Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UNILA Libatkan MDMC Wilayah Lampung dalam Mitigasi Pasca-Bencana di Desa Kunjir

UNILA Libatkan MDMC Wilayah Lampung dalam Mitigasi Pasca-Bencana di Desa Kunjir

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Lampung Selatan – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung atau dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung terlibat pada keegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Institusi Universitas Lampung. Pada Sabtu, 19 Oktober 2024 di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (UNILA) sebagai upaya peningkatan kapasitas pembangunan Desa berbasis Mitigasi Pasca-Bencana Masyarakat Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan dalam mendukung pencapaian SDGs Desa.

Pengabdian tersebut dilakukan oleh Dosen FISIP UNILA Dedy Hermawan, Moh. Nizar dan Astiwi Inayah. Dan dalam kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Irfan Lazuardi dari ISKINDO (Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia) dan Tri Priyo Saputro MDMC Wilayah Lampung.

Dalam kegiatan ini peserta  terdiri dari kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalianda, Pemuda Desa Kunjir, dan Warga Desa.

Sebagai info, Desa Kunjir, pada tahun 2018 merupakan salah satu desa yang terdampak tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Menurut Moh. Nizar, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga luar yang dipandang lebih expert baik secara pemahaman dan praktik di lapangan terkait mitigasi bencana. Dengan begitu, peserta akan memiliki pemahaman yang luas tentang kegiatan mitigasi bencana. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan, dan juga terdapat gunung-gunung yang aktif  maka pengetahuan tentang kebencanaan tidak dapat diabaikan.

Irfan Lazuardi menyampaikan beberapa hal penting terkait mitigasi benca, seperti manajemen bencana, penanggulangan bencana, kesiapsiagaan dan mitigasi. “Yang paling penting adalah pendidikan kebencanaan, seperti halnya di Jepang itu rata-rata dilakukan di sekolah, dan di Indonesia pendidikan mengenai bencana harusnya masuk kurikulum, karena ini hubungannya dengan nyawa,” ujarnya.

Untuk daerah yang pernah terdampak bencana harus memiliki peta bencana selain hazard, jalur evakuasi, titik kumpul, dan break water. “Terlihat di desa kunjir ini belum tersedia hazard, atau malah sudah tersedia hazard tetapi warga tidak tahu. Dan jika belum tersedia hazard, masing-masing rumah dapat membuat kentongan untuk tanda bilamana nanti terjadi bencana, atau bisa juga digunakan masyarakat sebagai simulasi bencana,” tambah Irfan.

Tri Priyo Saputro dalam paparannya juga menjelaskan mengenai pentingnya kesiapsiagaan, terutama dalam mengkontrol kepanikan dengan edukasi dan simulasi bencana. “Panik saat bencana itu dapat mengakibatkan hal baik dan buruk, seperti saat panik yang tadinya kita tidak bisa melompati pagar yang tingginya 3 meter menjadi bisa, dan panik saat bencana dapat membuat kita yang tadinya tahu cara membuka pintu saat di dalam rumah menjadi tidak bisa membuka pintu sehingga saat bencana terkurung dalam rumah,” jelasnya.

Simulasi sangat dibutuhkan masyarakat dan baik dilakukan rutin satu atau tiga bulan sekali, agar saat bencana tidak menimulkan dampak yang lebih besar dan meminimalisir adanya korban. “Sebelum mengadakannya simulasi bencana, terlebih dahulu desa memanfaatkan karang taruna atau pemuda desa untuk menjadi relawan kebancaan. Anak Muda akan lebih mudah dan dekat pada pemahaman kebencanaan dan mampu memanfaatkan teknologi baik yang tradisional ataupun modern, seperti halnya yang tradisional itu kentongan, dan yang modern media sosial whatsapp dan dapat memahami aplikasi BMKG,” tambah Priyo.

Selain paparan materi, Tri Priyo Saputro memberikan simulasi saat terjadi bencana gempa, seperti berlindung dibawah meja, jangan berlindung di dalam lemari, memanfaatkan barang sebagai alat perlindungan diri dari runtuhan yang dapat melindungi kepala dan leher. Ia juga menyampaikan terkait pintu rumah warga yang masih belum sesuai, yang seharusnya membuka pintu itu mengarah keluar, tapi pintu rumah warga membukanya masih mengarah kedalam.

Edukasi kebencanaan tidak dapat dilakukan hanya satu kali dalam setahun, namun harus rutin dengan pola dan fokus pada bidang materi secara berjenjang, kemudian tindak lanjutnya adalah pengaplikasian dengan simulasi bencana. Edukasi Pengurangan Risiko Bencana merupakan salah satu upaya untuk memitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat memantik peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang di dapat kepada masyarakat secara luas khususnya di Desa Kunjir.

Kontributor : Tri Priyo Saputro, MDMC Wilayah Lampung

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DikDasMen PP Muhammadiyah Dukung Kepala Sekolah Tulungagung Tingkatkan Mutu Pendidikan

    DikDasMen PP Muhammadiyah Dukung Kepala Sekolah Tulungagung Tingkatkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tulungagung – Dalam rangka pengembangan sekolah/madrasah Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (DikDasMen) dan Pendidikan NonFormal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung mengadakan kegiatan follow up bersama dengan tema “Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Tulungagung” pada Kamis (24/4/2025) di Aula Masjid Al-Fattah Tulungagung. Kegiatan ini diadakan sebagai follow up dari program Diksuspala […]

  • LARI DARI NEGATIVE THINKING, MULAI DEKATI POSITIVE THINKING

    LARI DARI NEGATIVE THINKING, MULAI DEKATI POSITIVE THINKING

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    Oleh : Saarah Salsabil POSITIVE THINKING, APA ITU? Membahas tentang positive thinking pastinya tak lepas dari perasaan dan logika manusia yang dapat mencerminkan sikap serta sifat manusia dalam melakukan sesuatu. Secara bahasa sendiri positive thinking dapat di artikan sebagai pola fikir manusia yang diproses secara positif sehingga dapat menghasilkan energi yang positif pula. Apa sih […]

  • Dokumentasikan Best Practice Pengajaran, MPBI UMS Gelar Pelatihan Menulis Bagi Guru Muhammadiyah Se-Kartasura

    Dokumentasikan Best Practice Pengajaran, MPBI UMS Gelar Pelatihan Menulis Bagi Guru Muhammadiyah Se-Kartasura

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar pelatihan “Pelatihan Best Practice dalam Pembelajaran” bagi para guru SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Kartasura. Kegiatan ini merupakan bagian dari RPPS Prodi guna meningkatkan kompetensi guru-guru Muhammadiyah di Kartasura. Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi kuliah tujuh menit (kultum) yang […]

  • Pembelajaran IPA SD Dalam Kurikulum 2013

    Pembelajaran IPA SD Dalam Kurikulum 2013

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.883
    • 0Komentar

    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum operasional yang dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sehingga, penerapan kurikulum 2013 yang merupakan perubahan dari kurikulum berbasis kompetensi dan tingkat satuan pendidikan guru program selaku pelaksana. Apalagi didalam kurikulum 2013 tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar adalah untuk menuntut siswa agar mampu melakukan dan menemukan sesuatu yang menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran dengan  […]

  • UMS Sambut Rombongan 322 Siswa SMA N 1 Bantul

    UMS Sambut Rombongan 322 Siswa SMA N 1 Bantul

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menerima kunjungan siswa kelas XII, kali ini dari SMA Negeri 1 Bantul, Yogyakarta, pada Kamis (4/9). Rombongan sebanyak 322 siswa ini disambut langsung oleh Kasubdit Admisi & Layanan Akademik Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Ratnanto Fitriadi, S.T., M.T., di Masjid Sudalmiah Rais, Kampus 2 UMS. Dalam sambutannya, […]

  • Mahasiswa UMS Raih Juara Internasional lewat Inovasi Filter Air Berbahan Daun Bambu

    Mahasiswa UMS Raih Juara Internasional lewat Inovasi Filter Air Berbahan Daun Bambu

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 46
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih juara 1 tingkat internasional dalam kategori Design Poster pada ajang The 2nd International Engineering Competition Mandalika Competition 2026. Tim UMS sendiri mengusung “BALFOGER” sebuah gagasan inovasi filter air berbahan dasar daun bambu dengan perekat organik. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai alternatif teknologi penyaringan air yang […]

expand_less