Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Prof. Najib Burhani: Akademi Riset IMM Jateng Bangun Kader Pelopor Gerakan Ilmiah

Prof. Najib Burhani: Akademi Riset IMM Jateng Bangun Kader Pelopor Gerakan Ilmiah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tenga sukses menyelenggarakan Pembukaan Akademi Riset yang di gelar di Auditorium Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (31/01).

Acara pembukaan ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai Pimpinan Komisariat (PK) IMM di seluruh Jawa Tengah, dengan menghadirkan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (kemendikti saintek RI), Prof. Najib Burhani, M.A., sebagai keynote speech dan Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag sebagai perwakilan amanat dari PWM Jawa Tengah.

Dalam pemaparan materinya, Prof. Najib Burhani, M.A., mengawali dengan melontarkan sebuah pertanyaan reflektif kepada peserta.

“Ilmuwan Muslim mana yang pernah mendapatkan Hadiah Nobel dalam bidang fisika dan kimia?” Pertanyaan ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga membangun interaksi aktif sekaligus mengantarkan audiens pada topik utama yang akan dibahas.

Dalam paparannya yang berjudul “Kader IMM sebagai Pelopor Gerakan Berbasis Riset”, Prof. Najib Burhani mengawali temanya dengan sebuah ayat dalam al-qur’an yang menyuruh kita melakukan riset diantaranya yaitu merujuk pada surat Ali-Imran 190.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir apapun yang ada di sekeliling kita,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan permasalahan yang dialami oleh orang-orang islam zaman sekarang yaitu keterbuaian dengan masa lalu, pseudoscience (ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan metode ilmiah), dan terjebak pada  budaya yang instan.

“Inilah yang menjadi permasalahan yang sering kali terjadi seakan-akan kita itu adalah ilmiah tetapi sebetulnya tidak bisa dibuktikan dan tidak masuk standar ilmiah sehingga membuat kita tidak bisa berkembang,” sambungnya.

Selain itu, Prof. Najib Burhani, M.A., menyoroti perjalanan hidup sejumlah ilmuwan Muslim peraih Nobel yang lahir dari latar belakang sederhana dan penuh keterbatasan. Abdus Salam, peraih Nobel Fisika 1979, tumbuh dari keluarga miskin di Pakistan dan menempuh pendidikan dengan segala keterbatasan ekonomi. Ahmed Zewail, penerima Nobel Kimia 1999, berasal dari keluarga sederhana di Mesir dan harus berjuang keras menembus dunia akademik internasional.

Hal serupa dialami Aziz Sancar, peraih Nobel Kimia 2015, yang lahir di daerah terpencil Turki dari keluarga petani dengan akses pendidikan yang terbatas. Prof. Najib Burhani, M.A., juga menyinggung kisah Omar M. Yaghi, ilmuwan kimia 2025, yang masa kecilnya dihabiskan dalam kondisi sulit sebagai anak pengungsi, namun mampu bangkit melalui pendidikan dan ketekunan serta konsistensinya dalam belajar. Kisah-kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang sosial bukan penghalang untuk berprestasi di bidang sains dan teknologi.

Sebagai penutup, Prof. Najib Burhani, M.A., menyampaikan bahwa pembelajaran juga bisa diambil dari negara-negara yang selama ini dianggap kurang berkembang. Ia mencontohkan India, di mana masyarakat mampu membangun kemajuan teknologi meski kondisi lingkungan dan fasilitasnya sederhana. Menurutnya, budaya riset di India sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, menunjukkan bahwa kemajuan ilmu tidak selalu ditentukan oleh fasilitas mewah, tetapi oleh mentalitas riset, ketekunan dan konsistensi.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh narasumber kedua yaitu Prof. Dr. M Fattah Santoso.,M.Ag beliau merupakan perwakilan yang menyampaikan amanat dari majelis tarjih Jawa Tengah, dalam kesempatan tersebut beliau menjelaskan akan pentingnya seni, ilmu pengetahuan, dan agama dalam kehidupan

“Hidup dengan seni akan menjadi indah, hidup dengan ilmu pengetahuan akan menjadi mudah dan dengan ilmu agama hidup menjadi terarah” ungkapnya.

Tak hanya itu, Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag  juga menjelaskan apabila kita sudah memutuskan aktif di akademi riset berarti menyiapkan diri sebagai kader ulul albab yang berciri utama bernalar dan selalu berdzikir kepada Allah.

“Dan dari sini kita belajar kalau akademi riset jangan sampai meninggalkan ajaran spiritualitas kalau itu sudah kita amalkan akan ada semboyan kita wacana keilmuan dan keislaman ketika itu sudah kita amalkan insyaallah IMM akan menjadi pengembangan wacana keilmuan,” ujar Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag menutup materinya.

Kontributor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fisioterapi Bukan Sekadar Pemulihan, UMS Ajarkan Pencegahan Sejak Dini untuk Lansia

    Fisioterapi Bukan Sekadar Pemulihan, UMS Ajarkan Pencegahan Sejak Dini untuk Lansia

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap 29 Mei, Kaprodi Program Studi Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dwi Rosella Komala Sari, M.Fis., S.Fis., Ph.D., menekankan pentingnya peran fisioterapi dalam menjaga kesehatan fisik dan kemandirian para lansia. Fisioterapis merupakan tenaga kesehatan profesional yang bertujuan untuk mencegah, mengembalikan, memelihara, […]

  • UMS Gelar Pendampingan Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader, Siapkan Kader Unggul Muhammadiyah

    UMS Gelar Pendampingan Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader, Siapkan Kader Unggul Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID., SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pendampingan dan Koordinasi Penerima Beasiswa Kader UMS pada Jumat (18/10) di Masjid Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH Mas Mansur, Kampus IV UMS. Kegiatan ini bertujuan untuk mengarahkan sekaligus mengkoordinasi mahasiswa penerima beasiswa yang berada di bawah naungan LP3A, serta […]

  • Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Menjadi Penceramah Pengajian Akbar dalam MUSYCAB PCM dan PCA Bumiayu

    Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Menjadi Penceramah Pengajian Akbar dalam MUSYCAB PCM dan PCA Bumiayu

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 219
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BREBES – Ribuan warga persyarikatan hadiri Pengajian Akbar dalam rangka meriahkan Musycab Muhammadiyah dan Aisyiyah Bumiayu Periode Muktamar ke-48 di Hanggar SMK Mutu Bumi yang menghadirkan Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai penceramah, Jum’at, (28/7/2023). Musyawarah Cabang (Musycab) Muhammadiyah dan Aisyiyah Bumiayu Periode Muktamar ke-48 yang merupakan […]

  • Musyawarah Tarjih PCIM Maroko Perkuat Kaderisasi Intelektual Muhammadiyah Bahas Isu Kontemporer

    Musyawarah Tarjih PCIM Maroko Perkuat Kaderisasi Intelektual Muhammadiyah Bahas Isu Kontemporer

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Maroko – Upaya memperkuat tradisi intelektual Muhammadiyah terus dilakukan oleh kader Persyarikatan di berbagai negara. Melalui Musyawarah Tarjih PCIM Maroko, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkenalkan sekaligus mempraktikkan metodologi tarjih dalam menjawab berbagai persoalan keislaman kontemporer. Kegiatan yang berlangsung di Aula Hayy Jami’ Dauli, Rabat, Selasa (21/7/2026), tersebut […]

  • “Jangan Salah Idolakan!”: Pesan Tegas Ustadz Masumi di Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah

    “Jangan Salah Idolakan!”: Pesan Tegas Ustadz Masumi di Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Samarinda – Pengajian Ahad malam di Masjid Ad-Da’wah Muhammadiyah Jl. Siradj Salman Samarinda, (19/10/2025), menghadirkan Ustadz Ir. Masumi, Bendahara PWM Kalimantan Timur, yang membawakan materi bertema “Idola Istimewa.” Kegiatan rutin Majelis Tabligh PWM Kaltim ini diikuti dari berbagai unsur jajaran pimpinan wilayah, upp, dan ortom Muhammadiyah, serta jamaah. Dalam ceramahnya, Ustadz Masumi menyoroti fenomena masyarakat […]

  • Doa, Usaha, dan Semangat Juara MAPSI Brebes 2025 hantarkan 3 Santriwati MBS Bumiayu Kembali Bertarung Kembali di Banyumas pada tingkat Provinsi

    Doa, Usaha, dan Semangat Juara MAPSI Brebes 2025 hantarkan 3 Santriwati MBS Bumiayu Kembali Bertarung Kembali di Banyumas pada tingkat Provinsi

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, ~ Bumiayu-Brebes || LIma Santri SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat SMP se-Kabupaten Brebes yang digelar di SMP Al-Hikmah 1 Sirampog, Selasa (16/9/2025), mereka berhasil meraih gelar juara di tiga cabang lomba. Tiga santriwati, yakni Firdiani NurKhakim, Calisa […]

expand_less