Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Jadi Pemimpin Pembela Lingkungan, Hizbul Wathan UMS adakan Clean Up di Pantai Gunung Kidul.

Jadi Pemimpin Pembela Lingkungan, Hizbul Wathan UMS adakan Clean Up di Pantai Gunung Kidul.

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024
  • visibility 262
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Gunung Kidul – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan clean up (membersihkan) pada Sabtu (27/1) di Pantai Watu Bolong, Tanjungsari, Gunung Kidul.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kilau Aurum selaku Ketua Kafilah HW UMS periode 2024 dan Haniva Amira selaku Dewan Kafilah.

Dalam sambutannya, Haniva menyampaikan bahwa pihak Hizbul Wathan sudah bekerjasama dengan masyarakat untuk mendukung kegiatan ini, dan mendapat respon yang baik karena kegiatannya bernilai positif dan bermanfaat. Selain itu Haniva juga berpesan agar Hizbul Wathan UMS terus berperan aktif dalam kegiatan konservasi.

“Melihat alam yang semakin kesini semakin rusak, sudah sewajarnya peran anak muda terhadap lingkungan patut diperhitungkan. Saat ini Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta, sebagai organisasi kepanduan di tingkat pemuda, terkhusus sebagai mahasiswa untuk menjadi pemimpin pembela lingkungan” ujar Haniva.

Sebelum clean up dimulai, disampaikan juga terkait teknis clean up oleh Ayunda Hanifah, selaku Koordinator Lapangan.

“Clean up dilakukan dengan memilah sampah menjadi beberapa jenis, diutamakan pada sampah non-organik. Karena kita mengusahakan sampah hasil clean up ini tidak seluruhnya diangkut ke TPA, sampah organik seperti kayu maupun ranting juga bisa kita manfaatkan untuk pembuatan api unggun di malam hari” kata Hanifah.

Clean up dilakukan dari pukul 15.30 sampai dengan 18.00 WIB. Dengan rincian membersihkan area bibir pantai, area tebing karang, serta area kemah wisata.

Clean up Pantai ini melibatkan 41 rakanda dan ayunda serta partisipasi dari warga sekitar Pantai Watu Bolong. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian kegiatan dalam Milad HW UMS ke-14 tahun ini.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musyran Pruwatan: Ikhtiar Penyegaran Organisasi Yang Lebih Progresif

    Musyran Pruwatan: Ikhtiar Penyegaran Organisasi Yang Lebih Progresif

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Pruwatan Cabang Bumiayu mengadakan Musyawarah Ranting (Musyran) sebagai sarana strategis untuk melakukan pergantian pimpinan di Masjid al-Furqon Dukuh Krajan, Pruwatan, Rabu (24 Robiul Akhir 1445 H/08/11/2023 M). Sebelum acara Musyawarah Ranting (Musyran) Muhammadiyah dan Aisyiyah dilaksanakan, seluruh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Pruwatan mengikuti Pengajian pra pembukaan Musyran […]

  • UAD AKAN ADAKAN SHALAT IDUL FITRI DI LAPANGAN BOLA

    UAD AKAN ADAKAN SHALAT IDUL FITRI DI LAPANGAN BOLA

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 248
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi terlewati baik kemuliaan dan keutamaannya. Hari raya ini menjadi sebuah kenikmatan bagi umat Islam yang tidak dapat diukur dengan suatu apapun. Kebahagiaan bertemu dengan Ramadhan tahun 1445 H ini termasuk nanti bertemu dengan hari raya idul fitri, dan semua itu karena kehendak Allah SWT. Hari raya […]

  • Salat Id dan Jumat di Hari yang Sama, Bolehkah Ditinggalkan? Ini Jawaban Kajian Tarjih UMS

    Salat Id dan Jumat di Hari yang Sama, Bolehkah Ditinggalkan? Ini Jawaban Kajian Tarjih UMS

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Menjelang Hari Raya Iduladha, civitas academica Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapatkan penjelasan mendalam tentang hikmah dan tata cara kurban dalam perspektif syariat Islam. Narasumber Yayuli, S.Ag., M.P.I., menegaskan bahwa baik hewan jantan maupun betina diperbolehkan untuk kurban, meskipun masyarakat lebih umum memilih yang jantan. “Tidak ada pengkhususan tertentu dalam memilih jenis kelamin […]

  • UMS Jajaki Kerja Sama Internasional dengan TU Dresden Jerman

    UMS Jajaki Kerja Sama Internasional dengan TU Dresden Jerman

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kerja sama akademik dengan Faculty of Education, Technische Universität Dresden (TU Dresden), Jerman. Kerja sama ini mencakup kolaborasi riset (joint research) dan pertukaran dosen tamu (guest lecture), yang diinisiasi oleh Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs., […]

  • Syawalan AMM Banjar, Perkuat Kebangsaan dan Memajukan Ekonomi

    Syawalan AMM Banjar, Perkuat Kebangsaan dan Memajukan Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjar –  Majelis Pendidkan Kader & Sumber daya insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjar gelar Syawalan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) pada sabtu (27/04). Kegiatan rutin tahunan yang bertempat di Aula Kecamatan Karang Intan ini dihadiri ratusan kader muhammadiyah dari berbagai organisasi otonom baik itu IMM, IPM, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Kepanduan Hizbul […]

  • SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

    SEHAT-SAKIT DALAM RUANG PENALARAN

    • calendar_month Sabtu, 17 Des 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 511
    • 0Komentar

    *Oleh : Naufal Febrian Di masa lalu, persoalan sehat-sakit acap orang pandang dalam dimensi hitam-putih. Bahwa kesehatan adalah lawan dari penyakit, atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Dan hal ini memang dapat kita terapkan secara lebih mudah. Namun, ia mengabaikan adanya rentang sehat-sakit. Secara prinsip, pembangunan kesehatan adalah satu dari sekian banyak pembangunan berskala nasional […]

expand_less