Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gali Potensi Zakat RI, Pegiat Gerakan Zakat Berkumpul Rancang Program Strategis

Gali Potensi Zakat RI, Pegiat Gerakan Zakat Berkumpul Rancang Program Strategis

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, JAKARTA – Pelaku gerakan zakat yang terdiri dari Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat Nasional bersilaturahmi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, (9/4/2026). Agenda halal bihalal tersebut sekaligus menjadi forum berbagi gagasan tentang optimalisasi potensi zakat di Indonesia.

Capaian penghimpunan zakat bukan sekadar angka, tapi bagaimana proses penyaluran program zakat bisa memberikan dampak kepada penerima manfaat. Peran riset adalah kunci bagaimana angka mampu memberi makna pada kesejahteraan masyarakat.

Para pegiat filantropi tertegun, pasalnya dari hasil riset, potensi zakat di Indonesia hampir mendekati Rp 1000 triliun. Data tersebut perlu ditelaah kembali, mempertimbangkan data yang beragam dari hasil riset peneliti baik dari akademisi, BPS, BI dan Bappenas, pada realitasnya potensi zakat tersebut mendorong pelaku filantropi untuk saling berkolaborasi.

Hal itu terungkap dari acara Silaturahmi Halal Bihalal yang diinisiasi Lazismu, Baznas dan Kementerian Agama yang menghadirkan lembaga amil zakat nasional di Aula Masjid At-Tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tema Fundraising 1447 H Bersama Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia.

Pimpinan Baznas Republik Indonesia, Rizaludin Kurniawan, mengatakan, sekarang ini ditemukan banyak informasi dan sering kali disampaikan pemerintah baik oleh BPS, Bappenas dan lainnya tentang seberapa besar potensi zakat nasional. “Bila ada sensus ril potensi dana zakat itu maka bisa di survei dan biayanya senilai Rp 20 miliar,” ujarnya.

Informasi mutkahir dari Bapak Menteri, terang Rizal, hampir menyentuh Rp 1000 triliun. Poinnya apa, potensinya besar dan perhatian global tertuju ke Indonesia bahwa iklim pengelolaan zakatnya menjadi salah satu rujukan.

“Segenap potensi zakat itu tidak sekadar angka, tapi bagaimana strateginya dan teknis program serta sumber daya amilnya,” jelasnya. Harusnya ada total potensi dan ada potensi angka tengahan yang diraih termasuk potensi mininum yang bisa dicapai.

Merespons hal itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menuturkan bahwa ini fakta pentingnya mencatat potensi zakat di tanah air. “Berdasarkan riset yang saya lakukan di tahun 2017, saat itu, di Muhammadiyah potensinya hampir Rp 470 miliar, itu dulu Lazismu baru menghimpun senilai Rp 70 miliar,” ungkap peneliti yang sudah malang melintang di gerakan filantropi ini.

Uniknya,sambut Hilman, proyeksi riset itu menarik, sehingga baru bisa tercapai di tahun 2022. Pada sisi lain, secara pribadi ingin ingatkan juga bahwa justeru fokus perhatiannya pada bagaimana distribusinya. Sebagai peneliti dan pegiat filantropi, rancangan besar capaian distribusinya seperti apa dan bagaimana. Bagaimana zakat mampu memberikan kontribusi pada pembangunan dan SDGs.

Masih dalam ingatan, Baznas pernah menerbitkan dokumen Fikih SDGs. Dokumen itu saya baca sebagai dokumen menarik. “Dulu kita ada dalil tentang zakat profesi. Meski tidak semua menerapkannya, baru MUI dan Muhammadiyah serta lainnya yang mempraktikan.

Maksud saya, bagaimana Fikih SDGs itu dikaji dan saat ini belum saya temukan menjadi suatu strategi yang ada dampaknya. Rancangan besar pola kemaslahatannya seperti apa? “Kita baru dapat angka secara unum, dampaknya belum dirumuskan menjadi temuan kontribusi,” pesan Hilman memaknai.

Hal ini harus diseriusi dan proses distribusinya bagaimana. Artinya belum menemukan dampak. Ini yang selanjutnya bisa dikaji dan dibaca secara internasional. Semoga kerja sama ini bisa berlanjut dan lebih berdampak.

Berguru Filantropi dari Muhammadiyah

Apa yang dikemukakan Rizaludin Kurniawan dan Hilman Latief soal potensi zakat dan dampak pendistribusiannya sangat menyita perhatian. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Waryono Abdul Ghofur, mengungkapkan untuk mencapai harapan besar tersebut, kita harus jalan bersama.

“Kita harus belajar dari Muhammadiyah. Terutama tentang gerakan filantropi yang sejak awal berdiri sudah melakukan hal itu untuk memberikan nilai manfaat kepada masyarakat.” tandasnya.

Mengenai kekuatan potensi zakat di tanah air, harus diakui belum menggambarkan berita yang menarik apalagi isu besar di dunia. Kapan lagi orang lain akan melihat gerakan zakat Indonesia. Karena itu, mari bersama-sama untuk merumuskan undang-undang zakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kami sangat menerima masukan dan kritik dari siapa pun. Waryono menilai, Hilman Latief telah menekuni gagasan Mohammed Arkoun dalam kajian pemikiran Islam tentang korpus resmi terbuka dan korpus resmi tertutup.

Hemat saya, undang-undang zakat ini adalah bagian dari korpus resmi terbuka. Saya berharap ada saran dan masukan dari semua lembaga amil zakat nasional untuk sama-sama kita rumuskan.

Terkait data tunggal sosial dan ekonomi nasional, kata Waryono, ada ketidaktepatan dalam penyaluran dana sosial dan itu cukup tinggi. Saat belajar dari Bappenas ketidaktepatan anggaran dana sosial itu sebesar Rp 70 triliun, ini dalam satu tahun. Waryono menegaskan, betapa pentingnya pembacaaan data dan update serta validasi sehingga bukan data mati.

Melalui forum silaturahmi, sekali lagi terima kasih kepada semua lembaga amil zakat yang telah berkontribusi. Sinergi, saran dan masukan sangat berarti bahwa zakat di kemudian hari betul-betul mampu menguatkan Indonesia, tutupnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencari Jalan Pemilu Tanpa Money Politic

    Mencari Jalan Pemilu Tanpa Money Politic

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Oleh: Rendy Nanda Saputra Ketua Umum PK IMM FAI UMY Pesta Demokrasi di Indonesia dilaksanakan selama 5 tahun sekali. Diwaktu tersebut kalangan migran berbondong-bondong untuk pulang dengan niatan ikut serta dalam pemilihan dan sekalian berkunjung ke keluarga dikampung akantetapi, ada juga yang tidak memilih pulang dengan cara pindah TPS atau memilih golput. Pemilihan umum selayaknya […]

  • Muhammadiyah dan Pemerintah Bersinergi Bangun SMA Boarding School Sepaku untuk Menyiapkan SDM IKN

    Muhammadiyah dan Pemerintah Bersinergi Bangun SMA Boarding School Sepaku untuk Menyiapkan SDM IKN

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 15
    • 0Komentar

        SEPAKU – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya ditopang oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Berangkat dari semangat tersebut, Muhammadiyah bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMA Muhammadiyah Boarding School Sepaku di Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten […]

  • Konsisten Berprestasi, SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Tembus Dua Besar di Balikpapan

    Konsisten Berprestasi, SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Tembus Dua Besar di Balikpapan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Balikpapan — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Balikpapan. Berdasarkan data resmi yang dirilis melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), sekolah ini berhasil menempati posisi kedua sebagai sekolah dengan jumlah peserta didik berprestasi terbanyak di Kota Balikpapan dengan total 101 prestasi […]

  • Tim PPK Ormawa IMM Averroes UMS Hadirkan Program Pemberdayaan Perempuan dan Pertanian Cerdas di Desa Jati

    Tim PPK Ormawa IMM Averroes UMS Hadirkan Program Pemberdayaan Perempuan dan Pertanian Cerdas di Desa Jati

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Averroes Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan dua program unggulan di Desa Jati, Kecamatan Gatak, Sukoharjo. Kegiatan ini menandai grand launching “Sekolah Perempuan Smartani” dan “Rumah Kebun Farm Pot” yang menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat desa. Acara peresmian […]

  • KKN-T Umsida Kelompok 15 Hadirkan Inovasi Aquaponik di Desa Kedung Peluk

    KKN-T Umsida Kelompok 15 Hadirkan Inovasi Aquaponik di Desa Kedung Peluk

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus menunjukkan kiprahnya dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini, KKN-TKelompok 15 yang ditempatkan di Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, memperkenalkan program unggulan bertajuk Hijau Berdaya dengan mengusung sistem aquaponik. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Rabu (10/9/2025) bertepatan dengan kajian rutin […]

  • Majelis Adat Aceh Evaluasi Pelaksanaan  Peradilan Adat Dan POLMAS Di Aceh Besar

    Majelis Adat Aceh Evaluasi Pelaksanaan Peradilan Adat Dan POLMAS Di Aceh Besar

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Aceh Besar – Majelis Adat Aceh melaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Peradilan Adat dan Polmas (Community Policing) di Hotel Hijrah, Aceh Besar pada tanggal 7 Desember 2024 yang mengambil tema “Melalui Rapat Koordinasi dan Kolaborasi, kita tingkatkan semangat Penyelesaian Sengketa Adat” dihadiri 46 peserta dai unsur Imam Mukim, Keuchik, Tuha Peut, Tokoh Perempuan, […]

expand_less