Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Love Language Guru : Cinta Ilmu dan Cinta Murid 

Love Language Guru : Cinta Ilmu dan Cinta Murid 

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Khosiyatika, S.Pd., M.Pd

 

Di tengah berbagai inovasi dan pendekatan pendidikan, satu hal mendasar sering terlupakan: pendidikan sejatinya adalah relasi. Guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan manusia yang hadir untuk menumbuhkan manusia lain. Di sinilah love language guru menemukan maknanya. Bahasa cinta guru tidak selalu berupa kata-kata lembut, tetapi tercermin dari cara ia memperlakukan ilmu dan muridnya. Dua pilar utamanya adalah cinta ilmu dan cinta murid. Ketika cinta murid dihayati melalui pembelajaran berbasis fitrah, pendidikan menjadi proses yang memanusiakan.

 

Cinta ilmu merupakan bahasa cinta pertama guru bermutu. Guru yang mencintai ilmu akan terus belajar dan bertumbuh. Ia menyadari bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang dan menuntut pembaruan cara berpikir. Cinta ilmu tampak dari kesungguhan guru mempersiapkan pembelajaran, memperdalam materi, serta mencari pendekatan yang relevan dengan kehidupan murid. Ilmu tidak disajikan sebagai hafalan kaku, tetapi sebagai alat untuk memahami diri, lingkungan, dan realitas sosial.

 

Belajar sepanjang hayat, long life education.

 

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

 

Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.”

 

Guru yang mencintai ilmu menampilkan keteladanan intelektual. Ia terbuka terhadap pertanyaan, kritik, dan sudut pandang baru. Ketika guru berani mengakui keterbatasan dan menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat, murid pun belajar bahwa mencari ilmu adalah proses yang mulia dan tidak pernah selesai. Bahasa cinta ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan murid terhadap belajar.

 

Namun, cinta ilmu akan kehilangan ruhnya tanpa cinta murid. Inilah bahasa cinta yang paling terasa dalam keseharian pendidikan. Cinta murid bukan sekadar sikap ramah, melainkan kesadaran mendalam bahwa setiap anak terlahir membawa fitrahnya masing-masing. Pembelajaran berbasis fitrah memandang murid sebagai individu yang unik, memiliki potensi, bakat, minat, dan cara belajar yang berbeda. Guru bermutu menghormati keberagaman ini dan tidak memaksakan satu ukuran keberhasilan untuk semua.

 

Dalam pembelajaran berbasis fitrah, cinta murid terwujud melalui upaya guru mengenali murid secara personal. Guru mengamati kecenderungan belajar, kekuatan, serta kebutuhan setiap anak. Ia memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan diri, bertanya, dan berkembang sesuai irama pertumbuhannya. Ketika murid merasa dipahami, ia akan lebih terbuka, percaya diri, dan siap belajar.

 

Bahasa cinta murid berbasis fitrah juga tercermin dari cara guru merespons kesalahan. Kesalahan tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian alami dari proses belajar. Guru membimbing dengan sabar, memberi umpan balik yang membangun, dan menguatkan potensi yang sudah ada. Dengan demikian, murid tidak tumbuh dalam ketakutan, tetapi dalam rasa aman dan keberanian untuk mencoba.

 

Pembelajaran berbasis fitrah menuntut guru untuk adil sekaligus manusiawi. Adil bukan berarti menyamakan semua murid, melainkan memberikan apa yang dibutuhkan masing-masing anak agar dapat bertumbuh optimal. Guru bermutu tidak mudah memberi label negatif, tidak membandingkan secara merendahkan, dan tidak mengukur nilai diri murid hanya dari capaian akademik. Ia melihat murid sebagai amanah yang harus dijaga dan ditumbuhkan.

 

Ketika cinta ilmu dan cinta murid berbasis fitrah bertemu, love language guru bermutu menjadi utuh. Ilmu disampaikan dengan penuh makna, dan murid diterima dengan penuh penghormatan. Pembelajaran tidak lagi sekadar mengejar target kurikulum, tetapi menjadi proses memerdekakan potensi dan membentuk karakter.

 

Di era teknologi yang serba cepat, sentuhan fitrah dan kemanusiaan justru semakin dibutuhkan. Informasi dapat diperoleh dari mana saja, tetapi rasa dipahami dan dihargai hanya dapat dirasakan melalui relasi manusiawi. Guru bermutu hadir sebagai pendidik yang mencintai ilmu sekaligus menjaga fitrah murid.

 

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

 

Artinya: “Barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya ia tidak akan disayangi.” (HR Al-Bukhari)

 

Love language guru bermutu adalah bahasa keteladanan dan kepedulian. Cinta ilmu menjaga kualitas pembelajaran, sementara cinta murid berbasis fitrah menjaga jiwa pendidikan. Dari ruang kelas yang sederhana, bahasa cinta inilah yang menumbuhkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan utuh sebagai manusia.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Wisuda 2.259 Lulusan, Rektor Tekankan Ilmu Harus Berbuah Karya dan Manfaat

    UMS Wisuda 2.259 Lulusan, Rektor Tekankan Ilmu Harus Berbuah Karya dan Manfaat

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Upacara Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 2.259 wisudawan mengikuti prosesi wisuda periode ini, terdiri atas 2.132 lulusan Program Sarjana (S1), 113 lulusan Program Magister (S2), dan […]

  • Cinta Palsu: Bela Palestina tapi Dilanda Ketakutan

    Cinta Palsu: Bela Palestina tapi Dilanda Ketakutan

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Oleh: Akbar Syifa, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UMS Hampir seluruh dunia menggelar aksi bela Palestina tidak hanya di timur yang bernotabene Mayoritas masyarakat muslim. Menariknya ada juga sebagian diantaranya yang menyerukan kebebasan Palestina di negara -.negara barat seperti amerika terkhusus universitas terkenal Colombia University, New York University dll. Kemudian di Indonesia tak mau kalah, mengutip […]

  • UMS dan SEGi University Malaysia Tandatangani MoU, Perluas Jalan Kolaborasi Internasional

    UMS dan SEGi University Malaysia Tandatangani MoU, Perluas Jalan Kolaborasi Internasional

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan SEGi University and Colleges, Malaysia, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kemitraan akademik lintas negara. Kesepakatan ini membuka jalur baru bagi mobilitas mahasiswa, kolaborasi riset, dan pengembangan kapasitas akademik kedua institusi dan meneguhkan komitmen bersama untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia. Dekan Fakultas […]

  • UMS Sambut Kunjungan Unwahas untuk Studi Tiru Pengelolaan SDM dan Kelas Internasional

    UMS Sambut Kunjungan Unwahas untuk Studi Tiru Pengelolaan SDM dan Kelas Internasional

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Kunjungan diterima dengan hangat oleh Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) UMS, Senin (14/7). Wakil Rektor II Unwahas Dr. Khanifah, SE, MSi, Akt, CA, , CSSRS., menuturkan agenda ini menjadi kegiatan studi tiru […]

  • PCA Kartasura Mengadakan Konsolidasi Organisasi

    PCA Kartasura Mengadakan Konsolidasi Organisasi

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 228
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) kecamatan Kartasura, Sukoharjo mengadakan  kegiatan konsolidasi organisasi pada Sabtu, 9 Maret 2024 di  Ruang Seminar Gedung Siti Walidah  Universitas Muhammadiyah Surakarta.  Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh  PCA Kartasura dan perwakilan dari Pimpinan Ranting Aisyiyah di seluruh cabang Kartasura. Menurut sekretaris PCA Kartasura, Dr. Main Sufanti, M.Hum.  tema kegiatan […]

  • UMS Dorong Dosen Perkuat Integritas Akademik dan Etika Profesi

    UMS Dorong Dosen Perkuat Integritas Akademik dan Etika Profesi

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 114
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar seminar integritas akademik dosen yang digelar di Auditorium Mohammad Djazman, Senin (10/8/2026). Acara yang digawangi oleh Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) ini menjadi salah satu ruang dialog dengan dosen untuk memperkuat integritas akademik dosen. Direktur DSDMO UMS Ir. Tri Widayatno, ST, M.Sc., Ph.D., menyampaikan untuk […]

expand_less