Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Meretas Ketimpangan Iklim! Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Suara Kelompok Rentan dalam Adaptasi dan Mitigasi

Meretas Ketimpangan Iklim! Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Suara Kelompok Rentan dalam Adaptasi dan Mitigasi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta — Dalam rangka menyambut agenda Walk for Peace and Climate Justice, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim bagi Kelompok Rentan”, yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan lintas iman serta komunitas penyandang disabilitas.

Diskusi ini merupakan bagian dari program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) yang diinisiasi Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai upaya memperkuat kapasitas pemuda lintas iman dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam sambutannya, Fahmi Saiyfuddin, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk Kawasan Daerah Khusus Jakarta, menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Walk for Peace and Climate Justice yang akan berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2025. “Rangkaian kegiatan kami terdiri dari dua diskusi daring, yaitu hari ini dengan tema Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim bagi Kelompok Rentan, serta minggu depan bertema Perempuan dan Tanah Air Kita. Selain itu akan ada satu kegiatan luring berupa sosialisasi dan interaksi langsung bersama komunitas difabel, dan ditutup dengan acara puncak Walk for Peace and Climate Justice,” ungkap Fahmi.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Eko Cahyono dari Sajogyo Institute dan Fajri Hidayatullah, Ketua Umum Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU), dengan moderator Dinul Qoyimah, staf program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Eko Cahyono menegaskan bahwa krisis iklim tidak berdampak secara setara pada semua kelompok masyarakat. “Kelompok rentan, seperti masyarakat adat, perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan warga miskin kota, merupakan yang paling terdampak. Sayangnya, mereka sering terpinggirkan dalam perumusan kebijakan perubahan iklim,” ujar Eko.

Ia juga menyoroti perlunya mengintegrasikan keadilan gender dan pendekatan interseksional dalam kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. “Sistem sosial kita masih patriarkis. Tanpa kesadaran terhadap kerentanan spesifik yang dihadapi oleh kelompok-kelompok tertentu— masyarakat adat, orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita hamil, dan difabel —kebijakan akan terus melanggengkan ketimpangan,” tambahnya.

Eko menekankan bahwa prinsip Keadilan Iklim muncul dari kesadaran bahwa kelompok rentan memiliki risiko paling besar namun justru paling sedikit mendapatkan akses pada perlindungan hak-hak dasar mereka. Oleh karena itu, keadilan iklim juga menuntut tanggung jawab moral dan politik negara-negara maju untuk menurunkan emisi dan menghentikan perusakan lingkungan yang memperparah krisis global.

“Kita perlu menggali ulang kearifan lokal dan nilai-nilai luhur Nusantara sebagai fondasi dalam menghadapi krisis iklim—tanpa menciptakan krisis sosial-ekologis baru,” tutup Eko.

Sementara itu, Fajri Hidayatullah menekankan pentingnya inklusi dan aksesibilitas dalam semua inisiatif adaptasi iklim. “Keadilan iklim tidak akan tercapai jika penyandang disabilitas hanya dianggap sebagai objek program. Mereka harus dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan,” tegas Fajri.

Ia juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam situasi bencana yang diperburuk oleh perubahan iklim, seperti keterbatasan akses terhadap informasi, jalur evakuasi, dan infrastruktur yang tidak ramah disabilitas.

“Dampak perubahan iklim bagi disabilitas bisa berkali lipat. Dalam kondisi bencana seperti longsor atau kebakaran, keterbatasan fisik dan akses membuat mereka semakin rentan,” ungkapnya.
Fajri menekankan bahwa pendekatan yang responsif terhadap keberagaman disabilitas sangat penting untuk memastikan keselamatan dan perlindungan kelompok ini dalam situasi darurat.

“Setiap orang berpotensi menjadi disabilitas kapan saja. Maka pendekatan kita terhadap keadilan iklim harus berangkat dari nilai kemanusiaan. Kita semua adalah penjaga bumi, dan tanggung jawab itu harus dijalankan bersama,” tutup Fajri.

Diskusi ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran lintas iman dan lintas kelompok terhadap pentingnya keadilan iklim yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengukuhan PRM & PRA jadi Momen Guyub Masyarakat Pondok

    Pengukuhan PRM & PRA jadi Momen Guyub Masyarakat Pondok

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Gedung Balai Desa Pondok Grogol menjadi ruang dan waktu berlangsungnya sebuah momentum pengukuhan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan ‘Aisyiyah Pondok. Acara tersebut resmi diselenggarakan sekaligus tabligh akbar pada Ahad Pagi. (21/1/2024). Pengukuhan ini menjadi titik awal bagi upaya meningkatkan kemajuan dan perkembangan Muhammadiyah dan Asiyiyah di desa Pondok Grogol Kab Sukoharjo. Acara […]

  • Temu Alumni IPM Daerah Banyumas 2025, Ajang Silaturrahmi, Revitalisasi sekaligus Konsolidasi Organisasi

    Temu Alumni IPM Daerah Banyumas 2025, Ajang Silaturrahmi, Revitalisasi sekaligus Konsolidasi Organisasi

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Wangon, Banyumas- Kebersamaan yang penuh kekeluargaan terasa saat PD IPM Banyumas hadirkan alumni Angkatan 1980-2025 dalam acara Konpida (Konferensi Pimpinan Daerah) di Pesantren ar-Raudhoh Muhammadiyah Cabang Wangon, Sabtu, 3/5/2025 Kegiatan Temu Alumni IPM Daerah Banyumas lintas Angkatan ini menjadi media silaturahmi sekaligus penguatan diaspora kader Pimpinan Daerah IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Banyumas […]

  • KELANA: Ajang Cipta Lagu Anak untuk Perkuat Karakter Bangsa

    KELANA: Ajang Cipta Lagu Anak untuk Perkuat Karakter Bangsa

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Penguatan Karakter meluncurkan kompetisi “Kreasi Cipta Lagu Anak Nusantara” (KELANA) sebagai langkah untuk memperkuat karakter generasi muda Indonesia lewat lagu anak. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lagu-lagu yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai karakter yang penting bagi perkembangan anak-anak. Mengusung tema “Tujuh Kebiasaan […]

  • Rektor UMS Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Mahasiswa Kedokteran ISMKI Wilayah III

    Rektor UMS Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Mahasiswa Kedokteran ISMKI Wilayah III

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan kedokteran di tingkat nasional. Hal ini ditegaskan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah Tiga (Rakorwilga) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah III, Selasa (30/7) kemarin, di Gedung Pascasarjana, Kampus 2 UMS. Kegiatan tersebut diikuti oleh […]

  • UMS Jadi Pusat Kolaborasi 29 PTMA dan Kementerian Pertanian untuk Inovasi dan Kemandirian Pangan Nasional

    UMS Jadi Pusat Kolaborasi 29 PTMA dan Kementerian Pertanian untuk Inovasi dan Kemandirian Pangan Nasional

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah pelaksanaan Musyawarah Kerja Asosiasi Sentra Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASKI PTMA). Selain itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara 29 Perguruan Tinggi Muhammadiyah & ‘Aisyiyah (PTMA) dan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian RI, Selasa (28/10) bertempat […]

  • Busyro Muqoddas: Tiga Unsur Kesejahteraan

    Busyro Muqoddas: Tiga Unsur Kesejahteraan

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pada malam ke-7 Ramadhan ini ceramah tarawih di Masjid Islamic Center UAD diisi oleh Dr. H. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum. dalam mengawali ceramahnya dia menyampaikan bahwa setiap muslim memiliki kewajiban untuk saling memberikan tausiyah yang didasarkan kepada nilai-nilai kebenaran dan pada malam ini dia yang menyampaikan sebuah ceramah tentang tanggung jawab […]

expand_less