Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Semua Wali Murid Bisa Menjadi Guru

Semua Wali Murid Bisa Menjadi Guru

  • account_circle Andi Rezti Maharani
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhamad Hafidh As shafa

Kader IMM FAI Universitas Ahmad Dahlan 

Pagi belum genap membuka tirai mentari saat Sri Wahyuni (38) memanggil anak-anak di lorong kecil Kampung Karanglo, Yogyakarta. Di tangan kirinya, ia membawa buku-buku cerita dan satu papan tulis kecil yang sudah lama bersahabat dengan debu. Di depan rumah kontrakan mungil itu, ia memulai hari seperti seorang guru—meski ia bukan lulusan sekolah pendidikan.

“Ayo, siapa yang bisa menyebutkan lima sila Pancasila?” tanyanya, sambil tersenyum. Anak-anak serempak mengacungkan tangan, wajah mereka berseri seperti fajar yang baru menyingsing.

Sri adalah ibu rumah tangga biasa, tetapi sejak pandemi tiga tahun silam, ia menjelma menjadi guru dadakan bagi anak-anak di lingkungannya. Awalnya hanya membantu putrinya mengerjakan tugas daring. Namun lama-lama, tetangga menitipkan anak-anak mereka juga. Tanpa digaji, tanpa seragam, ia mengajar dari hati.

“Aku jadi ingat pepatah Arab,” katanya pelan, “Ibu adalah madrasah pertama. Kalau ia mempersiapkannya dengan baik, maka lahirlah generasi yang hebat.” Matanya berkaca.

Semangat seperti itu tidak hanya milik Sri. Di pelosok Indonesia, semakin banyak wali murid yang mengambil peran sebagai pendidik, menyadari bahwa pembelajaran tak hanya milik ruang kelas.

Di Desa Penarukan, Bali, misalnya, I Made Wirata (44) yang bekerja sebagai petani memutuskan mengajari anak-anak tetangganya membaca dan menulis seusai panen. Ia tidak pernah duduk di bangku kuliah, tapi tekadnya untuk mencerdaskan kampungnya tidak kalah dari seorang sarjana pendidikan.

“Saya hanya tahu satu hal,” ujarnya sambil menunjuk sawah yang baru dipanen, “kalau anak-anak ini tidak bisa membaca, siapa yang akan menanam masa depan?”

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Wali murid—ibu, ayah, paman, bibi—mereka semua bisa menjadi guru dengan caranya masing-masing. Tak perlu ijazah untuk mengajar kejujuran, kesabaran, atau cinta membaca. Yang dibutuhkan adalah niat, waktu, dan kasih sayang.

Menurut data Kementerian Pendidikan, lebih dari 60 persen siswa Indonesia mengalami keterbatasan akses pembelajaran selama masa darurat pendidikan. Namun, di balik data itu, tumbuh gerakan sunyi dari para wali murid yang diam-diam menjelma menjadi pilar pendidikan alternatif. Mereka bukan hanya menemani, tetapi juga menanamkan nilai-nilai hidup yang kerap terlewatkan di kurikulum.

Pendidikan, dalam konteks ini, bukan sekadar ilmu kognitif. Ia adalah praktik keseharian, keteladanan, dan sapaan lembut seorang ibu saat anaknya gagal mengeja. Ia adalah tawa seorang ayah ketika anaknya mencoba berhitung dengan biji jagung.

Sebab, dalam diri setiap wali murid tersembunyi potensi guru. Dan dalam setiap rumah, tersimpan ruang belajar yang tak kalah penting dari ruang kelas.

Seperti kata pepatah, “Ibu adalah madrasah pertama, dan bapak adalah kepala lembaganya.” Maka, rumah adalah sekolah, dan setiap orang tua dengan kasih dan teladan adalah guru sejati yang pertama dan abadi.

Ed : ARM

  • Penulis: Andi Rezti Maharani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Turnamen Nasional I : UKM  Tapak Suci UMS Gelar Webinar Coaching Clinic

    Menuju Turnamen Nasional I : UKM Tapak Suci UMS Gelar Webinar Coaching Clinic

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 134
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Turnamen Nasional I di depan mata. Dalam rangka mempersiapkan Turnamen Nasional I  Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMS menyelenggarakan kegiatan Pre Event Coaching Clinic pada Ahad, 29 Desember 2024. Acara ini diadakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan terbuka khusus untuk anggota Tapak Suci […]

  • Tim Abdimas FK UMS Wujudkan Edukasi Kesehatan Terpadu di SD Musamba Boyolali

    Tim Abdimas FK UMS Wujudkan Edukasi Kesehatan Terpadu di SD Musamba Boyolali

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melaksanakan program edukasi kesehatan terpadu di Sekolah Dasar Muhammadiyah Sambon (Musamba), Banyudono, Boyolali. Kegiatan ini berlangsung sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 dan dilanjutkan dengan monitoring pada bulan-bulan berikutnya. Program bertajuk “Edukasi Personal Hygiene dan Penyediaan Sarana Sanitasi Dasar untuk […]

  • Rektor UMS Sampaikan Kuliah Umum di UMMI, Tekankan Guru Profesional Era 5.0 Berbasis Spirit Deep Learning

    Rektor UMS Sampaikan Kuliah Umum di UMMI, Tekankan Guru Profesional Era 5.0 Berbasis Spirit Deep Learning

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., hadir sebagai keynote speaker dalam Kuliah Umum Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dengan tema “Guru Profesional di Era 5.0: Menumbuhkan Karakter dan Keteladanan dengan Spirit Deep Learning” pada Selasa (9/12). Acara yang berlangsung secara hybrid di Auditorium […]

  • Akhwat Zaman Now: Tetap Keren, Tetap Prinsipil, Tetap Muslimah

    Akhwat Zaman Now: Tetap Keren, Tetap Prinsipil, Tetap Muslimah

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Di tengah derasnya arus modernitas dan gempuran tren viral yang sering kali menjauhkan dari nilai-nilai Islam, para akhwat tetap bisa tampil tangguh tanpa kehilangan jati diri. Itulah semangat yang diusung dalam kajian bertema “Tetap Keren Tanpa Kehilangan Prinsip” yang digelar oleh HMP IQT UMS, baru-baru ini. Dalam sesi yang penuh semangat dan […]

  • Lima Kader Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo Hadiri Launching SOP PPKS di Salatiga

    Lima Kader Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo Hadiri Launching SOP PPKS di Salatiga

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Sebanyak lima kader Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo menghadiri kegiatan peluncuran Standar Operasional Prosedur (SOP) Panduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang digelar di PPTI Al Falah, Salatiga, pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan terhadap peserta didik di lingkungan pendidikan. Peluncuran SOP PPKS tersebut merupakan hasil kolaborasi empat […]

  • UMS Kukuhkan Doktor Baru, Husni Mubarok Kembangkan Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Konten Lokal

    UMS Kukuhkan Doktor Baru, Husni Mubarok Kembangkan Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasis Konten Lokal

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah doktor baru melalui Sidang Terbuka dan Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Program Doktor Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang digelar di Auditorium Moh. Djazman UMS, Rabu (10/12). Promovendus Husni Mubarok mempresentasikan disertasi berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Local Content dengan Pendekatan […]

expand_less