Tanamkan Semangat Keilmuan dan Cita-Cita Tinggi, Darul Arqom Patean Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026
- account_circle Achmad Bayhaqi
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Pembacaan Ikrar Santri Saat Upacara Berlangsung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, KENDAL – Udara pagi yang sejuk dan suasana cerah menyelimuti halaman Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean. Para santri dan santriwati berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan yang menjadi salah satu agenda tahunan pesantren ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni kompleks putra dan kompleks putri. Di kompleks putra, upacara dipimpin oleh Ustadz Muhajirin dari PCM Patean sebagai pembina upacara. Sementara itu, di kompleks putri, upacara dipimpin oleh Ustadz Kholiq Kurniawan, M.Pd., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean.
Antusiasme para peserta tampak sejak awal hingga berakhirnya kegiatan. Di kompleks putra, tepatnya di halaman Gedung Ahmad Dahlan, upacara juga diikuti oleh siswa-siswi MI Muhammadiyah Pagersari sehingga suasana peringatan semakin ramai dan penuh kebersamaan. Adapun petugas upacara pada kesempatan ini berasal dari santri kelas 5 KMI, yang bertugas sebagai pembawa acara, komandan upacara, serta petugas lainnya.

Barisan Mi Muhammadiyah Pagersari
Dalam amanatnya, Ustadz Muhajirin menyampaikan pesan tentang pentingnya menjadi santri yang berilmu dan mampu memberikan manfaat bagi sesama.
“ilmu merupakan bekal penting dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, para santri hendaknya rajin belajar, mengembangkan keterampilan unggulan, serta mengamalkan setiap ilmu yang telah diperoleh, sekecil apa pun ilmu tersebut.” Jelas Ustadz Muhajirin.
Beliau juga mengingatkan bahwa santri bukan hanya dituntut untuk menjadi pribadi yang berilmu, lebih dari itu para santri dipersiapkan menjadi kader Muhammadiyah yang kelak mampu mengambil peran sebagai pemimpin. Hal ini selaras dengan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Baqarah ayat 30 tentang manusia sebagai khalifah di bumi.
Harapan besar pun disampaikan agar para santri kelak mampu berkiprah di berbagai bidang, hadir di tengah masyarakat, dan membawa nilai-nilai Islam di mana pun mereka berada. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa belajar di pesantren bukan sekadar menambah pengetahuan, melainkan juga mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat dan pengabdian yang lebih luas.
Sementara itu, dalam amanat upacara di kompleks putri, Ustadz Kholiq Kurniawan, M.Pd., menyampaikan tiga pesan penting yang dikenal sebagai tiga pesan Pak Dul. Pesan tersebut menjadi bekal bagi para santriwati dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita, yaitu:
“Menuntut ilmu adalah sebuah perjalanan panjang yang menuntut kesabaran. Pertama, para santri tidak boleh dibayangi rasa minder atau malu, melainkan wajib memupuk kepercayaan diri serta keberanian untuk terus berkembang.. Lalu yang kedua, menuntut ilmu adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, di mana proses belajar tersebut hanya akan membuahkan hasil lewat kesungguhan dan ketekunan yang konsisten. Terakhir saya menegaskan agar setiap santri tidak takut untuk memeluk mimpi yang besar, melainkan harus berani menggantungkan cita-cita mereka setinggi langit dan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkannya,” tegas Ustadz Kholiq Kurniawan.

Pimpinan pondok Pesantren Ustadz Kholiq Kurniawan, M.Pd
Ketiga pesan tersebut menjadi motivasi bagi para santriwati agar senantiasa percaya pada kemampuan diri, tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan, serta terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap santri memiliki tanggung jawab untuk terus belajar, memperbaiki diri, mengamalkan ilmu, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi umat dan bangsa.
Semoga ikhtiar pendidikan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Patean senantiasa melahirkan santri dan santriwati yang berilmu, berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, serta siap mengabdi di tengah masyarakat.
Sebagaimana semboyan yang menjadi prinsip perjuangan pesantren, “Datang untuk Belajar dan Pulang untuk Berjuang.” Sebab, perjalanan seorang santri tidak berhenti ketika ia menyelesaikan pendidikan di pesantren, tetapi akan berlanjut melalui ilmu, amal, dan pengabdian bagi agama, umat, dan bangsa.
- Penulis: Achmad Bayhaqi
- Editor: M. Nur Isholattudin