Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andri Rifandi, Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Timur

Pernyataan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia yang menyebutkan bahwa hubungan antara Partai Golkar dan Muhammadiyah ibarat “anak dan ibu”. pernyataan ini terkemuka di berbagai media setelah penyerahan bantuan pembangunan gedung asrama madrasah oleh Golkar kepada lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pernyataan ini menimbulkan berbagai respons dari publik, termasuk dari kalangan kader muda Muhammadiyah.

Sebagai Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur, saya memandang perlu untuk memberikan pandangan yang konstruktif, tidak hanya melihat relasi ini dari kacamata politis semata, namun juga dari sisi historis, kultural, dan strategis dalam konteks kebangsaan. Karena pada hakikatnya, relasi antara Muhammadiyah dan partai politik adalah bagian dari dinamika panjang peran umat Islam dalam membangun Indonesia.

Hubungan Muhammadiyah dan Partai Politik: Sejarah Diaspora Kader

Muhammadiyah sejak awal berdirinya tahun 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan telah mengambil posisi sebagai gerakan dakwah dan tajdid (pembaruan) dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kader-kader Muhammadiyah juga menyebar ke berbagai medan perjuangan, termasuk politik.

Fenomena ini dikenal sebagai diaspora kader politik Muhammadiyah, yakni keterlibatan kader Muhammadiyah di berbagai partai politik tanpa membawa institusi Muhammadiyah secara struktural ke dalam gelanggang politik praktis. Dalam sejarah, kader-kader Muhammadiyah tercatat aktif di Masyumi, PAN, Golkar, PKS, PDIP, bahkan partai-partai baru. Diaspora ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak membatasi warganya untuk berkiprah dalam politik selama tidak membawa atribut organisasi untuk kepentingan partai tertentu.

Bahlil sendiri dalam pernyataannya menyebut kedekatannya secara personal dengan kalangan Muhammadiyah dan ingin mengembalikan hubungan Golkar dan Muhammadiyah seperti masa lalu. Ini bisa dibaca secara positif sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi kader-kader Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa, termasuk melalui jalur politik.

Politik Kebangsaan dan Kontribusi Muhammadiyah

Dalam konteks politik kebangsaan, Muhammadiyah telah menunjukkan komitmennya yang konsisten untuk membangun Indonesia yang berkemajuan, adil, dan beradab. Gerakan ini tidak menjadikan politik sebagai tujuan, melainkan sebagai instrumen dalam menjalankan amanat dakwah sosial dan kebangsaan. Muhammadiyah memiliki prinsip “khittah”, yakni garis kebijakan organisasi yang menegaskan independensi dari partai politik, namun tetap aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Maka, hubungan baik antara Muhammadiyah dan partai politik — termasuk Golkar — dapat dimaknai sebagai bagian dari dialog kebangsaan, selama tidak mereduksi independensi organisasi dan tidak menjurus pada politik transaksional. Kedekatan seperti ini bisa menjadi ruang kolaborasi dalam membangun pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini menjadi fokus utama Muhammadiyah.

Penyerahan gedung asrama oleh Golkar, jika dilakukan atas dasar penghargaan terhadap peran Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, patut diapresiasi. Namun publik juga harus cermat, agar tidak menafsirkan langkah itu sebagai bentuk kooptasi politik atau upaya simbolik yang bertentangan dengan prinsip independensi.

IMM dan Sikap Kritis-Konstruktif

Sebagai bagian dari ortom Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memandang bahwa kader-kader muda harus terus menjaga sikap kritis-konstruktif dalam melihat dinamika relasi organisasi dengan partai politik. Kami menyambut baik setiap kolaborasi yang bermuara pada kemaslahatan umat dan bangsa. Namun, kami juga menolak segala bentuk politik simbolik yang bisa mereduksi nilai-nilai gerakan dakwah Muhammadiyah menjadi alat politik praktis.

IMM berkomitmen untuk mendidik kader yang cerdas, ideologis, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. Dalam konteks diaspora politik, IMM tidak alergi terhadap politik, namun kami menekankan pentingnya etika politik dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Kader-kader IMM yang berkiprah di berbagai lini politik harus menjadi teladan dalam menjaga integritas, mengedepankan nilai, dan memperjuangkan kebijakan publik yang berpihak pada keadilan sosial. Politik bagi kader IMM bukanlah tujuan, melainkan medan dakwah dan pengabdian untuk membangun Indonesia yang berkemajuan.

Penutup

Hubungan antara Muhammadiyah dan partai politik — termasuk Golkar — seyogianya tidak dilihat sebagai hubungan transaksional, apalagi simbolik. Kedekatan yang dibangun haruslah berlandaskan pada nilai, etika, dan tujuan besar membangun peradaban bangsa. Pernyataan “anak dan ibu” dari Bahlil bisa dimaknai secara positif jika itu mencerminkan kedekatan historis dan penghormatan terhadap peran Muhammadiyah dalam membentuk wajah Indonesia.

Namun, tetap harus diingat bahwa independensi Muhammadiyah bukan untuk dikompromikan, melainkan untuk dijaga. IMM akan terus menjadi garda depan dalam mengawal nilai-nilai dakwah dan kebangsaan agar tetap jernih dari godaan politik pragmatis.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamendikdasmen Sempatkan Mampir ke Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS, Tinjau Progres Pembangunan Gedung Baru

    Wamendikdasmen Sempatkan Mampir ke Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS, Tinjau Progres Pembangunan Gedung Baru

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Sebelum menghadiri agenda UMS Alumni Award yang akan digelar pada Sabtu (1/8) malam di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyempatkan mampir ke Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS untuk bersilaturahmi serta meninjau progres pembangunan gedung baru pondok yang kini telah […]

  • UMS Gelar Workshop Penulisan Dekripsi Permohonan Paten Dampingi Dosen PTMA se-Indonesia

    UMS Gelar Workshop Penulisan Dekripsi Permohonan Paten Dampingi Dosen PTMA se-Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Asosiasi Sentral Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASKI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta konsorsium LPPM PTMA menyelenggarakan kegiatan Workshop Pelatihan Deskripsi Permohonan Paten Kamis, (29/1). Kegiatan Workshop ini diikuti oleh peserta dari seluruh […]

  • HMP HES UMS Bersama LAZISMU dan RS PKU Optimalkan Fungsi Masjid untuk Penguatan Peran Sosial

    HMP HES UMS Bersama LAZISMU dan RS PKU Optimalkan Fungsi Masjid untuk Penguatan Peran Sosial

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan LAZISMU Sukoharjo dan RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo dalam mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Pengabdian Organisasi (PPO) di Masjid Baiturrahman, Desa Celep, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, pada (15-18/10/2026). Selama empat hari, […]

  • SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Kopdar Bertema “Big Deal, Big Opportunity”

    SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Kopdar Bertema “Big Deal, Big Opportunity”

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 119
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Sidoarjo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui penyelenggaraan Kopdar SUMU Sidoarjo bertajuk “Big Deal, Big Opportunity”. Kegiatan yang berlangsung pukul Sabtu (1/8/26) ini mempertemukan para pelaku usaha, UMKM, profesional, serta komunitas bisnis dari berbagai sektor untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih […]

  • KMF-EB UMS Gelar Seminar dan Talkshow, Wujudkan Pemimpin Berintegritas di Era Globalisasi

    KMF-EB UMS Gelar Seminar dan Talkshow, Wujudkan Pemimpin Berintegritas di Era Globalisasi

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Koordinator Mentoring Fakultas Ekonomi & Bisnis (KMF-EB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kegiatan Seminar dan Talkshow dengan tema “Dari hati ke aksi” yang dilaksanakan pada Minggu, (8/12) di Auditorium Moh. Djazman Kampus I UMS. Seminar dan Talkshow ini menghadirkan narasumber yang luar biasa seperti M. Atiatul Muqtadir, drg (Founder & Ketua BEM […]

  • UAD Kampus Ramah Difabel: adakan Pengajian Inklusif untuk masyarakat Difabel Se-Yogyakarta

    UAD Kampus Ramah Difabel: adakan Pengajian Inklusif untuk masyarakat Difabel Se-Yogyakarta

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 211
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Menuju Milad Muhammadiyah yang ke-112, Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan pengajian Inklusif di Masjid Islamic Center UAD pada hari Ahad, (10/11). Pengajian ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1 UAD yaitu Dr. H. Nur Kholis, M.Ag., Ketua MPKS PWM DIY yaitu Zainal Arifin,Ketua Lazis UAD yang diwakili, Ketua Takmir […]

expand_less