Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa KKN UMSurabaya Kelompok 3 Edukasi Anti-Perundungan bagi Siswa SDN 2 Kedungsoko

Mahasiswa KKN UMSurabaya Kelompok 3 Edukasi Anti-Perundungan bagi Siswa SDN 2 Kedungsoko

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Nganjuk — Praktik perundungan (bullying) di kalangan anak-anak masih marak terjadi dan tidak boleh dinormalisasi. Mengambil peran aktif dalam merespons persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya Kelompok 3 menggelar kelas edukasi anti-perundungan bagi siswa kelas 3 dan 4 di SDN 2 Kedungsoko pada Jumat (24/7) pagi.

Inisiatif program ini tidak lahir dari ruang hampa. Selama kurang lebih 19 hari berinteraksi dan mengabdi di desa, tim KKN mengobservasi adanya bibit-bibit perilaku perundungan di lingkungan bermain anak-anak. Menyadari risiko jangka panjang yang dapat ditimbulkan, pendekatan edukatif di bangku sekolah dipilih sebagai solusi konkret.

Niat baik tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh pihak SDN 2 Kedungsoko. Sekolah memberikan dukungan penuh dengan memfasilitasi ruang kelas, perangkat proyektor, hingga mengalokasikan jam belajar resmi bagi tim KKN dari pukul 08.00 hingga 10.30 WIB.

Dari Tahu Menjadi Paham

Proses edukasi dirancang secara bertahap agar mudah dipahami oleh anak-anak. Pada sesi awal yang berlangsung secara satu arah, mahasiswa memaparkan materi dasar untuk membangun pemahaman mengenai perundungan. Siswa dikenalkan pada definisi bullying, jenis-jenisnya dalam kehidupan sehari-hari, hingga dampak psikologis yang dapat dialami baik oleh pelaku maupun korban.

Mahasiswa juga menjelaskan berbagai faktor yang dapat mendorong seseorang menjadi pelaku perundungan, serta pentingnya peran individu dan lingkungan dalam mencegah terjadinya tindakan tersebut.

Menyadari bahwa sekadar “tahu” tidaklah cukup, alur pembelajaran kemudian diubah menjadi komunikasi dua arah. Memanfaatkan media ajar interaktif berupa papan pop-up yang merangkum seluruh materi, anak-anak ditantang untuk menjelaskan kembali makna perundungan menggunakan bahasa dan sudut pandang mereka sendiri.

Pendekatan ini mendorong siswa untuk tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami pentingnya empati dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Ruang Kontemplasi dan Curahan Hati

Titik emosional kegiatan terjadi ketika mahasiswa mengubah suasana kelas menjadi lebih kontemplatif melalui sesi refleksi dan apresiasi diri. Momen tersebut berhasil menyentuh hati para siswa. Beberapa anak tampak meneteskan air mata, sementara yang lain mulai berani mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka.

Setelah suasana kembali dicairkan melalui sesi ice breaking yang diiringi gerakan dan lagu ceria, tim KKN mengajak para siswa menggali pengalaman mereka lebih dalam. Anak-anak diminta menuliskan pengalaman atau perasaan terkait perundungan pada secarik kertas post-it.

Kertas-kertas berisi curahan hati tersebut kemudian ditempelkan bersama di papan tulis dan dibaca secara bergantian. Aktivitas ini membangun kesadaran bahwa setiap anak memiliki pengalaman dan perasaan yang patut dihargai serta tidak harus menghadapi persoalan tersebut sendirian.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung padat namun menggugah ini ditutup dengan sesi dokumentasi yang menyenangkan. Membawa semangat kebersamaan, tim KKN menyediakan fasilitas semi-photobooth lengkap dengan bingkai bertema anti-perundungan sebagai kenang-kenangan.

Melalui intervensi edukatif di ruang kelas ini, diharapkan siswa SDN 2 Kedungsoko dapat membangun lingkungan bermain yang aman, saling menghargai, saling melindungi, serta terbebas dari praktik perundungan.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PG PAUD UMS Hadirkan ToT Inovatif, Mahasiswa Rancang Game Edukatif untuk Anak TK

    PG PAUD UMS Hadirkan ToT Inovatif, Mahasiswa Rancang Game Edukatif untuk Anak TK

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) sebagai upaya meningkatkan keterampilan mahasiswa melalui pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini menjadi bagian dari program laboratorium PG PAUD yang dirancang untuk mengintegrasikan teori dengan pengalaman lapangan. […]

  • Perkuat Hubungan Antar-Koperasi, KOPMA UMS Sambut Kunjungan Studi Banding KOPMA UNIMMA 

    Perkuat Hubungan Antar-Koperasi, KOPMA UMS Sambut Kunjungan Studi Banding KOPMA UNIMMA 

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar kegiatan studi banding pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di Ruang Meeting Besar Griya Mahasiswa UMS. Kegiatan ini mengusung tema “Menjalin Silaturahmi dan Membangun Sinergi Antar Koperasi Mahasiswa.” Ketua KOPMA UMS, Rieby Queenana Agustin R, dalam […]

  • Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

    Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Oleh: Andri Rifandi, Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Timur Pernyataan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia yang menyebutkan bahwa hubungan antara Partai Golkar dan Muhammadiyah ibarat “anak dan ibu”. pernyataan ini terkemuka di berbagai media setelah penyerahan bantuan pembangunan gedung asrama madrasah oleh Golkar kepada lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pernyataan ini […]

  • Arifin Suparman: Muballigh Muhammadiyah Harus Berkarakter, Beretika, dan Beridentitas

    Arifin Suparman: Muballigh Muhammadiyah Harus Berkarakter, Beretika, dan Beridentitas

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Babulu, PPU – Suasana aula SMK Muhammadiyah Babulu, Ahad (26/10/2025), terasa hidup ketika Ketua Majelis Tabligh PWM Kalimantan Timur, Ustadz Arifin Suparman, yang akrab disapa Babe Arifin, memaparkan materi bertajuk “Profil dan Bekal Mubaligh Muhammadiyah.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa muballigh Muhammadiyah bukan sekadar penyampai dakwah, tetapi representasi dari wajah Islam berkemajuan. “Mubaligh itu bukan […]

  • Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban

    Rahasia dan Makna Bulan Sya’ban

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Oleh: Najihus Salam Mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS Bulan Sya’ban adalah bulan ke-8 dalam kalender islam yang disebut kalender hijriah. Bulan ini adalah salah satu bulan yang diistimewakan oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak keutamaan-keutamaan di bulan ini, salah satunya dalam bulan ini juga Nabi Muhammad SAW banyak melakukan puasa sunnah. Banyak dalil-dalil syar’i yang […]

  • Seminar Nasional IQT Fair XII 2026 Ajak Generasi Muda Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

    Seminar Nasional IQT Fair XII 2026 Ajak Generasi Muda Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 100
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pelajaran untuk membentuk generasi yang berpikir kritis, menjunjung keadilan, dan memahami akar perpecahan. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional dan Kajian Akbar yang menjadi puncak IQT Fair XII 2026 di Gedung Graha 58 Serbaguna Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (26/9/2026). Mengangkat tema “Membaca Sejarah, […]

expand_less