Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » IMM Jawa Tengah Hilang Arah                                                                      

IMM Jawa Tengah Hilang Arah                                                                      

  • account_circle Najihus Salam
  • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
  • visibility 1.798
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Najihus Salam, Kader IMM Shabran UMS

Setelah mengamati dan banyak mendengar sambutan para orang-orang yang memiliki posisi sentral di struktural Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), khususnya IMM Jawa Tengah, ditambah kami cukup rutin mendiskusikan posisi ikatan pada saat ini. Subjektif saya menilai, IMM Jawa Tengah khususnya saat ini terkesan kehilangan kompas, tidak punya arah pergerakan.

Ketika saya mengikuti Lokakarya Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman (TKK) IMM se-Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) tanggal 20-21 Januari 2024, IMMawan Untung selaku Ketua Umum menyampaikan sambutan seakan-akan IMM Jawa Tengah per hari ini adalah IMM yang unggul dalam menunggangi TRIKODA IMM, religiusitas, intelektualitas dan humanitas.

Intelektual yang Menggemaskan

Dimulai dengan intelektualitas, ia mengklaim kegiatan “International Conference” yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta tanggal 17 Januari 2024 lalu adalah salah satu upaya untuk  membantu gerakan internasionalisasi Muhammadiyah melalui jalan intelektual. Hal ini bagi saya adalah statement yang menggemaskan dan sangat lucu, karena mendefinisikan intelektual dengan sangat sempit. Saya memahami intelektual dari pemaknaan Cak Nur, bahwa intelektual bukan hanya sekadar memperkaya diskursus keilmuan, tapi harus responsif terhadap dinamika dalam masyarakat dan perkembangan zaman. Muncul pertanyaan besar, dimana posisi IMM Jawa Tengah saat ini dalam merespon dinamika yang ada dimasyarakat?.

Jika ditelisik pun, seberapa banyak kader IMM yang mengikuti konfrensi internasional tersebut? Ketika saya melakukan pencarian di google dengan pencarian diksi “IMM Jawa Tengah”, ternyata IMM Jawa Tengah satu tahun belakangan ini tidak ada sama sekali karya intelektual yang dilahirkan, justru yang saya temukan hanya berita-berita pelantikan dan sambutan. Sungguh miris IMM yang dikatakan Ayahanda Prof. Dr. Haedar Nashir sebagai kader muda intelektual muhammadiyah saat sambutan pembukaan Muktamar di Palembang lalu, tetapi tidak memiliki kontribusi gagasan yang bisa merangsang pemikiran melalui ruang-ruang digital.

Tabligh hanya Mengejar Tren Semata

Lokakarya Bidang TKK IMM se-Jawa Tengah pun, saya menilai gagasan pemikiran yang ditawarkan didalamnya bukan berdasar kepada kebutuhan dan kesadaran, justru subjektif saya menilai agenda tersebut hanya dilaksanakan agar terlaksananya program kerja dan eksistensi semata. Saya menilai demikian, karena jelas ketika stadium general, Ayahanda Drs. H. Jumari selaku Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menyampaikan bahwa banyak saat ini masjid-masjid Muhammadiyah justru kader-kader IMM tidak muncul batang hidungnya di masjid.

Ayahanda Jumari sebenarnya menyarankan hal yang simple saja, bahwa kader-kader IMM harusnya ikut bahkan jadi aktor yang memakmurkan masjid, bukan menjadi pemain cadangan apalagi tidak kelihatan di masjid. Muncul pertanyaan besar sekaligus sebagai refleksi kita bersama, jika melihat masjid-masjid, khususnya masjid yang ada dikampus Muhammadiyah, terlebih IMM memiliki posisi istimewa dikampusnya sendiri. Namun, seberapa banyak kader IMM yang mengisi ruang-ruang sebagai aktivis masjid kampus sendiri? Mari berfikir reflektif.

Saya mengikuti Lokakarya TKK kemarin di UMPP, utusan para TKK setiap cabang pun kurang responsif terhadap apa yang menjadi keresahan ayahanda, justru diskusi lokakarya tersebut yang diperdebatkan bukan yang sifatnya substansial. Tidak ada sama sekali yang mengarah bahwa hadirnya TKK di IMM salah satu nya bertujuan untuk memakmurkan masjid, khususnya masjid kampus muhammadiyah.

Mengingat Kembali Orientasi Ikatan

Begitupula saya rasa dengan masalah-masalah didalam internal ikatan yang lain dan begitu kompleks saat ini. Apakah kondisi IMM saat ini benar-benar mampu mengaktualisasikan tujuannya? Meminjam istilah Ayahanda Ahmad Norma Permata bahwa IMM adalah pasukan elit Muhammadiyah, mampukah menyelesaikan problem-problem yang begitu kompleks saat ini?.

Dengan pendefinisian IMM sebagai pasukan elit Muhammadiyah, saya rasa kader IMM memiliki tugas besar. Sudah seharusnya IMM hari ini kembali kepada orientasi pergerakan mengapa ia lahir.

Jika membaca sejarah, rahim IMM Jawa Tengah banyak melahirkan pasukan inti Muhammadiyah, seperti Prof. Zakyuddin Baidhawi, Dewan Pakar MPKSDI PP Muhammadiyah yang memiliki kefokusan akademik dan rutin menulis setiap pekan disolopos, Dr. Syamsul Hidayat yang sekarang sebagai Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fajar Riza Ul Haq, sebagai LKKS PP Muhammadiyah dan masih banyak kader-kader jebolan IMM Jawa Tengah yang tidak disebutkan.

Djazman Al-Kindi selaku Ketua Umum Pertama sekaligus Pendiri IMM saya rasa IMM dulu tidak serat dengan kepentingan-kepentingan seperti saat ini, apalagi hampir dalam segala aspek dikaitkan dengan politik yang kurang sehat. Kader IMM rasanya perlu kembali membaca pemikiran-pemikiran senior sendiri.

Pemikiran pendiri IMM saya rasa perlu diviralkan kembali untuk menjaga orientasi pergerakan IMM, dalam bukunya “Amal Ilmiah, Ilmu Amaliah” saya berasumsi Djazman Al-Kindi menginterpretasikan ulang pemikiran K.H Ahmad Dahlan dengan slogan amal ilmiah, ilmu amaliah, bahwa manusia ketika melakukan sesuatu memiliki landasan yang kokoh, dan ketika memahami sesuatu dan mendapatkan pengetahuan, itulah yang kemudian diamalkan. Maka, saya berasumsi dari hal tersebutlah bahwa sosok kader IMM harusnya bukan hanya menjadi manusia amal, tetapi juga sebagai manusia pemikir. Sebagaimana seperti dua tokoh besar itu.

Sebaiknya kader IMM bisa berfikir reflekif dan menghadirkan kesadaran sejarah. Saya rasa kita perlu kembali membaca sejarah mereka, bukan untuk terjebak dan berkutat serta larut dalam romantisme sejarah. Namun, untuk kembali mengambil semangat zaman yang diharapkan bisa dikontekstualisasikan dengan perjuangan kita sekarang.

IMM sekarang Kehilangan Arah

Saya mengamati IMM perhari ini, terlebih di Jawa Tengah, tidak memiliki arah yang jelas. Memahami dari Prof. Dr. Haedar Nashir bahwa organisasi itu seperti ikan, dan ikan itu busuk dari kepalanya, ketika busuk kepalanya, maka seluruh badan yang lain pun dalam waktu dekat akan ikut busuk.

Saya berasumsi ada beberapa hal yang menyebabkan ketidakjelasan arah pergerakan perhari ini. Salah satunya yaitu tidak konsisten merawat perkaderan. Maksudnya yaitu tidak fokus terhadap tanggungan dan tuntutan masalah. Sebagai contoh agenda Lokakarya TKK IMM Jawa Tengah kemarin, sampai sekarang tidak ada follow up atas tanggungan bahwa kader IMM harus hadir memakmurkan masjid. Tidak ada tindak lanjut dari kegiatan tersebut. Sangat disayangkan hampir disetiap perkaderan di IMM lupa untuk di tindak lanjut lagi, kemudian proses tindak lanjut itu, diperhatikan lagi apakah membawa perubahan yang baik atau tidak.

Kemudian faktor selanjutnya, yaitu sibuk mencari ketenaran semata diruang digital. Alhasil, perkaderan-perkaderan yang ada hanya sebatas seremonial sesuai kebutuhan digital. Kader-kader pun ketika perkaderan sibuk untuk berfoto-foto dan melupakan tuntutan dan tindak lanjut perkaderan.

Asumsi saya selanjutnya yang menjadi masalah adalah tidak ada kolaborasi perkaderan. Perkaderan perhari ini saya melihat mengejar eksistensi masing-masing padahal memiliki tujuan yang sama, semisal di cabang yang berdekatan tetapi mengadakan perkaderan yang sama dalam waktu dekat, mungkin baik saja sebagai kebutuhan kader mereka. Akan tetapi, menurut hemat saya akan menjadi lebih baik ketika perkaderan itu dikolaborasikan, bukan hanya menambah khazanah pemikiran, tetapi juga menambah khazanah system perkaderan.

Kemungkinan besar, menurut saya karena ketiga faktor tersebut yang mengakibatkan IMM perkaderannya tidak membuahkan hasil. Selama hal-hal tersebut masih mandarah daging dalam tubuh IMM, maka selama itu pula IMM akan kehilangan arah saya rasa.

Penutup

Begitu banyaknya permasalahan-permasalahan IMM, terlepas dari itu semua, IMM saya rasa masih ditunggu pergerakan oleh masyarapat terlebih oleh ayahanda dipersyarikatan. Akan tetapi, jika masalah-masalah tersebut masih ada dalam tubuh ikatan, sangat disayangkan jika IMM dimasa yang akan datang tidak lagi didambakan, tidak lagi ditunggu pergerakannya.

Menurut saya, sudah seharusnya IMM melakukan evaluasi. Baik evaluasi pergerakan maupun evaluasi perkaderan, mengapa tidak memberi dampak yang nyata? Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan refleksi dan tumbuh kesadaran terhadap pergerakan dan perkaderan yang telah dibangun. Sudah saatnya diwaktu yang tidak muda lagi, IMM memberi dampak yang nyata, memberikan perubahan yang baik. Bukan waktunya lagi mengedepankan ikatan demi eksistensi pribadi maupun organisasi semata.

Mari bergerak dengan kajian yang matang, atas dasar kesadaran. Bukan lagi hanya karena eksistensi semata. Abadi Perjuangan!

  • Penulis: Najihus Salam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMS Tegaskan Komitmen Global di ICEDUALL ke-8 Filipina, Bahas Pendidikan Adaptif Era AI

    UMS Tegaskan Komitmen Global di ICEDUALL ke-8 Filipina, Bahas Pendidikan Adaptif Era AI

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan peran strategisnya dalam kancah internasional dalam penguatan The 8th International Conference on Education for All (ICEDUALL) yang digelar di Aklan State University (ASU), Filipina, Rabu (20/8). Konferensi internasional ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh 25 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) dari Indonesia serta civitas academica ASU. Rektor […]

  • PC Aisyiyah Bumiayu Brebes melepas 5000 Peserta Jalan Sehat Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    PC Aisyiyah Bumiayu Brebes melepas 5000 Peserta Jalan Sehat Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 289
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Brebes menggelar Jalan Sehat dalam Rangka Gebyar dan Semarak Milad Aisyiyah ke-107 dengan star dan finis di Halaman SMA Muhammadiyah Bumiayu, Sabtu (18/05/2024). Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Brebes, Hj. Siti Nur Khasanah, S.Pd sebelum melepas 5.000 peserta jalan sehat mengatakan bahwa dalam rangka Gebyar dan Semarak Milad […]

  • Perjalanan Pendidikan Yang Tertindas

    Perjalanan Pendidikan Yang Tertindas

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Oleh : Salma Riskiyah Azizah (202110230311007) Pengalaman pribadi saya yang berkaitan dengan pemikiran Paulo Freire yang ada pada buku pendidikan kaum tertindas. Sejak saya duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, pendidikan yang saya terima yaitu hanya pendidikan sistem bank. Pendidikan dimana hanya guru sebagai sumber informasi yang didapatkan oleh siswa. Sistem pendidikan […]

  • Konsisten Mengirim Dai Pengabdian, LDK PP Muhammadiyah Gelar Bimtek dengan Pondok Shabran UMS

    Konsisten Mengirim Dai Pengabdian, LDK PP Muhammadiyah Gelar Bimtek dengan Pondok Shabran UMS

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 150
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Dai Pengabdian Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 8 Oktober 2024 secara daring melalui Zoom Meeting. Bimtek ini diselenggarakan agar para dai pengabdian Pondok Shabran UMS bisa meningkatkan keterampilan juga persiapan untuk dakwah, khususnya dakwah komunitas. Selain […]

  • UMS Tekankan Growth Mindset dalam Pelepasan Wisudawan Pascasarjana

    UMS Tekankan Growth Mindset dalam Pelepasan Wisudawan Pascasarjana

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pembekalan dan pelepasan wisudawan Pascasarjana periode II Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 97 wisudawan pascasarjana mengikuti kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Pascasarjana UMS, Kamis (18/12). Direktur Sekolah Pascasarjana UMS Prof. M. Farid Wajdi, Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi. Ia menegaskan bahwa […]

  • “Ketika Kata Menjadi Senjata”, IMM Shabran UMS Gelar Workshop Kepenulisan

    “Ketika Kata Menjadi Senjata”, IMM Shabran UMS Gelar Workshop Kepenulisan

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada Minggu, 1 Juni 2025, Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tadris Media: Workshop Kepenulisan bertema “Ketika Kata Menjadi Senjata”. Bertempat di Ruang Seminar Shabran, kegiatan ini diikuti oleh para kader IMM yang ingin mengasah kemampuan menulis sebagai bagian […]

expand_less