Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa PLP II UMS Dampingi SAPAMURID, Aplikasi Digitalisasi Administrasi Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo

Mahasiswa PLP II UMS Dampingi SAPAMURID, Aplikasi Digitalisasi Administrasi Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • visibility 113
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Sukoharjo — Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berkontribusi dalam mendorong digitalisasi layanan pendidikan melalui pendampingan dan pengenalan aplikasi SAPAMURID di SMK Negeri 6 Sukoharjo. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya untuk mempermudah pengelolaan administrasi siswa sekaligus menghadirkan sistem yang lebih efektif, efisien, dan terdokumentasi.

Pengembangan SAPAMURID tidak terlepas dari upaya SMK Negeri 6 Sukoharjo dalam memperkuat penerapan teknologi di lingkungan sekolah. Kepala SMK Negeri 6 Sukoharjo, Sugiyarso, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi salah satu kerangka dalam penerapan pendekatan pembelajaran mendalam yang mulai diperkuat di sekolah.

Menurut Sugiyarso, digitalisasi menjadi salah satu kerangka dalam penerapan pendekatan pembelajaran mendalam yang mulai diperkuat di sekolah.

“Ketika saya masuk di sini pada November 2025, kami baru selesai mendapatkan pemahaman yang berkaitan dengan kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Salah satu kerangkanya adalah digitalisasi di sekolah. Artinya, pemberdayaan dengan digitalisasi mau tidak mau harus kita wujudkan dan kita laksanakan di sekolah,” jelas Sugiyarso, Kamis, (6/8/20260).

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan guru, tetapi juga memberikan manfaat bagi siswa. Perkembangan teknologi menuntut warga sekolah untuk semakin terbiasa menggunakan sistem digital dalam berbagai aktivitas.

“Sekarang memang eranya harus terbiasa dan familiar dengan digitalisasi. Kemudian, ketika semua kegiatan kita digitalisasikan, semuanya akan lebih bisa dipertanggungjawabkan dan akuntabel karena segala sesuatunya akan terekam dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, tentu akan lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di sekolah,” lanjutnya.

Untuk mendukung proses tersebut, pihak sekolah membentuk tim IT internal yang bertugas mengembangkan berbagai aplikasi sesuai kebutuhan sekolah. Pengembangan dilakukan secara bertahap agar penerapan digitalisasi dapat diterima oleh warga sekolah tanpa memberikan beban perubahan yang terlalu besar.

“Kami membentuk tim IT di sekolah dan kami tugaskan untuk mengembangkan sebuah aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Jadi, aplikasi-aplikasi tersebut kami bangun secara perlahan-lahan. Apa yang diwujudkan terlebih dahulu kami sosialisasikan dan kami terapkan agar perubahannya tidak terlalu frontal,” ungkap Sugiyarso.

Strategi tersebut dilakukan karena sekolah ingin memastikan bahwa setiap sistem yang diperkenalkan dapat dipahami dan digunakan dengan baik oleh siswa maupun guru. Menurut Sugiyarso, penerapan banyak aplikasi sekaligus justru dapat membuat siswa merasa terbebani.

“Kalau perubahan dilakukan secara frontal, dikhawatirkan siswa merasa berat dan terbebani karena tiba-tiba harus menggunakan banyak aplikasi dan semuanya harus dilaksanakan. Karena itu, strategi kami adalah mengenalkan dan menerapkan satu per satu,” jelasnya.

Berawal dari Sistem Presensi Siswa

SAPAMURID merupakan akronim dari Sistem Aplikasi Pengelolaan Administrasi Murid. Nama tersebut dipilih karena mudah diingat sekaligus memiliki kesan yang dekat dengan warga sekolah. Kata “sapa” juga dianggap memiliki makna yang hangat karena berkaitan dengan kebiasaan menyapa ketika bertemu dengan orang lain.

“Kenapa kami mengambil nama Sapa? Jadi, Sapa Murid dan juga Sapa Guru. Sapa tersebut sebenarnya merupakan akronim, yaitu Sistem Aplikasi Pengelolaan Administrasi Murid dan Sistem Aplikasi Pengelolaan Administrasi Guru. Selain merupakan akronim yang mudah diingat, kata ‘sapa’ sendiri terdengar hangat. Ketika kita bertemu seseorang, kita menyapa. Jadi, kesannya dekat dengan teman-teman dan keluarga,” tutur Sugiyarso.

Dalam pengembangannya, SAPAMURID tidak langsung memiliki banyak fitur. Sekolah memilih untuk mengembangkan aplikasi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Salah satu fitur awal yang dikembangkan adalah presensi siswa menggunakan telepon genggam masing-masing.

Sebelumnya, sekolah sempat mendapatkan tawaran penggunaan aplikasi dari pihak eksternal. Namun, pihak sekolah mempertimbangkan keberlanjutan sistem apabila pengembangan dan pengelolaannya sepenuhnya bergantung pada pihak luar.

“Kalau kita menggunakan rekanan, ketika aplikasi sudah dibuat, nanti siapa yang menjalankan dan siapa yang merawat akan menjadi pekerjaan rumah. Tetapi ketika kita kembangkan sendiri melalui tim internal, tentu akan lebih mudah untuk dirawat dan dijalankan,” jelasnya.

Pertimbangan lainnya adalah efisiensi penggunaan sarana. Sistem presensi sebelumnya sempat ditawarkan menggunakan kartu, yang dinilai dapat menambah kebutuhan biaya dan perangkat pendukung. Sekolah kemudian memilih memanfaatkan telepon genggam yang sudah dimiliki oleh sebagian besar siswa.

“Kalau menggunakan kartu, berarti ada biaya tambahan untuk kartu. Kemudian kalau menggunakan sistem tersebut, kita juga harus menyediakan beberapa monitor. Karena sekarang hampir setiap siswa memiliki HP, kami berpikir bagaimana kalau kita manfaatkan HP yang sudah mereka miliki,” ungkap Sugiyarso.

Melalui sistem presensi digital tersebut, kehadiran siswa dapat tercatat secara otomatis. Sekolah dapat mengetahui siswa yang sudah melakukan presensi, belum melakukan presensi, maupun siswa yang datang terlambat. Data yang terekam dalam sistem juga dapat membantu sekolah dalam melakukan pemantauan secara lebih mudah.

Tidak hanya sekolah, sistem tersebut juga memberikan akses kepada orang tua untuk memantau kehadiran anak. Orang tua dapat membuka tautan yang dibagikan oleh sekolah untuk mengetahui apakah anak telah tiba di sekolah dan melakukan presensi.

“Dengan munculnya sistem ini, kehadiran siswa akan terekam semuanya. Siapa yang sudah presensi, siapa yang belum, dan siapa yang terlambat akan mudah dideteksi melalui aplikasi. Orang tua juga bisa memantau dengan membuka link yang kami bagikan, sehingga dapat mengetahui bahwa anaknya sudah sampai di sekolah dan sudah melakukan presensi,” jelas Sugiyarso.

Kontribusi Mahasiswa PLP 2 UMS

Pengembangan dan peluncuran SAPAMURID menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PLP 2 UMS selama melaksanakan kegiatan di SMK Negeri 6 Sukoharjo. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan praktik pembelajaran, tetapi juga terlibat dalam upaya pemecahan masalah dan pengembangan inovasi di lingkungan sekolah.

Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, mahasiswa PLP 2 UMS memperoleh pengalaman dalam memahami kebutuhan pengguna, mengembangkan solusi berbasis teknologi, serta mengenalkan pemanfaatan sistem digital dalam mendukung administrasi pendidikan.

Kehadiran SAPAMURID diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun sistem administrasi sekolah yang lebih terintegrasi. Pengembangan aplikasi yang dilakukan secara bertahap juga membuka peluang bagi penambahan fitur sesuai dengan kebutuhan sekolah dan siswa di masa mendatang.

Inovasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan PLP 2 dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada sekolah. Melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi antara mahasiswa dengan pihak sekolah, pengalaman akademik dapat diwujudkan dalam bentuk inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi warga sekolah.

 

 

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

  • bd35bd

    Been on the hunt for a trustworthy spot for a while and finally landed here. The whole journey from sign up to playing feels completely seamless and human. You can tell the team actually listens and adapts to what players need without any fuss. bd35bd

    14 October 2026 2:02 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun Mindset Wirausaha, KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025

    Bangun Mindset Wirausaha, KOPMA UMS Gelar Seminar Nasional 2025

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Dalam rangka membangun mindset entrepreneur di kalangan mahasiswa, Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adakan Seminar Nasional dengan tajuk “Membangun Mindset Entrepreneur di Era Disrupsi Strategi Inovasi, Pengambilan Risiko, dan Pendekatan Solutif untuk Mewujudkan Ekonomi Islam Berkelanjutan.” “Tema ini dimaksudkan untuk menanamkan mindset entrepreneur yang inovatif dan dinamis serta sesuai dengan […]

  • Eco Bhinneka Muhammadiyah Hadir di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah, Bagikan Praktik Baik Perempuan Muda untuk Keberlanjutan

    Eco Bhinneka Muhammadiyah Hadir di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah, Bagikan Praktik Baik Perempuan Muda untuk Keberlanjutan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA — Eco Bhinneka Muhammadiyah turut hadir dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 di Hotel Dwangsa Lorin, Surakarta, Jawa Tengah. Mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, Eco Bhinneka Muhammadiyah menghadirkan booth dan rangkaian talkshow sebagai ruang berbagi praktik baik mengenai aksi lingkungan, pemberdayaan […]

  • Tim Pengabdian KESMAS UMS Gandeng Puskesmas Gilingan Cegah Anemia Ibu Hamil Lewat ANECMA

    Tim Pengabdian KESMAS UMS Gandeng Puskesmas Gilingan Cegah Anemia Ibu Hamil Lewat ANECMA

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (KESMAS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kolaborasi dengan Puskesmas Gilingan dalam upaya memperkuat pencegahan anemia pada ibu hamil. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan aplikasi kesehatan digital ANECMA sebagai media edukasi dan pemantauan kesehatan ibu hamil. Melalui program pengabdian masyarakat yang dipimpin oleh Izzatul Arifah, S.KM., M.P.H., dosen […]

  • Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka, Cetak Kader Muda Lintas Iman Penjaga Bumi dan Kebhinnekaan

    Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka, Cetak Kader Muda Lintas Iman Penjaga Bumi dan Kebhinnekaan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 106
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta, 1 Mei 2026 — Eco Bhinneka Muhammadiyah resmi membuka Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai ruang pembelajaran kolaboratif bagi kader muda lintas iman untuk memperkuat peran mereka dalam merespons krisis lingkungan sekaligus merawat kerukunan di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Aula Asrama Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas […]

  • Ranting Pertama di Dunia, PRIM & PRIA Klang Lama Resmi Dilantik Langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

    Ranting Pertama di Dunia, PRIM & PRIA Klang Lama Resmi Dilantik Langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KUALA LUMPUR – Sejarah baru tercipta di kancah persyarikatan Muhammadiyah di luar negeri. Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIA) Klang Lama, Kuala Lumpur, resmi dilantik langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ini menjadi ranting pertama di dunia yang dilantik langsung dari pusat. Pelantikan yang berlangsung pada 20 September 2026 di […]

  • UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

    UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Permasalahan stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total UMKM dinilai menunjukkan rendahnya mobilitas vertikal pelaku usaha, sehingga berdampak pada produktivitas, daya saing, hingga kontribusi ekspor nasional yang masih terbatas. Fenomena ini menjadi perhatian serius Prof. Kussudyarsana, Ph.D., […]

expand_less