Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

visi pendidikan KH. Ahmad Dahlan lahir dari semangat tajdid, yakni gerakan pemurnian dan pembaruan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tajdid bukan sekadar mengoreksi praktik keagamaan yang menyimpang, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam sistem pendidikan, cara berpikir, dan kehidupan sosial agar umat Islam mampu bangkit dari keterbelakangan.

SAMARINDA – Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik atau banyaknya peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi instrumen dakwah yang melahirkan manusia beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Drs. H. Jaswadi, M.Si. dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Sabtu (18/7/2026). Mengangkat tema “Visi K.H. Ahmad Dahlan: Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul Berkemajuan”, Jaswadi mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah kembali membaca gagasan besar pendiri Persyarikatan sebagai pijakan membangun pendidikan masa depan.

Menurut Jaswadi, visi pendidikan KH. Ahmad Dahlan lahir dari semangat tajdid, yakni gerakan pemurnian dan pembaruan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tajdid bukan sekadar mengoreksi praktik keagamaan yang menyimpang, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam sistem pendidikan, cara berpikir, dan kehidupan sosial agar umat Islam mampu bangkit dari keterbelakangan.

Ia menjelaskan, sepulang dari Makkah, KH. Ahmad Dahlan tidak hanya membawa ilmu agama, tetapi juga semangat perubahan. Salah satu langkah visionernya adalah meluruskan arah kiblat Masjid Gedhe Kauman berdasarkan ilmu falak. Meski mendapat penolakan keras, bahkan langgarnya sempat dibongkar, beliau tetap memilih jalan dialog, argumentasi ilmiah, dan kesabaran. Peristiwa itu menjadi pelajaran bahwa pembaruan selalu membutuhkan keberanian, ilmu, dan keteguhan prinsip.

Jaswadi menegaskan bahwa pembaruan terbesar KH. Ahmad Dahlan justru terjadi di bidang pendidikan. Pada 1 Desember 1911 beliau mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI), sekolah modern pertama yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Langkah tersebut merupakan terobosan besar pada masanya karena masyarakat masih memandang sistem sekolah modern identik dengan pendidikan kolonial. Namun bagi KH. Ahmad Dahlan, kemajuan umat hanya dapat diraih apabila ilmu agama berjalan seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Beliau mendirikan sekolah agar anak-anak pribumi pintar ilmu agama dan pandai dalam urusan dunia, serta terlepas dari kebodohan,” terang Jaswadi. Bahkan ketika sekolah itu hanya memiliki delapan murid dan menghadapi keterbatasan dana, KH. Ahmad Dahlan rela menggunakan harta pribadinya demi memastikan pendidikan tetap berjalan. Baginya, pendidikan adalah investasi peradaban yang tidak boleh berhenti karena alasan ekonomi.

Jaswadi juga mengingatkan bahwa metode pendidikan KH. Ahmad Dahlan tidak berhenti pada transfer ilmu. Melalui pengajian tafsir Al-Qur’an secara terbuka, khususnya Surat Al-Ma’un, beliau mengajarkan bahwa pemahaman agama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dari pengajian itulah lahir panti asuhan, pelayanan kesehatan, dan gerakan sosial yang menjadi ciri khas Muhammadiyah hingga hari ini. Pendidikan, menurut KH. Ahmad Dahlan, harus melahirkan kepedulian sosial, bukan sekadar kecerdasan intelektual.

Lebih lanjut, Jaswadi menilai berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1912 merupakan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan gerakan pendidikan. Organisasi dibangun bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai instrumen dakwah agar sekolah, kaderisasi, pelayanan sosial, dan pembinaan umat dapat berkembang secara sistematis dan berkesinambungan. Dari sinilah kemudian lahir jaringan sekolah, madrasah, Mu’allimin-Mu’allimat, TK ABA, hingga ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang kini tersebar dari Sabang sampai Papua bahkan merambah berbagai negara.

Mengakhiri pemaparannya, Jaswadi mengajak seluruh pengelola Amal Usaha Muhammadiyah untuk terus melakukan transformasi pendidikan tanpa kehilangan jati diri Persyarikatan. Ia menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah hanya akan maju apabila seluruh pelakunya memiliki keberanian melakukan perubahan, memperkuat kolaborasi, dan tetap menjadikan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai fondasi utama. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, perubahan hanya akan terjadi apabila manusia mau mengubah dirinya sendiri. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah harus terus meneguhkan visi, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan transformasi untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang beriman, unggul, berkarakter, dan berkemajuan.(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Milad ‘Aisyiyah ke-104 M : Menebar Kebaikan di Masa Pandemi

    Milad ‘Aisyiyah ke-104 M : Menebar Kebaikan di Masa Pandemi

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    |Oleh : Hj. Maya Meysi Susanti, S.Pd (Ketua ‘Aisyiyah Kutai Timur)| ‘Aisyiyah kini berusia 107 tahun menurut hitungan Hijriyah atau 104 tahun dalam hitungan Miladiyah. Peringatan tasyakuran dan refleksi milad sebagai forum mengekspresikan rasa syukur atas karunia Allah SWT dalam perjalanan panjang ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia. Hingga detik ini bisa menapaki abad […]

  • UMS dan APU Malaysia Jalin Kolaborasi, Tingkatkan Penelitian Berdampak

    UMS dan APU Malaysia Jalin Kolaborasi, Tingkatkan Penelitian Berdampak

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan profesor tamu (visiting professor) Prof. Dr. Mohammad Falahat dari Asia Pacific University of Technology Innovation, Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pusat studi di UMS pada Selasa (22/7) di Ruang Seminar Pascasarjana, Kampus 2 UMS. Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, Ph.D., […]

  • Pendidikan Jasmani FKIP UMS Siapkan Alumni Unggul dan Ber-KTAM untuk Muhammadiyah

    Pendidikan Jasmani FKIP UMS Siapkan Alumni Unggul dan Ber-KTAM untuk Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menegaskan komitmennya dalam penguatan kaderisasi Muhammadiyah dengan memastikan para mahasiswa memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) sebelum mengikuti prosesi wisuda. Komitmen tersebut disampaikan pada kegiatan Yudisium dan Pembekalan Calon Wisudawan FKIP UMS Tahun 2026 yang digelar […]

  • Muhammadiyah Dorong Kesejahteraan Mualaf Lewat Pelatihan Kuliner

    Muhammadiyah Dorong Kesejahteraan Mualaf Lewat Pelatihan Kuliner

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Muhammadiyah melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Jawa Timur bekerja sama dengan Lazismu Jawa Timur terus menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para mualaf. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pelatihan keterampilan kuliner, yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar peserta dapat mandiri secara ekonomi. Pelatihan ini digelar pada Sabtu (25/1/2025) di […]

  • Meretas Ketimpangan Iklim! Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Suara Kelompok Rentan dalam Adaptasi dan Mitigasi

    Meretas Ketimpangan Iklim! Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Suara Kelompok Rentan dalam Adaptasi dan Mitigasi

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta — Dalam rangka menyambut agenda Walk for Peace and Climate Justice, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim bagi Kelompok Rentan”, yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan lintas iman serta komunitas penyandang disabilitas. Diskusi […]

  • RAKERCAB IMM Arab Saudi: Melanjutkan Warisan Intelektual KH Ahmad Dahlan di Tanah Hijaz

    RAKERCAB IMM Arab Saudi: Melanjutkan Warisan Intelektual KH Ahmad Dahlan di Tanah Hijaz

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 214
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Madinah – Pimpinan Cabang Luar Negeri (PCLN) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Arab Saudi menggelar kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Madinah, Jumat (19/01/2024). Ketua PCLN IMM Arab Saudi mengatakan, IMM Arab Saudi bukan hanya untuk eksistensi semata, tetapi berusaha untuk penerapan Al-Qur’an dan Sunnah menjadi landasan utama bagi seorang kader. “kita harapkan dalam rakercab […]

expand_less