Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hardiknas 2025, UMS Tegaskan Peran sebagai Kampus Penggerak dan Berdampak

Hardiknas 2025, UMS Tegaskan Peran sebagai Kampus Penggerak dan Berdampak

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tak sekadar mencetak sarjana, namun juga membentuk manusia paripurna cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan tangguh dalam pengabdian sosial. Hal ini ditegaskan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam amanatnya pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5), di halaman Gedung Induk Siti Walidah.

Dalam pidatonya, Rektor UMS mengingatkan kembali esensi pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia. Mengutip pemikiran KH Ahmad Dahlan, beliau menyampaikan bahwa pendidikan adalah jalan panjang menuju kemerdekaan sejati, bukan semata proses administratif atau formalitas akademik.

“Pendidikan bukan hanya soal datang ke kampus, mengajar, atau mengikuti sistem. Pendidikan adalah jalan kebudayaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk peradaban. Di UMS, kita sedang menapaki jalan itu dengan penuh kesadaran,” tegas Rektor UMS itu.

Sebagai kampus milik Persyarikatan Muhammadiyah yang telah berusia lebih dari satu abad, UMS dinilai memiliki tanggung jawab historis sekaligus moral untuk menjadi motor perubahan sosial. Dalam konteks ini, Harun menegaskan visi UMS sebagai Kampus Penggerak dan Berdampak. Visi ini bukan sekadar jargon, melainkan program nyata yang mulai direalisasikan melalui pelibatan aktif dosen dan tendik dalam penguatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Setiap dosen dan tenaga kependidikan harus punya komitmen membesarkan AUM. Jangan ada AUM dalam radius dua kilometer yang tidak hidup karena kita abai. Ini soal ghirah kita sebagai bagian dari gerakan Muhammadiyah,” imbuhnya.

UMS juga menjadi salah satu kampus Muhammadiyah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) sebagai Kampus Riset Berdampak. Dalam program ini, setiap proposal penelitian dosen yang lolos seleksi akan mendapat dukungan ganda dari Lembaga Pendanaan Dana Pendidikan (LPDP), sebagai bentuk dorongan agar riset di perguruan tinggi tidak berhenti di jurnal, tetapi menyentuh problem riil masyarakat.

“UMS adalah tempat ibadah kita. Mengajar, meneliti, dan mengabdi di sini harus dilandasi niat ibadah. Maka kita tidak boleh puas hanya dengan status atau pencapaian pribadi. Guru besar itu bukan sekadar gelar, tapi kontribusi untuk institusi dan umat,” ucap Rektor UMS itu.

Dalam upaya mengintegrasikan nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan keunggulan akademik, Rektor UMS mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan “IMUM” yakni Islami, Mencerahkan, Unggul, dan Mendunia sebagai identitas kolektif UMS. Identitas ini bukan hanya simbol, tetapi prinsip kerja dan arah gerak bersama di tengah tantangan global.

Dari sisi kinerja kelembagaan, UMS mencatatkan peningkatan signifikan dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2025/2026. Data terakhir per 2 Mei 2025 menunjukkan jumlah pendaftar telah mencapai 2.924 orang, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebanyak 2.225 pendaftar. Hal ini mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di UMS.

Mengakhiri pidatonya, Rektor UMS mengajak seluruh elemen kampus untuk memperkuat solidaritas dan kerja berjamaah dalam membangun institusi. “Mari kita niatkan semuanya untuk ibadah. Pendidikan bukan pekerjaan individual. Ini kerja kolektif. UMS harus menjadi pusat pencerahan yang memberi dampak luas, tidak hanya di ruang kelas, tetapi sampai ke akar rumput masyarakat,” pungkasnya. (Al/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mainstreaming 1000 Cahaya: Muhammadiyah Perkuat Peran Umat Jaga Lingkungan

    Mainstreaming 1000 Cahaya: Muhammadiyah Perkuat Peran Umat Jaga Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Pembukaan Mainstreaming Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah di Kalimantan Timur berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Hotel Grand Sawit, Jalan Basuki Rahmat No.34A, Samarinda, Jumat (5/12/2025). Kegiatan yang digagas Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Kaltim itu menjadi tonggak penting perluasan edukasi lingkungan dan energi bersih di wilayah timur Indonesia. Gerakan 1000 Cahaya merupakan program nasional Muhammadiyah […]

  • IQT UMS Raih Akreditasi Unggul: Jadi Jawaban Tantangan Umat di Zaman Modern

    IQT UMS Raih Akreditasi Unggul: Jadi Jawaban Tantangan Umat di Zaman Modern

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) S1 Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) resmi meraih akreditasi unggul berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlaku sejak 8 April 2026 hingga 8 April 2031. Capaian ini menjadi tonggak penting setelah sebelumnya prodi tersebut berada pada peringkat akreditasi B. Kepala Prodi IQT […]

  • KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026 Siap Digelar, Perkuat Ekosistem Usaha Berkemajuan untuk Mendorong Industrialisasi Indonesia

    KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026 Siap Digelar, Perkuat Ekosistem Usaha Berkemajuan untuk Mendorong Industrialisasi Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, DKI JAKARTA – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Lembaga Pengembang UMKM PWM DKI Jakarta, dan Lembaga Pengembang UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menggelar KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026 pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta. Mengusung tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia”, […]

  • JATAM Sidomulyo Gelar Pemantapan Program Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

    JATAM Sidomulyo Gelar Pemantapan Program Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMPUNG – Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sidomulyo, Lampung Selatan, menggelar acara Pemantapan Program Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, dengan fokus pada sektor peternakan unggas dan ruminansia. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, pada Sabtu, 15 Juni 2025. Acara ini dihadiri oleh Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan JATAM PWM Lampung, […]

  • Tertindasnya Pendidikan di Rakyat Kecil

    Tertindasnya Pendidikan di Rakyat Kecil

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Oleh : Dwi Ananda Nurmaulydina (202110230311027) Pendidikan merupakan wadah yang sangat penting yang menjadi titik pembentukan mental, spititual, sekaligus intelektualitas bagi generasi bangsa. Jika berbicara mengenai pendidikan yang ada di Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari prestasi-prestasi anak didik di tingkat nasional maupun international hingga rendahnya kualitas pendidikan di daerah terpencil. Masih kurangnya sarana […]

  • JANGAN SEBUT KATROL NILAI ADIL

    JANGAN SEBUT KATROL NILAI ADIL

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Oleh : Fahri Friyanda (Mahasiswa Prodi PAI UMS) Pernahkah anda merasa nilai raport tinggi. Tapi sebenarnya tidak begitu paham dengan materinya. Atau, pernahkah anda melihat raport anak yang selalu tinggi nilainya. Lalu bertanya, nak apa yang kamu dapatkan dari mata pelajaran ini. Mereka tidak bisa menjawab dengan baik. Bahkan kebingungan dan diam tidak bisa menjawab. […]

expand_less