Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pakar Dunia Ungkap Pentingnya Integrasi Agama dalam Penanganan Depresi di UMS

Pakar Dunia Ungkap Pentingnya Integrasi Agama dalam Penanganan Depresi di UMS

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Depresi saat ini menjadi penyebab utama disabilitas global, sehingga intervensi dini menjadi prioritas dalam kebijakan kesehatan internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Ghazala Mir dari Nuffield Centre for International Health and Development University of Leeds yang menyoroti tingginya angka depresi pada populasi Muslim, khususnya di Inggris, Pakistan, dan Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa prevalensi masalah kesehatan mental berada pada kisaran 30 hingga 50 persen pada kelompok pemuda, namun akses terhadap layanan kesehatan mental yang relevan secara budaya masih sangat terbatas.

“Pendekatan dalam penanganan depresi perlu diperbaiki dengan tidak hanya mengandalkan intervensi klinis, tetapi juga memperkuat program edukasi bagi tenaga kesehatan agar mampu memberikan terapi yang efektif sekaligus sensitif terhadap nilai budaya dan agama,” kata Ghazala Mir, Senin, (30/3).

Bagi banyak Muslim, lanjutnya, agama merupakan bagian utama identitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan terapi yang peka terhadap nilai keimanan terbukti mampu menurunkan tingkat depresi sekaligus meningkatkan kesejahteraan individu. Salah satu metode yang digunakan adalah Behavioral Activation yang berfokus pada aktivitas berbasis nilai individu dan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan pasien Muslim.

Prof. Dr. Ghazala Mir dari Nuffield Centre for International Health and Development University of Leeds

Ghazala juga mengungkapkan bahwa dalam konteks global, khususnya di Barat, agama sering kali tidak dianggap sebagai kerangka nilai yang valid dalam sains modern.

“Hal ini menyebabkan banyak praktisi kesehatan mental belum memiliki kompetensi dalam mengintegrasikan nilai religius ke dalam terapi, sehingga menjadi hambatan dalam memberikan layanan yang relevan,” ungkapnya.

Dalam pengembangan intervensi tersebut, timnya menggunakan kerangka kerja Medical Research Council dengan tahapan mulai dari kajian literatur, adaptasi budaya, uji coba awal, hingga implementasi skala luas. Program yang dikembangkan dikenal sebagai BAM (Behavioral Activation for Muslim) yang mendorong individu untuk aktif dalam proses pemulihan dengan prinsip usaha dan tawakal.

Hasil implementasi program ini menunjukkan capaian yang signifikan, dengan tingkat pemulihan mencapai 81 persen di Leeds, jauh di atas rata-rata nasional Inggris. Selain itu, pasien yang mengikuti program BAM juga menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi serta penurunan skor depresi secara signifikan.

“Ke depan, program ini akan terus dikembangkan melalui kemitraan global, termasuk dengan UMS,” pungkasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Shukran bin Abdurrahman dari IIUM Malaysia menyoroti pentingnya penguatan psikologi berbasis Islam yang tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata dalam pendidikan dan praktik profesional.

Ia menilai bahwa psikologi Islam harus bersifat transformatif dan berlandaskan nilai etika serta spiritualitas dengan memperkenalkan kerangka E-OAT yang mencakup epistemologi, ontologi, aksiologi, dan teleologi sebagai dasar pengembangan

Prof. Dr. Shukran bin Abdurrahman dari IIUM MalaysiaProf. Dr. Shukran bin Abdurrahman dari IIUM Malaysia

psikologi Islam.

Dalam pandangannya, pengetahuan tidak hanya bersumber dari pendekatan empiris dan rasional, tetapi juga dari wahyu, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih utuh tentang manusia.

“Saya menyoroti adanya kesenjangan dalam psikologi Islam, mulai dari aspek metodologis, ontologis, hingga aksiologis dan teleologis,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan psikologi seharusnya tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran spiritual, dengan peran pendidik sebagai murabbi.

Lebih lanjut, ia menawarkan visi pendidikan terintegrasi yang mampu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran ketuhanan dan kepedulian sosial.

“Pendekatan ini diharapkan dapat diwujudkan dalam kurikulum, proses pembelajaran, hingga sistem evaluasi pendidikan,” pungkasnya.

Di sisi lain, Dr. Bagus Riyono dari UGM menjelaskan bahwa kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran individu. Ia memaparkan bahwa manusia terdiri dari empat komponen utama, yaitu diri, hati, pikiran, dan jiwa, yang saling terhubung dalam membentuk perilaku.

“Kesadaran menentukan cara seseorang memandang realitas, yang kemudian membentuk pola pikir, emosi, hingga perilaku,” terang Bagus.

Dr. Bagus Riyono dari UGM

Ia juga menjelaskan adanya empat level kesadaran, mulai dari pengindraan, penalaran, empati, hingga hati nurani, di mana level tertinggi menghubungkan manusia dengan nilai spiritual dan ketuhanan.

Bagus menekankan bahwa gangguan perilaku berakar dari gangguan emosi, yang dipicu oleh distorsi kognitif akibat kesalahan dalam mempersepsikan realitas.

“Oleh karena itu, peningkatan kesadaran menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental secara menyeluruh, termasuk aspek spiritual,” pesannya.

Ketiga pemaparan itu disampaikan dalam Seminar internasional bertajuk Seminar on Religion and Mental Health: Training on Culturally Adapted Behavioral Activation for Muslim Population (BAM) yang diselenggarakan oleh University of Leeds bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Senin, (30/3), di ruang seminar lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi akademik internasional dalam mengembangkan pendekatan kesehatan mental yang integratif antara ilmu psikologi dan nilai-nilai keislaman, sekaligus memperkuat peran UMS sebagai pusat pengembangan keilmuan yang responsif terhadap isu global dan kebutuhan masyarakat Muslim.

Kontributor: Yusuf/Humas

Editor: Muhammad Faisal Dwi Rifqi

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Psikologi UMS Bersama MDMC Jateng Terjun Dampingi Penyintas Gempa NTT

    Mahasiswa Psikologi UMS Bersama MDMC Jateng Terjun Dampingi Penyintas Gempa NTT

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID.,SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Bramantyo Wijaya Kusuma, terlibat aktif dalam misi kemanusiaan penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bergabung sebagai relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah, Bramantyo beserta rombongan bertolak menuju lokasi bencana pada 8 September 2026 menggunakan armada mobil.   Bramantyo […]

  • SUMU Ajak Pengusaha dan Profesional Muda Diaspora Bersinergi

    SUMU Ajak Pengusaha dan Profesional Muda Diaspora Bersinergi

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID, Jakarta (24/8/25) – bertempat di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Ghufron Mustaqim, menemui sekitar 30 pengusaha dan profesional muda Muslim diaspora yang sedang atau sebelumnya berdiam di luar negeri. Mereka berasal dari Amerika, Eropa, dan berbagai belahan dunia. Pertemuan ini bertujuan untuk mengajak para pengusaha dan […]

  • Pengukuhan dan Rakerda PDNA Balikpapan 2022-2026, Mendorong Peran Tangguh Perempuan Muda

    Pengukuhan dan Rakerda PDNA Balikpapan 2022-2026, Mendorong Peran Tangguh Perempuan Muda

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 494
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Suasana semangat membara menyertai Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kota Balikpapan yang sedang menggelar kegiatan Pengukuhan dan Rakerda Periode 2022-2026, Kamis (08/02/2024). Dengan mengangkat tema “Keluarga Muda Tangguh, Kuatkan Balikpapan” kegiatan tersebut diselenggarakan di Sekretariat Aisyiyah Kota Balikpapan. Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Balikpapan, Mardhotillah Yassarah, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Keluarga adalah […]

  • 5 SANTRI PONPES AL-MUJAHIDIN WAKILI KALTIM KE TINGKAT NASIONAL

    5 SANTRI PONPES AL-MUJAHIDIN WAKILI KALTIM KE TINGKAT NASIONAL

    • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 516
    • 0Komentar

      KABARMUH.COM-Balikpapan, Lima orang santri Pondok Pesantren Terpadu Al-Mujahidin terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Timur dalam Liga Santri Piala Kasad Tingkat Nasional di Bandung, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 4-22 Oktober 2022 mendatang. Liga Santri Piala Kasad Tingkat Nasional ini merupakan program Mabes Angkatan Darat yang bekerja sama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Tujuannya […]

  • Jejak Si Kembar Nova-Novi: Jadi Kader Ortom, Hingga Berpasangan Suami Kader Muhammadiyah

    Jejak Si Kembar Nova-Novi: Jadi Kader Ortom, Hingga Berpasangan Suami Kader Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.879
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Samarinda -Tak menunggu waktu lama lagi. Beberapa jam kedepan, 1 Ramadhan akan segera tiba. Seperti biasanya, setiap anak organisasi dari Muhammadiyah, organisasi otonom (ortom), bersiap dalam mempersiapkan kegiatan pada bulan Ramadan. Dari Ikatan Pelajar Muhammiyah hingga Pemuda Muhammadiyah kesemuanya saling berlomba dalam mencari berkah di bulan yang suci. Namun, berbeda dengan ortom Angkatan Muda […]

  • PDNA LAMONGAN SUKSES ADAKAN LINA 1

    PDNA LAMONGAN SUKSES ADAKAN LINA 1

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan – Para perempuan muda berseragam kuning berdatangan dengan ransel besarnya menuju Gedung UMLA (Universitas Muhammadiyah Lamongan) Sabtu pagi kala itu, tempat diadakannya LINA (Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah) 1 PDNA Lamongan (20/9). Pelatihan Perkaderan Formal yang bertema “Membentuk Instruktur Progresif untuk Menguatkan Gerakan Kader Perempuan Muda Berkemajuan” berlangsung selama dua hari Sabtu-Ahad, 20-21 September […]

expand_less