Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Apa yang Salah dari Belajar Online?

Apa yang Salah dari Belajar Online?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2020
  • visibility 963
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andi Rezti Maharani*

 

Tahun ini kelak akan dikenang sebagai tahun yang banyak memakan korban. Mulai korban dari pandemi, bencana alam, PHK, demo RUU Cipta Kerja, sekolah online dan masih banyak lagi. Tentu kita berharap agar pandemi ini segera berlalu dan semuanya dapat kembali seperti sedia kala.

Di balik kesedihan dan kesulitan selau ada kemudahan. Allah sendiri yang menjanjikannya. Ingatkah kita surah al-Insyirah ayat 5-6? “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Istimewa! Kalimat ini diulang sebanyak dua kali sebagai wujud penegasan dari Allah Ta’ala. Then, hikmah yang dapat kita ambil dari pandemi kali ini adalah adanya “The Power of Shabr”. Ketika kesabaran dan keikhlasan kita ditempa dan diuji agar menjadi insan yang lebih kuat. Harapku semoga dengan adanya pandemi ini dapat menaikkan derajat kita di hadapan Allah Tabaraka Wa Ta’ala. Aamiin Allahumma Aamiin.

Fokus ku kali ini membahas tentang belajar online. Tatap yang tak tetap dan tak tangkap, begitulah kira-kira. Dunia pendidikan ini sedang tak baik-baik saja. Semua seakan nampak salah di mata kita. Maju kena mundur pun lagi-lagi kena. Sampai-sampai dilema antar guru dan siswa. Termasuk dilema sekolah kembali dibuka. Aku pun merasa kinerjaku di rumah tak sebaik kinerja di sekolah. Banyak hal yang menimbulkan pro-kontra. Memicu perdebatan dimana-mana. Beberapa sudut pandang saling berlawanan. Tak mau kalah tapi tak ada juga yang salah. Pada akhirnya semua pihak mencoba mengalah sehingga timbul kalimat “Ya sudah”. Bukan lelah namun mencoba ikhlas dan pasrah.

Kawan, kamu tak sendirian! Aku di sini juga pernah merasa bahwa belajar online itu tak efisien. Banyak di antara teman-temanku yang merasakan pahitnya belajar online. Materi yang diberikan oleh guru tak ada satupun yang mereka pahami. Ketika pembelajaran online dimulai untuk pertama kali, memang berat rasanya. Iya kan? Mulai dari telat absen, telat bangun, telat mengerjakan tugas, sampai terlena dengan banyak hal yang tak bermanfaat. Waktu berjalan begitu cepat meninggalkan kita yang masih dalam problematika yang ada. Tak terasa pula, sekarang sudah masuk bulan ke-8 sistem ini diterapkan.

By the way, aku bersyukur karena di sekolahku sendiri menggunakan sarana aplikasi google classroom, zoom dan google meeting. Pembelajaran tetap dilakukan sama seperti pada hari sekolah. Seluruh siswa dan guru wajib mengikuti, kecuali jika ada uzur yang pasti. Pemerintah pun telah memberikan kemudahan untuk mengakses sarana-sarana tersebut dengan memberikan bantuan  berupa paket data. Tidak hanya untuk para pendidik, anak didik pun turut menerimanya. Anyway, apapun sarana yang diberikan untuk menunjang agar pembelajaran jarak jauh ini berhasil  kita patut mensyukurinya.

But when you feel,

“Kok aku gini-gini terus ya? Pelajarannya kok gak ada yang kupahami? Palajaran gak ada yang masuk di otak! Tugas sama ujian aja aku minta contekan”

Nah, ini waktunya kamu untuk berbenah diri. “Kira-kira apa ya penyebabnya? Apa ada yang salah ya dari cara belajarku?” mari tanyakan pada nuranimu! Kawanku, setelah kutelusuri penyebab dari pertanyaan-pertanyaanmu itu. Aku menangkap satu kesimpulan bahwa di samping niat yang lurus karena Allah.  Terdapat adab yang sangat diperlukan dalam menuntut ilmu. Ya, ADAB! Barangkali ketika proses transfer ilmu antara kamu dan gurumu. Kamu malah asyik makan, tidur-tiduran, main handphone, chattingan dengan teman, tak mendengarkan gurumu, dan tak menggubris perintah gurumu untuk on-cam. Sangat disayangkan, proses transfer ilmu dari gurumu ke kamu gagal hanya karena kamu yang kurang memperhatikan adabmu. For your information nih, bahwasannya ulama-ulama kita terdahulu sebelum mempelajari ilmu, mereka lebih mengutamakan untuk belajar adab. “Al-adabu fauqa al-ilmi”. Ibnul Mubarok rahimahullah -seorang ulama besar yang menghabiskan umur di medan ilmu dan medan perang- pernah mengutarakan “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

Berkaca dari ulama-ulama terdahulu tentunya sekarang kita akan merasa bahwa adab sangatlah penting. Terlebih jika ilmu yang kita dapatkan dari guru dapat kita amalkan dengan baik. Ulama 1000 guru di abad 21, yaitu Syaikh Shalih Al ‘Ushaimy juga pernah berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.” Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan memberkahi beliau.

Untuk kesekian kalinya kita tak perlu menganggap pembelajaran online ini suatu kesalahan atau kekeliruan apalagi dalam kondisi seperti ini. Tak ada yang salah dari belajar online meski sebenarnya tak ada yang menginginkannya. Allah Ta’ala bukan tanpa alasan menurunkan bencana serta wabah ini. “Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik” (al-Ma’arij ayat 5).

Tugas kita sekarang adalah bersabar dan menaati pemerintah dengan mengikuti sekolah online ini. Sembari tetap dan terus melakukan instrospeksi diri.  Lebih-lebih tatkala terdapat hambatan dalam proses belajar online ini. Tunjukkanlah adab seorang penuntut ilmu dengan cara diam ketika guru menjelaskan. Memperhatikan apa yang disampaikan mereka. Berusaha untuk memahami dan taklupa berikhtiyar untuk mengamalkannya. Kita juga harus menyalakan kamera agar guru mengetahui perkembangan pembelajaran. Jangan lupa untuk mengikat ilmu dengan tulisan. Meminta izin ketika meninggalkan ruang pembelajaran online. Selalu berbaik sangka kepada guru. Jangan malu untuk bertanya dengan memperhatikan tetap memperhatikan adab-adabnya. Eh iya, kalau masuk ruang belajar dan absen usahakan tepat waktu ya.

Kabar yang ku dengar tak lama lagi tepatnya awal tahun 2021, everything’s gonna be back to normal. Kamu pasti sudah sangat merindukan teman-temanmu, ruang kelas dan pastinya kantin. Guru-gurumu juga sudah tak sabar ingin segera bertatap muka langsung denganmu. Jaga kesehatan dan sampai ketemu di sekolah kawan! InsyaaAllah J

*Penulis merupakan santriwati dan anggota IPM pondok pesantren Al-Mujahidin Balikpapan

Editor: MA

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Dukung Bapperida Sukoharjo Luncurkan Jurnal Sukowaskita untuk Publikasi Riset Daerah

    UMS Dukung Bapperida Sukoharjo Luncurkan Jurnal Sukowaskita untuk Publikasi Riset Daerah

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jalin kolaborasi dengan Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukoharjo dalam menerbitkan Jurnal Sukowaskita: Media Informasi Penelitian dan Pengembangan. Jurnal ini disosialisasikan secara langsung oleh Bapperida Kota Sukoharjo di Hotel Brothers Solo Baru. Deputi Bidang […]

  • Pesantren MBS Bumiayu Adakan Pembinaan Tahsin al-Qur’an pada Siswa Kelas 4-6 MIM Langkap Kecamatan Bumiayu Brebes

    Pesantren MBS Bumiayu Adakan Pembinaan Tahsin al-Qur’an pada Siswa Kelas 4-6 MIM Langkap Kecamatan Bumiayu Brebes

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 201
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Dewan Asatidz Pesantren MBS Bumiayu memenuhi undangan untuk melakukan Pembinaan Tahsin al-Qur’an untuk siswa kelas 4-6 MI Muhammadiyah Langkap Kecamatan Bumiayu, Brebes, Sabtu (20 Robiul Akhir 1445 H/04/11/2023 M). Menurut Wakil Kepala SMP MBS Bumiayu, Ustadzah Yuli Mulyani, S.Pd bahwa untuk sementara baru menjajagi MOU Program Tahsin al-Qur’an dengan 4 Sekolah, yaitu […]

  • Dai Muhammadiyah Takjub Menyaksikan Keajaiban Musamus dalam Rihlah Dakwah di Merauke

    Dai Muhammadiyah Takjub Menyaksikan Keajaiban Musamus dalam Rihlah Dakwah di Merauke

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Merauke – Perjalanan rihlah dakwah Ramadan 1447 H yang dilakukan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, di Merauke menghadirkan pengalaman yang tidak biasa. Di tengah perjalanan melintasi kawasan hutan dan savana khas Papua selatan, ia menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan berupa deretan musamus—rumah rayap raksasa yang berdiri menjulang seperti menara […]

  • BIKERSMU TERUS MELAJU DARI ACEH HINGGA PAPUA, GERAKAN DAKWAH DI ATAS RODA KIAN MENGGEMA

    BIKERSMU TERUS MELAJU DARI ACEH HINGGA PAPUA, GERAKAN DAKWAH DI ATAS RODA KIAN MENGGEMA

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Deru mesin sepeda motor kini tak hanya terdengar di jalanan, tetapi juga menggema dalam dakwah dan aksi sosial. Di tangan para kader Muhammadiyah yang kreatif dan penuh semangat, roda dua menjelma menjadi sarana dakwah, silaturahmi, dan pengabdian. Mereka menamakan diri BikersMu komunitas pengendara yang membawa semangat fastabiqul khairat di setiap kilometer perjalanan. Sejak diinisiasi oleh […]

  • Pemerintah Harus Hadir untuk Sritex: Affandi Affan Soroti Pentingnya Perlindungan bagi Karyawan

    Pemerintah Harus Hadir untuk Sritex: Affandi Affan Soroti Pentingnya Perlindungan bagi Karyawan

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 136
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Affandi Affan, SH, MH, CTA, Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus advokat, menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam menyelesaikan kasus kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Menurutnya, dalam situasi ini, negara harus hadir untuk melindungi hak-hak ribuan karyawan yang terdampak dan mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan perusahaan. “Kasus kepailitan Sritex bukan […]

  • UMS Gandeng Pakar dari Australia, Kembangkan Model Pembelajaran AI dan Autentik untuk Mahasiswa EFL

    UMS Gandeng Pakar dari Australia, Kembangkan Model Pembelajaran AI dan Autentik untuk Mahasiswa EFL

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Tim Riset AI in Education menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Integrated Authentic and AI-based Learning for Writing Skills in EFL Learning Context” di Hotel Aston, Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian yang didanai oleh DPPM, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek RI), dengan tujuan […]

expand_less