Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa PLP II UMS Dampingi SAPAMURID, Aplikasi Digitalisasi Administrasi Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo

Mahasiswa PLP II UMS Dampingi SAPAMURID, Aplikasi Digitalisasi Administrasi Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SUKOHARJO –  Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berkontribusi dalam mendorong digitalisasi layanan pendidikan melalui pendampingan dan pengenalan aplikasi SAPAMURID di SMK Negeri 6 Sukoharjo. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya untuk mempermudah pengelolaan administrasi siswa sekaligus menghadirkan sistem yang lebih efektif, efisien, dan terdokumentasi.

Pengembangan SAPAMURID tidak terlepas dari upaya SMK Negeri 6 Sukoharjo dalam memperkuat penerapan teknologi di lingkungan sekolah. Kepala SMK Negeri 6 Sukoharjo, Sugiyarso, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu kerangka dalam penerapan pendekatan pembelajaran mendalam yang mulai diperkuat di sekolah.

Menurut Sugiyarso, digitalisasi menjadi salah satu kerangka dalam penerapan pendekatan pembelajaran mendalam yang mulai diperkuat di sekolah.

“Ketika saya masuk di sini pada November 2025, kami baru selesai mendapatkan pemahaman yang berkaitan dengan kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Salah satu kerangkanya adalah digitalisasi di sekolah. Artinya, pemberdayaan dengan digitalisasi mau tidak mau harus kita wujudkan dan kita laksanakan di sekolah,” jelas Sugiyarso, Kamis, (6/8/20260).

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan guru, tetapi juga memberikan manfaat bagi siswa. Perkembangan teknologi menuntut warga sekolah untuk semakin terbiasa menggunakan sistem digital dalam berbagai aktivitas.

“Sekarang memang eranya harus terbiasa dan familiar dengan digitalisasi. Kemudian, ketika semua kegiatan kita digitalisasikan, semuanya akan lebih bisa dipertanggungjawabkan dan akuntabel karena segala sesuatunya akan terekam dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, tentu akan lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di sekolah,” lanjutnya.

Untuk mendukung proses tersebut, pihak sekolah membentuk tim IT internal yang bertugas mengembangkan berbagai aplikasi sesuai kebutuhan sekolah. Pengembangan dilakukan secara bertahap agar penerapan digitalisasi dapat diterima oleh warga sekolah tanpa memberikan beban perubahan yang terlalu besar.

“Kami membentuk tim IT di sekolah dan kami tugaskan untuk mengembangkan sebuah aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Jadi, aplikasi-aplikasi tersebut kami bangun secara perlahan-lahan. Apa yang diwujudkan terlebih dahulu kami sosialisasikan dan kami terapkan agar perubahannya tidak terlalu frontal,” ungkap Sugiyarso.

Strategi tersebut dilakukan karena sekolah ingin memastikan bahwa setiap sistem yang diperkenalkan dapat dipahami dan digunakan dengan baik oleh siswa maupun guru. Menurut Sugiyarso, penerapan banyak aplikasi sekaligus justru dapat membuat siswa merasa terbebani.

“Kalau perubahan dilakukan secara frontal, dikhawatirkan siswa merasa berat dan terbebani karena tiba-tiba harus menggunakan banyak aplikasi dan semuanya harus dilaksanakan. Karena itu, strategi kami adalah mengenalkan dan menerapkan satu per satu,” jelasnya.

Berawal dari Sistem Presensi Siswa

SAPAMURID merupakan akronim dari Sistem Aplikasi Pengelolaan Administrasi Murid. Nama tersebut dipilih karena mudah diingat sekaligus memiliki kesan yang dekat dengan warga sekolah. Kata “sapa” juga dianggap memiliki makna yang hangat karena berkaitan dengan kebiasaan menyapa ketika bertemu dengan orang lain.

“Kenapa kami mengambil nama Sapa? Jadi, Sapa Murid dan juga Sapa Guru. Sapa tersebut sebenarnya merupakan akronim, yaitu Sistem Aplikasi Pengelolaan Administrasi Murid dan Sistem Aplikasi Pengelolaan Administrasi Guru. Selain merupakan akronim yang mudah diingat, kata ‘sapa’ sendiri terdengar hangat. Ketika kita bertemu seseorang, kita menyapa. Jadi, kesannya dekat dengan teman-teman dan keluarga,” tutur Sugiyarso.

Dalam pengembangannya, SAPAMURID tidak langsung memiliki banyak fitur. Sekolah memilih untuk mengembangkan aplikasi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Salah satu fitur awal yang dikembangkan adalah presensi siswa menggunakan telepon genggam masing-masing.

Sebelumnya, sekolah sempat mendapatkan tawaran penggunaan aplikasi dari pihak eksternal. Namun, pihak sekolah mempertimbangkan keberlanjutan sistem apabila pengembangan dan pengelolaannya sepenuhnya bergantung pada pihak luar.

“Kalau kita menggunakan rekanan, ketika aplikasi sudah dibuat, nanti siapa yang menjalankan dan siapa yang merawat akan menjadi pekerjaan rumah. Tetapi ketika kita kembangkan sendiri melalui tim internal, tentu akan lebih mudah untuk dirawat dan dijalankan,” jelasnya.

Pertimbangan lainnya adalah efisiensi penggunaan sarana. Sistem presensi sebelumnya sempat ditawarkan menggunakan kartu, yang dinilai dapat menambah kebutuhan biaya dan perangkat pendukung. Sekolah kemudian memilih memanfaatkan telepon genggam yang sudah dimiliki oleh sebagian besar siswa.

“Kalau menggunakan kartu, berarti ada biaya tambahan untuk kartu. Kemudian kalau menggunakan sistem tersebut, kita juga harus menyediakan beberapa monitor. Karena sekarang hampir setiap siswa memiliki HP, kami berpikir bagaimana kalau kita manfaatkan HP yang sudah mereka miliki,” ungkap Sugiyarso.

Melalui sistem presensi digital tersebut, kehadiran siswa dapat tercatat secara otomatis. Sekolah dapat mengetahui siswa yang sudah melakukan presensi, belum melakukan presensi, maupun siswa yang datang terlambat. Data yang terekam dalam sistem juga dapat membantu sekolah dalam melakukan pemantauan secara lebih mudah.

Tidak hanya sekolah, sistem tersebut juga memberikan akses kepada orang tua untuk memantau kehadiran anak. Orang tua dapat membuka tautan yang dibagikan oleh sekolah untuk mengetahui apakah anak telah tiba di sekolah dan melakukan presensi.

“Dengan munculnya sistem ini, kehadiran siswa akan terekam semuanya. Siapa yang sudah presensi, siapa yang belum, dan siapa yang terlambat akan mudah dideteksi melalui aplikasi. Orang tua juga bisa memantau dengan membuka link yang kami bagikan, sehingga dapat mengetahui bahwa anaknya sudah sampai di sekolah dan sudah melakukan presensi,” jelas Sugiyarso.

Kontribusi Mahasiswa PLP 2 UMS

Pengembangan dan peluncuran SAPAMURID menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PLP 2 UMS selama melaksanakan kegiatan di SMK Negeri 6 Sukoharjo. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan praktik pembelajaran, tetapi juga terlibat dalam upaya pemecahan masalah dan pengembangan inovasi di lingkungan sekolah.

Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, mahasiswa PLP 2 UMS memperoleh pengalaman dalam memahami kebutuhan pengguna, mengembangkan solusi berbasis teknologi, serta mengenalkan pemanfaatan sistem digital dalam mendukung administrasi pendidikan.

Kehadiran SAPAMURID diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun sistem administrasi sekolah yang lebih terintegrasi. Pengembangan aplikasi yang dilakukan secara bertahap juga membuka peluang bagi penambahan fitur sesuai dengan kebutuhan sekolah dan siswa di masa mendatang.

Inovasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan PLP 2 dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada sekolah. Melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak sekolah, pengalaman akademik dapat diwujudkan dalam bentuk inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi warga sekolah. (Zilmi/PLP-UMS)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Media untuk Dunia! PCNA Grogol Cetak Penulis Muda Lewat Pelatihan Menulis Berita

    Dari Media untuk Dunia! PCNA Grogol Cetak Penulis Muda Lewat Pelatihan Menulis Berita

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Dengan semangat mencetak generasi penulis yang cakap dan beradab, Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Grogol menggelar pelatihan jurnalistik bertema “Dari Media untuk Dunia” pada Ahad (20/4), bertempat di Gedung Kantor PCM Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Pelatihan ini menghadirkan Najihus Salam, Pimpinan Redaksi kabarmuh.id, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Najihus Salam membekali peserta dengan […]

  • WOMEN’S DAY: Kehidupan di Bawah Bayangan Konflik dan Penindasan

    WOMEN’S DAY: Kehidupan di Bawah Bayangan Konflik dan Penindasan

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Oleh: Hanif Syairafi Wiratama Kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Pada setiap tanggal 8 Maret, dunia merayakan Hari Perempuan Internasional, sebuah momen untuk menghargai prestasi perempuan dalam berbagai bidang dan untuk memperjuangkan kesetaraan gender. Namun, di tengah perayaan ini, penting untuk mengingat bahwa banyak perempuan di seluruh dunia masih berjuang untuk hak-hak dasar mereka, […]

  • MPI PP Muhammadiyah Diskusi Buku ‘Jalan Baru Moderasi Beragama 66 Tahun Mensyukuri Haedar Nashir’

    MPI PP Muhammadiyah Diskusi Buku ‘Jalan Baru Moderasi Beragama 66 Tahun Mensyukuri Haedar Nashir’

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Banjarnegara turut andil menjadi peserta dalam acara Diskusi Buku dan Workshop Literasi Digital Moderasi Beragama dengan tema “Memperkuat Islam Wasathiyah di Ruang Digital” pada 22-23 Maret 2024. Acara yang digelar di Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut diikuti oleh delegasi  dari berbagai UPP […]

  • UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Intercultural Sharing Session, yang menghadirkan mahasiswa internasional dari Uzbekistan, serta mahasiswa UMS dari berbagai program studi. Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi wadah pertukaran pengalaman akademik dan budaya antar mahasiswa lintas negara. UMS mengadakan Program Inbound Mobility […]

  • Gransino Casino – Quick‑Hit Slots & Live Action for the Fast‑Paced Player

    Gransino Casino – Quick‑Hit Slots & Live Action for the Fast‑Paced Player

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Dla graczy, którzy pragną natychmiastowych emocji i błyskawicznych wypłat, Gransino prezentuje bufet wysokiej energii slotów i stołów na żywo, które podtrzymują adrenalinę od momentu zalogowania się. Niezależnie od tego, czy ścigasz się o szybkie wygrane na Gates of Olympus, czy testujesz odważny zakład w Lightning Roulette, platforma została stworzona dla tych krótkich, intensywnych sesji, które […]

  • MPM PWM Lampung Bentuk Kader Penggerak Melalui SEKAM

    MPM PWM Lampung Bentuk Kader Penggerak Melalui SEKAM

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menyelenggarakan Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) wilayah Lampung Angkatan Pertama dengan tema Membentuk Kader Penggerak Untuk Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Yang Berkemajuan pada tanggal 6 – 8 Desemeber 2024, di Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Kegiatan dihadiri MPM Pimpinan Pusat (PP), PWM Lampung, Pimpinan […]

expand_less