Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UNILA Libatkan MDMC Wilayah Lampung dalam Mitigasi Pasca-Bencana di Desa Kunjir

UNILA Libatkan MDMC Wilayah Lampung dalam Mitigasi Pasca-Bencana di Desa Kunjir

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Lampung Selatan – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung atau dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung terlibat pada keegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Institusi Universitas Lampung. Pada Sabtu, 19 Oktober 2024 di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (UNILA) sebagai upaya peningkatan kapasitas pembangunan Desa berbasis Mitigasi Pasca-Bencana Masyarakat Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan dalam mendukung pencapaian SDGs Desa.

Pengabdian tersebut dilakukan oleh Dosen FISIP UNILA Dedy Hermawan, Moh. Nizar dan Astiwi Inayah. Dan dalam kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Irfan Lazuardi dari ISKINDO (Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia) dan Tri Priyo Saputro MDMC Wilayah Lampung.

Dalam kegiatan ini peserta  terdiri dari kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalianda, Pemuda Desa Kunjir, dan Warga Desa.

Sebagai info, Desa Kunjir, pada tahun 2018 merupakan salah satu desa yang terdampak tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Menurut Moh. Nizar, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga luar yang dipandang lebih expert baik secara pemahaman dan praktik di lapangan terkait mitigasi bencana. Dengan begitu, peserta akan memiliki pemahaman yang luas tentang kegiatan mitigasi bencana. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan, dan juga terdapat gunung-gunung yang aktif  maka pengetahuan tentang kebencanaan tidak dapat diabaikan.

Irfan Lazuardi menyampaikan beberapa hal penting terkait mitigasi benca, seperti manajemen bencana, penanggulangan bencana, kesiapsiagaan dan mitigasi. “Yang paling penting adalah pendidikan kebencanaan, seperti halnya di Jepang itu rata-rata dilakukan di sekolah, dan di Indonesia pendidikan mengenai bencana harusnya masuk kurikulum, karena ini hubungannya dengan nyawa,” ujarnya.

Untuk daerah yang pernah terdampak bencana harus memiliki peta bencana selain hazard, jalur evakuasi, titik kumpul, dan break water. “Terlihat di desa kunjir ini belum tersedia hazard, atau malah sudah tersedia hazard tetapi warga tidak tahu. Dan jika belum tersedia hazard, masing-masing rumah dapat membuat kentongan untuk tanda bilamana nanti terjadi bencana, atau bisa juga digunakan masyarakat sebagai simulasi bencana,” tambah Irfan.

Tri Priyo Saputro dalam paparannya juga menjelaskan mengenai pentingnya kesiapsiagaan, terutama dalam mengkontrol kepanikan dengan edukasi dan simulasi bencana. “Panik saat bencana itu dapat mengakibatkan hal baik dan buruk, seperti saat panik yang tadinya kita tidak bisa melompati pagar yang tingginya 3 meter menjadi bisa, dan panik saat bencana dapat membuat kita yang tadinya tahu cara membuka pintu saat di dalam rumah menjadi tidak bisa membuka pintu sehingga saat bencana terkurung dalam rumah,” jelasnya.

Simulasi sangat dibutuhkan masyarakat dan baik dilakukan rutin satu atau tiga bulan sekali, agar saat bencana tidak menimulkan dampak yang lebih besar dan meminimalisir adanya korban. “Sebelum mengadakannya simulasi bencana, terlebih dahulu desa memanfaatkan karang taruna atau pemuda desa untuk menjadi relawan kebancaan. Anak Muda akan lebih mudah dan dekat pada pemahaman kebencanaan dan mampu memanfaatkan teknologi baik yang tradisional ataupun modern, seperti halnya yang tradisional itu kentongan, dan yang modern media sosial whatsapp dan dapat memahami aplikasi BMKG,” tambah Priyo.

Selain paparan materi, Tri Priyo Saputro memberikan simulasi saat terjadi bencana gempa, seperti berlindung dibawah meja, jangan berlindung di dalam lemari, memanfaatkan barang sebagai alat perlindungan diri dari runtuhan yang dapat melindungi kepala dan leher. Ia juga menyampaikan terkait pintu rumah warga yang masih belum sesuai, yang seharusnya membuka pintu itu mengarah keluar, tapi pintu rumah warga membukanya masih mengarah kedalam.

Edukasi kebencanaan tidak dapat dilakukan hanya satu kali dalam setahun, namun harus rutin dengan pola dan fokus pada bidang materi secara berjenjang, kemudian tindak lanjutnya adalah pengaplikasian dengan simulasi bencana. Edukasi Pengurangan Risiko Bencana merupakan salah satu upaya untuk memitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat memantik peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang di dapat kepada masyarakat secara luas khususnya di Desa Kunjir.

Kontributor : Tri Priyo Saputro, MDMC Wilayah Lampung

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Dorong Gerakan Literasi Sekolah di Pedesaan Boyolali

    UMS Dorong Gerakan Literasi Sekolah di Pedesaan Boyolali

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “BacaKuy Kendel: Membangun Budaya Literasi melalui Taman Baca dan Perpustakaan Keliling.” Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 1 Kendel, Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, pada […]

  • Aksi Peduli LAZISMU Muara Aman! Takjil Gratis untuk yang Membutuhkan

    Aksi Peduli LAZISMU Muara Aman! Takjil Gratis untuk yang Membutuhkan

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Muara Aman, Kabupaten Lebong, kembali menggelar kegiatan berbagi takjil pada Jumat (21/3). Berbeda dengan pembagian takjil pada umumnya yang dilakukan di pinggir jalan, kegiatan ini menargetkan keluarga yang benar-benar membutuhkan dengan membagikan takjil langsung dari rumah ke […]

  • Mahasiswa UMS Hadirkan Program Ruang Difabelku, Dongkrak Kemandirian Anak Difabel

    Mahasiswa UMS Hadirkan Program Ruang Difabelku, Dongkrak Kemandirian Anak Difabel

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Anak difabel di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surakarta mendapatkan manfaat nyata dari program pelatihan motorik yang digagas Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Latihan ini terbukti meningkatkan fleksibilitas, koordinasi gerak, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak. Pelatihan yang dirancang meliputi penguatan otot menggunakan dumbel ringan, koordinasi gerak […]

  • Tim UMS Raih Juara 2 Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025

    Tim UMS Raih Juara 2 Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam kancah nasional. Tim debat UMS yang terdiri dari Afrah Khoeronnisa (Prodi Bisnis Digital) dan Sintia Nafisa Munawaroh (Prodi Ilmu Komunikasi kelas internasional), dengan dosen pendamping lomba Qanita Masykuroh, S.S., M.Hum., berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Debat Mahasiswa Nasional Tahun 2025 yang […]

  • Belajar TOGA secara Langsung, Siswa MIM Tawangsari Antusias Praktek Membuat Minuman Bunga Telang

    Belajar TOGA secara Langsung, Siswa MIM Tawangsari Antusias Praktek Membuat Minuman Bunga Telang

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Mengenalkan manfaat tanaman obat keluarga (TOGA) kepada anak usia sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran yang menyenangkan dan praktik secara langsung. Pendekatan tersebut diterapkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Tawangsari, Teras, Boyolali, yang melibatkan siswa kelas VI. Kegiatan yang dipimpin oleh Ir. Dinda Safitri, S.T., M.Eng., Asisten […]

  • Rektor UMS Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Mahasiswa Kedokteran ISMKI Wilayah III

    Rektor UMS Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Mahasiswa Kedokteran ISMKI Wilayah III

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan kedokteran di tingkat nasional. Hal ini ditegaskan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah Tiga (Rakorwilga) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah III, Selasa (30/7) kemarin, di Gedung Pascasarjana, Kampus 2 UMS. Kegiatan tersebut diikuti oleh […]

expand_less