Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » INILAH METODE HISAB UNTUK MENENTUKAN ARAH KIBLAT

INILAH METODE HISAB UNTUK MENENTUKAN ARAH KIBLAT

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
  • visibility 249
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Mempelajari tentang arah kiblat memang ada dua segmen yang penting dalam arah kiblat itu sendiri. Satu, mengetahui konsep arah kiblat dan perhitungannya, lalu yang kedua, pengukuran arah kiblat di lapangan, yang mana pengukuran ini perlu teori dan praktiknya. Prolog ustadz Oman Fathurrahman memulai penjelasannya terkait Arah Kiblat dan Metode Hisab Kiblat pada kajian Islamic Course di sore hari menjelang buka puasa hari Selasa (12/03).

Salah satu ayat Al-qur’an yang menjelaskan tentang arah kiblat ialah surah Al-baqarah ayat 144. Dalam ayat ini diterangkan bahwa; “Sungguh, kami sering melihat mukamu menengadah ke langit”.

Adapun yang dimaksud dengan kata “muka” adalah kepala Rasulullah SAW saat menengadah ke langit. Beliau berdoa meminta kepada Allah SWT agar kiblat dipindahkan ke Makkah atau ke Ka’bah, yang mana arah kiblat pada waktu itu masih berpusat di Masjidil Aqsha, Yerusalem, Palestina sekarang. Masjidil Haram atau Ka’bah sering disebut dengan qiblatain, masjid yang memiliki dua kiblat. Akan tetapi, makna sebenarnya disini “bukan dua kiblat” tapi karena orang-orang terdahulu melakukan shalat pertama menghadap ke utara Masjidil Aqsha lalu berbalik ke masjid selatan Ka’bah.

Hal ini menurutnya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, bahwa arah kiblat itu menghadap ke Ka’bah. Meskipun dari segi ilmu fiqih para ulama berbeda pendapat, tetapi untuk kepentingan bersama, ilmu falak lebih baik digunakan untuk menetapkan arah kiblat.

“Karena dengan menghadap Ka’bah berarti sudah menghadap Masjidil Haram. Namun jika menghadap ke Masjidil Haram belum tentu menghadap Ka’bah. Sebab Masjidil Haram itu lebih luas daripada Ka’bah, dan Ka’bah berada di dalam Masjidil Haram. Berdasarkan nas-nas Syar’i, bisa disimpulkan bahwa kiblat itu adalah Ka’bah, dan ini merupakan argumentasi yang jelas bahwa menghadap Ka’bah berarti menghadap Masjidil Haram.” Tegasnya.

Dalam konsep ilmu falak, menentukan arah kiblat adalah menentukan dua titik di permukaan bumi. Titik pertama Ka’bah, lalu titik yang kedua tempat shalat ataupun sebaliknya. Dengan perkembangan ilmu yang pesat saat ini, sudah bisa mendeteksi arah kiblat itu sendiri. Contohnya di Indonesia, shalat dengan arah kiblat ke Ka’bah cukup dengan menghadap ke barat saja.

Kemudian, Oman sampaikan ada tiga teori untuk menentukan arah kiblat. Pertama, teori geografi, yang mana sesuai dengan apa adanya bentuk bumi. Kedua, menggunakan  teori ilmu ukur bola. Jika kita mengukur arah dengan teori bola ini, maka bentuk bumi dianggap bulat sempurna.  Lalu yang ketiga, teori navigasi, teori ini biasa digunakan oleh para pelayar kapal api misalnya dari satu tempat menuju ke tempat lain. Teori navigasi ini tidak mencari arah yang terdekat, karena jika mengikuti arah terdekat, maka ia harus mengubah atau memutar setirnya setiap saat. Dari ketiga teori di atas, yang umum digunakan untuk kepentingan bersama, yakni mengukur arah kiblat, biasanya menggunakan teori bola, sehingga buminya dianggap bulat sempurna dan ini cukup akurat dengan ukuran-ukurannya.

Lalu arah kiblat berpatokan pada titik pusat, dan titik di tengah-tengah bumi yang dianggap bulat inilah yang disebut dengan titik pusat bumi. Jarak titik pusat ke semua arah di permukaan bumi adalah sama.

Konsep dalam bola ada yang dinamakan lingkaran besar ada lingkaran kecil. Arah pada permukaan bola atau bumi adalah busur lingkaran terpendek atau speris yang menghubungkan titik atau tempat-tempat di permukaan bola atau bumi.

Sebenarnya, arah yang ditunjukkan oleh lingkaran besar itu menghubungkan ka’bah dengan tempat shalat adalah yang jaraknya terpendek. Itulah yang dimaksud dengan arah kiblat. Maka, arah kiblat jika definisikan, adalah arah yang ditunjuk oleh busur lingkaran besar terpendek pada permukaan bumi yang menghubungkan letak geografis tempat shalat dengan letak geografis Ka’bah. Tuturnya.

Sebelum menutup kajian Islamic course, Dia memberikan kesimpulan singkat terkait pembahasan arah kiblat dan metode hisabnya;

“Jadi konsepnya seperti itu, sehingga nanti yang kita hitung atau yang kita cari dalam hisab arah kiblat itu adalah mencari lingkaran, mencari busur-busur yang menghubungkan tempat shalat dengan busur lingkaran besar, nah jarak yang terpendek itulah yang dicari. nanti mencarinya pakai ilmu ukur bola atau lebih khusus lagi segitiga bola, ilmu ukur segitiga bola bahasa kerennya itu spherical trigonometri,” tutupnya.

Kontributor: Siti Kamaria

Tags
  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng BRIDA, IMM Jateng Siap Lahirkan Riset Berdampak

    Gandeng BRIDA, IMM Jateng Siap Lahirkan Riset Berdampak

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 94
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (5/2). Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi strategis dalam penguatan ekosistem riset mahasiswa yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan kebijakan daerah. BRIDA merupakan perangkat daerah […]

  • UMS Borong Empat Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025

    UMS Borong Empat Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 132
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. JAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025 yang digelar di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2, Jakarta, Jumat (19/12). UMS berhasil menyabet empat penghargaan pada kategori-kategori yang dinilai strategis dalam penguatan pendidikan tinggi. Empat penghargaan yang diraih UMS, di antaranya gold winner kategori Dosen Berdampak atas nama […]

  • Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon Ponpes Asy-Syifa Menyalakan Semangat, Menyatukan Langkah

    Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon Ponpes Asy-Syifa Menyalakan Semangat, Menyatukan Langkah

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KUDUS- Selama tiga hari penuh di Bumi Perkemahan Taman Sardi, kegiatan Mukhoyamah Pandu Hizbul Wathon (HW) Qobilah Umar Hasyim Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara berlangsung dengan semangat kebersamaan dan pembinaan karakter. Mengusung tema “Anderpati Qobilah: Fastabiqul Khairat, Kreativitas, dan Solidaritas”, acara ini dimulai pada Selasa – Kamis, 30 September – 2 […]

  • Mariam Ahmad Hamza Serour Elbanna saat menerima ijazah UMS

    Kuasai Riset Perbankan Syariah, Mahasiswa UMS Asal Mesir Lulus dengan IPK Sempurna

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana haru dan bahagia menyelimuti prosesi wisuda di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Di antara ribuan lulusan, sosok Mariam Ahmad Hamza Serour Elbanna mencuri perhatian. Mahasiswi asal Mesir itu tak hanya berhasil menyelesaikan studi magisternya, tetapi juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik pada periode wisuda kali ini. Dengan senyum penuh syukur, Mariam mengungkapkan kebahagiaannya. […]

  • Tapak Suci Sangkulirang Perkuat Dakwah Muhammadiyah Lewat UKT Melati I

    Tapak Suci Sangkulirang Perkuat Dakwah Muhammadiyah Lewat UKT Melati I

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 113
    • 0Komentar

      SANGKULIRANG — Gerakan kaderisasi Muhammadiyah di Kalimantan Timur kembali menunjukkan geliat positif. Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang 04 Sangkulirang sukses menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat Melati I pada 1–2 Mei 2026 di Pondok Pesantren At Tanwir. Kegiatan ini diikuti 31 peserta dari Cabang 04 Sangkulirang dan Cabang 05 Kaubun. Ketua PCM Sangkulirang, Ustadz Hasyim Abdullah, […]

  • UM Banjarmasin Lepas 19 Mahasiswa KKN di Balangan, Fokus Perkuat BUMDes hingga Digitalisasi Desa Wisata

    UM Banjarmasin Lepas 19 Mahasiswa KKN di Balangan, Fokus Perkuat BUMDes hingga Digitalisasi Desa Wisata

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; BALANGAN – Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin secara resmi melepas 19 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 13 untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Balida, Kabupaten Balangan. Program yang didukung melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut akan berlangsung selama satu bulan. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, […]

expand_less