Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » Pesan Menyentuh Dari Kyai Hasan Asy’ari Ulama’i

Pesan Menyentuh Dari Kyai Hasan Asy’ari Ulama’i

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
  • visibility 180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pesan Menyentuh Dari Kyai Hasan Asy’ari Ulama’i

Bulan Syawal menjadi  momentum bagi umat Islam khususnya persyarikatan Muhammadiyah dengan tradisinya, mengadakan tradisi Halal Bihalal, tidak lain bertujuan saling menyambung sillaturrohim dan memperkokoh ukhuwah islamiyah antar sesama muslim dan umat beragama. Istilah Halal Bihalal ada yang memperkenalkan  pada tahun 1942, tepatnya Majalah Suara Muhammadiyah (SM) edisi no.5 dengan tulisan “Alal Bahalal”, dan Chalal Bi Chalal”. Tradisi yang selalu melekat dan sudah merebak kemana-kemana, tentu menjadi energi positif bagi umat muslim untuk mensyiarkan pesan-pesan risalah Islam dalam konteks KeIndonesian, sebagai bangsa yang penuh kemajemukan ditandai dengan keanekaragaman suku dan kebudayaan.

Ada pesan  yang begitu menyentuh sanubari kita, apa yang disampaikan oleh Kyai Hasan Asy’ari Ulama’i (Wakil Ketua PWM Jateng) dalam acara halal Bihalal yang diselenggarakan oleh keluarga besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah  (PDM ) Kabupaten Sukoharjo  yang baru dilaksanakan pada Sabtu (4/5). Bulan Syawal menjadi bulan untuk kembali meningkatkan amaliyah dan memperbanyak amal sholeh sebagaimana apa yang dilakukan dibulan ramadhan, bukan justru menurunkan semangat Ibadah apalagi bulan syawal  hanya naik berat badan saja. Ulama Ibnu Rajab  Al-Hanbali dalam kitab Al-Marifah mengatakan,” Laisa al-‘id liman labisa al-jadid, wa lakinna al-‘idu liman taqwa hu ya yazid,” ( hari raya idul fitri bukan bagi orang yang memakai baju baru,sejatinya hari raya idul fitri itu bagi orang yang semakin bertambah ketaatannya). Beliau mengatakan amal-amalan bulan syawal yang ada dalam tuntunannya; 1 Syawal melaksanakan sholat Ied dan melaksanakan puasa syawal.

Diantara banyak orang muslim yang percaya diri masuk atau berburu surga hanya dengan menjalankan sholat tanpa peduli dengan tetangga atau sosialnya, yang penting bagi golongan orang-orang model ini adalah fokus sholat, ada juga orang yang berburu surga bukan dengan Ibadah tapi dengan sosialnya saja dan tidak ada kesombongan tanpa melaksanakan ibadah yang lain, dan terakhir ada yang berburu surga yang penting aqidahnya benar dengan bisa melafadzkan  laillahillah  bisa masuk surga. Melihat berbagai keyakinan kelompok umat muslim yang mempercayai masuk surga hanya dengan satu demensi diatas tanpa berpandangan atau mengkontekstualkan dengan dalil-dalil yang lain membuat banyak umat Islam terjebak pada pemahaman agama yang kurang utuh alias eksklusif.

Oleh karena itu, Kyai Hasan Asy’ari Ulama’i menyampaikan pesan dari hadist Rasullah SAW menyebutkan 4 golongan orang yang haram tersentuh dari api neraka dan itulah mereka yang ahli surga.

“Mereka adalah golongan orang yang Hayyin, Layyin, Qarib dan Sahl,” ungkap Hasan Asy’ari Ulama’i dalam ceramahnya.

Pertama adalah golongan  hayyin, orang yang ahli surga, orang yang tidak tersentuh siksa api neraka adalah orang yang rendah hati tidak sombong.

“Nyuwun sewu Bu, biasanya kita peluang menjadi sombong karena diberi nikmat sedikit oleh Allah lebih dari yang lain, diwenehi irung rodo mancung dikit,sing diparingi rezeki badan gede  langsung deleng tanggane yang tidak lebih mancung dan badan gede dari dirinya. Hati-hati niku karena setan lebih menggoda kepada kita yang diberi nikmat lebih dari Allah…oleh karena itu jangan sombong.”ucap Hasan Asy’ari Ulama’i.

Dalam hadits qudsi ada tiga macam orang yang dicintai Allah SWT. Pertama, orang bertaqwa, tapi Allah lebih cinta lagi kepada pemuda yang tidak menyia-nyiakan waktunya untuk selalu bertakwa. Orang-orang yang taat dalam menjalankan ibadah,mungkin sudah wajar  kalau banyak yang melaksanakan adalah mereka yang sudah lanjut usia, karena mungkin secara logika kesempatan untuk hidup lebih pendek daripada usai muda.

Sebab itulah Allah lebih cinta lagi terhadap anak muda yang selalu menjaga ketaatnya. Kedua, Allah cinta orang dermawan tapi Allah lebih cinta kepada orang fakir atau miskin yang memiliki sifat dermawan. Orang berlimpah harta atau kaya kemudian dermawan mungkin rasional ketika menginfakkan hartanya akan terasa lebih mudah atau ringan, jika harus dibandingkan dengan orang miskin/ fakir akan teras berat apabila mengeluarkannya untuk berinfaq. Karena itulah Allah lebih cinta orang yang miskin tapi dermawan, dan yang ketiga. Allah cinta kepada orang tawadhu’, tapi Allah lebih cinta lagi kepada orang kaya yang memiliki sikap tawadhu’, Kalau melihat realitas hari ini banyak orang kaya namun memiliki sikap sombong. Dari situlah Allah suka dengan orang yang kaya tetapi rendah hati tidak pamer harta (flexing).

Kedua, Golongan Layyin yaitu orang yang rendah hati dan lemah lembut.

Dalam sejarahnya Nabi Muhammad SAW  pernah dilempari kotoran tidak membalas, dilempar batu sampai berdarah,justru  mendoakanya semoga kaum itu mendapat petunjuk oleh Allah, di ludahi tidak marah…,”Kata Hasan Asy’ari Ulama’i.

Dari situ kita belajar pada diri Nabi Muhammad SAW, bahwa sikap lemah lembut menjadi sifat yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak perlu membalas keburukan atau kejahatan orang yang tidak suka pada diri kita, Nabi mengajarkan keburukan tidak perlu dibalas lagi dengan keburukan tapi dilawan dengan kebaikan dan kebajikan, seperti mendoakan orang-orang yang jahat agar bisa diberikan petunjuk. Itulah kebesaran dan kelembutan hati seorang muslim yang dicinta Allah dan haram menyentuh api neraka.

ketiga, Golongan Sahl (orang yang entengan )

Wong entengan yoo kaya ibu-ibu aisyah niku, ga bayaran mau ngurusin organisasi,ngurusi umat, bapak-bapak Muhammadiyah ngurusi umat ora ene gajinya yoo gelem ngurusi…,” ucap Hasan Asy’ari Ulama’i.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak  orang-orang hidup didesa banyak dijumpai orang yang ringan tangan, saling bantu membantu atau gotong royong melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan untuk keberlangsungan dakwah, adanya yang memberi dengan materi, tenaga dan dukungan lainnya. Makanya Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa penduduk disurga banyak dari orang-orang yang fakir,miskin disebabkan karena mereka orang yang enteng dan ikhlas beramal.

Ke-Empat, Golongan orang-orang yang Qarib (orang yang deket sama orang lain).

Golongan orang yang haram masuk neraka dan menjadi ahli surga adalah mereka yang memiliki sifat entengan,hangat dan menyenangkan orang lain, itulah yang disebut dengan Qarib.

“Artinya sering kali orang yang paham agamanya tinggi menurut kita, justru ekslusif dengan orang lain. Seharusnya semakin tinggi keagamaan seseorang itu semakin merakyat, mendekat dan tidak eksklusif … dan itulah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) mengamalkan keislamaan sampai akar rumput seperti orang yang tidak bisa sekolah, bisa sekolah di sekolah Muhammadiyah, orang yang tadinya menderita tidak bisa berobat, terobati karena ada Muhammadiyah (rumah sakit) , orang yang tidak dapat kasih sayang karena ditinggal orangtuanya mendapat kasih sayang karena Muhammadiyah (panti asuhan), orang yang tadinya tidak mendapat pekerjaan, ia mendapat pekerjaan di Muhammadiyah. Semakin tinggi organisasi atau kelompok harusnya semakin bisa dirasakan manfaatnya disekitarnya,” Ungkap Hasan Asy’ari Ulama’i

Ramadhan sudah berlalu, namun ketaatan dan keistiqomahan tak boleh turun apalagi luntur begitu saja. Bergiat dan berlomba-lomba menjadi orang terbebas dari siksa api neraka dan menjadi ahli surga, maka perlu menjadi golongan manusia yang mengamalkan sifat  Hayyin (orang yang rendah hati tidak sombong), Layyin (orang yang rendah hati dan lemah lembut), Sahl (orang yang entengan ), dan orang-orang yang Qarib (orang yang deket sama orang lain).

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Prestasi Pesilat, TS UMS Sukses Gelar Kejuaraan Antar Fakultas

    Tingkatkan Prestasi Pesilat, TS UMS Sukses Gelar Kejuaraan Antar Fakultas

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 233
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci unit 003 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kejuaraan Antar Fakultas (Kejurtas) dengan tema “Bersinergi Tingkatkan Potensi, Cetak Pesilat yang Berprestasi Kobarkan Dakwah Tapak Suci” pada hari Sabtu dan Ahad (13/14) yang dilaksanakan di GOR Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Acara ini merupakan salah satu program kerja […]

  • Meniti Kembali Spirit Moderasi IMM dalam Membangun Persatuan dan Kesatuan

    Meniti Kembali Spirit Moderasi IMM dalam Membangun Persatuan dan Kesatuan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Oleh : Tio Muhammad Bahauddin (Ketua Bidang Organisasi PC IMM AR Fachruddin Kota Yogyakarta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan suatu gerakan mahasiswa yang berfungsi sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna Persyarikatan Muhammadiyah. Kemudian jika kita melihat apa yang termaktub dalam 6 Penegasan IMM pada ayat 2 dan 3 yang berbunyi, “Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan […]

  • DAD Kolosal IMM Sidoarjo 2025: Satukan Gerak, Siapkan Kader Berdaya dan Siap Berkolaborasi

    DAD Kolosal IMM Sidoarjo 2025: Satukan Gerak, Siapkan Kader Berdaya dan Siap Berkolaborasi

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sidoarjo – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sidoarjo kembali menegaskan komitmennya dalam menggerakkan kaderisasi dengan menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) Kolosal** pada 25–27 April 2025. Mengusung tema “Menguatkan Peran, Menyatukan Gerak: Kader IMM Siap Berdaya dan Berkolaborasi”, kegiatan ini berlangsung di Masjid Mukhlisin, Tulangan, Sidoarjo, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai […]

  • FKIP UMS dan FAI UMSIDA Merakit Jalinan Kemitraan Bidang Manajemen Pendidikan

    FKIP UMS dan FAI UMSIDA Merakit Jalinan Kemitraan Bidang Manajemen Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam pengembangan Manajemen Pendidikan. Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menyebut kemitraan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem akademik di bidang Manajemen Pendidikan, terutama karena melibatkan […]

  • Dorong Pendidikan Berkelanjutan, HMP PTI UMS Adakan Seminar Nasional PIMPEL 2026

    Dorong Pendidikan Berkelanjutan, HMP PTI UMS Adakan Seminar Nasional PIMPEL 2026

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Seminar Nasional Pekan Ilmiah Mahasiswa & Pelajar (PIMPEL). Kegiatan itu mengusung tema “Edu-Volution: Tech for Sustainable Learning” dan diadakan pada hari Kamis, 11 Juni 2026 di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta. […]

  • PWM Kaltim Bangun Reputasi Digital Lewat Pelatihan Menulis Berita di Ponpes Istiqamah

    PWM Kaltim Bangun Reputasi Digital Lewat Pelatihan Menulis Berita di Ponpes Istiqamah

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Samarinda — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat reputasi digital organisasi. Salah satu langkah nyatanya ialah menyelenggarakan pelatihan menulis berita dan artikel di Pondok Pesantren Istiqamah Batu Besaung, Samarinda, pada Jumat (7/11/2025). Kegiatan yang diikuti para ustadz dan guru SMA Istiqamah ini dibuka langsung oleh Kepala SMA Istiqamah, Ustadz Arif […]

expand_less