Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ikhlas Beramal: Praktik Nyata Spiritualitas dalam Pengabdian Ilmiah Dr. Budi Santosa, M.Si., Med.

Ikhlas Beramal: Praktik Nyata Spiritualitas dalam Pengabdian Ilmiah Dr. Budi Santosa, M.Si., Med.

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Muhammad Rafli Ramadhan, Kader IPM DKI Jakarta/Peserta PKPTMU PP IPM

Dalam berbagai literatur ilmu sosial dan keagamaan, keikhlasan sering disebut sebagai inti dari nilai moral tertinggi dalam beramal. Ikhlas beramal bukan hanya menjadi tuntutan spiritual, tetapi juga dasar etis dalam praktik keilmuan dan sosial. Nilai ini tampak nyata dalam perjalanan pengabdian Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., seorang akademisi dan praktisi yang menjadikan ilmu bukan sekadar profesi, tetapi juga ladang ibadah.

Mengintegrasikan Ilmu dan Amal

Sebagai seorang ilmuwan dan pendidik, Dr. Budi memegang prinsip bahwa ilmu yang tidak diamalkan adalah ilmu yang kehilangan maknanya. Konsep ini sejalan dengan pemikiran para cendekiawan muslim klasik seperti Al-Ghazali yang menyatakan bahwa ilmu harus menuntun pada amal saleh.
Dr. Budi secara konsisten mempraktikkan hal ini dalam berbagai bentuk pengabdian masyarakat. Ia tidak hanya terlibat dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan, tetapi juga menjadi penggerak dalam program-program kesehatan masyarakat, pendampingan komunitas, dan advokasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut dilakukan bukan karena kewajiban struktural semata, tetapi didorong oleh panggilan moral dan spiritual.

Amal dalam Kesunyian: Etika Profesional dan Sosial

Salah satu ciri utama dari amal yang ikhlas adalah dilakukannya tanpa ekspektasi pujian atau imbalan. Dalam etika profesi, hal ini dikenal sebagai altruistic professionalism—yakni motivasi kerja yang dilandasi oleh kepentingan orang lain, bukan diri sendiri. Dr. Budi menunjukkan etika ini dalam berbagai perannya.

Misalnya, dalam kegiatan penguatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah tertinggal, beliau hadir bukan sebagai “ahli” yang menggurui, melainkan sebagai mitra belajar yang setara. Ia memahami konteks lokal, mendengar kebutuhan masyarakat, dan menyesuaikan pendekatan intervensi yang bersifat partisipatif. Ini mencerminkan pemahaman mendalam akan pentingnya empati dalam pengabdian sosial.

Transmisi Nilai melalui Keteladanan

Menurut teori pembelajaran sosial Albert Bandura, perilaku manusia banyak dipengaruhi oleh model atau contoh yang dilihat dalam kehidupan nyata. Dr. Budi menjadi figur yang secara tidak langsung mentransmisikan nilai-nilai keikhlasan kepada mahasiswa, rekan sejawat, dan komunitas binaan melalui sikap dan tindakannya.

Mahasiswa yang dibimbingnya tidak hanya belajar mengenai teori dan metode riset, tetapi juga belajar mengenai pentingnya bersikap rendah hati, terbuka, dan bekerja demi kepentingan yang lebih luas. Ia memberikan ruang refleksi dalam proses akademik, menjadikan pembelajaran sebagai dialog yang bermakna, bukan sekadar transfer pengetahuan satu arah.

Kesinambungan Amal dan Relevansi Sosial

Salah satu indikator dari amal yang ikhlas dan bermakna adalah kesinambungannya serta dampak nyatanya bagi masyarakat. Dr. Budi tidak berhenti pada satu kegiatan atau proyek. Ia terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar dampak yang ditimbulkan bersifat berkelanjutan. Pendekatan ini sangat penting dalam konteks pembangunan sosial yang berorientasi pada perubahan jangka panjang.

Dalam beberapa kesempatan, ia menekankan bahwa pengabdian bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga sebuah proses perenungan diri. “Amal tidak selalu harus besar dan tampak. Yang penting bernilai dan terus dijalankan,” ujar beliau dalam satu seminar pengabdian masyarakat.

Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Ibadah

Dr. Budi Santosa menunjukkan kepada kita bahwa amal yang ikhlas bukanlah konsep abstrak. Ia adalah praktik hidup yang bisa dihidupkan dalam profesi apa pun, termasuk dalam dunia akademik dan pelayanan publik. Melalui pendekatan yang humanis, reflektif, dan konsisten, beliau telah membuktikan bahwa keilmuan yang disertai keikhlasan bisa menjadi kekuatan besar untuk menciptakan perubahan sosial yang nyata.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

    Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (UKM PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengembangkan program pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Program […]

  • Guru Besar UMS Tawarkan Inovasi Teknologi IoT dan Instrumentasi Elektronik Dukung Pembangunan Berkelanjutan

    Guru Besar UMS Tawarkan Inovasi Teknologi IoT dan Instrumentasi Elektronik Dukung Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Memperkuat riset akademik dan mewujudkan tercapainya tujuan program keberlanjutan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai institusi pendidikan kembali mengukuhkan lima guru besar dalam berbagai lintas disiplin keilmuan. Pengukuhan ini berupaya memberikan pencapain akademik serta solusi jangka panjang berbasis keilmuan yang menjawab kebutuhan lingkungan masyarakat. Prof. Heru Supriyono, ST, MSc, PhD., Guru Besar Program […]

  • Cegah Komplikasi Penyakit Kronis, Fisioterapis UMS Edukasi Aktivitas Fisik Lansia Lewat Prolanis

    Cegah Komplikasi Penyakit Kronis, Fisioterapis UMS Edukasi Aktivitas Fisik Lansia Lewat Prolanis

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim mahasiswa Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) bagi lansia di Taman Dewi Sri, Desa Kunden, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pemilihan aktivitas fisik yang aman dan tepat bagi penderita hipertensi serta diabetes melitus, sekaligus meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya gaya […]

  • SUMU Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN dan Terapkan Kebijakan Afirmatif untuk Dukung UMKM

    SUMU Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN dan Terapkan Kebijakan Afirmatif untuk Dukung UMKM

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Rencana pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada tahun depan menuai kritik dari Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Kebijakan ini berpotensi menambah beban bagi kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekretaris Jenderal SUMU Ghufron Mustaqim meminta agar rencana kebijakan yang efektif mulai tahun 2025 itu dibatalkan. Bila […]

  • SUMU Surabaya Selenggarakan Seminar “SEO Mastery” untuk Perkuat Fondasi Digital Pelaku Usaha Muhammadiyah

    SUMU Surabaya Selenggarakan Seminar “SEO Mastery” untuk Perkuat Fondasi Digital Pelaku Usaha Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Surabaya kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kapasitas digital para pelaku usaha dengan menggelar seminar bulanan ke-6 bertajuk “SEO Mastery: Cara Menarik Traffic Website Organik Tanpa Iklan.” Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 23 November 2025, pukul 09.00–12.00 WIB di MI Muhammadiyah 27, Wonorejo Indah Timur 21D Rungkut – […]

  • Inspiratif!!! Rayakan Milad Muhammadiyah 108, Muhammadiyah Sebulu Gelar Khitan Massal

    Inspiratif!!! Rayakan Milad Muhammadiyah 108, Muhammadiyah Sebulu Gelar Khitan Massal

    • calendar_month Senin, 30 Nov 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.566
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – SEBULU, Milad Muhammadiyah ke 108 yang berlangsung di Cabang Muhammadiyah Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara disemarakan dengan kegiatan senam bersama, pembagian sembako dan khitan massal. “Alhamdulillah pekan kemarin tepatnya hari ahad tanggal 22 November 2020 kita sudah melaksanakan kegiatan senam bersama dan pembagian 108 paket sembako serentak di Cabang Sebulu, Loa Janan dan Kota […]

expand_less