Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peluncuran Tiga Buku Berbasis Masjid: Tonggak Baru Pendidikan Muhammadiyah

Peluncuran Tiga Buku Berbasis Masjid: Tonggak Baru Pendidikan Muhammadiyah

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjadi tuan rumah peluncuran dan diskusi tiga buku penting bertema “Membangun Sekolah Muhammadiyah Berkemajuan Berbasis Masjid”, Senin (18/8). Acara ini berlangsung di Gedung Induk Siti Walidah UMS lantai 7 mulai pukul 12.30 WIB, dan menjadi momentum strategis bagi penguatan pendidikan Muhammadiyah yang berakar pada masjid.

Adapun tiga buku yang diluncurkan yaitu:

  1. Integrasi Masjid dan Pendidikan: Pergumulan Perguruan Muhammadiyah Kottabarat membangun Pendidikan Unggul-Berkemajuan.  Karya Kiai Marpuji Ali.
  2. Trendsetter Sekolah Berkemajuan, Memoar Kiai Marpuji Ali Membersamai Perguruan Muhammadiyah Kottabarat.
  3. Kiai Marpuji Ali,  Menyemai Sekolah Berkemajuan. Karya Sholahuddin.

Ketiga karya tersebut diterbitkan atas inisiasi Perguruan Muhammadiyah Kottabarat. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya khazanah pemikiran sekaligus mempertegas praksis pendidikan Muhammadiyah yang menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Rangkaian Peluncuran

Acara peluncuran dibuka dengan sambutan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Ia menekankan pentingnya sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam menopang kemajuan universitas-universitas Muhammadiyah.

“Prof. Marpuji Ali selalu mengajarkan nilai tawazun (keseimbangan) dan tasamuh (toleransi). Yang mampu memajukan sekolah Muhammadiyah adalah sikap mind full, meaning full, and joy full,” ungkapnya.

Acara Peluncuran buku kemudian dilanjutkan dengan keynote speech Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. Ia menyampaikan dua bentuk kehormatan seorang murid kepada gurunya, yakni berdiri di depan para gurunya serta diminta memberi testimoni atas gagasan gurunya.

Lebih jauh, Fajar juga mengaitkan gagasan Kuntowijoyo tentang “Muslim Tanpa Masjid” dengan buku Integrasi Masjid dan Pendidikan. Menurutnya, karya Kiai Marpuji Ali merupakan sintesis penting untuk menegaskan kembali peran masjid.

“Masjid bukan hanya proses ideologisasi, tetapi juga ruang transformasi umat,” tegasnya.

Setelah Fajar menyampaikan keynote speech, fajar juga secara langsung melaunching 3 buku tersebut, dengan ditemani oleh Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. (Rektor UMS), Drs. H. Marpuji Ali, M.Si. (Ketua Takmir Masjid Kottabarat / Ketua Komite Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd. (Pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kottabarat)

Selain peluncuran, acara juga menghadirkan sesi diskusi yang di pimpin langsung oleh penulis buku biografi Kyiai Marpuji Ali yakni Sholahudin. Dalam sesi itu Sholahudin ditemani langsung oleh Kiai Marpuji dan Mohamad Ali.

Diskusi juga turut menghadirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Dahlan Rais dan Prof. Fatah. Dalam sesi ini, Kiai Marpuji Ali dipandang sebagai organisatoris ulung sekaligus arsitek gagasan yang berhasil menghadirkan praksis pendidikan Muhammadiyah yang membumi.

Menutup dengan Cita-Cita

Mengakhiri acara peluncuran, Kiai Marpuji Ali menyampaikan pesan inspiratif.
“Jika kita sudah bercita-cita, maka kita juga harus mampu menghadapi rintangan dan hambatan untuk meraih kesuksesan cita-cita itu,” pungkasnya.

Peluncuran tiga buku ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan literasi, tetapi juga tonggak baru dalam perjalanan pendidikan Muhammadiyah yang memadukan tradisi dan modernitas dengan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Penulis: Dwi Kurniadi

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

    SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

    • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 517
    • 0Komentar

    *Oleh : Naufal Febrian Di masa lalu, persoalan sehat-sakit acap orang pandang dalam dimensi hitam-putih. Bahwa kesehatan adalah lawan dari penyakit, atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Dan hal ini memang dapat kita terapkan secara lebih mudah. Namun, ia mengabaikan adanya rentang sehat-sakit. Secara prinsip, pembangunan kesehatan adalah satu dari sekian banyak pembangunan berskala nasional […]

  • 15 Proposal PKM UMS Raih Pendanaan, Masuk 20 Besar Nasional

    15 Proposal PKM UMS Raih Pendanaan, Masuk 20 Besar Nasional

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 15 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Bahkan raihan ini menjadikan UMS berada di 20 besar perguruan tinggi dengan proposal terbanyak yang mendapatkan pendanaan. Kabiro Kemahasiswaan UMS Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., mengatakan bahwa pada tahun 2025 […]

  • BIKERSMU TERUS MELAJU DARI ACEH HINGGA PAPUA, GERAKAN DAKWAH DI ATAS RODA KIAN MENGGEMA

    BIKERSMU TERUS MELAJU DARI ACEH HINGGA PAPUA, GERAKAN DAKWAH DI ATAS RODA KIAN MENGGEMA

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Deru mesin sepeda motor kini tak hanya terdengar di jalanan, tetapi juga menggema dalam dakwah dan aksi sosial. Di tangan para kader Muhammadiyah yang kreatif dan penuh semangat, roda dua menjelma menjadi sarana dakwah, silaturahmi, dan pengabdian. Mereka menamakan diri BikersMu komunitas pengendara yang membawa semangat fastabiqul khairat di setiap kilometer perjalanan. Sejak diinisiasi oleh […]

  • Cerdaskan Umat Lewat Filantropi Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Siap Kolaborasi Melalui Pelatihan Keagamaan Berkelanjutan

    Cerdaskan Umat Lewat Filantropi Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Siap Kolaborasi Melalui Pelatihan Keagamaan Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 134
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Urusan keagamaan bertalian erat dengan umat dan kebutuhannya yang perlu dijawab dengan pelayanan yang mencerdaskan. Untuk menjawab kebutuhan itu, Kementerian Agama (Kemenag) perlu berkolaborasi dengan lembaga keagamaan dan organisasi keagamaan melalui pelatihan keagamaan berkelanjutan dengan pola kemitraan pemerintah dan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan kolaborasi antarumat beragama dan lintas organisasi keagamaan merupakan modal […]

  • Peksimida Jateng Penulisan Lakon di UMS Berakhir, Semangat Berkarya Terus Menyala

    Peksimida Jateng Penulisan Lakon di UMS Berakhir, Semangat Berkarya Terus Menyala

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026 Tangkai Lomba Penulisan Lakon resmi selesai. Perlombaan tangkai lomba ini digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 13-14 Juli 2026. Perwakilan Badan Pembina Seni Mahasiswa sekaligus Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, Ph.D., dalam penutupannya menyampaikan bahwa dengan berakhirnya Peksimida Jawa Tengah Tangkai Lomba […]

  • PFA Jadi Bekal Penting Relawan di Tengah Situasi Krisis?

    PFA Jadi Bekal Penting Relawan di Tengah Situasi Krisis?

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MAGELANG – Setelah sesi materi umum mengenai psikologi sosial dan dinamika politik, kegiatan dilanjutkan dengan materi bertajuk “Urgensi dan Pengantar Psychological First Aid (PFA)” yang disampaikan oleh Wanodya Kusumastuti. (23/5/26) Materi ini memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya pertolongan pertama psikologis bagi penyintas bencana maupun situasi krisis. Kegiatan yang berlangsung di Magelang ini diawali dengan […]

expand_less