Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

Jaswadi: Pendidikan Muhammadiyah Harus Kembali pada Visi Besar KH. Ahmad Dahlan

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

visi pendidikan KH. Ahmad Dahlan lahir dari semangat tajdid, yakni gerakan pemurnian dan pembaruan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tajdid bukan sekadar mengoreksi praktik keagamaan yang menyimpang, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam sistem pendidikan, cara berpikir, dan kehidupan sosial agar umat Islam mampu bangkit dari keterbelakangan.

SAMARINDA – Pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik atau banyaknya peserta didik. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi instrumen dakwah yang melahirkan manusia beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan Drs. H. Jaswadi, M.Si. dalam Pengajian Pimpinan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Sabtu (18/7/2026). Mengangkat tema “Visi K.H. Ahmad Dahlan: Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul Berkemajuan”, Jaswadi mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah kembali membaca gagasan besar pendiri Persyarikatan sebagai pijakan membangun pendidikan masa depan.

Menurut Jaswadi, visi pendidikan KH. Ahmad Dahlan lahir dari semangat tajdid, yakni gerakan pemurnian dan pembaruan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tajdid bukan sekadar mengoreksi praktik keagamaan yang menyimpang, tetapi juga menghadirkan pembaruan dalam sistem pendidikan, cara berpikir, dan kehidupan sosial agar umat Islam mampu bangkit dari keterbelakangan.

Ia menjelaskan, sepulang dari Makkah, KH. Ahmad Dahlan tidak hanya membawa ilmu agama, tetapi juga semangat perubahan. Salah satu langkah visionernya adalah meluruskan arah kiblat Masjid Gedhe Kauman berdasarkan ilmu falak. Meski mendapat penolakan keras, bahkan langgarnya sempat dibongkar, beliau tetap memilih jalan dialog, argumentasi ilmiah, dan kesabaran. Peristiwa itu menjadi pelajaran bahwa pembaruan selalu membutuhkan keberanian, ilmu, dan keteguhan prinsip.

Jaswadi menegaskan bahwa pembaruan terbesar KH. Ahmad Dahlan justru terjadi di bidang pendidikan. Pada 1 Desember 1911 beliau mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI), sekolah modern pertama yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Langkah tersebut merupakan terobosan besar pada masanya karena masyarakat masih memandang sistem sekolah modern identik dengan pendidikan kolonial. Namun bagi KH. Ahmad Dahlan, kemajuan umat hanya dapat diraih apabila ilmu agama berjalan seiring dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Beliau mendirikan sekolah agar anak-anak pribumi pintar ilmu agama dan pandai dalam urusan dunia, serta terlepas dari kebodohan,” terang Jaswadi. Bahkan ketika sekolah itu hanya memiliki delapan murid dan menghadapi keterbatasan dana, KH. Ahmad Dahlan rela menggunakan harta pribadinya demi memastikan pendidikan tetap berjalan. Baginya, pendidikan adalah investasi peradaban yang tidak boleh berhenti karena alasan ekonomi.

Jaswadi juga mengingatkan bahwa metode pendidikan KH. Ahmad Dahlan tidak berhenti pada transfer ilmu. Melalui pengajian tafsir Al-Qur’an secara terbuka, khususnya Surat Al-Ma’un, beliau mengajarkan bahwa pemahaman agama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dari pengajian itulah lahir panti asuhan, pelayanan kesehatan, dan gerakan sosial yang menjadi ciri khas Muhammadiyah hingga hari ini. Pendidikan, menurut KH. Ahmad Dahlan, harus melahirkan kepedulian sosial, bukan sekadar kecerdasan intelektual.

Lebih lanjut, Jaswadi menilai berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1912 merupakan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan gerakan pendidikan. Organisasi dibangun bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai instrumen dakwah agar sekolah, kaderisasi, pelayanan sosial, dan pembinaan umat dapat berkembang secara sistematis dan berkesinambungan. Dari sinilah kemudian lahir jaringan sekolah, madrasah, Mu’allimin-Mu’allimat, TK ABA, hingga ribuan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang kini tersebar dari Sabang sampai Papua bahkan merambah berbagai negara.

Mengakhiri pemaparannya, Jaswadi mengajak seluruh pengelola Amal Usaha Muhammadiyah untuk terus melakukan transformasi pendidikan tanpa kehilangan jati diri Persyarikatan. Ia menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah hanya akan maju apabila seluruh pelakunya memiliki keberanian melakukan perubahan, memperkuat kolaborasi, dan tetap menjadikan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagai fondasi utama. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, perubahan hanya akan terjadi apabila manusia mau mengubah dirinya sendiri. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah harus terus meneguhkan visi, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan transformasi untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang beriman, unggul, berkarakter, dan berkemajuan.(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa PLP UMS Bimbing Praktikum Ingenhousz di SMA Muhammadiyah PK Kotabarat

    Mahasiswa PLP UMS Bimbing Praktikum Ingenhousz di SMA Muhammadiyah PK Kotabarat

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 136
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Dalam upaya mewujudkan pembelajaran sains yang interaktif dan berbasis pengalaman, siswa Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari Program Studi Pendidikan Biologi membimbing langsung kegiatan praktikum fotosintesis Ingenhousz bagi siswa kelas XII SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kotabarat Surakarta pada Kamis (30/7/2026). Keterlibatan mahasiswa PLP UMS tersebut menjadi bagian […]

  • Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional: IMM Sukoharjo Adakan Diskusi Sebagai Bentuk Respon Keputusan Presiden Prabowo.

    Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional: IMM Sukoharjo Adakan Diskusi Sebagai Bentuk Respon Keputusan Presiden Prabowo.

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Merespon pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional, IMM Sukoharjo bersama PMII Pabelan UMS dan HMI Ahmad Dahlan 1 mengadakan dialog kebangsaan dengan mengusung tema “Rekonstruksi Legitimasi Kekuasaan: Menimbang Kembali Peran Soeharto dalam Narasi Pahlawan Nasional” yang dilaksanakan pada kamis (20/11/25). Selaku moderator, Oyan menyampaikan harapan dilaksanakannya acara tersebut, yaitu menjadi jawaban bagi kebingungan-kebingungan […]

  • Dua Buku Kader IPM Lampung Diluncurkan, Warnai Tanwir Pra-Muktamar XXIV

    Dua Buku Kader IPM Lampung Diluncurkan, Warnai Tanwir Pra-Muktamar XXIV

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Makassar — Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menggelar Tanwir Pra-Muktamar XXIV IPM pada Kamis (5/2/2026) di Aula Arafah Asrama Haji Embarkasi Makassar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Muktamar XXIV IPM, khususnya dalam merumuskan dan memutuskan berbagai hal teknis jelang pelaksanaan muktamar. Kegiatan Tanwir dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan […]

  • LPP PWM Jateng Apresiasi Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean Kendal Wujudkan Pesantren Tafaqquh fii Ad-Din (Muadalah Muallimin)

    LPP PWM Jateng Apresiasi Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean Kendal Wujudkan Pesantren Tafaqquh fii Ad-Din (Muadalah Muallimin)

    • calendar_month Minggu, 24 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 806
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kendal – Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah (PWM) Jawa Tengah lakukan sosialisasi program pesantren ke Pondok Pesantren Daarul Arqom Muhammadiyah Patean, Kendal, Sabtu, (23/9/2023). Rombongan LPP PWM Jawa Tengah yang dihadiri ketuanya KH. M. Irzal Fadholi dan sekretaris ustadz M. Ashimul Irfi disambut mudir PPM Darul Arqom KH. Taufiq Hartono, PDM Kendal […]

  • Arsjad Rasjid: Kelahiran Muhammadiyah Jadi Awal Gerakan Kewirausahaan Sosial di Indonesia

    Arsjad Rasjid: Kelahiran Muhammadiyah Jadi Awal Gerakan Kewirausahaan Sosial di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 128
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasyid sekaligus penulis buku mengatakan, kelahiran Muhammadiyah adalah awal dari gerakan kewirausahaan sosial di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Arsjad Rasjid dalam acara “Launching Buku dan Talkshow Bangkitnya Kewirausahaan Sosial: Kisah Muhammadiyah” yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bekerja sama dengan […]

  • UMS Perkenalkan Pembelajaran Matematika Berbasis Permainan Tradisional di Malaysia

    UMS Perkenalkan Pembelajaran Matematika Berbasis Permainan Tradisional di Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim pengabdian masyarakatdari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan terobosan pembelajaran matematika berbasis budaya di Sanggar Belajar Sungai Buloh, Malaysia. Program bertajuk “Penguatan Rasa Cinta Tanah Air Indonesia melalui Pembelajaran Matematika Berbasis Permainan Tradisional” ini diikuti 4 guru dan 39 siswa kelas 2 SD. Program tersebut dipimpin […]

expand_less