Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pracimantoro Menanam Perlawanan: Edukasi, Wayang, dan Perkebunan Sebagai Benteng Ekologi

Pracimantoro Menanam Perlawanan: Edukasi, Wayang, dan Perkebunan Sebagai Benteng Ekologi

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, PRACIMANTORO, WONOGIRI – Eco Bhinneka Muhammadiyah berkolaborasi dengan LHKP PP Muhammadiyah kembali melakukan kunjungan ke Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tindaklanjut survey riset sebelumnya.

Pada kunjungan kali ini, selain melaksanakan kegiatan penelitian lapangan, tim tersebut juga menyelenggarakan edukasi lingkungan bagi anak-anak usia dini, dengan fokus pada pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian alam demi terciptanya kenyamanan dan kesejahteraan bagi masa depan desa-desa di wilayah Pracimantoro.

Edukasi Wayang ala Mas Faris Wibisono

Kedatangan tim di Pracimantoro berlangsung pada Jumat, 3 Oktober, menjelang waktu salat magrib. Kegiatan pertama dalam rangka penelitian diawali dengan kunjungan ke salah satu warga yang memiliki kepedulian terhadap isu penolakan rencana pendirian pabrik semen di Pracimantoro, yaitu Mas Faris Wibisono. Bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Mas Faris, dilakukan melalui edukasi kepada anak-anak dan generasi muda sejak dini.

Sebelum membahas lebih jauh tentang metode edukasi yang dilakukan, perlu diketahui bahwa Mas Faris merupakan seorang seniman wayang, sekaligus dalang yang aktif memainkan pertunjukan wayang. Melalui perannya sebagai dalang, ia menyisipkan pesan-pesan kesadaran lingkungan dan perlawanan terhadap kerusakan alam dengan menggunakan media wayang sebagai sarana edukasi bagi anak-anak di desanya.

Mas Faris berkisah tentang Desa Umbul Mungkret di bawah Gunung Cemu, sebuah desa yang hidup harmonis dengan alam dan masih memegang kuat nilai gotong royong serta kepercayaan terhadap mitologi lokal. Masyarakat meyakini adanya naga berwarna pink sebagai penjaga mata air yang menjadi sumber kehidupan desa, mengairi sawah, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan menjadi simbol keseimbangan ekologi.

Kehidupan mereka berubah ketika datang investor bernama Pak Turjono yang menjanjikan pembangunan air bersih dan industri semen untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Namun, proyek itu justru membawa kerusakan lingkungan: gunung dikeruk, hutan dibabat, mata air mengering, dan masyarakat dipaksa membeli air. Kondisi ini menimbulkan konflik sosial, demo, dan penderitaan warga akibat banjir serta kekeringan yang silih berganti.

Akhirnya masyarakat menyadari kesalahan kolektif mereka dan memutuskan untuk memulihkan kembali desa dengan menanam pepohonan, menjaga sumber air, serta kembali pada kearifan lokal dan semangat gotong royong. Kisah ini menegaskan bahwa kesejahteraan sejati hanya dapat tercapai jika manusia hidup selaras dengan alamnya.

Kisah Mas Faris menggambarkan konflik antara kearifan lokal dan kepentingan industri modern. Pesan utamanya adalah tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan identitas budaya di tengah tekanan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Yang inti dari cerita ini sejatinya menggambarkan situasi dari wilayah pracimantoro dimasa yang akan datang ketika parik semen ini legal dan sah berdiri ditanah Pracimantoro.

Melalui sosok Mas Faris, kita dapat melihat bahwa tradisi wayang ternyata masih menjadi salah satu media alternatif perlawanan yang ampuh dalam menanamkan nilai-nilai edukasi di tengah masyarakat modern. Selain itu, pendekatan ini juga mengubah cara pandang kita bahwa wayang bukanlah tradisi yang kolot atau usang, melainkan sarana yang relevan dan efektif untuk membangun kesadaran sosial serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di era sekarang.

Edukasi Melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an

Pada Sabtu sore, memasuki hari kedua kunjungan, tim riset kolaborasi melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan bagi anak-anak usia dini. Kegiatan ini difokuskan kepada anak-anak Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Nur Al-Jannah, yang berlokasi di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro.

Peserta kegiatan terdiri dari santriwan/ti yang belum memasuki usia taman kanak-kanak hingga tingkat sekolah menengah pertama. Materi yang disampaikan oleh tim riset kolaborasi juga berfokus pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya pelestarian sumber daya alam di sekitar mereka. Dalam penyampaian materi, anak-anak juga diajak berperan aktif melalui cerita, role play, dan permainan edukatif yang dikemas seperti kisah di negeri dongeng, agar nilai-nilai pelestarian lingkungan dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Role Play yang diberikan oleh tim riset bertemakan “Berpetualang di Negeri Karst”, anak-anak diberikan peran sebagai kesatria bernama Jogo Tirto. Dalam kepercayaan masyarakat Pracimantoro, Jogo Tirto dikenal sebagai juru kunci atau penjaga sumber air yang dipercaya melindungi keberlangsungan kehidupan di wilayah tersebut. Melalui kegiatan role play ini, nilai-nilai tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam ditanamkan secara tidak langsung kepada anak-anak sejak dini.

Kegiatan ini memiliki korelasi yang kuat dengan situasi aktual masyarakat Pracimantoro, yang tengah menghadapi isu rencana pembangunan pabrik semen di wilayah mereka. Melalui permainan peran tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam di tengah ancaman eksploitasi lingkungan.

Selain itu, anak-anak juga diberikan tugas untuk mengumpulkan berbagai jenis batu dan dedaunan selama kegiatan berlangsung. Aktivitas ini bertujuan agar mereka dapat mengenal lebih dekat keragaman hayati dan geologi yang terdapat di daerahnya, sekaligus menumbuhkan rasa bangga serta tanggung jawab untuk menjaga kekayaan alam Pracimantoro.

Pada akhir sesi rangkaian edukasi bersama anak-anak TPQ Nur Al-Jannah, tim riset kolaboratif mengajak para peserta untuk menggambarkan desa impian mereka di atas kertas plano. Dari hasil kegiatan tersebut, sebagian besar anak-anak menggambarkan suasana desa yang asri, sejahtera, dan aman, dengan hamparan pegunungan yang luas, lapangan sepak bola yang besar, serta pepohonan dan perkebunan yang rimbun.

Kegiatan ini menjadi bentuk penanaman nilai dan edukasi lingkungan kepada anak-anak sebagai generasi penerus yang kelak akan melanjutkan perjuangan orang tua mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga dan merawat desa agar tetap asri, sejahtera, aman, dan nyaman sebagai tempat tinggal mereka di masa depan.

Perkebunan sebagai Pondasi Kehidupan Sehari-hari

Di sisi lain, wilayah Pracimantoro yang dikenal dengan bentang karstnya yang luas sebagai bagian dari kawasan Gunung Sewu. Ternyata juga memiliki kekayaan alam berupa lahan perkebunan yang subur. Mayoritas warga di Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian utama.

Meskipun daerah karst umumnya identik dengan kondisi rawan kekeringan, akan tetapi masyarakat setempat mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut. Hal ini disebabkan oleh karakteristik geologi kawasan karst yang memiliki banyak rongga di antara lapisan bebatuan, sehingga air sulit tertampung di permukaan dan cenderung meresap ke lapisan batuan paling bawah.

Berdasarkan kondisi tersebut, perlu diketahui bahwa sumber air yang dimanfaatkan warga untuk lahan pertanian berasal dari jaringan sungai bawah tanah yang saling terhubung satu sama lain. Oleh karena itu, apabila salah satu aliran air mengalami pencemaran atau kerusakan, terutama yang berada di bagian hulu. Maka dampaknya dapat merusak keseluruhan sistem sumber air di wilayah tersebut.

Dari hasil wawancara dan obrolan dengan mas  yarakat setempat, diketahui bahwa hasil pertanian mereka selama ini masih mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, kondisi ini dikhawatirkan akan terancam apabila pembangunan pabrik semen benar-benar direalisasikan di wilayah Pracimantoro, karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan terganggunya sumber daya air yang menjadi penopang utama kehidupan warga.

By : Muhammad Al-Fatih

Editor: Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuberkulosis : Komitmen Berantas Sampai Tuntas!

    Tuberkulosis : Komitmen Berantas Sampai Tuntas!

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Oleh : Naufal Febrian* KABARMUH.ID, Yogyakarta – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap hari hampir 28.000 orang jatuh sakit dan setidaknya 4.000 warga meninggal dunia, sebab penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan disembuhkan ini. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menargetkan tuberkulosis (TB) dieliminasi tahun 2030. Namun, akses ke pencegahan TB bagi sedikitnya 24 juta orang yang bergaul […]

  • PWNA Lampung Gelar Dialog Interaktif Moderasi Beragama, Hadirkan Lima Tokoh Agama

    PWNA Lampung Gelar Dialog Interaktif Moderasi Beragama, Hadirkan Lima Tokoh Agama

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Bandar Lampung, 2 Mei 2025 — Dalam rangka puncak kegiatan Breaking Down The Walls Day (BDWD) Faith In Harmony: Best Friends Forever, Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Lampung menyelenggarakan Dialog Interaktif Moderasi Beragama yang menghadirkan lima tokoh agama dari lintas keyakinan. Kegiatan ini dihadiri oleh pemuka agama Islam Bapak Sudarman, Bhante Pannajoto […]

  • Eco Bhineka Muhammadiyah Gelar Festival Lintas Iman untuk Keselamatan Lingkungan

    Eco Bhineka Muhammadiyah Gelar Festival Lintas Iman untuk Keselamatan Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 233
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dalam rangka mempromosikan kerukunan antar umat beragama melalui pendekatan pelestarian lingkungan, Eco Bhineka Muhammadiyah selenggarakan Festival Eco Bhinneka 2024 dengan tema “Surakarta Beragam” digelar pada Sabtu (21/09) di Balai kota Surakarta. Turut hadir dalam acara tersebut beberapa instansi, tokoh masyarakat lintas agama, aktivis dan para pegiat lingkungan. Festival Eco Bhinneka merupakan sebuah […]

  • Gelar Bakti Sosial, Aisyiyah Kutai Timur Bagikan 176 Paket Sembako

    Gelar Bakti Sosial, Aisyiyah Kutai Timur Bagikan 176 Paket Sembako

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.224
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Kutai Timur – Sejak merebaknya pandemic virus corona (Covid-19) di Indonesia, dampak yang diakibatkan bukan saja di bidang kesehatan, melainkan juga di bidang ekonomi dan sosial. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya, pendapatannya berkurang, atau tidak mempunyai pendapatan. Menghadapi dan menanggapi persoalan ini, Aisyiyah Kutai Timur bergerak dengan ta’awun (tolong-menolong) sosial. Aisyiyah Kutai Timur […]

  • Hadir dalam Halal Bihalal DPP IMM, KM3Nas Siap Membangun Dakwah Masa Depan!

    Hadir dalam Halal Bihalal DPP IMM, KM3Nas Siap Membangun Dakwah Masa Depan!

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari berbagai daerah berkumpul dalam kegiatan Syawalan dan Halal Bihalal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM bertema “Merawat IMM, Memajukan Indonesia.” Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, selain kehadiran online via zoom para pengurus Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Nasional (KM3Nas) DPP IMM, Asyraf Nayif Abdullah dan Leni Rachmawati turut […]

  • Atlet UMS Sumbang Emas, Perak, dan Perunggu untuk Jateng di POMNAS XIX 2025

    Atlet UMS Sumbang Emas, Perak, dan Perunggu untuk Jateng di POMNAS XIX 2025

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi gemilang melalui cabang olahraga (cabor) pencak silat dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025. Sebanyak 3 atlet silat UMS memperkuat kontingen Jawa Tengah, dengan raihan medali 1 emas dari Kirana Tias Savira (Kelas F Putri), 1 perak dari Maliki Istiqlal Amuskan (Kelas C […]

expand_less