Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gali Potensi Zakat RI, Pegiat Gerakan Zakat Berkumpul Rancang Program Strategis

Gali Potensi Zakat RI, Pegiat Gerakan Zakat Berkumpul Rancang Program Strategis

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, JAKARTA – Pelaku gerakan zakat yang terdiri dari Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat Nasional bersilaturahmi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, (9/4/2026). Agenda halal bihalal tersebut sekaligus menjadi forum berbagi gagasan tentang optimalisasi potensi zakat di Indonesia.

Capaian penghimpunan zakat bukan sekadar angka, tapi bagaimana proses penyaluran program zakat bisa memberikan dampak kepada penerima manfaat. Peran riset adalah kunci bagaimana angka mampu memberi makna pada kesejahteraan masyarakat.

Para pegiat filantropi tertegun, pasalnya dari hasil riset, potensi zakat di Indonesia hampir mendekati Rp 1000 triliun. Data tersebut perlu ditelaah kembali, mempertimbangkan data yang beragam dari hasil riset peneliti baik dari akademisi, BPS, BI dan Bappenas, pada realitasnya potensi zakat tersebut mendorong pelaku filantropi untuk saling berkolaborasi.

Hal itu terungkap dari acara Silaturahmi Halal Bihalal yang diinisiasi Lazismu, Baznas dan Kementerian Agama yang menghadirkan lembaga amil zakat nasional di Aula Masjid At-Tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema Fundraising 1447 H Bersama Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia.

Pimpinan Baznas Republik Indonesia, Rizaludin Kurniawan, mengatakan, sekarang ini ditemukan banyak informasi dan sering kali disampaikan pemerintah baik oleh BPS, Bappenas dan lainnya tentang seberapa besar potensi zakat nasional. “Bila ada sensus ril potensi dana zakat itu maka bisa di survei dan biayanya senilai Rp 20 miliar,” ujarnya.

Informasi mutkahir dari Bapak Menteri, terang Rizal, hampir menyentuh Rp 1000 triliun. Poinnya apa, potensinya besar dan perhatian global tertuju ke Indonesia bahwa iklim pengelolaan zakatnya menjadi salah satu rujukan.

“Segenap potensi zakat itu tidak sekadar angka, tapi bagaimana strateginya dan teknis program serta sumber daya amilnya,” jelasnya. Harusnya ada total potensi dan ada potensi angka tengahan yang diraih termasuk potensi mininum yang bisa dicapai.

Merespons hal itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menuturkan bahwa ini fakta pentingnya mencatat potensi zakat di tanah air. “Berdasarkan riset yang saya lakukan di tahun 2017, saat itu, di Muhammadiyah potensinya hampir Rp 470 miliar, itu dulu Lazismu baru menghimpun senilai Rp 70 miliar,” ungkap peneliti yang sudah malang melintang di gerakan filantropi ini.

Uniknya,sambut Hilman, proyeksi riset itu menarik, sehingga baru bisa tercapai di tahun 2022. Pada sisi lain, secara pribadi ingin ingatkan juga bahwa justeru fokus perhatiannya pada bagaimana distribusinya. Sebagai peneliti dan pegiat filantropi, rancangan besar capaian distribusinya seperti apa dan bagaimana. Bagaimana zakat mampu memberikan kontribusi pada pembangunan dan SDGs.

Masih dalam ingatan, Baznas pernah menerbitkan dokumen Fikih SDGs. Dokumen itu saya baca sebagai dokumen menarik. “Dulu kita ada dalil tentang zakat profesi. Meski tidak semua menerapkannya, baru MUI dan Muhammadiyah serta lainnya yang mempraktikan.

Maksud saya, bagaimana Fikih SDGs itu dikaji dan saat ini belum saya temukan menjadi suatu strategi yang ada dampaknya. Rancangan besar pola kemaslahatannya seperti apa? “Kita baru dapat angka secara unum, dampaknya belum dirumuskan menjadi temuan kontribusi,” pesan Hilman memaknai.

Hal ini harus diseriusi dan proses distribusinya bagaimana. Artinya belum menemukan dampak. Ini yang selanjutnya bisa dikaji dan dibaca secara internasional. Semoga kerja sama ini bisa berlanjut dan lebih berdampak.

Berguru Filantropi dari Muhammadiyah

Apa yang dikemukakan Rizaludin Kurniawan dan Hilman Latief soal potensi zakat dan dampak pendistribusiannya sangat menyita perhatian. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghofur, mengungkapkan untuk mencapai harapan besar tersebut, kita harus jalan bersama.

“Kita harus belajar dari Muhammadiyah. Terutama tentang gerakan filantropi yang sejak awal berdiri sudah melakukan hal itu untuk memberikan nilai manfaat kepada masyarakat.” tandasnya.

Mengenai kekuatan potensi zakat di tanah air, harus diakui belum menggambarkan berita yang menarik apalagi isu besar di dunia. Kapan lagi orang lain akan melihat gerakan zakat Indonesia. Karena itu, mari bersama-sama untuk merumuskan undang-undang zakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kami sangat menerima masukan dan kritik dari siapa pun. Waryono menilai, Hilman Latief telah menekuni gagasan Mohammed Arkoun dalam kajian pemikiran Islam tentang korpus resmi terbuka dan korpus resmi tertutup.

Hemat saya, undang-undang zakat ini adalah bagian dari korpus resmi terbuka. Saya berharap ada saran dan masukan dari semua lembaga amil zakat nasional untuk sama-sama kita rumuskan.

Terkait data tunggal sosial dan ekonomi nasional, kata Waryono, ada ketidaktepatan dalam penyaluran dana sosial dan itu cukup tinggi. Saat belajar dari Bappenas ketidaktepatan anggaran dana sosial itu sebesar Rp 70 triliun, ini dalam satu tahun. Waryono menegaskan, betapa pentingnya pembacaaan data dan update serta validasi sehingga bukan data mati.

Melalui forum silaturahmi, sekali lagi terima kasih kepada semua lembaga amil zakat yang telah berkontribusi. Sinergi, saran dan masukan sangat berarti bahwa zakat di kemudian hari betul-betul mampu menguatkan Indonesia, tutupnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkemahan Sabtu Malam Ahad Hizbul Wathan di Ponpes Daarul Ulum Muhammadiyah Majenang Cilacap Berlangsung Meriah

    Perkemahan Sabtu Malam Ahad Hizbul Wathan di Ponpes Daarul Ulum Muhammadiyah Majenang Cilacap Berlangsung Meriah

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 194
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Cilacap – Sebanyak 285 kader HW Qobilah Jenderal Sudirman dan Fatmawati Pesantren Daarul ‘Ulum Muhammadiyah Majenang Cilacap ikuti Kegiatan Persahad (Perkemahan Sabtu-Ahad) selama dua hari, 16-17 September 2023 di Halaman Pesantren yang berlangsung meriah, Ahad, (17/9/2023). Selama dua hari, mereka mengadakan berbagai kegiatan mulai dari upacara pembukaan persahad, permainan besar, api unggun, pensi, renungan […]

  • Silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Lampung Tengah ke Kantor DPRD Lampung Tengah

    Silaturahmi Pemuda Muhammadiyah Lampung Tengah ke Kantor DPRD Lampung Tengah

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMPUNG – Ketua DPRD Lampung Tengah Febriyantoni menuturkan, sebagai lembaga penyelenggara Pemerintahan menginginkan kontribusi langsung Pemuda Muhammadiyah dalam memajukan Lampung Tengah. Hal ini disampaikan Feb -sapaan karibnya- dalam agenda audiensi dan silaturahmi antara Lembaga yang dipimpinnya dengan jajaran Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Lampung Tengah di Kantor DPRD Lampung Tengah, Rabu 25 Juni 2025. “Lembaga […]

  • Reorientasi dan Kesadaran Kolektif sebagai Jalan Transformasi Pendidikan

    Reorientasi dan Kesadaran Kolektif sebagai Jalan Transformasi Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Oleh: Najib Maulana Alfikri, Guru Muhammadiyah Di tengah hiruk-pikuk narasi tentang pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang cerah, realitas menunjukkan bahwa sistem pendidikan kita justru semakin mengkhawatirkan. Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai hak dasar semua orang, melainkan telah berubah menjadi barang dagangan. Esensinya sebagai proses pembentukan karakter, pengembangan pengetahuan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan […]

  • PontrenMU Daarul ‘Ulum Majenang Melepas 90 Santri Tingkat Akhir di Acara Haflah Akhirussanah

    PontrenMU Daarul ‘Ulum Majenang Melepas 90 Santri Tingkat Akhir di Acara Haflah Akhirussanah

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Cilacap – Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMU) Daarul ‘Ulum Majenang sukses menyelenggarakan Haflah Akhirussanah dan pelepasan santri kelas IX MTs dan XII MA dengan penuh khidmat dan kemeriahan, Sabtu, 24 Mei 2025. Acara digelar di halaman pesantren dan diwarnai dengan beragam pentas seni sebagai bentuk apresiasi atas proses pendidikan para santri. Wakil Direktur Kemahadan, Kyai […]

  • Kuatkan Langkah Kader Nasyiah, PDNA Sukoharjo Adakan Pengukuhan Bersama PCNA se-Kabupaten Sukoharjo

    Kuatkan Langkah Kader Nasyiah, PDNA Sukoharjo Adakan Pengukuhan Bersama PCNA se-Kabupaten Sukoharjo

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pengukuhan bersama PCNA se-Kabupaten Sukoharjo & Stadium General dengan mengusung tema “Bersama Nasyiatul Aisyiyah, Wujudkan Perempuan Tangguh & Berdaya” ini dilaksanakan dengan penuh khidmat pada Senin, 30 Juni 2025. Bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Kader kader Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah perwakilan dari 12 […]

  • Be Champion, Be Different! Mahasiswa Bisnis Digital BIM University Raih Prestasi Gemilang di Bidang Startup IT dan Kepemudaan Kota Denpasar

    Be Champion, Be Different! Mahasiswa Bisnis Digital BIM University Raih Prestasi Gemilang di Bidang Startup IT dan Kepemudaan Kota Denpasar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, DENPASAR – Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital BIM University kembali menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Kali ini, I Kadek Redi Sastrawan berhasil mengukir dua capaian bergengsi sekaligus pada awal tahun 2026, yakni di bidang kewirausahaan teknologi dan kepemudaan Kota Denpasar. Prestasi pertama diraih melalui ajang Wirausaha Muda Denpasar (WMD) Competition 2026 pada kategori […]

expand_less