Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SUMU Gelar Saladin Camp Bahas “Roadmap” Nabawiyah Pembebasan Baitul Maqdis dan Kopdar Bisnis Nasional

SUMU Gelar Saladin Camp Bahas “Roadmap” Nabawiyah Pembebasan Baitul Maqdis dan Kopdar Bisnis Nasional

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
  • visibility 247
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Minggu lalu, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menyelenggarakan Saladin Camp dengan tema “Roadmap” Nabawiyah Pembebasan Baitul Maqdis dan Kopdar Nasional para pengusaha SUMU di Yogyakarta dari tanggal 30-4 Mei 2024.

Acara Saladin Camp dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan masyarakat, mulai pengusaha, akademisi, hingga aktivis yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ada juga peserta dari Malaysia dan Palestina. Acara ini mengundang Prof. Dr. Abd. Al-Fattah El-Awaisi, Pakar Pembebasan Baitul Maqdis dari Inggris sebagai narasumber utama.

Prof Abd. Al-Fattah adalah Guru Besar Hubungan Internasional dan merupakan Fellow dari Royal Historical Society, Inggris Raya dan merupakan Pendiri dari Studi Master dan Doktoral tentang Islamicjerussalem Bayt Al-Maqdis di universitas-universitas terkemuka di Inggris, Turkiye, dan Malaysia.

Ghufron Mustaqim selaku Pendiri dan Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menyampaikan bahwa yang membedakan pengusaha SUMU dengan yang lain adalah komitmen untuk memajukan usaha dalam rangka mengumpulkan harta yang dapat digunakan sebaik-baiknya untuk berjuang di jalan Allah. Dan kisah tragis genosida oleh Zionist yang terjadi di Gaza dan Rafah hari ini memberikan peluang emas semua umat Islam untuk berbuat sesuatu demi pembebasan Baitul Maqdis di masa depan.

Saladin Camp adalah camp pertama dan satu-satunya di Indonesia dari Syeikh Abd Al-Fattah El-Awaisi yang secara detail dan komprehensif membedah tentang “Roadmap” Nabawiyah yang berkaitan dengan periode-periode atau langkah-langkah yang dipraktikkan oleh Nabi dulu dalam membebaskan Baitul Maqdis.

“Untuk membebaskan Baitul Maqdis, tentu tidak hanya bisa dilakukan oleh satu elemen, tapi harus antar elemen, baik itu aktivis, akademisi, pemerintah, dan pengusaha harus bisa bersama-sama bersinergi untuk melakukan hal ini,” kata Ghufron saat memberikan sambutan pembukaan Saladin Camp pada Selasa (30/4/24).

“Saya yakin buat teman-teman yang coba membesarkan usahanya, menambah karyawan,  ekspansi bisnis, dan kemudian meniatkannya untuk berjuang di jalan Allah seperti juga diteladankan oleh KHA Dahlan dalam merintis Muhammadiyah, saya yakin seribu persen insya Allah usahanya akan penuh berkah,” ucap Ghufron.

Syeikh Abdul Fattah dalam camp tersebut menekankan bahwa Baitul Maqdis menempati posisi yang istimewa bagi umat Islam. Karena selain Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama bagi umat Islam dan tempat Rasulullah SAW naik ke langit dalam rangkaian peristiwa Isra’ dan Mi’raj, banyak kisah para Nabi dan Rasul di Al-Qur’an berlatar belakang tempat di Bumi Baitul Maqdis.

“Baitul Maqdis adalah bagian dari aqidah umat Islam. Sebagai konsekuensi kita mencintai Allah dan Rasulullah SAW, kita wajib mencintai Baitul Maqdis,” sebutnya. Ia mempopulerkan kembali penggunaan Baitul Maqdis karena itulah istilah yang digunakan oleh Al-Qur’an dan Rasulullah SAW.

Saat ini, tutur Syeikh Abdul Fattah, Baitul Maqdis dalam keadaan terjajah. Prioritas umat Islam saat ini tidak hanya berhenti pada rasa emosi dan peduli terhadap peristiwa yang saat ini terjadi, karena emosi pasti hanya berlaku sementara. Energi dan perhatian umat harus mulai diarahkan untuk memperkuat pondasi keilmuan tentang Baitul Maqdis karena itulah yang akan mengantarkan kepada pembebasan Baitul Maqdis yang hakiki.

Ia menjelaskan, saat Rasulullah SAW dakwah di Mekah dan Madinah, Baitul Maqdis juga dalam keadaan terjajah sama seperti yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, langkah-langkah untuk membebaskan Baitul Maqdis saat ini perlu mengambil referensi dari Rasulullah SAW bagaimana beliau mempersiapkan para sahabatnya.

Dari kajian Syeikh Abdul Fattah selama 35 tahun riset tentang topik ini, ia menyimpulkan bahwa persiapan keilmuan dan ma’rifat lah yang menjadi pijakan dasar Rasulullah SAW dan para sahabatnya sebelum upaya-upaya lain dikerjakan. Langkah diplomasi dan militer hanya akan berhasil dengan pondasi keilmuan tentang Baitul Maqdis yang kokoh. Dalam rangka itulah, Syeikh Abd Al-Fattah mendirikan program studi master dan doktoral tentang Baitul Maqdis di berbagai universitas ternama di berbagai benua.

Dirinya memberikan pernyataan yang sangat kuat, “Indonesia is the most suitable Muslim country to lead this knowledge preparation for the next liberation of Bayt Al-Maqdisi and its Al-Aqsa Mosque.” Indonesia diberkahi dengan populasi Muslim sangat besar, nilai-nilai keislaman yang tampak dalam kehidupan sehari-hari, ketinggian gairah dan etos pemuda-pemudi Muslim dalam menuntut ilmu, serta pemerintah yang dapat menjaga kedamaian dan persatuan. Indonesia memiliki syarat untuk menjadi pemimpin dunia dalam mempersiapkan ilmu untuk pembebasan Baitul Maqdis dan Masjid Al-Aqsa.

Kopdar Nasional Pengusaha SUMU

Sedangkan untuk agenda Kopdar Nasional, para pengusaha SUMU memutuskan bahwa SUMU akan memprioritaskan tiga sektor ke depan yakni ritel, logistik, dan properti. Dalam tiga sektor tersebut, SUMU berupaya memperbanyak jaringan anggota yang saling melengkapi untuk terbangunnya sebuah ekosistem padu di semua value chain. Harapan jangka panjangnya tiga sektor ini dapat dikuasai oleh para pengusaha SUMU bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Toni Firmansyah, Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah yang juga sekaligus Penasihat SUMU berpesan, “Seorang pengusaha mempunyai peran penting dalam menentukan karakter suatu bangsa. Semoga dengan Saladin Camp (didalamnya ada Kopdar Nasional-red) yang sudah digelar 5 hari ini menambah wawasan dan pengetahuan baru. Sehingga bisa menentukan sikap tentang apa yang harus diperbuat dan apa yang harus diperjuangkan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren Ramadhan untuk Mualaf di NTT, Muhammadiyah Perkuat Dakwah Islam

    Pesantren Ramadhan untuk Mualaf di NTT, Muhammadiyah Perkuat Dakwah Islam

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 78
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menggelar Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf (KIAM) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam kepada para mualaf serta memperkuat akidah mereka dalam […]

  • Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan

    Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial mengungkap keluhan keluarga yang sedang berduka justru merasa terbebani oleh tuntutan menyediakan jamuan bagi para pelayat. Fenomena tersebut memicu diskusi luas mengenai esensi takziah, batas antara tradisi dan ajaran agama, hingga pentingnya mengembalikan nilai empati kepada keluarga yang […]

  • Edukasi dan Sosialisasi Gerakan Pemilihan Sampah Organik dan Anorganik

    Edukasi dan Sosialisasi Gerakan Pemilihan Sampah Organik dan Anorganik

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, PROBOLINGGO – 17 Juli 2026 – bertempat di Sekolah Dasar (SD) Negeri Purut 1, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berupa Edukasi dan Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik, Anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Kegiatan berskala lokal ini diinisiasi dan diselenggarakan sepenuhnya oleh mahasiswa Kelompok 09 Kuliah Kerja Nyata […]

  • Prodi Pendidikan Geografi UMS Tuntaskan Hibah PKKB 2025, Perkuat Transformasi Pendidikan Berdampak

    Prodi Pendidikan Geografi UMS Tuntaskan Hibah PKKB 2025, Perkuat Transformasi Pendidikan Berdampak

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan Program Kompetisi Kampus Berdampak (PKKB) Tahun 2025. Pelaksanaan program tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia pada Desember 2025. Capaian ini merupakan kelanjutan […]

  • Cetak Pemimpin Berintegritas, MPKSDI PCM Pekajangan Gelar Sekolah Kader sebagai ‘Investasi Peradaban’

    Cetak Pemimpin Berintegritas, MPKSDI PCM Pekajangan Gelar Sekolah Kader sebagai ‘Investasi Peradaban’

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 86
    • 0Komentar

    ​KABARMUH.ID, ​PEKALONGAN – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan, Pekalongan, resmi menggelar acara Sekolah Kader Muhammadiyah Pekajangan. Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua hari ini (Sabtu–Ahad, 11–12 Juli 2026) dipusatkan di Ruang Demon, Gedung Fakultas Kesehatan (Fikes) Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Jl. Raya Ambokembang, Kecamatan […]

  • Lolos 109 Hibah Riset, UMS Jadi PTS Peraih Hibah DPPM Terbanyak Tingkat LLDIKTI VI Jateng

    Lolos 109 Hibah Riset, UMS Jadi PTS Peraih Hibah DPPM Terbanyak Tingkat LLDIKTI VI Jateng

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatatkan capaian membanggakan dalam pendanaan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Alhamdulillah sebanyak 109 proposal dari UMS dinyatakan lolos mendapatkan pendanaan riset dari DPPM. Proposal terdiri dari: 54 riset skema Penelitian […]

expand_less