Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KKN Alternatif UAD Unit II.B.2 Meng-inovasi Limbah Rumah Tangga Berupa Jelantah Menjadi Barang Yang Bernilai Jual dan Bermanfaat

KKN Alternatif UAD Unit II.B.2 Meng-inovasi Limbah Rumah Tangga Berupa Jelantah Menjadi Barang Yang Bernilai Jual dan Bermanfaat

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Mahasiswa KKN UAD telah berhasil menyelenggarakan pelatihan pembuatan lilin yang berbahan dasar limbah rumah tangga yakni minyak jelantah. Kegiatan di hadiri dan di sambut antusias oleh Ibu-Ibu PKK dan warga setempat. Pelatihan ini di laksanakan di Balai RW 06 Jatimulyo Baru, Tegalrejo, Rabu (10/6).

Latar belakang Mahasiswa KKN UAD  mengadakan pelatihan ini berdasar pada keresahan permasalahan limbah minyak goreng atau jelantah yang tidak terolah dengan baik. Minyak yang telah menjadi limbah akibat pemakaian berulang dalam proses penggorengan dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker. Selain itu, limbah minyak yang dibuang ke tanah atau saluran air dapat merusak ekosistem, mengganggu kehidupan biota air, dan mencemari sumber air bersih yang penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Karena hal-hal tersebutlah yang akhirnya mendorong semangat Mahasiswa KKN Alternatif UAD untuk membuat Pelatihan di RW 06 Jatimulyo Baru, Tegalrejo.

Selain yang telah di sebutkan di atas, memilih mengadakan pelatihan ini  karena bahan-bahan yang dibutukan ternilai ekonomis dan mudah di temukan. Lilin aromaterapi ini hanya membutuhkan dua campuran bahan kimia yaitu Paraffin dan Stearid Acid. Lalu, untuk proses pencetakan hanya membutuhkan wadah berupa cetakan gypsum yang berukuran kecil dan sumbu berlapis paraffin.

Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan singkat dari salah satu mahasiswa KKN Alternatif Universitas Ahmad Dahlan, Marcellina Diaz Fadila yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Kimia. Marcel menjelaskan terkait cara agar minyak jelantah tidak berwarna hitam yang harus di diamkan terlebih dahulu sekitar tiga hari dengan arang. Di tengah-tengah penjelasan Marcel mengutarakan kebermanfaatan barang yang akan di buat “Ibu-Ibu untuk lilin ini sendiri sekarang sedang banyak digandrungi oleh berbagai kalangan nggih, maka apabila ini dijual belikan maka akan bernilai jual selain bermanfaat untuk kesehatan” jelasnya.

Setelah selesai menjelaskan terkait minyak jelantah dan bahan-bahan kimia tersebut, Marcel pun langsung men-demostrasikan tata cara pembuatan lilin yang dibantu oleh Putri Ana yang juga merupakan Mahasiswa KKN Alternatif Universitas Ahmad Dahlan Prodi Ilmu Hadis. Mereka menjelaskan dengan teliti tata cara pembuatan dan bagaimana proses pengolahan satu-persatu. Ibu-Ibu mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama. Di buktikan dengan munculnya pertanyaan dari salah satu Ibu-Ibu yang maju kedepan bertanya  “Mba, saya mau tanya, kalau saya mau membuat lilin nya di rumah, bahan-bahan nya beli dimana ya? Lalu, apakah sumbu nya bisa hanya menggunakan sumbu biasa saja tidak harus beli?”.

Pertanyaan tersebut disambut baik oleh Marcell “Di toko kimia nggih Bu, untuk sumbu nya tidak harus yang terlapisi paraffin Bu, boleh menggunakan sumbu biasa” jelas Marcell. Ibu-Ibu yang lain mengangguk dan kembali memperhatikan tata cara pembuatan.

Mendengar pertanyaan dan jawaban, Ibu yang lain pun kembali mengajukan pertanyaan “Mba, itu kira-kira bahaya tidak ya kalau bekas panic nya di gunakan lagi untuk memasak?” tanya salah satu Ibu-Ibu.

“Tidak Bu, panci yang di gunakan untuk memanaskan bahan bisa di bersihkan dengan cara di panaskan dengan air dan di cuci, setelah itu bisa di gunakan kembali untuk memasak nggih Ibu-Ibu. Jadi tidak perlu khawatir” jelas Marcel.

Setelah semua bahan tercampur dan di panaskan menggunakan api sedang, akhirnya lilin aromaterapi pun selesai dan dituangkan ke cetakan gypsum satu-persatu.

Di akhir acara setalah menjelaskan kegunaan dari lilin tersebut. Mahasiswa KKN UAD membagikan satu-satu kepada Ibu-Ibu yang hadir pada kegiatan sore itu. Hasil dari kegiatan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah dalam pembuatan lilin aromaterapi dapat diamati secara langsung setelah kegiatan. Peserta merasa antusias dan merespon positif terhadap pelatihan ini.

Dengan adanya pengolahan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, Ibu-Ibu Jatimulyo Baru diberikan pelatihan dalam memanfaatkan limbah yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan modal awal yang tergolong rendah dan mengetahui cara pengolahan yang cukup sederhana, maka ibu-ibu PKK Jatimulyo Baru dapat mempraktikkan pembuatan lilin dari limbah minyak gorenng dirumah masing-masing.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengajian Ahad Pon Kalibening Perkuat Ukhuwah dan Keikhlasan Bermuhammadiyah

    Pengajian Ahad Pon Kalibening Perkuat Ukhuwah dan Keikhlasan Bermuhammadiyah

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; BANJARNEGARA – Ribuan jamaah dari berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat menghadiri Pengajian Rutin Ahad Pon yang diselenggarakan di halaman SMA Muhammadiyah 4 Kalibening, Ahad (5/7). Kegiatan yang kali ini diadakan oleh PRM 01 Kalibening mengusung tema “Merawat Keikhlasan, Memperkuat Persaudaraan, Muhammadiyah Rumah Kita Bersama.” Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi, […]

  • Modernisasi Pesantren Jadi Agenda Strategis PWM Jawa Tengah

    Modernisasi Pesantren Jadi Agenda Strategis PWM Jawa Tengah

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana Seminar Nasional Risalah Islam Berkemajuan di Ruang Seminar Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (10/5), berlangsung dinamis dan sarat gagasan. Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Wilayah Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang menyoroti strategi konkret dalam mencetak kader ulama melalui penguatan institusi […]

  • Peringati Milad ke-19, MPQ UMS Gelar Qur’anic Festival 2025

    Peringati Milad ke-19, MPQ UMS Gelar Qur’anic Festival 2025

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Membumikan kalam Allah terus menjadi komitmen organisasi Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Salah satunya lewat Qur’anic Festival 2025 yang sekaligus memperingati perjalanan 19 tahun berdirinya MPQ. Acara tersebut digelar di Auditorium Moh. Djazman, 14-15 Juni 2025. Qur’anic Festival merupakan kegiatan tahunan untuk menyambut hari jadi MPQ UMS. Mengusung tema […]

  • INKLUSI ‘Aisyiyah Banjar Berpartisipasi dalam Munas Perempuan 2024

    INKLUSI ‘Aisyiyah Banjar Berpartisipasi dalam Munas Perempuan 2024

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 164
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjar – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar dalam Program INKLUSI berpartisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Perempuan 2024 pada Selasa (26/4/24). Acara yang berlangsung secara hybrid ini merupakan aksi kolektif yang dilakukan oleh Mitra INKLUSI bersama-sama dengan Bappenas/KPAPO dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Musrenbangnas Perempuan 2024 yang juga bisa disebut […]

  • Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Tim Pengabdian UMS Latih Kelompok Dasawisma Teratai Diversifikasi Olahan Lele

    Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Tim Pengabdian UMS Latih Kelompok Dasawisma Teratai Diversifikasi Olahan Lele

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi keluarga, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar pelatihan pemberdayaan bagi Kelompok Dasawisma Teratai Dusun Sukunan Banyuraden Gamping Sleman DIY, Sabtu, (15/8/2026) di Roemah Yusi Boyolali. Kegiatan ini berfokus pada keterampilan diversifikasi olahan ikan lele menjadi berbagai produk olahan […]

  • Haedar Nashir: Kalender Islam Global Bukan Hanya Milik Muhammadiyah, Tetapi Umat Islam di Seluruh Dunia

    Haedar Nashir: Kalender Islam Global Bukan Hanya Milik Muhammadiyah, Tetapi Umat Islam di Seluruh Dunia

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 275
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan — Salah satu agenda Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-32 ialah persiapan mengesahkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa pengesahan ini bagian dari melunasi utang peradaban karena umat Islam selama 14 abad lamanya belum memiliki kalender terpadu yang unikatif. “Kami dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik […]

expand_less