Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Wisudawati UMS Asal Fiji Kenalkan Baju Tradisional, Simbol Pencapaian di Momen Wisuda

Wisudawati UMS Asal Fiji Kenalkan Baju Tradisional, Simbol Pencapaian di Momen Wisuda

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana berbeda terlihat dalam prosesi wisuda di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ketika salah satu wisudawati internasional tampil mengenakan pakaian tradisional khas negaranya. Veville Volatabu Nabalarua yang akrab disapa Ve, alumni Program Studi Manajemen S1 UMS asal Fiji, memperkenalkan busana budaya yang sarat makna dalam momen wisuda yang penuh haru.

Upacara Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (4/4), menjadi panggung istimewa bagi Ve untuk menampilkan identitas budayanya di hadapan sivitas akademika.

Dalam prosesi tersebut, Ve mengenakan pakaian tradisional Fiji yang biasa digunakan dalam perayaan penting seperti pernikahan, ulang tahun, maupun pencapaian besar. Busana tersebut memiliki keunikan tersendiri karena terbuat dari bahan alami.

“Ini adalah pakaian tradisional kami, biasanya dipakai saat perayaan besar. Terbuat dari bahan alami seperti pohon yang diproses secara khusus. Ini melambangkan pencapaian besar,” jelas Ve.

Bagi Ve, mengenakan pakaian tradisional di hari wisuda bukan sekadar penampilan, melainkan simbol perjalanan panjang yang telah ia lalui selama menempuh pendidikan di UMS. Ia menilai momen tersebut menjadi penanda keberhasilan sekaligus kebanggaan bagi dirinya dan keluarganya di Fiji.

Dalam momen wisuda yang penuh kebahagiaan itu, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., turut menyoroti perjalanan Ve sebagai wisudawan dengan jarak tempuh terjauh. Ia harus menempuh perjalanan selama dua hari dari Fiji menuju Indonesia untuk memulai studinya di UMS.

“Perjalanan saya ke UMS memakan waktu dua hari. Dari Fiji ke Singapura sekitar 10 jam, lalu transit dan menginap, kemudian lanjut penerbangan sekitar 2 jam ke Indonesia,” ungkapnya.

Meski datang dari negara yang jauh, Ve mengaku merasa nyaman selama berkuliah di UMS. Lingkungan yang ramah membuatnya cepat beradaptasi dan menjadikan Indonesia sebagai rumah kedua.

“Teman-teman di sini baik, dosen-dosen juga sangat ramah. Saya merasa aman dan bahagia di sini,” ujarnya.

Namun, di balik kebanggaan mengenakan pakaian tradisional dan meraih kelulusan, terselip rasa haru yang mendalam. Ve mengaku kerap menahan tangis saat menyadari masa studinya di Indonesia telah usai.

“Indonesia seperti rumah kedua saya. Setiap kali memikirkan harus pulang, rasanya seperti meninggalkan rumah dan keluarga. Empat tahun di sini sangat berarti,” tuturnya.

Ve merupakan penerima beasiswa selama menempuh studi di UMS. Ia berharap semakin banyak mahasiswa dari Fiji dapat merasakan pengalaman serupa, termasuk mengenalkan budaya mereka di lingkungan internasional seperti UMS.

“Saya berharap lebih banyak mahasiswa dari Fiji datang ke UMS, karena UMS sangat luar biasa. Saya sangat mencintai tempat ini,” ungkapnya.

Ke depan, Ve membuka peluang untuk kembali melanjutkan studi jenjang magister di UMS, sekaligus melanjutkan keterikatannya dengan Indonesia yang telah ia anggap sebagai rumah kedua.

“Saya sedih harus pulang. Kalau bisa, saya ingin tetap di sini. Mungkin nanti saya akan kembali untuk S2,” pungkasnya. (Fika/Humas)

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Resiliensi WNI di Thailand, Tim Dosen UMS Gelar Pengabdian Internasional Pasca-Gempa Dahsyat

    Perkuat Resiliensi WNI di Thailand, Tim Dosen UMS Gelar Pengabdian Internasional Pasca-Gempa Dahsyat

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan solidaritas kebangsaan lintas batas, tim dosen dari Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema kemitraan internasional di Thailand. Kegiatan ini menggandeng para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai mitra utama dalam membangun resiliensi masyarakat Indonesia yang bermukim di Thailand terhadap […]

  • Ketua LHKP Muhammadiyah Samarinda: Pemerintah Perlu Lakukan Mitigasi Serius Terkait Banjir dan Longsor di Kaltim

    Ketua LHKP Muhammadiyah Samarinda: Pemerintah Perlu Lakukan Mitigasi Serius Terkait Banjir dan Longsor di Kaltim

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Tingginya curah hujan yang melanda Kalimantan Timur dalam beberapa pekan terakhir tak hanya merendam pemukiman, tetapi juga memicu bencana tanah longsor di sejumlah wilayah. Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Kota Samarinda, Anderyan Noor, menyoroti lemahnya mitigasi bencana dan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah menghadapi krisis iklim yang makin nyata. Maka dari […]

  • Rektor UMS Beri Kuliah Tamu 7 Skills di Hadapan 3.000 Mahasiswa Baru Aklan State University Philipina

    Rektor UMS Beri Kuliah Tamu 7 Skills di Hadapan 3.000 Mahasiswa Baru Aklan State University Philipina

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA– Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menyampaikan kuliah umum di hadapan lebih dari 3.000 mahasiswa baru Aklan State University, Filipina, Rabu (20/8). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan amanat tujuh keterampilan dan kompetensi holistik yang dinilai penting untuk generasi muda agar mampu menjadi pemimpin di era global. “Siapa di […]

  • Kolaborasi Muhammadiyah dan KKP untuk Pulau-Pulau Kecil dan 3T

    Kolaborasi Muhammadiyah dan KKP untuk Pulau-Pulau Kecil dan 3T

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus memperluas jejaring kolaborasi strategis dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Kali ini, LDK PP Muhammadiyah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk menindaklanjuti kerja sama antara PP Muhammadiyah dan KKP, khususnya dalam penguatan sektor masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Pertemuan […]

  • Dosen UMS Terpilih sebagai “Dosen Berdampak” Berkat Kiprah Besar dalam Pemberdayaan dan Inovasi Desa

    Dosen UMS Terpilih sebagai “Dosen Berdampak” Berkat Kiprah Besar dalam Pemberdayaan dan Inovasi Desa

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kepedulian seorang dosen dalam menggerakkan anak muda untuk membangun desa melalui inovasi digital dan pemberdayaan masyarakat menghantarkan Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE., meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai “Dosen Berdampak”. Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mendapatkan apresiasi atas kontribusinya […]

  • Kebebasan Untuk Kaum Tertindas

    Kebebasan Untuk Kaum Tertindas

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Oleh : Amanda Fathiya R (202110230311020) Negara kita, Indonesia, merupakan negara demokrasi yang saat ini sedang berada di titik tertinggi dalam menentukan entah keberhasilan ataupun kegagalan bangsa untuk menggapai cita-cita sesuai dengan yang tertera dalam pembukaan UUD 1945.  Indonesia juga menganut sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dalam buku Pendidikan Kaum Tertindas […]

expand_less