Bermodal Ketertarikan pada Matematika dan Fisika, Ilalang Jadi Pendaftar Pertama UMS
- account_circle Maysali
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilalang Asa Roosevelt dari SMA ABBS SURAKARTA menjadi pendaftar pertama PMB UMS dan mendapatkan hadiah sepeda
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2027/2028 dengan menghadirkan sekitar 400 siswa dari 35 sekolah di Solo Raya, Sabtu (31/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, salah satu siswa berhasil menjadi pendaftar pertama PMB UMS 2027/2028, meskipun pendaftaran secara resmi baru dibuka pada 2 November 2026.
Siswa tersebut adalah Ilalang Asa Roosevelt dari SMA ABBS SURAKARTA. Ia memanfaatkan kesempatan pendaftaran lebih awal yang diberikan kepada peserta grand opening. Selain dapat mendaftar sebelum pembukaan resmi, peserta juga memperoleh fasilitas bebas biaya pendaftaran.
Ilalang mengaku tidak menyangka dirinya menjadi pendaftar pertama bahkan mendapatkan sepeda. Saat mengikuti kegiatan, ia menyempatkan diri membuka laman UMS dan membaca informasi penerimaan mahasiswa baru. Setelah mengetahui adanya kesempatan pendaftaran, ia langsung mengisi data dan menentukan program studi pilihannya.
“Bismillah, dari awal sudah pengen ke sini, Kak,” ungkap Ilalang saat ditanya alasannya memilih UMS.
Ketertarikannya terhadap UMS juga dipengaruhi oleh sang kakak yang saat ini masih menempuh pendidikan di UMS pada Program Studi Ilmu Komunikasi. Selain mendapatkan informasi dari keluarga, Ilalang mengaku telah mencari tahu berbagai program studi melalui laman resmi UMS.
Dalam pendaftaran tersebut, Ilalang memilih Program Studi Electrical Engineering atau Teknik Elektro melalui jalur rapor. Ia tertarik pada bidang tersebut karena menyukai mata pelajaran matematika dan fisika serta ingin mendalami ilmu yang berkaitan dengan teknik.
“Jadi tertarik sama yang berhubungan sama teknik-teknik gitu. Salah satu teknik yang saya suka Teknik Elektro,” jelasnya.
Ilalang juga memiliki pengalaman di bidang olahraga. Selama bersekolah, ia pernah mengikuti kompetisi karate dari tingkat provinsi hingga internasional. Bahkan, ia berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tingkat internasional saat duduk di kelas XI.
Sebelum mendaftar, Ilalang mengaku telah mendiskusikan rencana kuliahnya bersama orang tua. Pilihannya untuk mengambil program internasional Teknik Elektro di UMS pun mendapatkan dukungan keluarga.
“Harapan tentu saja yang pertama keterima di UMS. Terus siap jadi mahasiswa yang terbaik di UMS,” tuturnya.
Selain memberikan kesempatan pendaftaran lebih awal, grand opening PMB UMS 2027/2028 juga menghadirkan materi edukatif mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Materi tersebut disampaikan oleh Dosen Pendidikan Teknik Informatika Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc., yang mengajak para siswa mengenal sekaligus mempraktikkan pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Hardika mengawali sesi dengan mengajak peserta mengidentifikasi aktivitas yang telah menggunakan teknologi AI, mulai dari menonton video pendek di media sosial, menggunakan aplikasi peta dan transportasi daring, hingga memanfaatkan chatbot seperti ChatGPT dan Gemini untuk membantu mengerjakan tugas sekolah.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan pemahaman dan kemampuan berpikir kritis.
Untuk memberikan pengalaman langsung, Hardika mengajak salah satu peserta untuk mencoba permainan Quick, Draw!. Dalam permainan tersebut, Farel diminta menggambar sejumlah objek berdasarkan kata yang muncul di layar. Selanjutnya, sistem AI akan mencoba mengenali dan menebak gambar yang dibuat.
Melalui praktik tersebut, Hardika menjelaskan bahwa AI bekerja dengan mempelajari pola dari kumpulan data dan contoh yang tersedia. Semakin relevan data yang digunakan, semakin baik pula kemampuan AI dalam mengenali suatu objek. Meski demikian, AI tidak selalu menghasilkan jawaban yang benar.
Hardika juga mengajak peserta mengikuti permainan membedakan gambar dan tulisan yang dibuat manusia dengan hasil generasi AI. Sesi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi membuat hasil karya AI semakin sulit dibedakan dari karya manusia.

Dosen Pendidikan Teknik Informatika Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. mengajak para siswa untuk mengikuti kuis interaktif tentang AI
Karena itu, peserta diajak untuk memeriksa sumber informasi, memperhatikan detail gambar, serta tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
“Jadi kita gunakan AI untuk belajar, bukan menyontek. Ya, minta dijelaskan konsep yang sulit, latihan soal yang minta dikoreksi, bisa kalian diskusi ide, lalu teman-teman yang menulis lagi,” pesannya.
Tidak hanya mengenalkan cara kerja AI, Hardika juga mendemonstrasikan pemanfaatan teknologi tersebut untuk membuat permainan interaktif berbasis web hanya dengan menggunakan gambar dan instruksi atau prompt. Melalui demonstrasi itu, para siswa diperlihatkan bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya digital.
Kontributor: Maysali
Editor: Anqiya Zaki Mushoddiq
- Penulis: Maysali
- Editor: Anqiya Zaki Mushoddiq
