Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tokoh Lintas Iman Serukan Kepedulian Ekologis di Eco Talk STFT Jakarta

Tokoh Lintas Iman Serukan Kepedulian Ekologis di Eco Talk STFT Jakarta

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Perkaya pemahaman masyarakat mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup dari perspektif dan pengalaman komunitas berbasis iman, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta menyelenggarakan Seminar Eco Talk bertajuk ‘Satu bumi, Satu Asa, dalam Gerak Bersama’. Acara yang dilaksanakan di STFT Jakarta pada 22 September 2025 ini, menghadirkan narasumber lintas agama.

Eco Talk menghadirkan Prof. Syafiq A. Mughni (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah); Pdt. Meilanny Risamasu (Komisi Lingkungan Hidup GPIB); Js. Rusya Supit (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia); Pandita Astono Chandra (Parisada Hindu Dharma Indonesia), serta Engkus Ruswana (Presidium Pusat Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni menegaskan bahwa semua manusia sesungguhnya pemegang amanah yang dalam istilah Al Quran disebut Khalifah. “Khalifah bukan berarti penguasa tunggal. Khalifah itu seluruh manusia di muka bumi, yang kewajibannya salah satunya memelihara bumi dan lingkungan, dan mempunyai amanah memberikan yang terbaik bagi generasi yang akan datang,” ungkapnya.

Prof. Syafiq menjelaskan Muhammadiyah telah melakukan beragam program melalui Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Muhammadiyah Climate Center (MCC), hingga Eco Bhinneka Muhammadiyah. “Program yang dijalankan tujuannya sama, yaitu berjuang menjaga lingkungan, mencegah krisis iklim, sebagai bagian dari amanah yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah SWT,” terang Advisor Program Eco Bhinneka Muhammadiyah ini.

Keterangan foto: Prof. Syafiq A Mughni, Ketua PP Muhammadiyah sebagai Advisor Program Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Board GreenFaith Indonesia, hadir sebagai pembicara seminar ‘Eco Talk’ pada rangkaian acara Green Campus Blue Seminary di STFT Jakarta 22 Sept 2025.

Program tersebut, lanjut Prof. Syafiq, sudah memperluas kawasan dan jangkauan, yang menyasar pada lembaga ibadah di Muhammadiyah, di masjid, pengajian, hingga ranting Muhammadiyah. “Isu lingkungan menjadi bagian dari tema-tema yang tercakup dalam pesan-pesan ceramah pengajian, melakukan pengembangan kurikulum Green School, dan masjid di kantor PP Muhammadiyah menggunakan solar panel sebagai model masjid ramah lingkungan,” ujarnya.

Namun semua itu, menurut Prof. Syafiq, tidak cukup untuk keperluan internal persyarikatan dan perlu melakukan perluasan dengan membangun kerjasama. “Kerja sama lintas iman bagian dari mandat Muktamar Muhammadiyah. Mari kita terus kita perkuat kolaborasi ini, sehingga mudah-mudahan menjadi kekuatan yang sangat masif, kita gerakkan bersama-sama, dan menjadi collective behaviour bagi seluruh umat manusia,” ajaknya.

Dalam sesi Eco Talk, para tokoh lintas iman yang lain juga menegaskan bahwa manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Pandita Astono Candra menekankan prinsip Hindu dalam merawat alam sebagaimana merawat diri sendiri. “Kalau kita ingin merawat alam semesta, kita harus harmonis dengan semesta,” tegasnya. Ia juga menyebut tradisi ritual Hari Nyepi di Bali sebagai praktik konkret umat Hindu untuk memberi ruang bumi beristirahat.

Engkus Ruswana menegaskan bahwa perlakuan manusia terhadap alam harus diatur dengan bijak. “Tidak sedetik pun kita lepas dari udara. Karena itu, harus ada batasan bagaimana memperlakukan alam,” ujarnya. Ia mencontohkan kearifan masyarakat adat Baduy yang menetapkan aturan menjaga gunung, hutan, dan tanah agar tetap lestari, sembari mengingatkan bahwa masyarakat adat masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga ruang hidup mereka.

Sementara itu, Js. Rusya Supit menjelaskan bahwa dalam ajaran Khonghucu, Tuhan, langit, manusia, dan bumi adalah satu kesatuan yang saling terkait. “Kerusakan lingkungan adalah pelanggaran dari keteraturan langit,” katanya. Ia menambahkan bahwa prinsip thien xia wei gong atau “dunia milik bersama” menjadi dasar etika Konfusianisme dalam menegakkan keadilan kolektif dan tanggung jawab manusia terhadap sesama maupun lingkungan.

Dari perspektif Kristen, Pdt. Meilanny Risamasu menegaskan bahwa manusia dipanggil untuk merawat ciptaan. “Tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman yang diwujudkan dalam tindakan kasih terhadap bumi dan sesama,” ujarnya. Menurutnya, penting bagi umat untuk mengubah cara pandang, dari melihat alam sekadar sumber daya, menuju relasi yang saling menjaga.

Pdt. Meilanny Risamasu juga menekankan bahwa GCBS lahir dari kolaborasi lintas iman dan lintas lembaga, bukan hanya gereja. Kerja sama dengan STFT Jakarta, Eco Bhinneka Muhammadiyah, dan GreenFaith diharapkan menginspirasi, memperkuat kolaborasi lintas iman, dan memperluas jangkauan gerakan peduli lingkungan.

Seminar Eco Talk ini merupakan bagian dari program tahunan Green Campus Blue Seminary (GCBS) II dengan tema “Interfaith Collaboration for the Earth: Imanku, Aksiku, Bumi Kita” . GCBS II ini terselenggara dengan dukungan Eco Bhinneka Muhammadiyah, GreenFaith Indonesia, dan Germasa LH – GPIB.

Kontributor: Farah

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Kembali Tegaskan Sebagai Kampus Yang Inklusif dalam Masta PMB Batch 2

    UMS Kembali Tegaskan Sebagai Kampus Yang Inklusif dalam Masta PMB Batch 2

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya sebagai Perguruan Tinggi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini tercermin melalui Masa Ta’aruf Penerimaan Mahasiswa Baru (Masta PMB) Batch ke-2 tahun 2025 yang mencapai 1.340 mahasiswa dengan latar belakang yang sangat beragam, termasuk mahasiswa asing dan mahasiswa Non-Muslim. Rektor UMS Prof. Dr. […]

  • Bait-Bait yang Menyentuh Jiwa, SMA Fourmula Persembahkan Membaca, Menemukan Diri

    Bait-Bait yang Menyentuh Jiwa, SMA Fourmula Persembahkan Membaca, Menemukan Diri

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan – Sebuah langkah inspiratif kembali ditorehkan oleh SMA Muhammadiyah 4 Lamongan (Fourmula) melalui peluncuran buku antologi puisi berjudul Membaca, Menemukan Diri. Kegiatan peluncuran yang berlangsung pada Selasa (15/7/2025) di aula sekolah ini menjadi momen istimewa yang dihadiri oleh para guru, siswa, serta ketiga penulis buku: Fathan Faris Saputro, Selamet Priyanto, dan Temon Bagus Hidayahtullah. […]

  • Mahasiswa KKNMAS 2025 di Riau, Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Tualang Kabupaten Siak

    Mahasiswa KKNMAS 2025 di Riau, Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di Tualang Kabupaten Siak

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIAK — Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKNMAS) 2025 yang berlangsung di Riau melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tualang, Siak. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKNMAS yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia. Di Kecamatan Tualang, sejumlah kelompok KKNMAS ditempatkan di […]

  • PCIM Maroko Perkuat Diplomasi Akademik UMRI dengan Yayasan Khaled El Hassan

    PCIM Maroko Perkuat Diplomasi Akademik UMRI dengan Yayasan Khaled El Hassan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 105
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Maroko – Kunjungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah di Maroko kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjembatani kerja sama internasional. Pada Sabtu (25/4), PCIM Maroko memfasilitasi pertemuan antara Universitas Muhammadiyah Riau dan Yayasan Khaled El Hassan di kantor yayasan yang berlokasi di Rabat. Pertemuan ini dihadiri oleh Dr. H. Saidul Amin, M.A., selaku Rektor UMRI, yang […]

  • Lazismu dan Madani Berkelanjutan Ajak Masyarakat Kelola Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

    Lazismu dan Madani Berkelanjutan Ajak Masyarakat Kelola Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 237
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Workshop Dampak Perubahan Iklim di Indonesia dan Peran Lazismu, Lazismu dan Madani ajak masyarakat kelola mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang berangkat dari potensi lokal yang ada. Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tugas untuk memakmurkan bumi. Kewajiban untuk mengurus dan mengelola bumi merupakan sebuah kontribusi untuk keberlansungan hidup generasi selanjutnya. […]

  • Dirjend Farmalkes Kemenkes RI Kunjungi Produsen Kasa Darma Husada PT USM Berkah Indonesia Pekalongan Milik Ketua LPP PWM Jawa Tengah

    Dirjend Farmalkes Kemenkes RI Kunjungi Produsen Kasa Darma Husada PT USM Berkah Indonesia Pekalongan Milik Ketua LPP PWM Jawa Tengah

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 866
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan – Kementrian Kesehatan RI dalam peningkatan program mutu Alat Kesehatan melalui Farmalkes dengan agenda pembinaan Industri Alat Kesehatan UMKM yang Berdaya Saing. Acara yang di laksanakan di hotel Howard Jhonson Pekalongan tanggal 2-3 Agustus 2023 mengusung tema Pembinaan Industri UMKM yang Berdaya Saing. Dalam acara tersebut hadir langsung di Kota Pekalongan ibu Direktur […]

expand_less