Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PFA Jadi Bekal Penting Relawan di Tengah Situasi Krisis?

PFA Jadi Bekal Penting Relawan di Tengah Situasi Krisis?

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, MAGELANG – Setelah sesi materi umum mengenai psikologi sosial dan dinamika politik, kegiatan dilanjutkan dengan materi bertajuk “Urgensi dan Pengantar Psychological First Aid (PFA)” yang disampaikan oleh Wanodya Kusumastuti. (23/5/26)

Materi ini memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya pertolongan pertama psikologis bagi penyintas bencana maupun situasi krisis.

Kegiatan yang berlangsung di Magelang ini diawali dengan sesi ice breaking yang berhasil menciptakan suasana aktif dan kondusif sebelum memasuki materi inti. Dalam pemaparannya, Wanodya menjelaskan bahwa PFA merupakan bentuk pertolongan pertama dalam kondisi bencana atau krisis yang dilakukan segera, maksimal dua minggu setelah kejadian, dengan pendekatan dukungan psikologis yang tidak memaksa penyintas untuk bercerita. “Boleh marah, sedih, dan kecewa, itu adalah kondisi yang manusiawi,” ujar Wanodya saat menjelaskan pentingnya validasi emosi kepada penyintas.

Menurutnya, tujuan utama PFA adalah memberikan rasa aman dan nyaman, karena terkadang kehadiran dan kesediaan mendengarkan sudah menjadi bentuk bantuan yang sangat berarti.

Dalam sesi tersebut, peserta juga dikenalkan dengan pendekatan 3L dari WHO, yaitu Look (mengamati kondisi penyintas), Listen (mendengarkan secara aktif dan empatik), serta Link (menghubungkan penyintas dengan sumber dukungan yang dibutuhkan). Pemateri menegaskan bahwa semua orang berpotensi menjadi relawan PFA selama memiliki pengetahuan dasar, sikap empatik, dan kemampuan membangun kedekatan dengan penyintas.

Selain membahas teori, peserta juga mengikuti praktik role play secara berpasangan. Dalam simulasi tersebut, peserta memerankan situasi penyintas bencana dan relawan PFA dengan menggunakan pendekatan Look, Listen, dan Link. Sesi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta.

Pada sesi diskusi, peserta menanyakan peran relawan dalam menangani trauma anak-anak ketika akses psikolog terbatas. Menjawab hal tersebut, Wanodya menjelaskan bahwa pendampingan berkelanjutan oleh relawan terlatih sangat penting untuk mencegah trauma berkembang menjadi Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi. Melalui sesi ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman dasar tentang pentingnya dukungan psikologis awal serta mampu menjadi relawan yang lebih peka dan responsif terhadap kondisi penyintas di lingkungan sekitarnya.

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Gelar FGD RUU Sisdiknas Bersama Ketua Komisi X DPR RI

    UMS Gelar FGD RUU Sisdiknas Bersama Ketua Komisi X DPR RI

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional” pada Jumat (19/9) di Ruang Meeting lantai 2 Edutorium UMS. Agenda ini menghadirkan Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., sekaligus menjadi forum strategis dalam memberi masukan terhadap draf revisi UU No. […]

  • UMS Gelar Gala Dinner Bersama Kementerian Pertanian RI, Perkuat Sinergi Inovasi dan Kekayaan Intelektual PTMA

    UMS Gelar Gala Dinner Bersama Kementerian Pertanian RI, Perkuat Sinergi Inovasi dan Kekayaan Intelektual PTMA

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Gala Dinner bersama Rektor dan Ketua Sentra Kekayaan Intelektual (KI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian RI. Acara ini berlangsung di Hall Lantai 2 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (28/10) malam. […]

  • Bentuk Penindasan di Tempat Kerja yang Dikaitkan Dengan Buku Pendidikan Kaum Tertindas

    Bentuk Penindasan di Tempat Kerja yang Dikaitkan Dengan Buku Pendidikan Kaum Tertindas

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Oleh: Thariqah Syuffiyah (202110230311034) Buku “Pendidikan Kaum Tertindas” yang ditulis oleh Paulo Freire ini, mencari tahu tentang pemikiran mereka yang ingin melibatkan diri dalam merealisasikan cita-cita mereka secara nyata. Terdapat tiga pokok pembahasan yang dibahas pada buku ini. Pertama, menceritakan kisah pada perjalanan hidup seorang Freire. Hal ini dianggap penting karena pemikiran Freire yang timbul […]

  • UKMK Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang priode 2024-2025 Sah dilantik

    UKMK Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang priode 2024-2025 Sah dilantik

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 231
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palembang – Pengurus Baru Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang telah resmi dilantik dengan tema “Mempertajam Kebersamaan dan Menumbuhkan Semangat Berorganisasi Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang yang Berprestasi dan Berkualitas,” di selenggarakan di Gedung Munaqosyah Fak.Ushuluddin UIN Raden Fatah Palembang tutur Topan Andri Mahendra.(22/03/2024) Topan menekankan bahwa kepemimpinan […]

  • UMS Masuk 3 Besar Nasional Prodi Teknik Industri Terakreditasi Unggul 2025

    UMS Masuk 3 Besar Nasional Prodi Teknik Industri Terakreditasi Unggul 2025

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABAR.ID SURAKARTA – Program Studi Teknik Industri (TI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mencatat prestasi bergengsi di tingkat nasional. Berdasarkan rilis resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tahun 2025, Prodi S1 Teknik Industri UMS berhasil masuk 3 besar nasional perguruan tinggi dengan akreditasi Unggul, bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut […]

  • Kesulitan dan Musibah Hasil dari Dosa dan Maksiat

    Kesulitan dan Musibah Hasil dari Dosa dan Maksiat

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 4.488
    • 0Komentar

    Oleh: Sabilla Qurratu Aini* Ketika musibah dan bencana datang menghampiri, kadang yang dijadikan kambing hitam adalah alam, artinya alam itu murka. Ketika sakit datang, yang disalahkan pula konsumsi makanan, kurang olaharga dan seterusnya. Ketika kita terdzholimi oleh orang lain kadang yang jadi sasaran untuk disalahkan pertama adalah tingkah orang bahkan langsung mencela sikap dan sifatnya. […]

expand_less