Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sambut Ramadhan, Ahmad Imam Mujadid Rais Tekankan Pentingnya Kesalehan Sosial

Sambut Ramadhan, Ahmad Imam Mujadid Rais Tekankan Pentingnya Kesalehan Sosial

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri sekaligus penguatan ketangguhan dan kesejahteraan umat. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam agenda ZISKA Talks Tarhib Ramadhan bertema “Tangguh dan Sejahtera: Dari Respon ke Pemulihan Bencana Sumatra” pada Kamis (12/2/26).

Mujadid Rais menjelaskan bahwa pesan utama Ramadhan yang senantiasa bermuara pada nilai ketakwaan harus dimaknai secara luas. Ketakwaan tidak hanya menyangkut aspek spiritual dan individual, tetapi juga berdampak pada etos kerja, integritas, serta tanggung jawab sosial.

“Pesan takwa itu mengajarkan kita untuk tetap berbuat baik dalam keadaan apa pun, baik ada pengawas maupun tidak. Bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga amanah, dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Namun Ramadhan tidak berhenti pada dimensi individu, melainkan harus menjadi momentum konsolidasi kekuatan sosial umat,” ujarnya.

Mujadid Rais menekankan bahwa program-program Ramadhan seperti pembagian takjil dan kado Ramadhan perlu didesain tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga memberdayakan. Pelibatan pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu yang sebelumnya mengalami penurunan pesanan, dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal selama Ramadhan.

“Program takjil dan kado Ramadan harus menjadi bagian dari pemberdayaan umat. Kita bisa melibatkan UMKM agar roda ekonomi berputar. Ini wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah memberi dampak berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat itu menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan keadilan sosial. Ia mengingatkan kembali salah satu keputusan penting saat Muktamar Muhammadiyah tahun 1965 di Bandung yang menekankan zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan.

“Zakat tidak boleh dipahami sebatas penyaluran bantuan. Zakat harus mampu mengubah mustahik menjadi muzakki. Bahkan sejumlah riset menunjukkan zakat berkontribusi pada peningkatan Human Development Index dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Artinya, zakat adalah pilar penting pembangunan bangsa,” tegasnya.

Selain penguatan kesejahteraan, Lazismu juga memberi perhatian serius pada agenda ketangguhan bencana melalui program Indonesia Siaga. Ahmad Imam Mujadid Rais menyampaikan bahwa respons bencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi harus berlanjut pada rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Komitmen Muhammadiyah adalah hadir paling awal saat bencana dan menjadi yang terakhir meninggalkan lokasi. Kita tidak hanya membuka layanan darurat, tetapi juga memastikan ada program rehab dan rekonstruksi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Mujadid Rais memberikan contoh pengalaman penanganan gempa Cianjur, di mana pembangunan fasilitas kesehatan Muhammadiyah tetap dilakukan bertahun-tahun setelah bencana sebagai bentuk komitmen jangka panjang.

Menurutnya, ketangguhan bangsa Indonesia memiliki fondasi kuat pada nilai spiritual dan modal sosial seperti gotong royong. Namun, ketangguhan tersebut juga harus diperkuat dengan sistem mitigasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Nilai gotong royong adalah modal sosial yang luar biasa. Tetapi kita juga perlu membangun sistem mitigasi yang terencana, edukasi kebencanaan, serta teknologi pendukung seperti early warning system. Ketangguhan lahir dari perpaduan iman, solidaritas sosial, dan kesiapsiagaan berbasis ilmu,” ujarnya.

Dalam konteks strategis ke depan, Mujadid Rais memaparkan empat agenda prioritas yang akan menjadi fokus penguatan Lazismu ke depan, yakni penguatan ekosistem zakat nasional, digitalisasi tata kelola, pengembangan model disaster resilience berbasis masjid dan komunitas, serta pengarusutamaan zakat dalam arsitektur kebijakan kesejahteraan nasional.

Pertama, penguatan ekosistem zakat nasional. Zakat harus dikelola dalam kerangka integrasi dan inovasi sosial yang terstruktur agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan.

“Penguatan ekosistem zakat nasional harus dilakukan melalui integrasi antar-lembaga, inovasi program sosial, serta konsolidasi penghimpunan dan pendayagunaan dana. Kita ingin zakat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi gerakan kolektif yang terhubung dan saling menguatkan,” ujarnya.

Mujadid Rais menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi sosial. Oleh karena itu, Lazismu berkomitmen memastikan dana yang dihimpun tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga produktif dan memberdayakan.

“Zakat harus mampu mendorong perubahan status mustahik menjadi muzakki. Inilah esensi pemberdayaan. Kita tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kedua, digitalisasi tata kelola dan pelaporan. Mujadid Rais menekankan bahwa profesionalisme dan transparansi merupakan fondasi utama lembaga filantropi modern. Di era transformasi digital, sistem pengelolaan zakat harus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita harus memastikan tata kelola filantropi berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana dikelola dan didistribusikan. Dengan sistem digital, pelaporan bisa diakses lebih luas, cepat, dan akurat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa langkah digitalisasi juga bertujuan memperkuat kepercayaan publik dan memperluas partisipasi generasi muda dalam gerakan zakat.

“Kita ingin generasi muda melihat bahwa zakat dikelola dengan standar manajemen yang modern. Transparansi akan melahirkan kepercayaan, dan kepercayaan adalah modal sosial terbesar dalam penguatan filantropi,” katanya.

Ketiga, pengembangan model disaster resilience berbasis masjid dan komunitas Muhammadiyah. Menurut Mujadid Rais, Indonesia sebagai negara rawan bencana membutuhkan sistem ketangguhan yang tidak hanya responsif, tetapi juga preventif dan berbasis komunitas.

“Masjid harus menjadi pusat penguatan sosial, ekonomi, sekaligus kebencanaan. Kita ingin membangun model disaster resilience berbasis komunitas, sehingga masyarakat tidak hanya siap merespons bencana, tetapi juga memiliki kapasitas mitigasi dan pemulihan yang terencana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa komitmen Muhammadiyah adalah hadir sejak awal bencana hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Respons kebencanaan tidak boleh berhenti pada tanggap darurat. Kita harus memastikan ada program rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan. Ketangguhan lahir dari kesiapsiagaan, edukasi kebencanaan, dan dukungan sistem berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi,” tambahnya.

Keempat, pengarusutamaan zakat dalam kebijakan kesejahteraan nasional. Mujadid Rais menilai bahwa zakat memiliki posisi strategis dalam arsitektur pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong keadilan sosial.

“Kita perlu mendorong agar zakat semakin diakui sebagai bagian dari arsitektur kebijakan kesejahteraan nasional. Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen ekonomi yang mampu memperkuat sistem perlindungan sosial dan mendukung pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Media dan Publikasi Lazismu PP Muhammadiyah/Soleh)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Pengabdian UMS Dorong Greenpreneurship, Ubah Sampah Organik Jadi Pupuk Ramah Lingkungan

    Tim Pengabdian UMS Dorong Greenpreneurship, Ubah Sampah Organik Jadi Pupuk Ramah Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 46 anggota PKK mengikuti pendampingan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari sampah rumah tangga yang digelar oleh Tim Pengabdian Skema Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS. Pengabdian tersebut hadir untuk mengubah cara […]

  • Perkuat Pemberdayaan Desa Binaan, PK IMM Pondok Internasional KH Mas Mansur UMS Gelar Kegiatan Buka Bersama

    Perkuat Pemberdayaan Desa Binaan, PK IMM Pondok Internasional KH Mas Mansur UMS Gelar Kegiatan Buka Bersama

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 355
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Buka bersama adalah salah satu agenda yang sering dilaksanakan terkhusus di Bulan Ramadhan. Buka bersama telah menjadi tradisi sekaligus ajang untuk mempererat silaturahmi antar umat muslim di seluruh dunia. Tak ingin memutus tradisi, PK IMM Pondok Internasional KH Mas Mansur UMS turut menggelar serangkaian kegiatan buka bersama di desa binaan, yakni di […]

  • Nilai Kebangsaan Terkikis, PK IMM Pondok Shabran UMS Ajak Mahasiswa Melek Politik Hukum

    Nilai Kebangsaan Terkikis, PK IMM Pondok Shabran UMS Ajak Mahasiswa Melek Politik Hukum

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Ditengah hiruk-pikuk dinamika politik di Indonesia dan nilai-nilai hukum yang semakin mengikis. Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran menawarkan solusi, dengan menggelar Seminar Kebangsaan bertemakan “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia” di Ruang Pascasarjana UMS. Kegiatan ini sebagai ajang edukasi kepada mahasiswa agar melek […]

  • Mahasiswa KKN DIK UMS Adakan Metode Fun Learning untuk Atasi Kendala Bahasa Inggris

    Mahasiswa KKN DIK UMS Adakan Metode Fun Learning untuk Atasi Kendala Bahasa Inggris

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program inovatif berbasis fun learning di MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo, Wonogiri. Mahasiswa KKN Dik FKIP UMS, Bilqis Malikatus Sholihah mengungkapkan kegiatan ini dirancang untuk mengatasi minimnya penguasaan kosakata (vocabulary) serta memperbaiki kesalahan pelafalan dan […]

  • Sekolah Kader PCPM Bumiayu: Menyemai Harapan, Menyiapkan Pemimpin Zaman Baru

    Sekolah Kader PCPM Bumiayu: Menyemai Harapan, Menyiapkan Pemimpin Zaman Baru

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bumiayu, Brebes – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bumiayu menggelar Sekolah Kader di Pendopo eks Kawedanan Bumiayu guna menyiapkan kader berkompetensi, berintegritas, dan unggul sesuai nilai Islam berkemajuan. Kegiatan bertema “Kuat Ideologi, Sigap Aksi, Berani Kreasi” ini diikuti 22 PRPM se-Cabang Bumiayu, Ahad (14/9/2025). Ketua panitia sekaligus Kabid Perkaderan PCPM Bumiayu, Ustadz Zaky Hadis, […]

  • MIM AKA Mojogedang Rayakan Milad Ke-4, Rektor UMS Hadiri dan Dukung Gerakan Anak Hebat

    MIM AKA Mojogedang Rayakan Milad Ke-4, Rektor UMS Hadiri dan Dukung Gerakan Anak Hebat

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KARANGANYAR – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Akhlaqul Karimah (MIM AKA) Mojogedang merayakan milad keempatnya dengan semarak dan penuh makna pada Sabtu (25/5). Berbagai kegiatan edukatif dan sehat digelar, seperti Launching Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, senam bersama, gerakan minum jamu, lomba antar-TK, serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat. Kepala Sekolah MIM AKA Mojogedang, Muhammad Arif, […]

expand_less