Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menggetarkan Jiwa! Antologi Puisi Pelukan Ramadan Hadirkan Refleksi Spiritual Mendalam

Menggetarkan Jiwa! Antologi Puisi Pelukan Ramadan Hadirkan Refleksi Spiritual Mendalam

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
  • visibility 253
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID – Dalam momen penuh kehangatan dan kekhidmatan, antologi puisi berjudul “Pelukan Ramadan” karya Fathan Faris Saputro dan Nurul Iftiasanti resmi diterbitkan oleh Penerbit Eja. Buku ini hadir sebagai karya sastra yang menggali kedalaman spiritualitas, menghadirkan refleksi mendalam tentang makna Ramadan dalam kehidupan umat Muslim.

Dengan menyajikan 99 puisi, “Pelukan Ramadan” memadukan kekayaan bahasa dengan pengalaman spiritual yang dihadapi setiap individu selama bulan suci Ramadan 1445 Hijriyah. Setiap puisi di dalamnya menggambarkan perjalanan batin dan refleksi diri yang menjadi bagian tak terpisahkan dari momentum Ramadan.

Refleksi Ramadan dalam Setiap Bait

Fathan Faris Saputro, salah satu penulis, mengungkapkan bahwa karya ini lahir dari perjalanan batinnya selama menjalani Ramadan, di mana setiap puisi yang ditulis mencerminkan suasana hati yang terbungkus oleh keheningan dan perenungan diri. Menurut Faris, Ramadan bukan hanya soal ibadah fisik, tetapi juga perenungan spiritual yang mendalam.

“Puisi-puisi ini adalah ungkapan perasaan saya terhadap Ramadan, yang bukan hanya soal ibadah fisik tetapi juga perenungan spiritual yang mendalam. Kami ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk merajut kembali hubungan dengan Sang Pencipta serta memperbaiki kualitas diri sebagai manusia,” ungkap Faris, alumni S2 UM Surabaya, pada Sabtu (7/9/2024).

Sementara itu, Nurul Iftiasanti, yang juga turut menyumbangkan puisinya dalam antologi ini, menekankan bahwa Ramadan bukan hanya sebuah ritual tahunan, melainkan juga momentum sosial yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Melalui puisinya, Nurul berusaha menggambarkan suasana berbagi dan kebersamaan yang dirasakan selama Ramadan.

“Ramadan mempertemukan kita dengan esensi kehidupan. Lewat puisi, saya mencoba menggambarkan indahnya berbagi, berbuka dengan sederhana, dan kegiatan ibadah yang memberi ketenangan batin,” ujar Nurul, Kabid IMMawati DPD IMM Kalteng periode 2024-2026, dengan penuh semangat.

Kekuatan Puisi dalam Menggambarkan Ramadan

Antologi “Pelukan Ramadan” bukan hanya sekadar kumpulan kata-kata, melainkan merupakan refleksi dari berbagai dimensi Ramadan. Faris dan Nurul mengeksplorasi tema-tema besar seperti pengampunan, ketulusan, kerendahan hati, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah menjalani ibadah selama sebulan penuh. Melalui bahasa yang indah, puisi-puisi ini mengajak pembaca untuk merenungi makna yang lebih dalam tentang Ramadan.

Dalam salah satu puisinya yang berjudul “Sahur Bersama Lauk Tahu Tempe”, Faris menggambarkan kesunyian malam yang hanya dipecahkan oleh suara adzan sahur. Sedangkan, puisi “Haru Azan Zuhur” karya Nurul mengangkat kekuatan ibadah puasa sebagai bentuk latihan kesabaran dan kepasrahan diri kepada Allah. Puisi-puisi ini menawarkan perspektif yang beragam, namun tetap terjalin dalam satu benang merah: perjalanan batin selama Ramadan.

Dengan bahasa yang puitis dan penuh makna, “Pelukan Ramadan” berhasil menangkap esensi Ramadan sebagai bulan yang penuh keajaiban dan keberkahan. Setiap bait mencerminkan suasana Ramadan, mulai dari keheningan malam yang dipenuhi doa hingga sukacita saat menyambut Idul Fitri. Faris dan Nurul membingkai Ramadan sebagai sebuah pelukan hangat yang merangkul setiap individu dalam kebersamaan, pengampunan, dan kasih sayang.

Pesan dan Harapan Lewat Antologi

Antologi “Pelukan Ramadan” diharapkan tidak hanya menjadi bacaan inspiratif, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk selalu menjaga nilai-nilai yang ditanamkan selama bulan Ramadan. Faris menekankan bahwa buku ini lahir dari hati dan diharapkan bisa menyentuh hati setiap pembacanya.

“Kami berharap buku ini bisa menjadi sahabat bagi mereka yang sedang mencari kedamaian dan petunjuk di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan,” ujar Faris.

Nurul juga menyampaikan bahwa melalui “Pelukan Ramadan”, ia ingin menginspirasi pembaca untuk memaknai setiap momen Ramadan, bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Setiap bait dalam buku ini adalah doa, harapan, dan refleksi. Semoga buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang untuk lebih memahami arti Ramadan, baik dari sisi religius maupun kemanusiaan,” tutup Nurul.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader PK IMM Buya Hamka FAI UMP Ikuti Huffaz Leadership Camp 2026, Bawa Semangat Qur’ani ke Kancah Internasional

    Kader PK IMM Buya Hamka FAI UMP Ikuti Huffaz Leadership Camp 2026, Bawa Semangat Qur’ani ke Kancah Internasional

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kader Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Buya Hamka, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Safina Yasmin El-Fausta (Kabid RPK), Salma Ramadhani (Sekbid Kaderisasi), dan Anindya Belva Umaro (Bidang Immawati), serta demisioner PK IMM Buya Hamka Haidar Abdussalam, Najwa Khilda, dan rekan Husain Ubaidillah turut ambil bagian dalam Huffaz Leadership Camp 2026 yang diselenggarakan oleh […]

  • Pendidikan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

    Pendidikan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kemiskinan menjadi permasalahan panjang yang dihadapi Indonesia. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memutuskan rantai kemiskinan dan mensejahterakan rakyatnya. Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi pun memikirkan berbagai langkah untuk dapat mengendalikan angka kelahiran dan kemiskinan. Dedi Mulyadi mengusulkan vasektomi atau keluarga berencana (KB) pria sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos) […]

  • Wakil Ketua MPKU PP Muhammadiyah Kunjungi PWM Kaltim, Tekankan Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan

    Wakil Ketua MPKU PP Muhammadiyah Kunjungi PWM Kaltim, Tekankan Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 96
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes., melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, Ahad siang (30/8).   Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan dari MPKU PP Muhammadiyah kepada Pimpinan Wilayah dalam rangka penguatan amal usaha kesehatan.   Dalam pertemuan […]

  • HES Fest Fun Run 2025, Meriahkan Milad ke-40 Prodi HES UMS

    HES Fest Fun Run 2025, Meriahkan Milad ke-40 Prodi HES UMS

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Milad ke-40 Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) disemarakkan dengan terselenggaranya HES Fest Fun Run 2025, kemeriahan ini berlangsung berlokasi di Gedung Induk Siti Walidah UMS. Semarak milad prodi ini menjadi ajang olahraga yang digandrungi dan terus menarik minat berbagai kalangan. Terbukti dari […]

  • IMM Konsolidasikan Peran Pemuda dalam Transisi Energi Nasional di Tanwir XXXIII

    IMM Konsolidasikan Peran Pemuda dalam Transisi Energi Nasional di Tanwir XXXIII

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Malang – (29/10/2025) UMM Dome berubah menjadi arena gagasan besar ketika ribuan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari seluruh penjuru negeri berkumpul dalam Tanwir XXXIII. Mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri”, forum ini menjadi titik temu antara semangat mahasiswa dan arah pembangunan nasional yang tengah memasuki era transisi energi. Acara yang dijadwalkan berlangsung hingga […]

  • Raih Omzet Puluhan Juta dari Kelomang, Mahasiswa Arsitektur UMS Ini Juga Punya Bakat Karya Seni yang Unik

    Raih Omzet Puluhan Juta dari Kelomang, Mahasiswa Arsitektur UMS Ini Juga Punya Bakat Karya Seni yang Unik

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 113
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Siapa sangka, dari kunjungan santai ke pantai di Gunungkidul, Rifan Susanto, mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), justru menemukan ide bisnis yang kini menghasilkan omzet hingga Rp 38 juta per bulan. Berawal dari keisengan membawa pulang kelomang, hewan kecil bercangkang, Rifan kini menjadi pelaku usaha yang dikenal melalui brand Kelovemang. […]

expand_less