingnya kemampuan metodologis yang baik bagi da’i komunitas. Hal itu disampaikan di hadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi da’i komunitas Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) (PWM) Sulawesi pada sambutannya, di Pusdiklat Unismuh Makassar, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Acara ini […]

  • Fastabiqul Khoirot Lewat Aksi Lingkungan, HW UMS Gelar NGASIH

    Fastabiqul Khoirot Lewat Aksi Lingkungan, HW UMS Gelar NGASIH

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Hizbul Wathan UMS kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “NGASIH (Ngabuburit Asik Sambil Bersih-Bersih)” yang dilaksanakan pada hari Senin, 23 Februari 2026 pukul 16.00 WIB hingga selesai di Area Kampus 1 & 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan mengajak seluruh elemen mahasiswa serta masyarakat untuk turut berpartisipasi. Mengusung semangat […]

  • UM Bandung Gelar Baitul Arqam, Ribuan Mahasiswa Baru Dibekali Keislaman dan Kemuhammadiyahan

    UM Bandung Gelar Baitul Arqam, Ribuan Mahasiswa Baru Dibekali Keislaman dan Kemuhammadiyahan

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 218
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025. Acara yang berlangsung selama empat hari, dari Selasa hingga Jumat (24-27/09/2024), diikuti oleh 1.657 mahasiswa baru yang terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti mahasiswa baru dari Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara itu, […]

expand_less