Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menggetarkan Jiwa! Antologi Puisi Pelukan Ramadan Hadirkan Refleksi Spiritual Mendalam

Menggetarkan Jiwa! Antologi Puisi Pelukan Ramadan Hadirkan Refleksi Spiritual Mendalam

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID – Dalam momen penuh kehangatan dan kekhidmatan, antologi puisi berjudul “Pelukan Ramadan” karya Fathan Faris Saputro dan Nurul Iftiasanti resmi diterbitkan oleh Penerbit Eja. Buku ini hadir sebagai karya sastra yang menggali kedalaman spiritualitas, menghadirkan refleksi mendalam tentang makna Ramadan dalam kehidupan umat Muslim.

Dengan menyajikan 99 puisi, “Pelukan Ramadan” memadukan kekayaan bahasa dengan pengalaman spiritual yang dihadapi setiap individu selama bulan suci Ramadan 1445 Hijriyah. Setiap puisi di dalamnya menggambarkan perjalanan batin dan refleksi diri yang menjadi bagian tak terpisahkan dari momentum Ramadan.

Refleksi Ramadan dalam Setiap Bait

Fathan Faris Saputro, salah satu penulis, mengungkapkan bahwa karya ini lahir dari perjalanan batinnya selama menjalani Ramadan, di mana setiap puisi yang ditulis mencerminkan suasana hati yang terbungkus oleh keheningan dan perenungan diri. Menurut Faris, Ramadan bukan hanya soal ibadah fisik, tetapi juga perenungan spiritual yang mendalam.

“Puisi-puisi ini adalah ungkapan perasaan saya terhadap Ramadan, yang bukan hanya soal ibadah fisik tetapi juga perenungan spiritual yang mendalam. Kami ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk merajut kembali hubungan dengan Sang Pencipta serta memperbaiki kualitas diri sebagai manusia,” ungkap Faris, alumni S2 UM Surabaya, pada Sabtu (7/9/2024).

Sementara itu, Nurul Iftiasanti, yang juga turut menyumbangkan puisinya dalam antologi ini, menekankan bahwa Ramadan bukan hanya sebuah ritual tahunan, melainkan juga momentum sosial yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Melalui puisinya, Nurul berusaha menggambarkan suasana berbagi dan kebersamaan yang dirasakan selama Ramadan.

“Ramadan mempertemukan kita dengan esensi kehidupan. Lewat puisi, saya mencoba menggambarkan indahnya berbagi, berbuka dengan sederhana, dan kegiatan ibadah yang memberi ketenangan batin,” ujar Nurul, Kabid IMMawati DPD IMM Kalteng periode 2024-2026, dengan penuh semangat.

Kekuatan Puisi dalam Menggambarkan Ramadan

Antologi “Pelukan Ramadan” bukan hanya sekadar kumpulan kata-kata, melainkan merupakan refleksi dari berbagai dimensi Ramadan. Faris dan Nurul mengeksplorasi tema-tema besar seperti pengampunan, ketulusan, kerendahan hati, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah menjalani ibadah selama sebulan penuh. Melalui bahasa yang indah, puisi-puisi ini mengajak pembaca untuk merenungi makna yang lebih dalam tentang Ramadan.

Dalam salah satu puisinya yang berjudul “Sahur Bersama Lauk Tahu Tempe”, Faris menggambarkan kesunyian malam yang hanya dipecahkan oleh suara adzan sahur. Sedangkan, puisi “Haru Azan Zuhur” karya Nurul mengangkat kekuatan ibadah puasa sebagai bentuk latihan kesabaran dan kepasrahan diri kepada Allah. Puisi-puisi ini menawarkan perspektif yang beragam, namun tetap terjalin dalam satu benang merah: perjalanan batin selama Ramadan.

Dengan bahasa yang puitis dan penuh makna, “Pelukan Ramadan” berhasil menangkap esensi Ramadan sebagai bulan yang penuh keajaiban dan keberkahan. Setiap bait mencerminkan suasana Ramadan, mulai dari keheningan malam yang dipenuhi doa hingga sukacita saat menyambut Idul Fitri. Faris dan Nurul membingkai Ramadan sebagai sebuah pelukan hangat yang merangkul setiap individu dalam kebersamaan, pengampunan, dan kasih sayang.

Pesan dan Harapan Lewat Antologi

Antologi “Pelukan Ramadan” diharapkan tidak hanya menjadi bacaan inspiratif, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk selalu menjaga nilai-nilai yang ditanamkan selama bulan Ramadan. Faris menekankan bahwa buku ini lahir dari hati dan diharapkan bisa menyentuh hati setiap pembacanya.

“Kami berharap buku ini bisa menjadi sahabat bagi mereka yang sedang mencari kedamaian dan petunjuk di tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan,” ujar Faris.

Nurul juga menyampaikan bahwa melalui “Pelukan Ramadan”, ia ingin menginspirasi pembaca untuk memaknai setiap momen Ramadan, bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Setiap bait dalam buku ini adalah doa, harapan, dan refleksi. Semoga buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang untuk lebih memahami arti Ramadan, baik dari sisi religius maupun kemanusiaan,” tutup Nurul.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

  • UMS Gandeng UMPR Buka Program PJJ untuk Magister dan Doktor di Palangkaraya

    UMS Gandeng UMPR Buka Program PJJ untuk Magister dan Doktor di Palangkaraya

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palangkaraya – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menggandeng Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) dalam penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) melalui Pusat Belajar Jarak Jauh (PBJJ) di Kota Palangkaraya pada, Kamis (14/8) kemarin. Kerja sama ini mencakup pembukaan sejumlah program studi strategis tingkat Magister dan Doktor yang diharapkan mampu mempercepat pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan, […]

  • Bantu Polri Ungkap Kasus Pencurian Motor, Satpam UMS Dapat Apresiasi di HUT Satpam Jateng ke-45

    Bantu Polri Ungkap Kasus Pencurian Motor, Satpam UMS Dapat Apresiasi di HUT Satpam Jateng ke-45

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG – Sebagai mitra polri dalam tindakan keamanan preemptive dan preventif, tiga satpam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mengharumkan nama institusi dengan membantu polri dalam mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor. Pada acara Tasyakuran dalam rangka memperingati Hut ke-45 satpam Polda Jawa Tengah, Selasa (13/1) yang terlaksana di Legacy Convention Hall, Semarang. Agustin Murti Saputro, […]

  • Pj Bupati Majalengka Apresiasi Program Beasmu Muhammadiyah Untuk Kesejahteraan Petani

    Pj Bupati Majalengka Apresiasi Program Beasmu Muhammadiyah Untuk Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 114
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Majalengka – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Lazismu, meluncurkan program inovatif bertajuk ”Beasmu” di Lengkong Wetan, Sindangwangi, Majalengka, pada Minggu (22/09/2024). Program ini bertujuan untuk memberdayakan petani lokal dan meningkatkan ketahanan pangan di Jawa Barat. Acara peluncuran dikemas dalam bentuk Sarasehan Panen Raya Padi Sehat dan Peringatan […]

  • Lewat Metode Interaktif dan Kekinian, Mahasiswa UMS Tanamkan Pendidikan Karakter di SMPN 1 Surakarta

    Lewat Metode Interaktif dan Kekinian, Mahasiswa UMS Tanamkan Pendidikan Karakter di SMPN 1 Surakarta

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Mahasiswa Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) 2 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ikut berpartisipasi aktif dalam penguatan karakter pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Selama sebulan penuh, tepatnya pada 13 Juli hingga 8 Agustus 2026, mahasiswa UMS secara rutin mengampu kegiatan pelatihan karakter dua kali seminggu, yaitu setiap […]

  • PD NA Kota Tangerang Selatan Gagas Gerakan Ubah Jelantah Jadi Rupiah

    PD NA Kota Tangerang Selatan Gagas Gerakan Ubah Jelantah Jadi Rupiah

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tangerang – Dalam rangka mengurangi limbah minyak jelantah yang merusak lingkungan, Departemen Kesehatan dan Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PD NA) Kota Tangerang Selatan, berkolaborasi dengan Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Tangerang Selatan, serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Tangerang Selatan menggelar Workshop Pengolahan Minyak […]

expand_less