Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Alfin Nur Ridwan

Hidup adalah pilihan. Mungkin kalimat singkat itu pernah terdengar di telinga kita baik dari teman, orang lain, ataupun dari quotes-quotes yang berseliweran di media sosial. Jika dicermati lebih lanjut kalimat tersebut memanglah memiliki makna yang mendalam dan mempunyai arti penting jika diimplementasikan dalam kehidupan.

Karena dalam menjalani kehidupan ini kita sebagai manusia akan selalu dihadapkan dengan sebuah pilihan. Sebagaimana dalam kisah penciptaan Adam dan Hawa, saat itu manusia dihadapkan dengan pilihan untuk menaati apa yang Allah katakan atau tidak, dan itu merupakan sebuah pilihan yang harus dipilih.

Dalam setiap pilihan atau langkah yang akan diambil oleh manusia tersebut, manusia akan dihadapkan lagi yang namanya konsekuensi yang harus dihadapinya. Sebagai contoh, sebut saja si Fulan mempunyai tugas yang harus diselesaikan, saat malam hari tiba ia dihadapkan dengan dua pilihan. Pilihan yang pertama yakni, ia mengerjakan tugasnya malam itu juga dengan konsekuensi berupa rasa ngantuk yang harus dirasakannya ketika pagi namun, beban tugasnya sudah lepas. Akan tetapi jika ia memilih menyelesaikan tugasnya di pagi hari, maka ia dapat beristirahat dengan cukup di malam hari namun, masih memliki beban tugasnya di pagi harinya.

Itulah yang disebut dengan konsekuensi. Ia akan hadir ketika kita memilih suatu pilihan yang harus diambil. Namun, jika melihat realita saat ini, banyaknya kasus-kasus kejahatan, terjadinya degradasi moral, dan beberapa perilaku amoral lainnya yang terjadi tak lepas dari luputnya manusia akan yang namanya konsekuensi. Banyak manusia yang mengambil keputusan/pilihan dengan serta menuruti hawa nafsunya tanpa mengindahkan pikirannya juga, yang kemudian luput konsekuensi dari benak dirinya.

Hidup: Pilihan, Konsekuensi, dan Tanggungjawab
Sebagaimana telah disebutkan di awal, dalam hidup ini kita akan selalu dihadapkan dengan sebuah pilihan. Kita harus memilih, memilih, dan memilih. Dan setelah itu hadir juga yang namanya konsekuensi, sebuah hukum akibat dari hasil pilihan yang kita pilih. Pilihan apapun itu pasti akan ada yang namanya konsekuensi yang harus dihadapi selanjutnya. Setelah manusia yakin atas pilihannya dan kemudian sadar akan konsekuensi yang timbul selanjutnya, maka yang harus dilakukan lagi setelah itu ialah tanggungjawab. Sebuah tindakan yang wajib dilakukan untuk bisa mencapai apa yang telah kita pilih.

Yang pertama, perihal sebuah pilihan. Tentunya secara umum kita tidak bisa menilai langkah apa yang dipilih oleh orang lain itu sebagai sesuatu yang buruk. Karena pastinya orang lain pun yang memilih pilihan tersebut merasa kalau keputusan yang ia buat adalah baik baginya, menyenangkan dirinya, memuaskan untuknya. Namun, yang terkadang lepas ketika seseorang itu membuat suatu keputusan ialah keluputan akan ikatan yang ia telah punya sebelumnya.

Semisal saya akan ambil satu contoh. Banyak remaja di era kekinian yang tak ketinggalan untuk turut memiliki ‘pasangan’ dalam mengarungi masa remajanya ini. Akan tetapi, tak sedikit juga yang memilih untuk memiliki ‘pacar’ di fase remajanya ini namun alih-alih sebagai support system, justru malah menimbulkan hal negatif di lain sisi. Seperti waktu yang terlalu banyak terbuang hanya untuk bercumbu mesra baik secara tatap muka ataupun lewat gadget, ada juga yang karena sedang menjalin percintaan dengan lawan jenis malah lupa dengan orang tuanya sendiri, atau ada juga yang sebelumnya cukup aktif di organisasi malah kemudian cenderung tidak aktif.

Itu hanyalah satu contoh kecil saja dari seseorang yang ketika membuat pilihan kerap kali lupa akan ikatan-ikatan yang telah dibuat sebelumnya. Ikatan yang dimaksud seperti hubungan dirinya dengan keluarga, dirinya dengan agama yang dianut, dirinya dengan temannya, dirinya dengan organisasi yang diikutinya, dirinya dengan orang tertentu. Nah, seharusnya ketika hendak membuat suatu pilihan/keputusan, patutlah memperhatikan hubungan-hubungan yang telah dibuat sebelumnya. Jangan sampai pilihan yang kita buat justru memutuskan ataupun mencederai hubungan kyang telah kita buat sebelumnya.

Coba bayangkan, jika setiap manusia sadar akan hal itu. Tentunya tindakan-tindakan yang tidak bermoral, tindakan kejahatan, tindakan merusak, tidak akan terjadi jikalau manusia sadar akan hubungan-hubungan yang ia miliki.

Kemudian setelah ia sadar terlebih dahulu akan hubungan yang ia miliki lalu membuat suatu pilihan maka, kesadaran yang harus turut ia hadirkan selanjutnya ialah konsekuensi yang akan dihadapi. Coba saja lihat kenapa kasus remaja hamil di luar nikah cukup banyak terjadi?. Tentu, hal tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya sebab. Sebabnya ialah dari pergaulan bebas yang berlanjut sampai pada berhubungan badan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.

Andaikan pelaku atas kasus remaja hamil di luar nikah sadar akan hubungan yang ia miliki dengan agama dan orangtua khususnya, dan kemudian memikirkan konsekuensi apa yang harus ia tanggung setelahnya, pasti ia akan berpikir berkali-kali untuk melakukan tindakannya tersebut. Namun, yang terjadi ialah pilihan telah ia tentukan akan tetapi konsekuensinya ia abaikan. Maka, pilihan yang telah ia buat itu hanya akan jadi kesia-siaan saja dan berakhir pada sebuah penyesalan.

Lagi-lagi itu hanyalah satu studi kasus saja yang terjadi di negeri ini. Selanjutnya, yang terakhir harus manusia juga sadari dan lakukan ialah bertanggungjawab akan pilihan yang ia buat dengan menerima dan menjalani konsekuensi yang harus dihadapinya.

Bertanggungjawab bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Tak sedikit mereka yang melakukan sesuatu namun tidak bertanggungjawab akan konsekuensi yang harus dihadapinya. Para orang-orang hebat, orang-orang yang senantiasa menampilkan keceriaan di raut wajahnya, orang-orang yang tak pernah putus asa, adalah mereka yang dalam menjalani kehidupan ini senantiasa bulat dalam tekadnya, sadar akan konsekuensinya, dan bertanggungjawab akan apa yang akan terjadi kedepannya.

Menghindar dari kesalahan atau konsekuensi memang bagi beberapa orang merupakan sebuah jalan keluar. Namun, perlu diketahui bahwa hal tersebut tidaklah sama sekali menyelesaikan masalah, yang ada malah akan terus banyak hal-hal yang perlu dipertanggungjawabkan lagi. Konsekuensi akan terus menghantuinya, apa yang ia inginkan sebelumnya pun hanya akan menjadi pemuas nafsu sesaat saja jika sebuah tanggungjawab tak ia laksanakan.

Perihal tanggungjawab ini memang seharusnya sudah dilatih sedari kecil dengan mengajarkan kepada anak untuk tidak takut salah dan mengaku salah jika memang berbuat salah. Karena yang terjadi justru ketika seorang anak itu berbuat salah maka tak sedikit orang tua yang malah memarahinya atau menghukumnya. Yang mengakibatkan kebiasaan untuk menutup-nutupi sebuah masalah atau tantangan menjadi melekat hingga umur beranjak dewasa.

Itulah sedikit refleksi hidup yang agaknya perlu sama-sama ditelaah kembali. Sebuah tujuan yang ingin kita capai ataupun langkah yang kita pilih, jangan sampai luput dari konsekuensi dan tanggungjawab yang juga harus turut dijalaninya ketika memilih suatu pilihan dalam hidup.


Alfin Nur Ridwan, Sekretaris Umum PK IMM Hajjah Nuriyah Shabran 2023


Sumber: Makna Kehidupan; Refleksi dan Harapan

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Perkenalkan Dua Calon Guru Besar Baru Menjelang Prosesi Pengukuhan

    UMS Perkenalkan Dua Calon Guru Besar Baru Menjelang Prosesi Pengukuhan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar jumpa pers pengenalan calon guru besar di Dapur Solo, Rabu (18/6), sehari menjelang agenda pengukuhan resmi. Acara ini menjadi ruang bagi kedua akademisi untuk memperkenalkan diri, membagikan perjalanan keilmuannya, dan menyampaikan gagasan besar yang mereka usung dalam bidang masing-masing. Keduanya adalah Prof. Dr. Eny Purwandari, S.Psi., yang […]

  • MPKS PP Muhammadiyah Fasilitasi Bantuan Bagi Disabilitas

    MPKS PP Muhammadiyah Fasilitasi Bantuan Bagi Disabilitas

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 307
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bogor – Sebanyak 40 orang penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor mendapatkan alat bantu disabilitas berupa kursi roda, kruk, alat bantu dengar dan kaki palsu, Selasa 1/10/2024. Bantuan tersebut difasilitasi oleh MPKS PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Sentra Galih Pakuan dan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) Bantuan senilai Rp. 114.955.200, diserahkan secara simbolis oleh Bambang […]

  • Wisudawan Raih IPK 3,99, Dekan FEB UMS Beri Tawaran Beasiswa S2

    Wisudawan Raih IPK 3,99, Dekan FEB UMS Beri Tawaran Beasiswa S2

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Rizky Arief Gunawan, wisudawan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang berhasil meraih IPK nyaris sempurna, 3,99. Atas capaian tersebut, Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE., memberikan tawaran beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. “Ini sesuatu […]

  • PSM UMY Buka Ruang Aspirasi Guru Bahas Beban Kerja dan Kepala Sekolah

    PSM UMY Buka Ruang Aspirasi Guru Bahas Beban Kerja dan Kepala Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Perubahan regulasi terkait beban kerja dan penugasan kepala sekolah masih menjadi perhatian serius di kalangan guru. Menjawab hal tersebut, Pusat Studi Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PSM UMY) memfasilitasi seminar sosialisasi Peraturan Menteri terbaru yang membahas linieritas, beban kerja guru, serta mekanisme penugasan kepala sekolah. Kegiatan yang digelar di Hotel Ramada Surakarta, Rabu […]

  • PFA Jadi Bekal Penting Relawan di Tengah Situasi Krisis?

    PFA Jadi Bekal Penting Relawan di Tengah Situasi Krisis?

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MAGELANG – Setelah sesi materi umum mengenai psikologi sosial dan dinamika politik, kegiatan dilanjutkan dengan materi bertajuk “Urgensi dan Pengantar Psychological First Aid (PFA)” yang disampaikan oleh Wanodya Kusumastuti. (23/5/26) Materi ini memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya pertolongan pertama psikologis bagi penyintas bencana maupun situasi krisis. Kegiatan yang berlangsung di Magelang ini diawali dengan […]

  • Berkemajuan! Tim P2AD MARS UMS Gandeng RSU Darmayu Madiun Kelola Limbah Rumah Sakit

    Berkemajuan! Tim P2AD MARS UMS Gandeng RSU Darmayu Madiun Kelola Limbah Rumah Sakit

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 141
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Tim Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng RSU Darmayu Madiun menggelar Edukasi Pengelolaan Limbah Rumah Sakit dengan luaran SPO (Standar Prosedur Operasional). Ketua Tim Pengabdian, Dr. dr. Burhannudin Ichsan, M.Med.Ed., M.Kes., menyampaikan bahwa pada permasalahan limbah terjadi peningkatan volume limbah […]

expand_less