Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Tanfidz Tanwir PP IPM: Kabar Bahagia atau Malapetaka?

Tanfidz Tanwir PP IPM: Kabar Bahagia atau Malapetaka?

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Ibnu Fauzan (Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Timur Bidang Advokasi Dan Kebijakan Publik)

Tanwir Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) telah 6 bulan berlalu, selama itu pula lah pelajar muhammadiyah se – Indonesia menunggu hasil keputusan induk dan pedoman berupa tanfidz hasil kerja kerja tanwir kemarin. 23 Juni 2025, tanfidz resmi dirilis PP IPM. Ketika membuka halaman pertama, ada surat “sakti” yang mengejutkan. Tak pernah jadi pembicaraan, tak pernah digaungkan, tapi masuk dalam keputusan. Pengurangan batas umur personalia IPM. Tanwir kemarin Alih-alih menjadi ajang konsolidasi dan refleksi organisasi, Justru berujung pada meninggalkan banyak tanda tanya dan tidak sedikit kekecewaan. Salah satu keputusan yang paling kontroversial adalah pada instruksi pengurangan batas usia dari PP Muhammadiyah.

Instruksi PP Muhammadiyah: Pemangkasan Usia yang Dipaksakan?

Keputusan PP Muhammadiyah yang menginstruksikan untuk menurunkan batas usia menjadi topik paling hangat di batang tubuh IPM saat ini. Banyak yg menilai keputusan ini dinilai terburu-buru dan minim dialog. Tidak sedikit yang mempertanyakan: Apakah ini hasil istikharah organisatoris atau sekadar instruksi “siap perintah” yang tidak memberi ruang diskusi bagi akar rumput?

Padahal, mayoritas Pimpinan Wilayah IPM se-Indonesia dalam forum Tanwir cenderung mendukung usulan penambahan batas usia. Mengesampingkan alasan alasan politis menuju muktamar, alasan lainnya cukup rasional dan dapat diterima: dinamika dan tantangan pelajar hari ini semakin kompleks dan memerlukan figur-figur yang sudah cukup matang secara pemikiran dan pengalaman. Maka keputusan penurunan usia justru dianggap bertolak belakang dengan aspirasi mayoritas pimpinan wilayah.

Aroma Intervensi Menjelang Muktamar

Tak pelak, banyak yang mencium aroma intervensi politik dalam proses ini. Muktamar PP IPM yang akan datang tentu menjadi panggung strategis. Adanya penetapan tanfidz berdasar kriteria umur yang ‘disesuaikan’ oleh PP Muhammadiyah menimbulkan dugaan bahwa ini adalah bagian dari skenario politik tertentu untuk menyaring atau memuluskan jalan kelompok tertentu dalam internal IPM. Saya bukan suudzon, tapi sebagai kader akar rumput saya berhak skeptis.

Kebijakan Yang Tidak Bijak dan Cenderung Jawasentris. Tak hanya substansi kebijakan yang jadi sorotan, cara kebijakan ini diambil pun dianggap tak matang. Tidak ada kajian objektif yang dijadikan dasar publik. Tidak ada indikator yang menjelaskan urgensi pengurangan usia. Hal ini membuat banyak pihak merasa bahwa keputusan tersebut hanya menjawab kepentingan elite, bukan kebutuhan pelajar secara keseluruhan. Jika dihitung, umur 22 tahun adalah usia ketika sedang menempuh pendidikan kuliah di tahun kedua atau ketiga. Apakah mungkin mereka untuk berdomisili di Jakarta dan Jogjakarta, sedangkan masih ada tanggung jawab studi di kampung halaman?
Mimpi untuk duduk di pimpinan pusat tidak boleh hanya dimiliki oleh kader pulau Jawa, kader dari Banda Aceh hingga Papua Pegunungan juga punya hak untuk bermimpi maju ke Pimpinan Pusat.

Tak Ada Respon Cepat Dari Mayoritas Pimpinan Wilayah

Di tengah semua polemik ini, yang paling mencolok adalah sunyinya suara dari mayoritas Pimpinan Wilayah IPM se-Indonesia. Tidak ada pernyataan resmi, nihil sikap kolektif, dan kurang ada upaya kritis yang muncul. Semua seolah terdiam atau mungkin ‘dibungkam’? Padahal, merekalah yang selama ini berjuang di akar rumput, yang paling tahu dinamika pelajar dan kebutuhan organisasi di lapangan.
Apakah ini tanda apatisme kader terhadap dinamika pusat? Atau justru cerminan dari budaya feodal yang masih mengakar kuat di tubuh IPM—di mana kritik terhadap pusat dan ayahanda dianggap tabu?

Penutup: Arah Masa Depan IPM

Keputusan Tanfidz Tanwir kali ini menjadi batu ujian bagi masa depan IPM. Apakah organisasi ini masih mampu menjaga idealisme pelajar sebagai agen perubahan, atau justru mulai berubah menjadi kendaraan politik yang dikendalikan dari luar?
Tentu, waktu akan menjawab. Namun satu hal yang pasti: Ikatan Pelajar Muhammadiyah harus tetap berpihak pada pelajar. Jika tidak, maka ia hanya akan menjadi bayang-bayang dari struktur yang lebih besar, kehilangan roh pergerakan, dan perlahan tenggelam dalam pusaran pragmatisme.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTI UMS Gelar Temu Wali dan Evaluasi Akademik 2026

    PTI UMS Gelar Temu Wali dan Evaluasi Akademik 2026

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan temu wali mahasiswa sekaligus evaluasi masa studi bagi mahasiswa angkatan 2019 hingga 2022. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung Sekolah Pascasarjana, Kampus 2 UMS (25/4), dan menjadi salah satu langkah nyata […]

  • Pesantren MBS Bumiayu Adakan Pembinaan Tahsin al-Qur’an pada Empat Sekolah di Brebes Selatan

    Pesantren MBS Bumiayu Adakan Pembinaan Tahsin al-Qur’an pada Empat Sekolah di Brebes Selatan

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 467
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Dewan Asatidz Pesantren MBS Bumiayu memenuhi undangan untuk melakukan Pembinaan Tahsin al-Qur’an siswa pad 2 MIM dan 2 SD di Wilayah Brebes Selatan, Jum’at (26 Robiul Akhir 1445 H/10/11/2023 M). Mudir Pesantren MBS Bumiayu, Kyai Sutriyono, S.Ag menegaskan bahwa program Tahsin al-Qur’an yang digelar oleh Pesantren merupakan bagian dari program penguatan dan […]

  • BEASISWA PONDOK SHABRAN PUTRI TELAH DIBUKA KEMBALI!!

    BEASISWA PONDOK SHABRAN PUTRI TELAH DIBUKA KEMBALI!!

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 459
    • 0Komentar

    BEASISWA PONDOK SHABRAN PUTRI TELAH DIBUKA KEMBALI!! PENERIMAAN MAHASANTRI BARU PROGRAM BEASISWA PENDIDIKAN KADER ULAMA PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH PONDOK MUHAMMADIYAH HAJJAH NURIYAH SHABRAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2024/2025 (PUTRI) Waktu Pendaftaran: 1 Maret 2024 – 22 Juni 2024 Daftar Online di: pondokshabran.ums.ac.id/beasiswa Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Pondok Shabran UMS) adalah program […]

  • Pelatihan Excel untuk Guru TK ‘Aisyiyah, UMS Dorong Tata Kelola Keuangan Akuntabel

    Pelatihan Excel untuk Guru TK ‘Aisyiyah, UMS Dorong Tata Kelola Keuangan Akuntabel

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUMH.ID, SURAKARTA – Majelis Pembinaan Kader (MPK) ‘Aisyiyah Cabang Kartasura bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan berbasis Excel, Sabtu (4/10) di Lab. Komputer/Bahasa Gedung I Lantai 4 Kampus 1 UMS. Kegiatan ini diikuti oleh 38 guru dari BA, PAUD, dan TK ‘Aisyiyah se-Cabang Kartasura. Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Kartasura, Warits […]

  • Masa Pengembaraan KMPA Giri Bahama UMS Integrasikan Olahraga Arus Deras dengan Ilmu Geografi

    Masa Pengembaraan KMPA Giri Bahama UMS Integrasikan Olahraga Arus Deras dengan Ilmu Geografi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Giri Bahama Fakultas Geografi https://www.ums.ac.id/id/fakultas/geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) menjalani masa pengembaraan olahraga arus deras. Masa pengembaraan merupakan masa bagi anggota muda KMPA Giri Bahama untuk mendalami, memahami, dan mencari pengalaman baru. Masa pengembaraan olahraga arus deras berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 3 hingga 5 […]

  • “Jangan Salah Idolakan!”: Pesan Tegas Ustadz Masumi di Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah

    “Jangan Salah Idolakan!”: Pesan Tegas Ustadz Masumi di Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Samarinda – Pengajian Ahad malam di Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah Jl. Siradj Salman Samarinda, (19/10/2025), menghadirkan Ustadz Ir. Masumi, Bendahara PWM Kalimantan Timur, yang membawakan materi bertema “Idola Istimewa.” Kegiatan rutin Majelis Tabligh PWM Kaltim ini diikuti dari berbagai unsur jajaran pimpinan wilayah, upp, dan ortom Muhammadiyah, serta jamaah. Dalam ceramahnya, Ustadz Masumi menyoroti fenomena masyarakat […]

expand_less