Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Ustaz Fathurrahman Kamal: Memaknai Islam Berkemajuan (1)

Ustaz Fathurrahman Kamal: Memaknai Islam Berkemajuan (1)

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 21 Jan 2024
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Fathurrahman Kamal

Bersama Pak Konjen RI di Jeddah, @yusron_motret (Bapak Yusron B. Ambary) kami turut menyemarakkan Musycab teman-teman PCIM Kerajaan Arab Saudi di Kota Suci Makkah, Jum’at malam, 12/1/2024.

Saya menggarisbawahi tentang visi dakwah kosmopolitan Muhammadi- yah yg tertera pada “Risalah Islam Berkemajuan”, hasil Muktamar Muhammadiyah Ke-48 di Solo.

Diksi “berkemajuan” pada Islam yg diarus-utamakan oleh Muhammadi- yah, bukanlah suatu varian baru, apalagi menyempitkan makna Islam itu sendiri. Tetapi lebih bermakna afirmatif, dan memberi aksentuasi pada langkah-langkah kongkret, serta menyatukan visi membangun masyarakat utama (al-mujtama’ al-fādlil).

Landasan teologisnya, terutama dalam “sīrah nabawiyah” sangat jelas. Realitas masyarakat yang dihadapi oleh Rasulullah ‘alaihissalam diringkas dalam satu istilah “jāhiliyah”: suatu fakta hegemonik pra-Islam yg teridentifikasi dalam dua problem utama; kejahilan tentang Tuhan (Allah), dan kehidupan yg jauh dari the way of life para Anbiyā’. Inilah batasan makna autentik dari “kebodohan” (al-jahl) atau “kemunduran” (takhalluf).

Hanya 4 kali kata jahiliyah terulang dlm Al-Qur’an: “dhannul jāhiliyah” (kejahiliyahan epistemologis/Alu Imran:154); “hukmul jāhiliyah” (sistem hukum & politik/al-Maidah:49-50); “tabarruj al-jāhiliyah” (tradisi & budaya/al-Ahzāb:33), dan “hamiiyat al-jahiliyah” (watak kesombongan- fanatik-rasialistik/al-Fath:26).

Kontra narasi dari tradisi “jāhiliyah” itu ialah ” ‘ālimiyah” (tradisi ilmiah, kemajuan yg holistik). Pandangan hidup Islam seperti ini hanyalah dapat diterima dalam suatu ekosistem kehidupan yang “ilmiah”, yang meniscayakan masyarakatnya memiliki kebudayaan dan tradisi kehidupan yg bermutu tunggi, dan bervisi kemajuan yg melampaui realitas zamannya, tidak terkekang dengan kekinian (kontemporer) semata, dan tidak pula terjebak hanya pada kedisinian (kontekstual).

Sebabnya, dari perspektif tartīb nuzűl al-wahyi, dakwah Islam diawali dengan seruan “membaca” (iqra’) untuk mewujudkan “ummah qāri’ah”; diikuti “al-Qalam” (tradisi menulis), “Al-Muzzammil” (meneguhkan spiritualitas), kemudian “Al-Muddats- tsir” (move on, hijrah, & Allah oriented).

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

    Kajian UMS Bahas Hukum Perceraian dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir menyelenggarakan Kajian Tarjih Online. Pada kesempatan ini Yayuli, S.Ag., M.Pd., hadir menjadi narasumber dengan mengangkat tema “Gugatan Cerai Istri atas Suami Tanpa Adanya Udzur Syar’i” pada Selasa, (18/11). Kajian kali ini membahas tentang fikih munakahat (fiqih nikah), terkhusus dalam pembahasan gugatan cerai/talak. Karena persoalan gugatan cerai […]

  • UMS Jadi Tuan Rumah Pameran dan Coaching Clinic Perlindungan Varietas Tanaman

    UMS Jadi Tuan Rumah Pameran dan Coaching Clinic Perlindungan Varietas Tanaman

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah kegiatan pameran dan coaching clinic perlindungan varietas tanaman yang digelar oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara Pusat PVTPP dengan 29 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Ketua […]

  • Riset Bootcamp #2: Tekankan Riset Berbasis Masalah, Metodologi, dan Kontribusi bagi Umat

    Riset Bootcamp #2: Tekankan Riset Berbasis Masalah, Metodologi, dan Kontribusi bagi Umat

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kegiatan Riset Bootcamp #2 yang merupakan rangkaian dari acara kegiatan Riset Akademi DPD IMM Jawa Tengah sukes terlaksana pada Sabtu (31/01) dengan tema “Perumusan Masalah & Kebaruan Riset”. Kegiatan ini berlokasi di Ruang Siti Badilah, Perpustakaan UMS, dengan diikuti oleh sekitar 30 peserta utusan cabang-cabang IMM se-Jawa Tengah dan menghadirkan Md. Sanower […]

  • Cahaya untuk Tempat Sunyi di Pelosok: Pemasangan Solar Panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo

    Cahaya untuk Tempat Sunyi di Pelosok: Pemasangan Solar Panel di Pondok Pesantren Madaarijul ‘Ulum Kulon Progo

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulon Progo – Di tengah kepungan hutan jati, berdiri sebuah pesantren sederhana seluas kurang lebih 5000 meter persegi. Sebagian besar luas lahan masih berwujud hutan. Hanya nampak beberapa bangunan semi permanen yang secara fungsi menyatu dengan berbagai kegiatan santri. Di bagian paling depan, bersebelahan dengan gerbang masuk pesantren, terdapat mushola, tempat pemenuhan spiritual bagi […]

  • Tere Liye: Hapus Test CPNS!

    Tere Liye: Hapus Test CPNS!

    • calendar_month Minggu, 18 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Oleh: Tere Liye, Penulis Novel ‘Teruslah Bodoh, Jangan Pintar’ Silahkan buka website Pemilu 2024 KPU. Kalian buka pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), lantas cek di provinsi kalian. Lihat nama-nama yang punya banyak pemilih. Sudah? Silahkan google nama-nama itu, maka nyaris separuh lebih adalah anaknya gubenur/bupati/walikota, istrinya para pejabat/mantan pejabat. Sisanya nama-nama artis dan pengusaha. Kemudian […]

  • Dari Pondok untuk Peradaban: Menuju Milad ke-43 Pondok Shabran UMS Satukan Alumni Lintas Generasi

    Dari Pondok untuk Peradaban: Menuju Milad ke-43 Pondok Shabran UMS Satukan Alumni Lintas Generasi

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan menyelenggarakan Temu Alumni dan Semarak Milad ke-43 pada Sabtu–Minggu, (10–11/1) mendatang. Rangkaian kegiatan ini bertempat di kompleks Pondok Shabran UMS, Kartasura, Sukoharjo. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Alumni Lintas Generasi: Upaya Memajukan Kesejahteraan Umat dan Bangsa.” Momentum milad ke-43 ini menjadi […]

expand_less