Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rakornas II LDK: Muhammadiyah Perkuat Dakwah Al-Ma’un yang Inklusif dan Membumi

Rakornas II LDK: Muhammadiyah Perkuat Dakwah Al-Ma’un yang Inklusif dan Membumi

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Semarang – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan kembali fondasi ideologis Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang kokoh sejak berdiri pada 1912.

Menurut Haedar, nilai, orientasi, dan karakter Muhammadiyah hari ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dirintis para pendiri. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Rakornas II LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

“Semua dasar gerakan Muhammadiyah hari ini, fondasinya sudah diletakkan oleh para pendiri. Kita ini sesungguhnya melanjutkan, meneruskan, dan mengembangkan apa yang telah mereka rintis,” jelas Haedar.

Rakornas LDK kali ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi dakwah komunitas secara nasional, tetapi juga menegaskan relevansi dakwah Muhammadiyah di tengah dinamika kebangsaan. Kehadiran sejumlah tokoh lintas latar belakang menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah tetap mendapat perhatian luas di ruang publik.

Haedar menegaskan bahwa salah satu pilar utama Muhammadiyah adalah spirit Al-Ma’un yang digagas Kiai Ahmad Dahlan. Al-Ma’un, menurutnya, tidak berhenti sebagai teks, melainkan diterjemahkan sebagai praksis sosial yang melintasi batas kelas dan kelompok.

“Al-Ma’un itu inklusif. Bukan teologi untuk satu golongan. Orang miskin membutuhkannya, orang kaya pun memerlukannya. Bahkan mereka yang berada di lapisan atas juga ingin masuk surga,” tegasnya.

Dakwah Al-Ma’un dan Tantangan Segmentasi Baru

Spirit tersebut melahirkan berbagai amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial sebagai ekspresi nyata dakwah yang membumi. Namun demikian, Haedar mengingatkan bahwa tantangan dakwah saat ini semakin kompleks. Masyarakat kian terfragmentasi sehingga pendekatan dakwah tidak lagi bisa bersifat umum.

“Dakwah Muhammadiyah ke depan perlu menyasar segmentasi yang lebih kecil, yang mikro, dengan pendekatan yang semakin khusus,” ujarnya.

Ia menambahkan, dakwah komunitas harus hadir dengan empati dan pemahaman sosial yang mendalam, menyentuh kelompok marjinal sekaligus kalangan atas yang juga memiliki kegelisahan spiritual.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya collaborative government dalam pembangunan daerah. Ia menilai Muhammadiyah, khususnya LDK, memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat hingga ke akar rumput.

“Pembangunan Jawa Tengah tidak cukup hanya terintegrasi dengan pemerintah pusat. Kita membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi kemasyarakatan yang sudah terbukti bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, memaparkan bahwa hingga periode 2024–2025, LDK membina 26 segmen dakwah komunitas dengan dukungan 1.594 dai di 933 titik dakwah. Total jamaah yang terlayani mencapai 42.097 orang, termasuk di lebih dari 180 lokasi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dari Aceh hingga Papua.

Rakornas II LDK PP Muhammadiyah diharapkan menjadi momentum penguatan dakwah komunitas yang lebih terarah, inklusif, dan berdampak luas bagi kehidupan umat dan bangsa. (Najih)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Muhammadiyah Lampung Tegaskan Militansi Dakwah dan Kemandirian Ekonomi dalam Milad ke-93

    Pemuda Muhammadiyah Lampung Tegaskan Militansi Dakwah dan Kemandirian Ekonomi dalam Milad ke-93

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Lampung — Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Lampung menggelar malam tasyakuran dalam rangka memperingati Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah sekaligus menyelenggarakan Pelatihan Dai Pemuda Penggerak Pembangunan, Jumat (9/5/2025), di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Bandar Lampung. Dengan mengusung tema “Pemuda Negarawan: Totalitas untuk Indonesia Raya”, rangkaian acara akan berlangsung sejak Jumat malam hingga Minggu (11/5/2025), menghadirkan […]

  • Ribuan Jamaah Ikut Salat Idulfitri di Edutorium UMS, Seruan Istikamah Menguat

    Ribuan Jamaah Ikut Salat Idulfitri di Edutorium UMS, Seruan Istikamah Menguat

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH, ID. SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar salat Idulfitri di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Jumat (20/3). Ribuan jamaah tampak memadati halaman Edutorium UMS sejak pukul 6 pagi. Adapun para jamaah terdiri atas tenaga kependidikan UMS, mahasiswa, dan masyarakat umum. Khatib salat Id, Yayuli, S.Ag., M.Ag., menyampaikan kepada umat terkait makna Idulfitri sebagai […]

  • Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan (RSMKL) menggelar Pelantikan Direktur RSMKL periode 2026–2030

    Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan (RSMKL) menggelar Pelantikan Direktur RSMKL periode 2026–2030

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan – Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan, serta para direktur Klinik Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan PWM Jawa Timur tentang pengangkatan direktur rumah sakit oleh […]

  • UMS Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

    UMS Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis masjid. Melalui kolaborasi antara Pusat Studi Kewirausahaan dan Kewirausahaan Sosial (PUSWIRASOS), Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Bank Indonesia (BI), serta Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Muhammadiyah Jawa Tengah, […]

  • Tingkatkan Sensitivitas Insulin, Permen Yogurt Karya Mahasiswa UMS Raih Medali Emas di Ajang WICE 2025

    Tingkatkan Sensitivitas Insulin, Permen Yogurt Karya Mahasiswa UMS Raih Medali Emas di Ajang WICE 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih medali emas melalui inovasi dan kreativitas mahasiswa dari Tim Baharat, pada kompetisi World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kompetisi berlangsung pada 21-25 September 2025 di SEGi University, Kuala Lumpur, Malaysia. World Invention Competition and Exhibition (WICE) […]

  • IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Farich Al Mughni, Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Magelang Pikiran ini berangkat atas keresahan penulis, akan tingkah kader IMM yang mulai mempunyai sifat superioritas dan mulai tidak peduli dengan kaum-kaum mustadhafin (kaum yang tertindas) dan juga sikap para kader IMM yang mengenyampingkan humanitas dalam trikoda dan hilang nya Kemasyarakatan pada idalisme […]

expand_less