Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Apa yang Salah dari Belajar Online?

Apa yang Salah dari Belajar Online?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2020
  • visibility 990
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andi Rezti Maharani*

 

Tahun ini kelak akan dikenang sebagai tahun yang banyak memakan korban. Mulai korban dari pandemi, bencana alam, PHK, demo RUU Cipta Kerja, sekolah online dan masih banyak lagi. Tentu kita berharap agar pandemi ini segera berlalu dan semuanya dapat kembali seperti sedia kala.

Di balik kesedihan dan kesulitan selau ada kemudahan. Allah sendiri yang menjanjikannya. Ingatkah kita surah al-Insyirah ayat 5-6? “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Istimewa! Kalimat ini diulang sebanyak dua kali sebagai wujud penegasan dari Allah Ta’ala. Then, hikmah yang dapat kita ambil dari pandemi kali ini adalah adanya “The Power of Shabr”. Ketika kesabaran dan keikhlasan kita ditempa dan diuji agar menjadi insan yang lebih kuat. Harapku semoga dengan adanya pandemi ini dapat menaikkan derajat kita di hadapan Allah Tabaraka Wa Ta’ala. Aamiin Allahumma Aamiin.

Fokus ku kali ini membahas tentang belajar online. Tatap yang tak tetap dan tak tangkap, begitulah kira-kira. Dunia pendidikan ini sedang tak baik-baik saja. Semua seakan nampak salah di mata kita. Maju kena mundur pun lagi-lagi kena. Sampai-sampai dilema antar guru dan siswa. Termasuk dilema sekolah kembali dibuka. Aku pun merasa kinerjaku di rumah tak sebaik kinerja di sekolah. Banyak hal yang menimbulkan pro-kontra. Memicu perdebatan dimana-mana. Beberapa sudut pandang saling berlawanan. Tak mau kalah tapi tak ada juga yang salah. Pada akhirnya semua pihak mencoba mengalah sehingga timbul kalimat “Ya sudah”. Bukan lelah namun mencoba ikhlas dan pasrah.

Kawan, kamu tak sendirian! Aku di sini juga pernah merasa bahwa belajar online itu tak efisien. Banyak di antara teman-temanku yang merasakan pahitnya belajar online. Materi yang diberikan oleh guru tak ada satupun yang mereka pahami. Ketika pembelajaran online dimulai untuk pertama kali, memang berat rasanya. Iya kan? Mulai dari telat absen, telat bangun, telat mengerjakan tugas, sampai terlena dengan banyak hal yang tak bermanfaat. Waktu berjalan begitu cepat meninggalkan kita yang masih dalam problematika yang ada. Tak terasa pula, sekarang sudah masuk bulan ke-8 sistem ini diterapkan.

By the way, aku bersyukur karena di sekolahku sendiri menggunakan sarana aplikasi google classroom, zoom dan google meeting. Pembelajaran tetap dilakukan sama seperti pada hari sekolah. Seluruh siswa dan guru wajib mengikuti, kecuali jika ada uzur yang pasti. Pemerintah pun telah memberikan kemudahan untuk mengakses sarana-sarana tersebut dengan memberikan bantuan  berupa paket data. Tidak hanya untuk para pendidik, anak didik pun turut menerimanya. Anyway, apapun sarana yang diberikan untuk menunjang agar pembelajaran jarak jauh ini berhasil  kita patut mensyukurinya.

But when you feel,

“Kok aku gini-gini terus ya? Pelajarannya kok gak ada yang kupahami? Palajaran gak ada yang masuk di otak! Tugas sama ujian aja aku minta contekan”

Nah, ini waktunya kamu untuk berbenah diri. “Kira-kira apa ya penyebabnya? Apa ada yang salah ya dari cara belajarku?” mari tanyakan pada nuranimu! Kawanku, setelah kutelusuri penyebab dari pertanyaan-pertanyaanmu itu. Aku menangkap satu kesimpulan bahwa di samping niat yang lurus karena Allah.  Terdapat adab yang sangat diperlukan dalam menuntut ilmu. Ya, ADAB! Barangkali ketika proses transfer ilmu antara kamu dan gurumu. Kamu malah asyik makan, tidur-tiduran, main handphone, chattingan dengan teman, tak mendengarkan gurumu, dan tak menggubris perintah gurumu untuk on-cam. Sangat disayangkan, proses transfer ilmu dari gurumu ke kamu gagal hanya karena kamu yang kurang memperhatikan adabmu. For your information nih, bahwasannya ulama-ulama kita terdahulu sebelum mempelajari ilmu, mereka lebih mengutamakan untuk belajar adab. “Al-adabu fauqa al-ilmi”. Ibnul Mubarok rahimahullah -seorang ulama besar yang menghabiskan umur di medan ilmu dan medan perang- pernah mengutarakan “Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

Berkaca dari ulama-ulama terdahulu tentunya sekarang kita akan merasa bahwa adab sangatlah penting. Terlebih jika ilmu yang kita dapatkan dari guru dapat kita amalkan dengan baik. Ulama 1000 guru di abad 21, yaitu Syaikh Shalih Al ‘Ushaimy juga pernah berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.” Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan memberkahi beliau.

Untuk kesekian kalinya kita tak perlu menganggap pembelajaran online ini suatu kesalahan atau kekeliruan apalagi dalam kondisi seperti ini. Tak ada yang salah dari belajar online meski sebenarnya tak ada yang menginginkannya. Allah Ta’ala bukan tanpa alasan menurunkan bencana serta wabah ini. “Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik” (al-Ma’arij ayat 5).

Tugas kita sekarang adalah bersabar dan menaati pemerintah dengan mengikuti sekolah online ini. Sembari tetap dan terus melakukan instrospeksi diri.  Lebih-lebih tatkala terdapat hambatan dalam proses belajar online ini. Tunjukkanlah adab seorang penuntut ilmu dengan cara diam ketika guru menjelaskan. Memperhatikan apa yang disampaikan mereka. Berusaha untuk memahami dan taklupa berikhtiyar untuk mengamalkannya. Kita juga harus menyalakan kamera agar guru mengetahui perkembangan pembelajaran. Jangan lupa untuk mengikat ilmu dengan tulisan. Meminta izin ketika meninggalkan ruang pembelajaran online. Selalu berbaik sangka kepada guru. Jangan malu untuk bertanya dengan memperhatikan tetap memperhatikan adab-adabnya. Eh iya, kalau masuk ruang belajar dan absen usahakan tepat waktu ya.

Kabar yang ku dengar tak lama lagi tepatnya awal tahun 2021, everything’s gonna be back to normal. Kamu pasti sudah sangat merindukan teman-temanmu, ruang kelas dan pastinya kantin. Guru-gurumu juga sudah tak sabar ingin segera bertatap muka langsung denganmu. Jaga kesehatan dan sampai ketemu di sekolah kawan! InsyaaAllah J

*Penulis merupakan santriwati dan anggota IPM pondok pesantren Al-Mujahidin Balikpapan

Editor: MA

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Diminta Jadi Pelopor Perubahan, PTMA Hadapi Tantangan Naiknya Pangsa Mahasiswa Nasional

    UMS Diminta Jadi Pelopor Perubahan, PTMA Hadapi Tantangan Naiknya Pangsa Mahasiswa Nasional

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perguruan Tinggi Muhammadiyah & ‘Aisyiyah (PTMA) memiliki tantangan strategis untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kenaikan mahasiswa. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada saat mengisi sambutan Upacara Pelantikan Wakil Rektor UMS masa bakti 2025-2029. Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., membeberkan hasil olahan data […]

  • BAZNAS RI Dukung Pembinaan Mualaf LDK Muhammadiyah di Kulon Progo

    BAZNAS RI Dukung Pembinaan Mualaf LDK Muhammadiyah di Kulon Progo

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulon Progo – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah kembali menguatkan komitmennya dalam pendampingan mualaf melalui kegiatan pembinaan rutin yang dilaksanakan di wilayah Kulon Progo. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari BAZNAS RI melalui Program Kemitraan Dakwah untuk Mualaf. Pembinaan mualaf tersebut dilaksanakan secara rutin sepekan sekali, dengan pelaksanaan perdana terdokumentasi pada pekan pertama […]

  • Sinergi dalam Kebersamaan: Halal Bihalal Majelis Dikdasmen Cabang Bligo

    Sinergi dalam Kebersamaan: Halal Bihalal Majelis Dikdasmen Cabang Bligo

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bligo – Dalam semangat mempererat ukhuwah dan memperkuat sinergi antar lembaga pendidikan, Majelis Dikdasmen Cabang Bligo sukses menyelenggarakan acara Halal Bihalal yang penuh kebersamaan dan kehangatan di SMK Muhammadiyah Bligo, (Rabu, 9/4/2025). Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena melibatkan kolaborasi empat sekolah yang berada di bawah naungan Majelis Dikdasmen Cabang Bligo, yakni MI Pakumbulan, […]

  • Bikersmu dan MDMC Boyolali Salurkan 16 Tangki Air Bersih di Wonosamudro

    Bikersmu dan MDMC Boyolali Salurkan 16 Tangki Air Bersih di Wonosamudro

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Farhan
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BOYOLALI – Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, sejumlah desa di Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali, mulai mengalami krisis air bersih. Sumber-sumber air yang biasa dimanfaatkan warga menyusut drastis, bahkan sebagian mengering, sehingga masyarakat harus menempuh jarak lebih jauh atau mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Menanggapi kondisi tersebut, Komunitas Bikersmu PCM Ngemplak […]

  • KMTA UMS Dukung Pembangunan Berkelanjutan Desa Senting Melalui Masterplan Ruko dan Ruang Kreatif

    KMTA UMS Dukung Pembangunan Berkelanjutan Desa Senting Melalui Masterplan Ruko dan Ruang Kreatif

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, SURAKARTA – Keluarga Mahasiswa Teknik Arsitektur (KMTA) Svargacitra Program stydi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kegiatan penyerahan secara simbolis buku master plan ruko dan ruang kreatif kepada Kepala Desa Senting, Boyolali. Penyusunan masterplan ini tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur desa Senting, tetapi juga bertujuan mengedukasi masyarakat akan pentingnya peran […]

  • Kebebasan Untuk Kaum Tertindas

    Kebebasan Untuk Kaum Tertindas

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Oleh : Amanda Fathiya R (202110230311020) Negara kita, Indonesia, merupakan negara demokrasi yang saat ini sedang berada di titik tertinggi dalam menentukan entah keberhasilan ataupun kegagalan bangsa untuk menggapai cita-cita sesuai dengan yang tertera dalam pembukaan UUD 1945.  Indonesia juga menganut sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dalam buku Pendidikan Kaum Tertindas […]

expand_less