Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Dari Ayunan Hingga Mihrab: Implementasi Pedagogik Al-Qur’an dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Dari Ayunan Hingga Mihrab: Implementasi Pedagogik Al-Qur’an dalam Pendidikan Anak Usia Dini

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Amtsal Ajhar, KABID MEDKOM PK IMM Shabran

Dalam setiap ayunan yang bergoyang, tersimpan potensi jiwa yang akan menentukan masa depan umat. Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pembentukan karakter manusia berkualitas, sebuah proses transformasi dari innocence menuju wisdom. Masa golden age  bagaikan tanah subur yang menentukan perkembangan akhlak dan spiritualitas anak sebagaiama menurut suyadi dalam bukunya yakni Psikologi Pendidikan Anak Usia Dini  (Suyadi, 2019) bahwa periode ini sangat kritis dalam pembentukan karakter. Al-Qur’an memberikan arahan jelas tentang pentingnya pendidikan, sebagaimana QS. Luqman ayat 13 yang menekankan tauhid sebagai inti pendidikan (Shihab, 2020).

Di tengah pusaran globalisasi yang membawa tantangan moral kompleks, pendidikan berbasis Qur’ani menjadi mercusuar spiritual yang menerangi jalan menuju akhlak mulia. Nugraha dalam bukunya yakni “Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Neurosains” (Nugraha, 2018) menegaskan bahwa pada masa kritis ini, otak anak mengalami perkembangan pesat dan mampu menyerap informasi optimal. Fenomena degradasi moral yang melanda generasi muda menunjukkan urgensi kembali kepada nilai-nilai fundamental Al-Qur’an, sebagaimana diungkapkan Mansur melalui karyanya yaitu Pendidikan Karakter di Era Globalisasi: Menjawab Tantangan Moral Generasi Milenial” (Mansur, 2021) tentang kompleksitas tantangan moral di era modern.

Landasan Pendidikan Anak dalam Al-Qur’an

1. Tauhid Sebagai Fondasi Pendidikan

Dalam dialog abadi antara Luqman dan anaknya, terpancar hikmah tentang prioritas pendidikan. QS. Luqman ayat 13 menjadi rujukan utama: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan pertama dan utama adalah pengenalan dan penanaman keyakinan kepada Allah SWT.

As-Suyuthi (2018) dalam Tafsir Al-Jalalain menjelaskan bahwa Luqman mendidik anaknya dengan pendekatan penuh kasih sayang namun tegas dalam menyampaikan prinsip-prinsip ketauhidan. Pendidikan tauhid bukan sekadar pengenalan konsep ketuhanan, melainkan penanaman nilai-nilai moral yang bersumber dari keyakinan kepada Allah  merupakan sebuah transformasi dari knowing menuju being.

2. Tanggung Jawab Orang Tua

  1. At-Tahrim ayat 6 menegaskan dengan tegas: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” Ayat ini menunjukkan kewajiban orang tua sebagai arsitek jiwa yang merancang blueprint karakter anak. Hamka (2020) dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan bahwa memelihara keluarga mencakup pendidikan akhlak, ibadah, dan akidah yang dimulai sejak dini.

Tanggung jawab ini bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan amanah sakral yang menentukan masa depan peradaban. Orang tua bertanggung jawab tidak hanya terhadap kebutuhan fisik, tetapi juga spiritual dan moral yang membentuk karakter anak – sebuah investasi untuk kehidupan dunia dan akhirat.

3. Berbakti Kepada Orang Tua

  1. Al-Isra’ ayat 23-24 mengajarkan filosofi kehidupan yang mendalam: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu.” Ar-Razi (2019) menegaskan bahwa setelah ketauhidan, nilai fundamental adalah berbakti kepada orang tua. Quthb (2021) menjelaskan bahwa penanaman nilai ini sejak dini membentuk karakter yang menghormati hierarki kehidupan dan memahami esensi continuity dalam hubungan manusia.

Penanaman Akhlak Mulia dalam Pendidikan Anak Usia Dini

1. Ahlak Kepada Allah

Penanaman akhlak terhadap Allah merupakan prioritas utama, sebuah proses membangun vertical connection yang menjadi sumber energi spiritual. Al-Ghazali (2018) menegaskan bahwa hal ini mencakup pengenalan sifat-sifat Allah, pembiasaan ibadah, dan penanaman rasa syukur. Anak diajarkan mengenal Allah melalui ciptaan-Nya, sehingga tumbuh rasa kagum dan cinta kepada Sang Pencipta.

Nata (2019) menjelaskan bahwa secara praktis, dilakukan melalui pembiasaan doa sehari-hari, pengenalan Asmaul Husna, dan pengembangan sikap tawakal. Pembiasaan ini membentuk kepribadian anak yang senantiasa ingat dan bergantung kepada Allah dan merupakan sebuah proses internalisasi nilai yang mengubah ritual menjadi spiritualitas.

2. Ahlak Terhadap Sesama

  1. Al-Hujurat ayat 11 mengajarkan filosofi kesetaraan manusia: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka.” Shihab (2020) menekankan bahwa ayat ini mengajarkan toleransi, menghormati perbedaan, dan tidak merendahkan orang lain.

Zainuddin (2018) menjelaskan bahwa penanaman akhlak terhadap sesama meliputi pengembangan empati, kemampuan berbagi, sikap tolong-menolong, dan menghormati hak orang lain. Anak diajarkan bahwa setiap manusia memiliki kedudukan sama di hadapan Allah  sebuah pemahaman tentang universal brotherhood yang melampaui batasan fisik dan sosial.

3. Ahlak Terhadap Lingkungan

Islam mengajarkan menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Nasr (2017) menegaskan bahwa konsep khalifah fil ardh mengajarkan bahwa manusia bertanggung jawab menjaga ciptaan Allah. Sardar (2020) menjelaskan bahwa pendidikan lingkungan dalam konteks Qur’ani bersifat tidak hanya praktis tetapi juga spiritual.

Implementasi dilakukan dengan edukasi menjaga kebersihan sekolah, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah plastik, dan menanam tanaman. Pendidik harus memberikan contoh sebagai sosok yanng berintegritas sebuah manifestasi dari kesadaran Ekologis yang dimulai dari diri sendiri.

Implementasi dalam Pendidikan Anak Usia Dini 

  1. Metode Pembelajaran yang Menyenangkan

Implementasi pendidikan berbasis Qur’ani memerlukan metode sesuai karakteristik anak usia dini. Madyawati (2019) menekankan bahwa metode bercerita dengan tokoh-tokoh Al-Qur’an menjadi sarana efektif menanamkan nilai moral. Cerita Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf, atau Luqman dan anaknya dapat menjadi media pembelajaran yang transformatif.

Sujiono (2021) menjelaskan bahwa penggunaan lagu, permainan edukatif, dan aktivitas seni juga efektif. Melalui pendekatan menyenangkan, anak menyerap nilai-nilai Qur’ani tanpa merasa terbebani – sebuah proses pembelajaran yang mengubah education menjadi edutainment dengan substansi spiritual.

2. Keteladanan dari Pendidik

Keteladanan merupakan metode pendidikan paling efektif membentuk karakter anak. Ahmad (2018) mengutip hadis Rasulullah SAW: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Hadis ini menunjukkan keteladanan dalam akhlak merupakan inti pendidikan Islam.

Arief (2020) menegaskan bahwa pendidik PAUD berbasis Qur’ani harus menjadi contoh baik dalam berperilaku, bertutur kata, dan berinteraksi. Keteladanan lebih berpengaruh daripada nasihat, karena anak usia dini lebih banyak belajar melalui observasi dan imitasi – sebuah proses pembelajaran dimana pendidik menjadi living curriculum.

3. Integritas dengan Kurikulum Nasional

Pendidikan berbasis Qur’ani tidak mengabaikan kurikulum nasional. Mulyasa (2019) menjelaskan bahwa nilai-nilai Qur’ani dapat diintegrasikan dalam berbagai aspek pembelajaran: moral-agama, sosial-emosional, kognitif, bahasa, hingga fisik-motorik.

Fadlillah (2018) menekankan bahwa integrasi dilakukan dengan mengaitkan setiap materi pembelajaran dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang relevan. Dalam pembelajaran sains, anak diajak mengamati ciptaan Allah dan mengembangkan rasa syukur. Dalam pembelajaran sosial, diajarkan pentingnya berbagi dan tolong-menolong – sebuah synthesis of knowledge yang menyatukan secular dan sacred knowledge.

Kesimpulan

Pendidikan anak usia dini berbasis Qur’ani merupakan investasi jangka panjang membentuk generasi berkarakter mulia dan merupakan sebuah proses transformasi dari innocence menuju wisdom, dari potential menuju actual. Melalui penanaman nilai-nilai tauhid, akhlak kepada Allah, sesama manusia, dan lingkungan, anak akan tumbuh menjadi individu dengan fondasi spiritual kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana.

Implementasi memerlukan komitmen kuat dari semua pihak: orang tua, pendidik, hingga masyarakat. Dengan metode pembelajaran tepat, keteladanan baik, dan integrasi harmonis dengan kurikulum nasional, pendidikan berbasis Qur’ani dapat menjadi solusi membentuk generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga mulia secara moral dan spiritual.

Dalam setiap langkah dari ayunan menuju mihrab, kita menyaksikan transformasi jiwa yang luar biasa. Mari kita jadikan diri sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan berakhlak mulia. Dengan kembali kepada nilai-nilai Al-Qur’an dalam mendidik anak, kita berharap melahirkan generasi yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, sesuai misi Rasulullah SAW sebagai rahmatan lil ‘alamin – dari ayunan kecil menuju mihrab kehidupan yang agung.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

  • Een complete Toegankelijke Kennismaking tot Diamonds Power Slot voor Nederland

    Een complete Toegankelijke Kennismaking tot Diamonds Power Slot voor Nederland

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Nederlandstalige spelers die een speelautomaat wensen die toegankelijk is maar desondanks veel te bieden heeft, kiezen vaak voor Diamonds Power Slot https://holdandwin.nl/diamondspower/. Deze gokkast, gemaakt door een toonaangevend spelontwikkelaar, ziet er eenvoudig uit maar heeft opvallend veel inhoud. De gokkast gaat over de traditionele glans van edelstenen en stenen, maar brengt daar hedendaagse aspecten aan […]

  • Frequent Blunders When Controlling Your Casino Bankroll

    Frequent Blunders When Controlling Your Casino Bankroll

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 23
    • 0Komentar

    We see it repeatedly at 1bet Casino bonus: a player joins, claims a welcome offer, and jumps into the slots or live tables with real excitement. Within an hour, the balance reaches zero, not because the games were unfair, but because no clear spending plan was in place. Controlling a casino bankroll is a skill […]

  • MLC dan BikersMu Surabaya Resmi Dikukuhkan

    MLC dan BikersMu Surabaya Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya, 31 Agustus 2025 – Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi Sang Pencerah yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Mu’alaf Learning Center (MLC) dan BikersMu Chapter Surabaya, bertempat di Gedung Rektorat At-Tauhid Tower Lt. 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya. Acara ini mengusung tema “KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal) Pilihan […]

  • Rainbet Casino’s Visuals and Design Excellence New Zealand Gamer Perspective

    Rainbet Casino’s Visuals and Design Excellence New Zealand Gamer Perspective

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    When we evaluate the imagery and design quality of Rainbet Casino, it’s clear that New Zealand gamers have discovered much to admire. The sophisticated imagery and seamless motion graphics establish an appealing atmosphere, but we need to investigate how well this enhances player interaction. What specific features of the design add to this positive reception, […]

  • FT UMS Kenalkan Industri Batik Ramah Lingkungan kepada Mahasiswa Internasional

    FT UMS Kenalkan Industri Batik Ramah Lingkungan kepada Mahasiswa Internasional

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional melalui kegiatan field study membatik di Batik MY, Bayat, Klaten, dalam rangkaian Science & Engineering Summer Camp 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lintas budaya yang memadukan aspek seni, teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan. Pada hari kedua […]

expand_less