Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Prof. Najib Burhani: Akademi Riset IMM Jateng Bangun Kader Pelopor Gerakan Ilmiah

Prof. Najib Burhani: Akademi Riset IMM Jateng Bangun Kader Pelopor Gerakan Ilmiah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tenga sukses menyelenggarakan Pembukaan Akademi Riset yang di gelar di Auditorium Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (31/01).

Acara pembukaan ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai Pimpinan Komisariat (PK) IMM di seluruh Jawa Tengah, dengan menghadirkan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (kemendikti saintek RI), Prof. Najib Burhani, M.A., sebagai keynote speech dan Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag sebagai perwakilan amanat dari PWM Jawa Tengah.

Dalam pemaparan materinya, Prof. Najib Burhani, M.A., mengawali dengan melontarkan sebuah pertanyaan reflektif kepada peserta.

“Ilmuwan Muslim mana yang pernah mendapatkan Hadiah Nobel dalam bidang fisika dan kimia?” Pertanyaan ini tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga membangun interaksi aktif sekaligus mengantarkan audiens pada topik utama yang akan dibahas.

Dalam paparannya yang berjudul “Kader IMM sebagai Pelopor Gerakan Berbasis Riset”, Prof. Najib Burhani mengawali temanya dengan sebuah ayat dalam al-qur’an yang menyuruh kita melakukan riset diantaranya yaitu merujuk pada surat Ali-Imran 190.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir apapun yang ada di sekeliling kita,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan permasalahan yang dialami oleh orang-orang islam zaman sekarang yaitu keterbuaian dengan masa lalu, pseudoscience (ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan metode ilmiah), dan terjebak pada  budaya yang instan.

“Inilah yang menjadi permasalahan yang sering kali terjadi seakan-akan kita itu adalah ilmiah tetapi sebetulnya tidak bisa dibuktikan dan tidak masuk standar ilmiah sehingga membuat kita tidak bisa berkembang,” sambungnya.

Selain itu, Prof. Najib Burhani, M.A., menyoroti perjalanan hidup sejumlah ilmuwan Muslim peraih Nobel yang lahir dari latar belakang sederhana dan penuh keterbatasan. Abdus Salam, peraih Nobel Fisika 1979, tumbuh dari keluarga miskin di Pakistan dan menempuh pendidikan dengan segala keterbatasan ekonomi. Ahmed Zewail, penerima Nobel Kimia 1999, berasal dari keluarga sederhana di Mesir dan harus berjuang keras menembus dunia akademik internasional.

Hal serupa dialami Aziz Sancar, peraih Nobel Kimia 2015, yang lahir di daerah terpencil Turki dari keluarga petani dengan akses pendidikan yang terbatas. Prof. Najib Burhani, M.A., juga menyinggung kisah Omar M. Yaghi, ilmuwan kimia 2025, yang masa kecilnya dihabiskan dalam kondisi sulit sebagai anak pengungsi, namun mampu bangkit melalui pendidikan dan ketekunan serta konsistensinya dalam belajar. Kisah-kisah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang sosial bukan penghalang untuk berprestasi di bidang sains dan teknologi.

Sebagai penutup, Prof. Najib Burhani, M.A., menyampaikan bahwa pembelajaran juga bisa diambil dari negara-negara yang selama ini dianggap kurang berkembang. Ia mencontohkan India, di mana masyarakat mampu membangun kemajuan teknologi meski kondisi lingkungan dan fasilitasnya sederhana. Menurutnya, budaya riset di India sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, menunjukkan bahwa kemajuan ilmu tidak selalu ditentukan oleh fasilitas mewah, tetapi oleh mentalitas riset, ketekunan dan konsistensi.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh narasumber kedua yaitu Prof. Dr. M Fattah Santoso.,M.Ag beliau merupakan perwakilan yang menyampaikan amanat dari majelis tarjih Jawa Tengah, dalam kesempatan tersebut beliau menjelaskan akan pentingnya seni, ilmu pengetahuan, dan agama dalam kehidupan

“Hidup dengan seni akan menjadi indah, hidup dengan ilmu pengetahuan akan menjadi mudah dan dengan ilmu agama hidup menjadi terarah” ungkapnya.

Tak hanya itu, Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag  juga menjelaskan apabila kita sudah memutuskan aktif di akademi riset berarti menyiapkan diri sebagai kader ulul albab yang berciri utama bernalar dan selalu berdzikir kepada Allah.

“Dan dari sini kita belajar kalau akademi riset jangan sampai meninggalkan ajaran spiritualitas kalau itu sudah kita amalkan akan ada semboyan kita wacana keilmuan dan keislaman ketika itu sudah kita amalkan insyaallah IMM akan menjadi pengembangan wacana keilmuan,” ujar Prof. Dr. M. Fattah Santoso.,M.Ag menutup materinya.

Kontributor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesempatan Terakhir Calon Mahasiswa Merebut Kursi FK dan FKG UMS

    Kesempatan Terakhir Calon Mahasiswa Merebut Kursi FK dan FKG UMS

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Memasuki bulan Juli 2025, jumlah pendaftar pada penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus melonjak. Hingga Sabtu (5/7) pukul 11 siang, jumlah pendaftar UMS telah menyentuh angka 23.623 orang. Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) UMS Dr. Triyono , S.E., M.Si. mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap UMS terus meningkat. Ini terlihat dari […]

  • One UMS, One ID, One PT IMAM Jadi Pesan Rektor UMS untuk Calon Lulusan

    One UMS, One ID, One PT IMAM Jadi Pesan Rektor UMS untuk Calon Lulusan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan pentingnya rasa syukur, kerja keras, dan keseimbangan ikhtiar serta doa dalam membentuk lulusan berdaya saing. Hal ini disampaikan saat mengisi agenda Baitul Arqam Purna Studi yang bertempat di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais kampus 2 yang diikuti 510 calon wisudawan, Kamis […]

  • Pantau CalegMu; Rekapitulasi Sementara Perolehan Suara Cak Nanto

    Pantau CalegMu; Rekapitulasi Sementara Perolehan Suara Cak Nanto

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 597
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 agaknya masih cukup panjang. Kendati pemungutan suara telah selesai, namun rekapitulasi berjenjang yang dilakukan oleh KPU dan seluruh jajarannya hingga tingkat kecamatan masih belum usai. Meskipun demikian, real count KPU dapat dipantai secara langsung melalui SIREKAP KPU. Hingga kini, data suara yang masuk sebesar 51,28 persen dari 422.127 […]

  • PMB UMS 2026 Sukses Lampaui Target 8 Ribu Mahasiswa Baru

    PMB UMS 2026 Sukses Lampaui Target 8 Ribu Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (29/8/2026) pukul 15.00 WIB. Target 8 ribu mahasiswa baru telah terpenuhi. Direktur Direktorat Akademik dan Admisi Dr. Triyono, S.E., M.Si., menjelaskan sebanyak 8.098 calon mahasiswa telah melakukan registrasi per Sabtu sore. Sementara jumlah pendaftar per Sabtu siang ini […]

  • 256 Guru Ikuti Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial LPD FKIP UMS di Solo Raya

    256 Guru Ikuti Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial LPD FKIP UMS di Solo Raya

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 256 guru dari 92 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di wilayah Solo Raya mengikuti kegiatan Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pengabdian (LPD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS). Diklat ini diikuti oleh peserta dari lima wilayah, yaitu Kabupaten […]

  • Wacana Daerah Istimewa Surakarta Kembali Mengemuka, MHH  PWM Jawa Tengah dan MHH PDM Surakarta Gelar Diskusi Publik

    Wacana Daerah Istimewa Surakarta Kembali Mengemuka, MHH PWM Jawa Tengah dan MHH PDM Surakarta Gelar Diskusi Publik

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Wacana pembentukan Daerah Istimewa Solo kembali mengemuka dalam agenda rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR RI dengan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 24 April 2025 yang lalu. Terdapat lebih dari 340 usulan daerah yang mengajukan daerah otonomi baru. Rincian usulan tersebut yakni 42 usulan pembentukan provinsi, 252 kabupaten, […]

expand_less