Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Love Language Guru : Cinta Ilmu dan Cinta Murid 

Love Language Guru : Cinta Ilmu dan Cinta Murid 

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Khosiyatika, S.Pd., M.Pd

 

Di tengah berbagai inovasi dan pendekatan pendidikan, satu hal mendasar sering terlupakan: pendidikan sejatinya adalah relasi. Guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan manusia yang hadir untuk menumbuhkan manusia lain. Di sinilah love language guru menemukan maknanya. Bahasa cinta guru tidak selalu berupa kata-kata lembut, tetapi tercermin dari cara ia memperlakukan ilmu dan muridnya. Dua pilar utamanya adalah cinta ilmu dan cinta murid. Ketika cinta murid dihayati melalui pembelajaran berbasis fitrah, pendidikan menjadi proses yang memanusiakan.

 

Cinta ilmu merupakan bahasa cinta pertama guru bermutu. Guru yang mencintai ilmu akan terus belajar dan bertumbuh. Ia menyadari bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang dan menuntut pembaruan cara berpikir. Cinta ilmu tampak dari kesungguhan guru mempersiapkan pembelajaran, memperdalam materi, serta mencari pendekatan yang relevan dengan kehidupan murid. Ilmu tidak disajikan sebagai hafalan kaku, tetapi sebagai alat untuk memahami diri, lingkungan, dan realitas sosial.

 

Belajar sepanjang hayat, long life education.

 

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

 

Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.”

 

Guru yang mencintai ilmu menampilkan keteladanan intelektual. Ia terbuka terhadap pertanyaan, kritik, dan sudut pandang baru. Ketika guru berani mengakui keterbatasan dan menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat, murid pun belajar bahwa mencari ilmu adalah proses yang mulia dan tidak pernah selesai. Bahasa cinta ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan murid terhadap belajar.

 

Namun, cinta ilmu akan kehilangan ruhnya tanpa cinta murid. Inilah bahasa cinta yang paling terasa dalam keseharian pendidikan. Cinta murid bukan sekadar sikap ramah, melainkan kesadaran mendalam bahwa setiap anak terlahir membawa fitrahnya masing-masing. Pembelajaran berbasis fitrah memandang murid sebagai individu yang unik, memiliki potensi, bakat, minat, dan cara belajar yang berbeda. Guru bermutu menghormati keberagaman ini dan tidak memaksakan satu ukuran keberhasilan untuk semua.

 

Dalam pembelajaran berbasis fitrah, cinta murid terwujud melalui upaya guru mengenali murid secara personal. Guru mengamati kecenderungan belajar, kekuatan, serta kebutuhan setiap anak. Ia memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan diri, bertanya, dan berkembang sesuai irama pertumbuhannya. Ketika murid merasa dipahami, ia akan lebih terbuka, percaya diri, dan siap belajar.

 

Bahasa cinta murid berbasis fitrah juga tercermin dari cara guru merespons kesalahan. Kesalahan tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian alami dari proses belajar. Guru membimbing dengan sabar, memberi umpan balik yang membangun, dan menguatkan potensi yang sudah ada. Dengan demikian, murid tidak tumbuh dalam ketakutan, tetapi dalam rasa aman dan keberanian untuk mencoba.

 

Pembelajaran berbasis fitrah menuntut guru untuk adil sekaligus manusiawi. Adil bukan berarti menyamakan semua murid, melainkan memberikan apa yang dibutuhkan masing-masing anak agar dapat bertumbuh optimal. Guru bermutu tidak mudah memberi label negatif, tidak membandingkan secara merendahkan, dan tidak mengukur nilai diri murid hanya dari capaian akademik. Ia melihat murid sebagai amanah yang harus dijaga dan ditumbuhkan.

 

Ketika cinta ilmu dan cinta murid berbasis fitrah bertemu, love language guru bermutu menjadi utuh. Ilmu disampaikan dengan penuh makna, dan murid diterima dengan penuh penghormatan. Pembelajaran tidak lagi sekadar mengejar target kurikulum, tetapi menjadi proses memerdekakan potensi dan membentuk karakter.

 

Di era teknologi yang serba cepat, sentuhan fitrah dan kemanusiaan justru semakin dibutuhkan. Informasi dapat diperoleh dari mana saja, tetapi rasa dipahami dan dihargai hanya dapat dirasakan melalui relasi manusiawi. Guru bermutu hadir sebagai pendidik yang mencintai ilmu sekaligus menjaga fitrah murid.

 

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

 

Artinya: “Barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya ia tidak akan disayangi.” (HR Al-Bukhari)

 

Love language guru bermutu adalah bahasa keteladanan dan kepedulian. Cinta ilmu menjaga kualitas pembelajaran, sementara cinta murid berbasis fitrah menjaga jiwa pendidikan. Dari ruang kelas yang sederhana, bahasa cinta inilah yang menumbuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan utuh sebagai manusia.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader UMS Ditekankan Jadi Kader Unggul dan Berkemajuan

    Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader UMS Ditekankan Jadi Kader Unggul dan Berkemajuan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa penerima Beasiswa Kader Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) diingatkan untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa biasa, tetapi tampil sebagai kader unggul yang membawa nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan akademik maupun sosial. Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H., http://ums.ac.id/profile/bambang-sukoco dalam kegiatan pembinaan […]

  • RAKER IMM Shabran: Aktulisasi Nilai Ikatan untuk IMM yang Representatif

    RAKER IMM Shabran: Aktulisasi Nilai Ikatan untuk IMM yang Representatif

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 182
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Jumat, (26/01/2024). Acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan dari berbagai bidang yang tergabung dalam PK IMM Shabran. Dalam Raker yang berlangsung, dibahas program kerja serta waktu pelaksanaan periodesasi PK IMM Shabran selama […]

  • Mengenal bentuk Komunikasi dalam Islam

    Mengenal bentuk Komunikasi dalam Islam

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 192
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pada Ramadhan ke-11 ini, Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan tetap istiqamah menyelenggarakan Kajian Jelang Berbuka yang mana pada kesempatan ini diisi oleh Ustadz Rizki Firmansyah Lc., M.Hum dengan tema besar-nya yakni Islam dan Komunikasi. “Berbicara dengan kalian semua dan bisa dipahami apa yang telah saya sampaikan kemudian ada tanggapan itu termasuk komunikasi,” […]

  • Pourquoi l univers graphique de Nirvana Casino séduit une clientèle très variée

    Pourquoi l univers graphique de Nirvana Casino séduit une clientèle très variée

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Le site https://casinosnirvana.com propose une expérience visuelle unique, où l’univers graphique de Nirvana Casino joue un rôle clé dans son attrait auprès d’une clientèle diversifiée. L’identité visuelle soignée et adaptable répond aux attentes variées des joueurs, ce qui explique en partie son succès sur un marché concurrentiel. Qu’est-ce qui distingue l’univers graphique de Nirvana Casino […]

  • UMS Lakukan Benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida untuk Kembangkan Lab School

    UMS Lakukan Benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida untuk Kembangkan Lab School

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melakukan kunjungan silaturahmi dan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi (SD Mica) Labschool Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jumat (23/1). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UMS dalam mempersiapkan pendirian dan pengelolaan sekolah laboratorium (lab school) yang berkelanjutan dan unggul. Rombongan […]

  • Maknai Keimanan dan Keadilan, UMS Gelar Kajian Tafsir dalam Perspektif Surat Al-Ma’arij

    Maknai Keimanan dan Keadilan, UMS Gelar Kajian Tafsir dalam Perspektif Surat Al-Ma’arij

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir rutin yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Agama Islam (FAI) UMS sebagai pemateri utama. Dalam kajian itu, Ainur membedah makna […]

expand_less