Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Perempuan dan Difabel dalam Krisis Iklim: Meneguhkan Peran di Tengah Ketimpangan

Perempuan dan Difabel dalam Krisis Iklim: Meneguhkan Peran di Tengah Ketimpangan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta — Dalam rangka menyambut agenda Walk for Peace and Climate Justice, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi publik edisi kedua bertajuk “Perjuangan Perempuan Pembela Tanah Air” pada Jumat (20/06). Diskusi ini bertujuan menggali pemahaman tentang keterkaitan perempuan dengan tanah air, tantangan berlapis yang dihadapi oleh perempuan dan penyandang disabilitas, serta peran strategis mereka dalam mendorong perubahan sosial.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Dati Fatimah (Peneliti dan Konsultan Gender) dan Nurhayati Ratna Sari Dewi (Sekretaris III Himpunan Difabel Muhammadiyah/HIDIMU Pusat), dengan Pritty Dwi Arlista dari HIDIMU sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Dati Fatimah mengajak peserta untuk merefleksikan semangat Iduladha, terutama dari kisah Siti Hajar, sebagai simbol perjuangan menjaga kehidupan. “Jihad Siti Hajar adalah jihad menjaga kehidupan, dan ini relevan dengan perjuangan perempuan hari ini dalam menghadapi krisis iklim,” terangnya.

Dati Fatimah (Peneliti dan Konsultan Gender) menegaskan bahwa iklim yang sama bisa berbeda dampaknya bagi lak-laki dan perempuan karena norma sosial gender yang ada.

Hal ini, lanjut Dati, sekaligus menunjukkan pengakuan agama akan pentingnya jihad menjaga kehidupan. “Jihad ini mencakup langkah sederhana dan sehari-hari, seperti memastikan pangan dan air untuk keluarga. Pandangan yang sama, sangat bisa ditelusur di berbagai agama dan keyakinan lainnya,” ungkap Dati.
Menurut Dati, perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan tetapi juga persoalan keadilan sosial dan keberlangsungan hidup, terutama bagi kelompok rentan. Ia menyebutkan data dari World Meteorological Organization yang menunjukkan lebih dari 184.000 jiwa meninggal akibat cuaca ekstrem sepanjang 2010–2019.

Di Indonesia sendiri, bencana seperti banjir, kebakaran hutan, dan cuaca ekstrem menjadi peristiwa yang paling sering terjadi hingga 2024. Namun, Dati menekankan bahwa dampaknya tidak merata. “Perempuan dan kelompok disabilitas menghadapi kerentanan yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Dati juga memaparkan hasil penelitiannya tahun 2018 di Tambaklorok dan Ogan Komering Ilir, yang menunjukkan bagaimana perempuan menanggung beban berlapis dalam mengelola konsumsi pangan, air, energi, hingga keuangan keluarga di tengah krisis iklim. Ia menegaskan pentingnya memperkuat peran anak muda, khususnya generasi Z yang semakin sadar terhadap konsumsi ramah lingkungan, untuk mendorong aktivisme iklim yang lebih adil dan partisipatif.

Sementara itu, Nurhayati Ratna Sari Dewi menyampaikan bahwa perempuan penyandang disabilitas kerap menghadapi diskriminasi ganda yang menghambat partisipasi mereka dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Ia mengawali paparannya dengan menjelaskan definisi penyandang disabilitas berdasarkan UU No. 8 Tahun 2016, yaitu setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang, dalam berinteraksi dengan lingkungan, dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dalam masyarakat.

Nurhayati Ratna Sari Dewi (Sekretaris III Himpunan Difabel Muhammadiyah/HIDIMU Pusat) menyampaikan bahwa perempuan penyandang disabilitas kerap menghadapi diskriminasi ganda yang menghambat partisipasi mereka dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Perempuan disabilitas sering kali menghadapi tantangan berlapis karena identitas ganda mereka. Kami tidak hanya menghadapi stigma sebagai perempuan, tapi juga sebagai difabel. Ini membuat akses terhadap pekerjaan, pendidikan, dan ruang publik menjadi jauh lebih sempit,” ujar Nurhayati.
Menurut Nurhayati, terdapat beberapa ragam disabilitas. “Ragam disabilitas sangat beragam—mulai dari fisik, intelektual, mental, hingga sensorik. Namun, yang sering luput dari perhatian adalah disabilitas psikososial, yang sangat jarang diberikan ruang dalam dunia kerja maupun layanan publik,” ungkapnya.

Nurhayati menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang ramah disabilitas. “Kami membutuhkan dukungan nyata, seperti pelatihan kerja yang disertai pendampingan psikososial, sistem kerja dari rumah, dan jam kerja yang fleksibel. Inilah bentuk akomodasi yang inklusif dan realistis,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya aksesibilitas transportasi publik. “Transportasi umum yang aksesibel bukan hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga menunjukkan bahwa negara hadir untuk semua warga, termasuk kami yang difabel. Jika transportasi ramah disabilitas diperluas, maka ruang partisipasi kami dalam masyarakat juga akan semakin terbuka,” tegas Nurhayati.

Perempuan dan penyandang disabilitas, dengan segala tantangan yang mereka hadapi, justru tampil sebagai penjaga kehidupan—melestarikan tanah dan air melalui ketangguhan sehari-hari yang sering luput terlihat. Dalam menghadapi krisis iklim, mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga menggerakkan perubahan sosial yang adil dan inklusif demi masa depan bumi yang lestari.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan lintas iman dan komunitas penyandang disabilitas. Sepekan setelah pertemuan ini, para peserta akan mengikuti sosialisasi cara berinteraksi dengan kelompok difabel, dan pekan berikutnya dilanjutkan dengan agenda Walk for Peace and Climate Justice.

Diskusi ini juga merupakan bagian dari program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism), sebuah inisiatif Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk memperkuat kapasitas pemuda lintas iman dalam mengintegrasikan nilai spiritual, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

*Tentang Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah*

Eco Bhinneka Muhammadiyah saat ini tengah melaksanakan program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE), yaitu inisiatif untuk memperkuat kepemimpinan kaum muda lintas iman dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendekatan keadilan gender dan ekofeminisme. Program ini mendorong keterlibatan aktif generasi muda—terutama perempuan dan kelompok disabilitas—dalam membangun kesadaran, pengetahuan, dan aksi konkret dalam mencegah serta menghadapi krisis iklim. Salah satu pelaksanaan utama program ini berada di kawasan Daerah Khusus Jakarta. Kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah dapat diikuti melalui website ecobhinnekamuhammadiyah.org dan Instagram @ecobhinneka.

Narahubung Media:
Karina (Telp./WA: +62 822-3416-7314 )
Fahmi (Telp./WA: +62 96 2664 0546 )

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Rusak Rusakan, Perlunya Kesadaran Dalam Evaluasi Dunia Pendidikan

    Pendidikan Rusak Rusakan, Perlunya Kesadaran Dalam Evaluasi Dunia Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Oleh : Naufal Febrian (PC IMM AR-Fachruddin DIY) Sepasang siswa laki-laki dan perempuan berseragam putih abu-abu bersandar di city car. Siswa, di sisi kiri mobil, dengan gaya macho, memakai kacamata hitam, tangan  kanan berkacak pinggang, tangan kiri menyangga kepala, seperti membenahi kacamatanya yang hitam legam. Sang siswi tengah membelakangi dan di sebelah kanan mobil kelihatan […]

  • Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Lamongan bekerjasama dengan Forkom Karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) menggelar kegiatan Bakti Sosial Kesehatan

    Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Lamongan bekerjasama dengan Forkom Karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) menggelar kegiatan Bakti Sosial Kesehatan

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Lamongan bekerjasama dengan Forkom Karyawan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) menggelar kegiatan Bakti Sosial Kesehatan. Acara ini terselenggara pada kegiatan kajian Bengawan Jero. Ahad (28/9/2025) Pengajian rutin bengawan jero yang diselenggarakan tiga bulanan oleh Lima Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Pada bulan ini sebagai tuan rumah kegiatan kajian […]

  • Hisyam dari Sukabumi, Menebar Dakwah di Ibukota Nusantara Kalimantan

    Hisyam dari Sukabumi, Menebar Dakwah di Ibukota Nusantara Kalimantan

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Sebuah desa kecil bernama Desa Cisarua, Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 17 Desember 1999. Lahirlah seorang anak yang kelak akan menjadi salah satu pejuang dakwah di Ibukota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Ia bernama Moch Hisyam Ramadhan. Kini, nama Hisyam tak asing lagi sebagai pendakwah di tanah regional IKN tepatnya mengabdi di Pondok […]

  • UMS Dorong Dosen Raih Beasiswa LPDP: Jalan Menuju S3 Kian Terbuka

    UMS Dorong Dosen Raih Beasiswa LPDP: Jalan Menuju S3 Kian Terbuka

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan lanjutan bagi para dosen. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah mendorong dosen bergelar magister untuk segera melanjutkan studi doktoral dengan memanfaatkan program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Wakil Rektor IV UMS, Prof. Dr. dr. Em […]

  • FEB UMS Gandeng PCM Kartasura Tingkatkan Standarisasi Laporan Keuangan Sekolah

    FEB UMS Gandeng PCM Kartasura Tingkatkan Standarisasi Laporan Keuangan Sekolah

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjalin kerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kartasura dalam upaya meningkatkan kualitas kelembagaan dan keseragaman laporan keuangan sekolah dan madrasah di wilayah Kartasura. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan kelembagaan bagi kepala sekolah dan pelatihan penyusunan laporan keuangan yang dilaksanakan […]

  • Diskusi IMM Hatta UMS, IMM sebagai Gerakan Sosial

    Diskusi IMM Hatta UMS, IMM sebagai Gerakan Sosial

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 582
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Hatta Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan diskusi sekaligus buka bersama di Belakang Gedung Olahraga (GOR) UMS. Diskusi kali ini bertajuk “IMM sebagai Gerakan Sosial” dengan pemantik IMMawati Ulin selaku Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SPM) IMM Hatta. IMM Hatta paling tidak melaksanakan diskusi […]

expand_less