Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » FAI UMS Edukasi Mahasiswa tentang Pencegahan Kekerasan dan Perlindungan Hukum di Kampus

FAI UMS Edukasi Mahasiswa tentang Pencegahan Kekerasan dan Perlindungan Hukum di Kampus

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan talkshow layanan kemahasiswaan yang diikuti seluruh mahasiswa semester 2, Selasa (2/6), di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari bidang hukum, psikologi, dan layanan kemahasiswaan guna memberikan pemahaman terkait perlindungan mahasiswa, kesehatan mental, hingga berbagai layanan pendukung yang tersedia di kampus.

Dekan FAI UMS Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi kampus dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perundungan di lingkungan perguruan tinggi.

“Kita berusaha jangan sampai kampus UMS itu muncul benih-benih yang kaitannya gejala kejiwaan yang tidak sehat, maupun tindakan bullying,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, talkshow juga bertujuan membekali mahasiswa dengan berbagai kemampuan soft skill yang dibutuhkan selama menjalani studi hingga memasuki dunia kerja.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Hukum sekaligus Kepala Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Sekretariat Universitas, Dr. Marisa Kurnianingsih, menyampaikan materi mengenai perlindungan hukum di lingkungan kampus.

Marisa menjelaskan bahwa keberadaan berbagai regulasi kampus seperti kehadiran Satgas PPKPT bertujuan menciptakan ketertiban, keadilan, dan kepastian hukum bagi seluruh civitas academica. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami hak dan kewajibannya agar dapat memperoleh perlindungan yang tepat apabila menghadapi suatu permasalahan.

Dalam pemaparannya, ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mewaspadai berbagai bentuk pelanggaran yang kerap terjadi di lingkungan perguruan tinggi, seperti perundungan, kekerasan di media sosial, pelanggaran asusila, penyalahgunaan obat terlarang, kekerasan seksual, hingga penipuan.

Mahasiswa FAI UMS aktif berdiskusi saat talkshow

Marisa menegaskan bahwa mahasiswa yang menjadi korban pelanggaran perlu menyimpan berbagai bukti yang dimiliki sebagai langkah awal untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan yang tepat.

“Yang harus malu itu bukan korbannya. Yang malu harus pelakunya,” tegas Marisa.

Sementara itu, Psikolog Student Mental Health and Well-being Support (SMHWS) UMS, Dr. Mahasri Shobabiya, M.Psi., Psikolog., menjelaskan bahwa UMS memiliki layanan pendampingan kesehatan mental bagi mahasiswa melalui SMHWS. Layanan tersebut berfungsi sebagai sarana preventif, penanganan, sekaligus ruang aman yang menjamin kerahasiaan mahasiswa.

Mahasri mengungkapkan bahwa perhatian masyarakat terhadap isu kesehatan mental terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan pengamatannya, pencarian informasi mengenai kesehatan mental mulai meningkat sejak masa pandemi Covid-19 dan hingga kini masih menunjukkan tren yang tinggi.

“Semakin ke sini di mana Covid sudah tidak ada lagi, tapi pencarian terkait dengan kesehatan mental itu masih sangat tinggi. Bahkan angkanya terus meningkat,” ungkapnya.

Menurutnya, fenomena tersebut dapat menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Namun, di sisi lain, tingginya pencarian informasi juga dapat mengindikasikan semakin banyak individu yang mengalami gejala gangguan psikologis dan berupaya mencari informasi secara mandiri.

Pada sesi terakhir, Kasubdit Soft Skill dan Layanan Kemahasiswaan UMS Siti Azizah Susilawati, Ph.D., memperkenalkan berbagai layanan kemahasiswaan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, termasuk program pengembangan soft skill dan berbagai peluang beasiswa bagi mahasiswa aktif (on going). (Maysali/Humas)

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Makassar ke Panggung Dunia: 28 Pelajar Sulsel Ditempa Jadi Diplomat Muda

    Dari Makassar ke Panggung Dunia: 28 Pelajar Sulsel Ditempa Jadi Diplomat Muda

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MAKASSAR – Panggung diplomasi global kini tak lagi menjadi ruang eksklusif bagi pejabat negara atau kalangan dewasa. Sabtu, 10 Januari 2026, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menandai langkah penting dalam kaderisasi global pelajar melalui penyelenggaraan Muhammadiyah Global Fellowship Academy (MGFA) 2026. Sebanyak 28 pelajar terpilih dari Sulawesi Selatan mengikuti program ini sebagai bekal awal menapaki […]

  • PWM Kaltim Tinjau Kesiapan SMP Muhammadiyah 1 Anggana Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027

    PWM Kaltim Tinjau Kesiapan SMP Muhammadiyah 1 Anggana Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Anggana – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke SMP Muhammadiyah 1 Anggana pada Sabtu (13/6/2026) guna meninjau kesiapan sekolah dalam menyambut penerimaan murid baru dan pelaksanaan pembelajaran tahun ajaran 2026/2027. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua PWM Kaltim Bidang Pendidikan, H. Jaswadi, bersama Wakil Ketua PWM Kaltim Bidang Informatika, H. Abdul Hadi, […]

  • Jangan Mau Tumbang Oleh Lidah yang Tak Bertulang!

    Jangan Mau Tumbang Oleh Lidah yang Tak Bertulang!

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Sumber Ilustrasi: Hipwee.com Oleh: Andi Rezti Maharani*   “Mulut kasar gak ngaruh sama perilaku!” What a horrible statement! Aku tak habis pikir, kualitas calon penerus bangsa kian hari semakin mengalami penurunan. Indonesia memiliki beragam bahasa daerah, tak kalah juga dengan bahasa kasar yang semakin beragam bentuk. Anak bangsa sedang kritis. Tanpa sadar telah diperbudak oleh […]

  • Turut Bangga 2 kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah ikut Youth Diplomacy Forum DPP IMM, untuk Ajak Kader Paham Tatanan Global Baru

    Turut Bangga 2 kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah ikut Youth Diplomacy Forum DPP IMM, untuk Ajak Kader Paham Tatanan Global Baru

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) sukses menyelenggarakan Muhammadiyah Youth Diplomacy Forum (DYF) selama tiga hari, 26 hingga 28 September 2025. Forum yang berfokus pada pelatihan diplomat muda ini menegaskan kesiapan kader Muhammadiyah untuk mengambil peran strategis di kancah global. DYF yang mengusung tema “Muhammadiyah Diplomats as Catalysts of Global […]

  • SUMU Tulungagung Gelar Kopdar #3: UMKM Didorong Naik Kelas Lewat FGD SWOT & BMC

    SUMU Tulungagung Gelar Kopdar #3: UMKM Didorong Naik Kelas Lewat FGD SWOT & BMC

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, Tulungagung – Pada hari Sabtu, 20 September 2025, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar kegiatan rutin Kopdar ke-3 yang kali ini dikemas secara lebih interaktif melalui Focus Group Discussion (FGD). Pada kesempatan tersebut, para anggota SUMU diberikan pendampingan intensif untuk menyusun analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) serta Business Model Canvas (BMC) bagi […]

  • LARI DARI NEGATIVE THINKING, MULAI DEKATI POSITIVE THINKING

    LARI DARI NEGATIVE THINKING, MULAI DEKATI POSITIVE THINKING

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    Oleh : Saarah Salsabil POSITIVE THINKING, APA ITU? Membahas tentang positive thinking pastinya tak lepas dari perasaan dan logika manusia yang dapat mencerminkan sikap serta sifat manusia dalam melakukan sesuatu. Secara bahasa sendiri positive thinking dapat di artikan sebagai pola fikir manusia yang diproses secara positif sehingga dapat menghasilkan energi yang positif pula. Apa sih […]

expand_less