FAI UMS Dorong Perspektif Global Mahasiswa melalui Sharing Session bersama Mahasiswa IIUM
- account_circle Adi Kurnia
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.DI, SURAKARTA – Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperoleh wawasan mengenai peluang studi lanjut, beasiswa, serta kehidupan mahasiswa di Malaysia melalui kegiatan sharing session dalam rangkaian Student Mobility 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur.
Sharing session menghadirkan tiga pembicara dari lingkungan IIUM yang memiliki pengalaman dalam bidang akademik maupun aktivitas kemahasiswaan di Malaysia. Ketiganya yakni Saddam Husain, S.Pd., M.Ed., Ph.D., Muhammad Taufiq, M.Phil., mahasiswa program doktoral di International Institute of Islamic Thought and Civilisation (ISTAC), IIUM; serta Ahmad Zaki, S.Pd., aktivis IMM di Malaysia.
Ketiga pembicara membawakan topik yang berbeda. Saddam Husain berbagi mengenai peluang beasiswa di Malaysia, Muhammad Taufiq membahas dinamika proses perkuliahan di Malaysia, sedangkan Ahmad Zaki membagikan pengalaman mengenai dinamika organisasi mahasiswa di Malaysia.
Saddam Husain berbagi pengalaman mengenai perjalanan studi magister di IIUM melalui beasiswa LPDP, mulai dari persiapan memperoleh beasiswa hingga pengalaman menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Malaysia.
Dalam pemaparannya, Saddam menjelaskan bahwa kesempatan memperoleh beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi di IIUM dapat mengalami perubahan. Perguruan tinggi yang dapat menjadi tujuan penerima beasiswa dievaluasi secara berkala, sehingga mahasiswa perlu selalu memperhatikan perkembangan informasi terbaru.
“Kalau ingin mendapatkan beasiswa LPDP, persiapannya harus dilakukan jauh-jauh hari. Bahkan bisa satu tahun sebelumnya sudah mulai mempersiapkan IELTS dan berbagai persyaratan lainnya,” jelas Saddam.
Zakiyyah, salah satu mahasiswa FAI UMS, yang mengikuti program tersebut merasa mendapatkan gambaran mengenai kehidupan akademik sekaligus pengalaman tinggal dan beradaptasi di Malaysia.
“Persiapan menjadi salah satu faktor penting bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi melalui jalur beasiswa. Kemampuan bahasa Inggris, dokumen akademik, serta berbagai persyaratan lainnya perlu dipersiapkan sebelum masa pendaftaran,” kata Zakiyyah, Selasa (8/9/2026).
Sementara itu, Muhammad Taufiq, M.Phil., yang sedang menempuh program doktoral di ISTAC, IIUM, menjelaskan mengenai peluang beasiswa di IIUM serta dinamika kehidupan mahasiswa di Kuala Lumpur.
“Selain melihat beasiswa, mahasiswa yang ingin kuliah di Malaysia juga perlu mempersiapkan diri dengan kehidupan di Kuala Lumpur dan memahami bagaimana proses perkuliahan berlangsung,” ungkap Taufiq.
Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa FAI UMS mengenai pengalaman menjalani kehidupan akademik di lingkungan perguruan tinggi Malaysia. Pembahasan tidak hanya berfokus pada kesempatan memperoleh beasiswa, tetapi juga mengenai pengalaman mahasiswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari selama berada di Kuala Lumpur.
Dalam sesi diskusi, Zakiyyah turut aktif menggali informasi mengenai sistem pendidikan di Malaysia. Ia menanyakan mengenai sistem pembelajaran dan sistem evaluasi yang diterapkan dalam perkuliahan.
“Bagaimana sistem pembelajarannya dan bagaimana sistem evaluasinya?” tanya Zakiyyah.
Menanggapi pertanyaannya, Taufiq menerangkan, sistem pembelajaran dan evaluasi di IIUM disesuaikan dengan karakteristik program dan capaian pembelajaran yang harus dicapai mahasiswa. IIUM menerapkan berbagai bentuk asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran mahasiswa, tidak hanya melalui satu bentuk ujian. Untuk pendidikan pascasarjana, IIUM juga memiliki beberapa mode studi, antara lain coursework, mixed mode, dan research.
Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa FAI UMS bahwa persiapan studi lanjut tidak hanya berkaitan dengan proses mendapatkan beasiswa, tetapi juga memahami karakteristik program dan sistem akademik di perguruan tinggi tujuan.

Penyerahan Cinderamata
Selain aspek akademik, Ahmad Zaki, S.Pd., yang merupakan aktivis IMM di Malaysia sekaligus mahasiswa S2 Pendidikan di IIUM, membagikan pengalaman mengenai dinamika organisasi mahasiswa di Malaysia.
“Ketika berada di luar negeri, kegiatan akademik tetap menjadi prioritas, tetapi mahasiswa juga bisa membangun relasi dan tetap aktif dalam kegiatan organisasi,” jelas Zaki.
Pengalaman Zaki memberikan gambaran mengenai kehidupan mahasiswa Indonesia di Malaysia, khususnya bagaimana mahasiswa dapat menjalankan aktivitas organisasi di tengah kesibukan akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Zaki juga menjabarkan kembali sejumlah informasi yang telah disampaikan para pembicara sebelumnya agar lebih mudah dipahami oleh mahasiswa peserta kegiatan. Kehadirannya sekaligus memberikan perspektif dari mahasiswa yang saat ini sedang menjalani studi di Malaysia.
Sharing session tersebut berlangsung sebagai ruang diskusi antara mahasiswa FAI UMS dengan para pembicara yang memiliki pengalaman langsung dalam menjalani pendidikan dan kehidupan kemahasiswaan di IIUM.
Informasi mengenai beasiswa, persiapan IELTS, dinamika perkuliahan, sistem evaluasi, kehidupan di Kuala Lumpur, hingga aktivitas organisasi mahasiswa menjadi bekal tambahan bagi mahasiswa FAI UMS yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana di luar negeri.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya persiapan sejak dini bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi melalui jalur beasiswa. Pengalaman para pembicara dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam menentukan tujuan studi sekaligus mempersiapkan persyaratan akademik dan nonakademik.
Melalui kegiatan Student Mobility 2026, FAI UMS tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik di luar negeri, tetapi juga membuka akses terhadap informasi mengenai peluang pendidikan dan pengembangan diri setelah menyelesaikan studi sarjana.
Sharing session yang dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026) tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa FAI UMS untuk lebih aktif mencari informasi mengenai peluang studi lanjut serta mempersiapkan diri sejak awal, sehingga kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional dapat dimanfaatkan secara optimal. (Fika/Humas)
- Penulis: Adi Kurnia
Saat ini belum ada komentar