Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Banyumas – Upaya mendorong kemandirian energi dan budaya hemat listrik di lingkungan pesantren memasuki babak baru. Selama tiga hari, 27 Februari–1 Maret 2026, Program 1000 Cahaya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PP Muhammadiyah menggelar Lokakarya Efisiensi dan Transisi Energi Listrik di Aula Pondok Pesantren Zam-Zam Cilongok, Banyumas.

Kegiatan ini mempertemukan 40 perwakilan pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk membahas langkah konkret penghematan energi hingga pemanfaatan panel surya.

Lokakarya ini lahir dari kesadaran bahwa bauran energi listrik nasional masih didominasi energi fosil, sementara kontribusi energi terbarukan belum optimal. Di sisi lain, pesantren sebagai institusi pendidikan sekaligus tempat tinggal memiliki konsumsi energi yang signifikan. Di sinilah urgensi perubahan dimulai: dari ruang kelas, asrama, dapur, hingga masjid.

Dalam sesi pengantar, Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus pengarah Program 1000 Cahaya, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar proyek teknis pemasangan panel surya. “Ini adalah bagian dari ikhtiar Islam Berkemajuan. Kita ingin membuktikan bahwa nilai amanah sebagai khalifah di bumi diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk dalam cara kita mengelola energi,” ujar Hening Parlan.

Ia menjelaskan, istilah “Cahaya Muhammadiyah” memiliki akar kolaborasi global lintas agama yang sejak 2020 mendorong transisi energi berkeadilan di lebih dari 70 negara. “Muhammadiyah tidak bergerak untuk kepentingan internal saja. Isu energi adalah isu kemanusiaan. Karena itu, komitmen kita adalah membangun kolaborasi lintas iman untuk transisi energi yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Hening, pesantren dan masjid dipilih sebagai titik awal karena keduanya merupakan pusat pembentukan nilai. “Kalau budaya hemat energi tumbuh di pesantren, ia tidak berhenti di pagar pondok. Ia dibawa pulang oleh para santri, diajarkan ke keluarga, dan menyebar menjadi gerakan sosial,” ucapnya.

Pengarah program lainnya, Ahsan Jamet Hamidi, menyoroti kekuatan jaringan Muhammadiyah yang menjangkau hingga tingkat akar rumput. “Muhammadiyah memiliki masjid, sekolah, pesantren, dan struktur organisasi yang luas. Kalau semua bergerak bersama, hemat energi tidak lagi menjadi wacana, tetapi menjadi budaya,” kata Ahsan Jamet Hamidi.

Ia menambahkan, banyak pengalaman lingkungan hidup yang sebenarnya telah dimiliki Muhammadiyah. “Tantangannya adalah menyusun target yang jelas dan menjadikannya gerakan terstruktur. Energi adalah pintu masuk yang strategis,” ujarnya.

Dalam paparan kebijakan energi nasional, Sudarto M. Abu Kasim, Wakil Direktur 1000Cahaya, mengingatkan bahwa efisiensi energi bermula dari perubahan perilaku. “Bayangkan jika satu rumah menghemat satu kWh listrik. Jika itu dilakukan 20.000 rumah, dampaknya luar biasa. Teknologi penting, tetapi perubahan perilaku jauh lebih menentukan,” tegas Sudarto M. Abu Kasim.

Ia juga menekankan bahwa panel surya bukan sekadar simbol modernisasi. “Instalasi butuh perawatan, manajemen, dan pemahaman administrasi, terutama jika menggunakan sistem on-grid yang terhubung dengan PLN. Jangan sampai semangat besar, tetapi pengelolaan teknisnya lemah,” katanya.

Sejumlah praktik baik dipaparkan dalam lokakarya ini. Beberapa pesantren di Jawa Timur mampu menurunkan konsumsi listrik 15–22 persen. Di Lamongan, efisiensi mencapai sekitar 15 persen, sementara perguruan tinggi Muhammadiyah mencatat penghematan rata-rata 8 persen. Total sekitar 28 instalasi panel surya telah terpasang di lingkungan Muhammadiyah, mulai dari masjid hingga rumah sakit.

Arif Fauzi, Mudir Pesantren Zam-Zam Cilongok, menyambut baik penyelenggaraan lokakarya ini. “Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah. Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter peduli lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. A. Sulaeman, Ketua LPP2M PDM Banyumas, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis. “Di tengah krisis energi dan perubahan iklim, efisiensi dan transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pesantren harus menjadi teladan,” katanya.

Diskusi juga mengemuka soal tantangan di lapangan, mulai dari biaya investasi awal panel surya, perawatan, hingga persoalan administrasi dengan PLN. Beberapa perwakilan pesantren mengusulkan integrasi energi surya dengan program pertanian, peternakan, dan biogas untuk menopang kemandirian ekonomi pesantren.

Menanggapi hal itu, Sudarto menegaskan pentingnya pendekatan bertahap. “Mulailah dari skala kecil, misalnya penerangan masjid atau satu gedung kelas. Identifikasi dulu titik konsumsi terbesar. Jangan langsung semua,” ujarnya.

Di akhir sesi, Hening Parlan kembali mengingatkan bahwa energi matahari adalah anugerah yang melimpah. “Tantangan kita bukan pada ketersediaannya, tetapi pada kesiapan mengelolanya. Jika direncanakan matang dan dirawat dengan baik, energi surya adalah investasi jangka panjang bagi kemandirian pesantren,” katanya.

Lokakarya ini diharapkan melahirkan rencana tindak lanjut konkret di masing-masing pesantren. Dari Banyumas, gerakan kecil ini diharapkan menjalar luas dan menjadi cahaya yang menuntun pesantren menuju masa depan yang lebih hemat, mandiri, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa FH UMS Jalani PKL di Ngadirejo, Belajar Organisasi hingga Pengabdian Masyarakat

    Mahasiswa FH UMS Jalani PKL di Ngadirejo, Belajar Organisasi hingga Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjalani kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial masyarakat sekaligus memperkuat pengalaman berorganisasi di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah. […]

  • PDA Sukoharjo Luncurkan BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) dalam Rangka Semarak Milad Aisyiyah ke-108

    PDA Sukoharjo Luncurkan BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah) dalam Rangka Semarak Milad Aisyiyah ke-108

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo  — Dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah ke-108, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sukoharjo resmi melaunching BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah), sebuah lembaga konsultasi yang berfokus pada penguatan keluarga sakinah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 25 Mei 2025, bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Peluncuran BIKKSA menjadi momen penting dalam upaya Aisyiyah untuk […]

  • Tim Pengabdian Internasional MPAI UMS Raih Hibah 2026, Fokus Reduksi Bullying Verbal Siswa Transisi di Malaysia

    Tim Pengabdian Internasional MPAI UMS Raih Hibah 2026, Fokus Reduksi Bullying Verbal Siswa Transisi di Malaysia

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Masa peralihan dari sekolah rendah ke sekolah menengah berasrama bukan hanya sekadar menandakan perubahan jenjang pendidikan. Dalam fase ini, siswa juga berhadapan dengan lingkungan pergaulan baru, membangun identitas diri, dan mencari penerimaan teman sebaya. Dalam proses tersebut, ejekan atau candaan negatif yang tidak ditangani sejak awal dapat berpotensi berkembang menjadi sebuah pola […]

  • PCM Candipuro Lampung Selatan Buka Posko Peristirahatan untuk Peserta LPCR CRM Award 2024

    PCM Candipuro Lampung Selatan Buka Posko Peristirahatan untuk Peserta LPCR CRM Award 2024

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 166
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Selatan – Dalam rangka menyambut peserta LPCR CRM Award 2024 yang diadakan di PCM Ilir Timur Palembang. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candipuro Lampung Selatan berinisiatif mendirikan Posko Peristirahatan khusus bagi peserta dari berbagai daerah di pulau Jawa  yang melakukan perjalanan darat menuju lokasi. Posko ini dibuka mulai dari hari Rabu, 30  Oktober 2024 […]

  • Forum Komunikasi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dan Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan gelar Bakti Sosial Kesehatan dalam rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah

    Forum Komunikasi Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan dan Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan gelar Bakti Sosial Kesehatan dalam rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan – Forum Komunikasi (FORKOM) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) dan Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan (RSMKL) sukses menggelar Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan yang diselenggarakan dalam rangkaian perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah. Kegiatan Kajian Tabligh Akbar PCM Tikung ini yang berlangsung dipusatkan di PRM Pengaron. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam bidang kesehatan […]

  • Tebar Spirit Al-Maun, HW Balikpapan Berbagi di Panti Jompo Bhakti Abadi

    Tebar Spirit Al-Maun, HW Balikpapan Berbagi di Panti Jompo Bhakti Abadi

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 295
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Kota Balikpapan melaksanakan agenda bakti sosial, berbagi buka puasa dan pemberian sembako untuk Panti Jompo Bhakti Abadi Balikpapan. Agenda ini dilaksanakan bersama Akraja (Pasukan Khusus GKHW Mujahidin Balikpapan), Selasa (2/3/2024). Lutfan Dzaki, selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa ini adalah bentuk rasa kebersamaan dan kepeduliaan […]

expand_less