Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Agung Rezki (Ketua Umum PK IMM FAI UMY)

Farid Fathoni dalam bukunya kelahiran yang dipersoalkan menjelaskan bahwa, salah satu sejarah kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berdiri disaat kader Muhammadiyah memandang organisasi Muhammadiyah sudah meninggalkan budaya intelektualnya.

Keresahan dari cendekiawan muda Muhammadiyah ini, menginisiasi terbentuknya IMM sebagai organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah. Jika di analisa dari visi dan misi Muhammadiyah terpampang dengan jelas bahwa, “terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”, menunjukkan ada hal yang ingin dijunjung dan dibentuk berupa masyarakat ilmiah. Hal ini berintegrasi dengan tujuan IMM untuk mengusahakan akademisi Islam berakhlak mulia untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.

Tujuan yang begitu mulia, yang ketika di rawat akan menjadi maslahat untuk kebaikan bersama, yakni terbentuknya Indonesia emas. Akan tetapi, IMM tidak seindah dulu, buku sistem perkaderan ikatan mahasiswa muhammadiyah yang diterbitkan di tahun 2021 menarasikan bahwa kaderisasi tidak lagi menjadi ruh di IMM. Pada narasi inilah kita mengambil kesimpulan bahwa kaderisasi yang di dalamnya terdapat pembelajaran, pendidikan, pengontrolan dan pembekalan hanya menjadi training formal sehingga mengalami distorsi makna. Oleh karena itu, ada beberapa analisis yang perlu kita lakukan untuk merawat literasi dalam tubuh IMM, berupa:

Penyegaran Metode Perkaderan

Pergerakan dan perkaderan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam tubuh IMM. Orientasi perkaderan yang bertujuan menggerakkan kader untuk selalu belajar, menganggap organisasi sebagai ruang belajar menimba ilmu secara berjenjang. Pergerakan yang berorientasi kepada perjuangan Muhammadiyah untuk bergerak di lingkup mahasiswa, agama, dan masyarakat. Kedua ciri khas ini tentunya sudah memiliki format yang mapan yang bisa dijadikan panduan perkaderan IMM. Akan tetapi, ada hal-hal yang kurang dikontekstualkan dalam perkaderan saat ini, yaitu metode. Era sekarang yang dikenal dengan era disrupsi, mendorong setiap manusia untuk bisa beradaptasi dengan dunia teknologi.

Adanya informasi yang sulit dicari kebenarannya, beragamnya video yang tidak senonoh, akun penipuan, dan lahirnya buzzer-buzzer ternyata mengubah pandangan masyarakat terhadap apa yang diterima. Tentunya ini tidak masalah yang kecil, harus ada penyegaran-penyegaran yang diimplementasikan agar masalah terkurangi. Pada konteks perkaderan, strategi yang terlalu rapi ternyata tidak bisa dipaksakan terimplementasi pada diri kader, harus ada pengkontekstualan yang menjadikan kader memiliki rasa kepemilikan yang tinggi.

Hal ini juga dibantu pada pernyataan di dalam buku Muslim Tanpa Masjid, “Ideologi bersifat tertutup”, maka strategi perkaderan yang rapi harus diarahkan pada metode yang relevan dengan zaman . Sebagai contoh yang bisa diterapkan adalah alur dari input-proses-output-outcame bisa diganti dengan input-output-outcame-proses, seperti metode deep learning yang memasukkan joyful learning, meaningful learning, dan mindful learning dalam pembelajarannya.

Perkaderan Digital

Teknologi digital ternyata memiliki daya tawar berupa flexibility dan effeciency, memudahkan dalam penggunaan belajar dan mencari segala informasi, mengurangi daya beli yang menyulitkan berinovasi. Kedua hal itulah yang menyebabkan manusia terkhusus kader, lebih dekat dengan dunia digital dari pada teman-teman perkaderannya. Analisa yang bisa dilihat sekarang adalah penggunaan media digital memengaruhi interaksi sosial menurun, menjadikan manusia semakin individual dan egois. Akan tetapi, perkembangan ini tidak boleh hanya dianggap sebagai bumerang atau kambing hitam kemunduran ummat.

Manusia harus mulai menggunakan dunia digital sebagai ladang belajar, di dalam perkaderan tentunya sudah ada beberapa settingan yang mendorong perkaderan digital ini muncul; sinkronous langsung, sinkronous maya, asinkronous mandiri dan asinkronous kolaboratif. 4 setinggan inilah yang menjadi treathment untuk menjadikan perkaderan lebih terarah dan tepat sasaran di era sekarang.

Bayangkan saja ketika metode pembelajaran atau metode perkaderan Hybrid Learning menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan sebagai cara agar dimanapun ilmu perkaderan tetap tersebar. Tak lupa pula, dunia digital yang diisi dengan berbagai media, tidak hanya dijadikan sebagai bahan dokumentasi dan propaganda acara semata, tetapi orientasinya harus dirubah menjadi tempat perkaderan pembelajaran yang menyesuaikan sehingga dapat menyebarkan nilai secara mudah.

Kesimpulan

Degradasi intelektual, minimnya minat baca dan literasi oleh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus segera diselesaikan. Tentunya masalah ini bisa menjadi bumerang bagi ikatan sendiri yang memiliki orientasi intelektual yang tinggi. Oleh karenanya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus bisa memandang jauh kedepan, bekerjasama secara kolektif agar semua permasalahan literasi terselesaikaan dengan cepat sehingga tidak menjadi belenggu masa depan Muhammadiyah.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Pelajar Muhammadiyah Inklusif, PW IPM Lampung Gelar Rakerwil

    Wujudkan Pelajar Muhammadiyah Inklusif, PW IPM Lampung Gelar Rakerwil

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 156
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Untuk memulai periode kepemimpinan serta menentukan kebijakan terkait program kerja satu periode ke depan, Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Acara ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kota Bumi  pada Juma’at (23/3), dengan mengusung tema “Langkah Baru Inklusifitas IPM”. Dalam sambutannya, Firdaus Armansyah, Ketua Umum PW […]

  • Meneladani Nyai Walidah, Ribuan Kader ‘Aisyiyah Lamongan Diajak Menyebar Kasih Sayang Lewat Aksi Nyata

    Meneladani Nyai Walidah, Ribuan Kader ‘Aisyiyah Lamongan Diajak Menyebar Kasih Sayang Lewat Aksi Nyata

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN – Suasana Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mendadak teduh sekaligus membakar semangat pada Ahad (26/7/2026). Ribuan perempuan berkebaya dan berkerudung rapi—mulai dari tingkatan Daerah hingga Ranting se-Kabupaten Lamongan—berkumpul dalam satu ikatan silaturahmi. Mereka hadir untuk memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-109, sebuah perjalanan panjang organisasi perempuan yang tak pernah lelah merawat peradaban. Acara yang berlangsung […]

  • UMS Dorong Publikasi Ilmiah Berkualitas Lewat FGD dan LPPI Award 2025

    UMS Dorong Publikasi Ilmiah Berkualitas Lewat FGD dan LPPI Award 2025

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan dedikasinya dalam memajukan dunia akademik melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Baru-baru ini, Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Buku Ajar (LPPI) UMS menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Akselerasi Publikasi Ilmiah UMS: Menuju Publikasi Riset Berdampak”. Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendiskusikan strategi peningkatan kualitas […]

  • PULUHAN WARGA IKUT YANKES MDMC

    PULUHAN WARGA IKUT YANKES MDMC

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 164
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kutai Barat – Kecamatan terakhir di Kabupaten Kutai Barat, Long Iram, termasuk daerah terdampak banjir. Atas rekomendasi PDM-PDA Kubar, Tim MDMC Kaltim berkunjung ke sana. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke lokasi ini. Ketua Pos Koordinasi (Poskor) MDMC, Iwan Sulistia mengatakan ada 4 petugas medis yang turut terjun. Terdiri dari 1 dokter […]

  • Lala bet casino Application – Get and Play Right Away in Canada

    Lala bet casino Application – Get and Play Right Away in Canada

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Canadian online gamers ought to explore the Lala bet casino app https://lala-casino.net/en-ca/. It’s built for playing right away on your phone, with a mobile experience created for players here. This guide details how to download, install, and make the most of the app. Recommendations for the Best App Experience To get the most out of […]

  • ‘Aisyiyah Ranting se Gondokusuman Yogyakarta Tingkatkan Keterampilan Pengurangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

    ‘Aisyiyah Ranting se Gondokusuman Yogyakarta Tingkatkan Keterampilan Pengurangan Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk pengelolaan pengurangan plastik sekali pakai di Pasar Demangan Kota Yogyakarta, Ibu-Ibu anggota Ranting ‘Aisyiyah se Cabang Gondokusuman dan warga sekitarnya, mengikuti kegiatan Capacity Building bertajuk ‘Pasarku Tempat Ibadahku’, pada Minggu (14/9). Pertemuan yang berlangsung di SD Muhammadiyah Demangan – Yogyakarta ini, merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian Program […]

expand_less