Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Negeri di Atas Patahan: Benarkah Mitigasi Bencana Kita Sudah Memadai?

Negeri di Atas Patahan: Benarkah Mitigasi Bencana Kita Sudah Memadai?

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Indonesia berada dalam kawasan bencana dengan risiko tinggi sebagai negara yang berdiri di atas Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, dengan 295 sesar aktif, 14 segmen sumber gempa subduksi, serta ratusan segmen patahan lain yang belum teridentifikasi menurut Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2024. Kondisi tektonik pertemuan lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik membuat sebagian besar wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Bali-NTB-NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua rentan akan bencana gempa bumi, tsunami, serta deformasi permukaan. Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan apakah mitigasi bencana Indonesia sudah memadai dalam menekan risiko kerusakan dan korban jiwa?.

Dosen Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Danardono, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa siklus dalam manajemen bencana mencakup pra, saat dan pascabencana, di mana fase prabencana menjadi kunci utama dalam sebuah mitigasi bencana. Saat ini, Indonesia sudah memiliki peta risiko nasional melalui platform InaRISK milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memetakan ancaman seperti gempa bumi, banjir, longsor, hingga hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia. Namun pemetaan tersebut masih berada pada level makro.

“Peta BNPB itu sangat bagus, tetapi skalanya besar. Belum detail sampai tingkat kecamatan atau desa. Di situlah gap yang perlu ditutup, pemetaan risiko bencana itu hal yang sangat penting dalam upaya mitigasi, karena menjadi dasar menentukan daerah prioritas dan strategi adaptasi masyarakat,” jelasnya, Kamis (11/12).

Menurut Danardono, beban pemetaan daerah risiko bencana secara detail seharusnya dilanjutkan oleh BPBD provinsi dan kabupaten. Namun, kenyataannya belum semua daerah memiliki peta risiko bencana yang memadai meskipun Indonesia memiliki sistem deteksi dini yang tidak kalah dengan negara maju. Early Warning System (InaTEWS), sensor kegempaan, serta pemantauan deformasi sudah tersedia. Namun persoalannya muncul pada masalah maintenance.

“Kalau semuanya diserahkan ke pusat, tentu berat. Mitigasi itu harus kolaboratif pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta harus terlibat. Banyak alat early warning system yang hilang atau dicuri. Ketika alat itu hilang, data terputus, dan ini menjadi problem serius,” ungkapnya.

Ia memaparkan bahwa teknologi pemetaan detail seperti UAV (Unmanned Aerial Vehicle) sangat efektif untuk merancang jalur evakuasi tsunami dan analisis spasial lainnya. “Data UAV sangat membantu dalam akuisisi data spasial seperti elevasi dan penggunaan lahan. Tanpa data detail, jalur evakuasi tidak dapat disusun secara akurat,” ujarnya merujuk riset yang pernah ia lakukan.

Danardono juga menyoroti minimnya implementasi pendidikan kebencanaan. Pemerintah sudah memiliki program Sekolah Aman Bencana (SPAB) yang tertuang dalam Permendikbud No.33 Tahun 2019, tetapi belum menjangkau seluruh sekolah. Dalam konteks itu, Prodi Geografi UMS turut mengambil peran dengan menyiapkan kurikulum yang membekali mahasiswa pada konsentrasi lingkungan fisik dan kebencanaan mulai di semester lima. Melalui mata kuliah manajemen kebencanaan, mahasiswa diajarkan untuk akuisisi data dasar kebencanaan, manajemen bencana, hingga penyusunan jalur evakuasi berbasis metode UAV, UMS mendorong lahirnya tenaga ahli yang siap berkontribusi dalam penguatan mitigasi bencana nasional.

Menutup penjelasannya, ia kembali menekankan pentingnya kerja lintas sektor dalam menghadapi bencana. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.”Pemerintah perlu mengintensifkan perannya sebagai regulator, sambil berkolaborasi dengan peneliti, lembaga masyarakat, dan komunitas,” ujarnya.

la meyakini bahwa siklus manajemen bencana hanya akan efektif ketika seluruh unsur terlibat, dari pembuat kebijakan hingga masyarakat paling bawah. Pendidikan, kolaborasi, dan pemahaman di akar rumput, katanya, adalah fondasi terbaik untuk mengurangi korban dan kerugian di masa mendatang. (Alvian/Humas)

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SD Muhammadiyah 2 Tulangan Kembangkan Budidaya Ikan Lele dan Hidroponik bersama Mahasiswa Umsida

    SD Muhammadiyah 2 Tulangan Kembangkan Budidaya Ikan Lele dan Hidroponik bersama Mahasiswa Umsida

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sidoarjo – SD Muhammadiyah 2 Tulangan kembali menunjukkan inovasinya dalam menciptakan suasana belajar yang hidup dan menyenangkan. Pada Selasa (17/9/2025). Sekolah ini menjadi pusat kegiatan edukatif yang tak biasa. Siswa-siswi tampak bersemangat di halaman sekolah, bukan sekadar bermain, melainkan sibuk memberi pakan ikan lele dan memeriksa pertumbuhan tanaman hidroponik yang mereka rawat sendiri. Program […]

  • Dari Pondok untuk Peradaban: Menuju Milad ke-43 Pondok Shabran UMS Satukan Alumni Lintas Generasi

    Dari Pondok untuk Peradaban: Menuju Milad ke-43 Pondok Shabran UMS Satukan Alumni Lintas Generasi

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan menyelenggarakan Temu Alumni dan Semarak Milad ke-43 pada Sabtu–Minggu, (10–11/1) mendatang. Rangkaian kegiatan ini bertempat di kompleks Pondok Shabran UMS, Kartasura, Sukoharjo. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Alumni Lintas Generasi: Upaya Memajukan Kesejahteraan Umat dan Bangsa.” Momentum milad ke-43 ini menjadi […]

  • PCM Candipuro Lampung Selatan Buka Posko Peristirahatan untuk Peserta LPCR CRM Award 2024

    PCM Candipuro Lampung Selatan Buka Posko Peristirahatan untuk Peserta LPCR CRM Award 2024

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 171
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Selatan – Dalam rangka menyambut peserta LPCR CRM Award 2024 yang diadakan di PCM Ilir Timur Palembang. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candipuro Lampung Selatan berinisiatif mendirikan Posko Peristirahatan khusus bagi peserta dari berbagai daerah di pulau Jawa  yang melakukan perjalanan darat menuju lokasi. Posko ini dibuka mulai dari hari Rabu, 30  Oktober 2024 […]

  • PWM Kaltim Bangun Reputasi Digital Lewat Pelatihan Menulis Berita di Ponpes Istiqamah

    PWM Kaltim Bangun Reputasi Digital Lewat Pelatihan Menulis Berita di Ponpes Istiqamah

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Samarinda — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat reputasi digital organisasi. Salah satu langkah nyatanya ialah menyelenggarakan pelatihan menulis berita dan artikel di Pondok Pesantren Istiqamah Batu Besaung, Samarinda, pada Jumat (7/11/2025). Kegiatan yang diikuti para ustadz dan guru SMA Istiqamah ini dibuka langsung oleh Kepala SMA Istiqamah, Ustadz Arif […]

  • Tim Fisioterapi UMS Lolos Pendanaan SAPIN X BRIN Lewat Riset Koreksi Postur Santri Penghafal Al-Qur’an

    Tim Fisioterapi UMS Lolos Pendanaan SAPIN X BRIN Lewat Riset Koreksi Postur Santri Penghafal Al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang riset biomedis. Mereka berhasil lolos pendanaan dari program Riset Kesehatan Pesantren (RISKESTREN) yang diselenggarakan oleh Yayasan Santri Peduli Negeri (SAPIN) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025. Melalui penelitian berjudul “Efektivitas Exercise dan Koreksi Head […]

  • Kabar Baik! PDPM Berau Terima Wakaf Lahan di Kampung Sukan Tengah

    Kabar Baik! PDPM Berau Terima Wakaf Lahan di Kampung Sukan Tengah

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.009
    • 1Komentar

    KABARMUH.COM, Sambaliung – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Berau menyambut baik niatan warga yang menghibahkan tanahnya dengan bertolak ke lokasi tanah pada Jum’at siang (30/4). Lahan dengan lebar kurang lebih 15 meter dan panjang 400 meter tersebut berlokasi di RT 001 Kampung Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Pihak pewakaf yang diwakili saudara Usnur, S.Pd […]

expand_less