Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tokoh Lintas Iman Serukan Kepedulian Ekologis di Eco Talk STFT Jakarta

Tokoh Lintas Iman Serukan Kepedulian Ekologis di Eco Talk STFT Jakarta

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Perkaya pemahaman masyarakat mengenai kepedulian terhadap lingkungan hidup dari perspektif dan pengalaman komunitas berbasis iman, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta menyelenggarakan Seminar Eco Talk bertajuk ‘Satu bumi, Satu Asa, dalam Gerak Bersama’. Acara yang dilaksanakan di STFT Jakarta pada 22 September 2025 ini, menghadirkan narasumber lintas agama.

Eco Talk menghadirkan Prof. Syafiq A. Mughni (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah); Pdt. Meilanny Risamasu (Komisi Lingkungan Hidup GPIB); Js. Rusya Supit (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia); Pandita Astono Chandra (Parisada Hindu Dharma Indonesia), serta Engkus Ruswana (Presidium Pusat Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni menegaskan bahwa semua manusia sesungguhnya pemegang amanah yang dalam istilah Al Quran disebut Khalifah. “Khalifah bukan berarti penguasa tunggal. Khalifah itu seluruh manusia di muka bumi, yang kewajibannya salah satunya memelihara bumi dan lingkungan, dan mempunyai amanah memberikan yang terbaik bagi generasi yang akan datang,” ungkapnya.

Prof. Syafiq menjelaskan Muhammadiyah telah melakukan beragam program melalui Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Muhammadiyah Climate Center (MCC), hingga Eco Bhinneka Muhammadiyah. “Program yang dijalankan tujuannya sama, yaitu berjuang menjaga lingkungan, mencegah krisis iklim, sebagai bagian dari amanah yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Allah SWT,” terang Advisor Program Eco Bhinneka Muhammadiyah ini.

Keterangan foto: Prof. Syafiq A Mughni, Ketua PP Muhammadiyah sebagai Advisor Program Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Board GreenFaith Indonesia, hadir sebagai pembicara seminar ‘Eco Talk’ pada rangkaian acara Green Campus Blue Seminary di STFT Jakarta 22 Sept 2025.

Program tersebut, lanjut Prof. Syafiq, sudah memperluas kawasan dan jangkauan, yang menyasar pada lembaga ibadah di Muhammadiyah, di masjid, pengajian, hingga ranting Muhammadiyah. “Isu lingkungan menjadi bagian dari tema-tema yang tercakup dalam pesan-pesan ceramah pengajian, melakukan pengembangan kurikulum Green School, dan masjid di kantor PP Muhammadiyah menggunakan solar panel sebagai model masjid ramah lingkungan,” ujarnya.

Namun semua itu, menurut Prof. Syafiq, tidak cukup untuk keperluan internal persyarikatan dan perlu melakukan perluasan dengan membangun kerjasama. “Kerja sama lintas iman bagian dari mandat Muktamar Muhammadiyah. Mari kita terus kita perkuat kolaborasi ini, sehingga mudah-mudahan menjadi kekuatan yang sangat masif, kita gerakkan bersama-sama, dan menjadi collective behaviour bagi seluruh umat manusia,” ajaknya.

Dalam sesi Eco Talk, para tokoh lintas iman yang lain juga menegaskan bahwa manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Pandita Astono Candra menekankan prinsip Hindu dalam merawat alam sebagaimana merawat diri sendiri. “Kalau kita ingin merawat alam semesta, kita harus harmonis dengan semesta,” tegasnya. Ia juga menyebut tradisi ritual Hari Nyepi di Bali sebagai praktik konkret umat Hindu untuk memberi ruang bumi beristirahat.

Engkus Ruswana menegaskan bahwa perlakuan manusia terhadap alam harus diatur dengan bijak. “Tidak sedetik pun kita lepas dari udara. Karena itu, harus ada batasan bagaimana memperlakukan alam,” ujarnya. Ia mencontohkan kearifan masyarakat adat Baduy yang menetapkan aturan menjaga gunung, hutan, dan tanah agar tetap lestari, sembari mengingatkan bahwa masyarakat adat masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga ruang hidup mereka.

Sementara itu, Js. Rusya Supit menjelaskan bahwa dalam ajaran Khonghucu, Tuhan, langit, manusia, dan bumi adalah satu kesatuan yang saling terkait. “Kerusakan lingkungan adalah pelanggaran dari keteraturan langit,” katanya. Ia menambahkan bahwa prinsip thien xia wei gong atau “dunia milik bersama” menjadi dasar etika Konfusianisme dalam menegakkan keadilan kolektif dan tanggung jawab manusia terhadap sesama maupun lingkungan.

Dari perspektif Kristen, Pdt. Meilanny Risamasu menegaskan bahwa manusia dipanggil untuk merawat ciptaan. “Tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman yang diwujudkan dalam tindakan kasih terhadap bumi dan sesama,” ujarnya. Menurutnya, penting bagi umat untuk mengubah cara pandang, dari melihat alam sekadar sumber daya, menuju relasi yang saling menjaga.

Pdt. Meilanny Risamasu juga menekankan bahwa GCBS lahir dari kolaborasi lintas iman dan lintas lembaga, bukan hanya gereja. Kerja sama dengan STFT Jakarta, Eco Bhinneka Muhammadiyah, dan GreenFaith diharapkan menginspirasi, memperkuat kolaborasi lintas iman, dan memperluas jangkauan gerakan peduli lingkungan.

Seminar Eco Talk ini merupakan bagian dari program tahunan Green Campus Blue Seminary (GCBS) II dengan tema “Interfaith Collaboration for the Earth: Imanku, Aksiku, Bumi Kita” . GCBS II ini terselenggara dengan dukungan Eco Bhinneka Muhammadiyah, GreenFaith Indonesia, dan Germasa LH – GPIB.

Kontributor: Farah

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketenangan dalam Kesederhanaan

    Ketenangan dalam Kesederhanaan

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro Dalam dunia yang serba cepat dan kompleks saat ini, begitu banyak dari kita merasa tertekan dan cemas. Teknologi, pekerjaan, dan tuntutan hidup sehari-hari sering membuat kita terjebak dalam siklus stres yang tidak berkesudahan. Namun, ada sebuah paradoks menarik dalam upaya kita untuk menemukan ketenangan dalam kehidupan ini. Paradoks tersebut adalah bahwa […]

  • Blog Post – 7455

    Blog Post – 7455

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Welcome to our website. We are dedicated to providing quality content and services to our visitors. Magius

  • UMS Kenalkan Dua Layanan Mahasiswa Unggulan di Masta PMB 2025

    UMS Kenalkan Dua Layanan Mahasiswa Unggulan di Masta PMB 2025

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Rangkaian Masta (Masa Ta’aruf) Universitaria 2025 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS pada Selasa (19/8) menyajikan beragam materi untuk mahasiswa baru. Dari sejumlah sesi yang digelar, materi mengenai layanan aktivitas kemahasiswaan menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Materi tersebut dibawakan oleh Drs. Suyatmin Waskito Adi, M.Si., Muhammad […]

  • Mengenal Lebih Dalam Corak Penafsiran Falsafi

    Mengenal Lebih Dalam Corak Penafsiran Falsafi

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 2.356
    • 0Komentar

    Tafsir falsafi menjadi corak penafsiran yang berkembang pada pertengahan periode dimulai dengan munculnya produk penafsiran yang sistematis dalam bentuk buku atau terkodifikasi dengan baik dan sekilas menggunakan teori filsafat dalam interpretasi Al-Quran. Adapun filsafat adalah hasil aktivitas berpikir manusia yang radik hingga ke akar-akarnya, rasional serta komprehensif. Dalam perkembangannya ada beberapa aliran yang lahir, yakni […]

  • Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Rakorda IMM Jawa Tengah di Pekalongan

    Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Rakorda IMM Jawa Tengah di Pekalongan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tahun 2025 dengan mengusung tema “Membumikan Gagasan, Membumikan Peradaban untuk Jawa Tengah Berkemajuan”. Agenda ini berlangsung selama dua hari di Pekalongan, Sabtu—Minggu (29-30/11). Kegiatan Rakorda diikuti oleh 22 Pimpinan Cabang IMM (PC IMM) se-Jawa Tengah. Kehadiran penuh seluruh cabang menjadi momentum […]

  • Muhammadiyah: Demonstrasi Adalah Hak, Tapi Harus Bertanggung Jawab

    Muhammadiyah: Demonstrasi Adalah Hak, Tapi Harus Bertanggung Jawab

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWM Kaltim) mengeluarkan himbauan moral kepada masyarakat menjelang rencana aksi unjuk rasa pada 21 April mendatang. Himbauan ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan keadaban dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik. Ketua PWM Kaltim, KH. Siswanto, menyampaikan bahwa kebebasan berpendapat merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin, namun harus […]

expand_less