Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Bukti “Enaknya” Jadi Guru di Tengah Pandemi

Bukti “Enaknya” Jadi Guru di Tengah Pandemi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 20 Des 2020
  • visibility 1.478
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: M. Andhim*

 

Sulit dipungkiri, fitrah kita itu memang suka banding-bandingin orang. Mulai dari urusan makan, pendidikan hingga urusan rumah tangga seolah tak lepas dari topik dunia pergunjingan. Sikap bawaan itu semakin menjadi-jadi, saat situasi pandemi turut mengamini. Dalam pengamatanku, hampir bisa dipastikan di mana ada perkumpulan -kemungkinan besar- di situ ada rasan-rasan. “Enak ya jadi guru saat pandemi. Kerja kagak masuk, tapi bayaran tetap jalan”.  Sepenggal celotehan  yang keluar dari salah satu mulut seorang insan. Bukan di dunia nyata saja. Di dunia maya pun berjibun jumlahnya. Sebagai pemain garda depan dunia pendidikan, tentu aku tidak meyalahkan. Toh kenyataanya jadi guru saat pandemi ini memang enak banget kog, ini loh buktinya!

Siapa sih di dunia ini yang gak pengen terkenal? Dicariin banyak orang. Gak peduli pagi, siang atau malam diburu oleh banyak wartawan. Coba tengoklah mereka yang duduk di Senayan. Jangan salah! Dulu mereka itu rela melakukan apa saja untuk mendongkrak popularitasnya. Berpakaian sederhana dan makan di pinggir jalanan mereka lakukan. Supaya terkesan merakyat, hingga akhirnya dikenal banyak orang. Segitunya ya?, ya iya dong! Kan terkenal itu mengasyikan.

Yakin, gak jauh beda deh sama keseharian seorang guru, yang mendadak popularitasnya melesat seketika. Gak nyangka, gak terduga. Klunting, Hp menyala tanda  pesan masuk dari nomor tak dikenal. Nanya kabar anaknya lah, nanya tugas lah, minta penjelasan kembali materi lah atau sekadar basa-basi tanya sudah ditulis hadir atau belum saat pelajaran tadi.  Woiii, yang punya cita-cita jadi aktris terkenal. Yang pengin dicariin banyak orang. Aku saranin mending jadi guru dulu kalian, itung-itung buat latihan sebelum diburu barisan wartawan!

Mimpi apa aku semalam. Jadi pagi itu aku baca berita yang mengguncang jagad maya. Bukan aku yang mimpi apa, tapi pemerintah mimpi apa ya kog tiba-tiba memperhatikan kita. Betapa tidak, selama ini kan kita terbiasa mandiri. Diam-diam harapan saat coblosan pun mulai kami pendam dalam-dalam. Janji-janji tuan dan puan di senayan mulai kami lupakan. Tapi jujur, tidak dengan yang satu ini. Kabar gembira, katanya subsidi paket data akan segera dicairkan. Saking senangnya, tanpa basa-basi langsung kubagikan kepada kawan-kawan yang kukira juga akan ketularan senang. Ternyata benar! Tak butuh waktu lama emoticon senyum, tawa hingga tangis haru segera berdatangan di WA-ku. Benar tak seberapa jumlahnya, tapi tiba-tiba diperhatiin sama orang Istana itu loh yang luar biasa. Eh lupa, selama ini kan kita sering dimuliakan sama mereka. Apalagi barisan guru honorer, jelas sangat dimuliakan oleh Paduka di Singgasana. Ini masih sepersekian dari enaknya seorang guru lho ya.

Pernah gak sih, udah ngomong sampai berbusa-busa. Ladalah! ternyata gak ada yang serius menyimaknya. Ada sih beberapa yang nampaknya antusias di depan kita. Tapi kita kan gak tahu, bisa jadi jiwa mereka melayang ke mana-mana. Gak usah dibayangin, yang jelas menderita banget dah pokoknya! Eitss stop, malah jadi curhat ini nantinya.

Lah mau gimana lagi, memang benar kog nyatanya pandemi membawa keberkahan tersendiri. Ingat betul dulu pas ngajar di kelas, sering menjumpai guru-guru dicuekin sama muridnya. Berbagai strategi diupayakan, untuk cari-cari perhatian. Meski usaha telah sampai pada titik puncaknya, tapi tidak dengan hasilnya. Dicuekin itu bagai makanan pokok kita.

Nah, berbeda pada masa pandemi ini. Bukannya dicuekin, malah banyak yang nyariin buat konsultasi. Gak perlu ribut lagi nyari panggung kan. Orang cukup duduk manis  di sofa, banyak khalayak yang nyariin kita. Udah kayak konsultan profesional aja kan ya. 24 jam siap melayani dengan sepenuh hati. Bahkan saking sibuknya, seolah ngelebihin kesibukannya Presiden loh ya. Gimana, enak kan jadi guru itu?

Belum lagi tingkat literasi kita yang berpotensi meroket selama pandemi ini. Gimana gak tambah melek literasi? Orang pembelajaran daring kan serba penugasan. Tugas dulu, tugas lagi, tugas terus semboyannya. Tak heran banyak siswa yang memprotesnya. Aku pribadi kalau jadi siswa, pun juga akan melakukan hal yang sama. Oleh sebab itu, tidak susah-susah amat tugas yang aku berikan pada siswa.

Bukan apa-apa, hanya mencari jalan yang mudah untuk sesama. Lha wong, agama aja menganjurkan untuk cari kemudahan. Masak  iya kita –yang mendaku-  sebagai umat Islam, gak mau menjalankan. Yassiruu wa laa tuassiruu, permudah dan jangan persusah itu pesannya. Lah apa hubungannya dengan literasi? Jadi begini, dalam penugasan itu acapkali sering aku jumpai jawaban-jawaban yang dikirim siswa dalam bentuk tulis tangan. Bukan sekadar tulisan biasa, tapi goresan tangan yang memiliki seni tingkat tinggi. Saking estetiknya, sampai-sampai kaligrafinya mas Dery Sulaiman loh gak ada apa-apanya. Alih-alih lebih mirip manuskrip-nya Ulama abad 15-an. Yang jelas, butuh pemahaman tingkat tinggi untuk menela’ahnya. Keren kan!

Benar kata sebagian orang bahwa jadi guru itu memang enak.  Apalagi di masa pandemi ini. Jelas enaknya, udah kayak sarimi isi dua aja kan ya. Udah gaji tetap mengalir, yang –kata mereka- meski gak masuk kerja. Pakai banyak bonus lagi. Duh simbok! Kita juga bisa terkenal. Banyak yang ingin mendengar. Sampai level literasi kita pun meningkat sedemikian rupa. Saudara saksikanlah, ini baru secuil keenakan yang guru dapatkan loh ya. Artinya masih banyak lagi keenakan yang belum tersampaikan dalam curhatan ini. Seenggaknya bagi mereka yang menganggap bahwa guru adalah pihak yang paling “dienakkan” saat pandemi ini, semoga keyakinannya semakin kokoh tak terbantahkan. Salam damai sentosa.~

 

*Penulis adalah pemain garda depan dunia pendidikan.

Ilustrasi: https://www.roikansoekartun.com/2012/05/pak-raden-dan-game-tribute-to-pak-raden.html 

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengabdi dengan Hati, Memimpin dengan Teladan: Bu Tri Murniati dan Perjalanan Panjang SMP Muhammadiyah Purwojati

    Mengabdi dengan Hati, Memimpin dengan Teladan: Bu Tri Murniati dan Perjalanan Panjang SMP Muhammadiyah Purwojati

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANYUMAS – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Sub Rayon 4 Kabupaten Banyumas kembali menggelar rapat rutin pada Selasa, 6 Januari 2026 di SMP Negeri 1 Wangon. Sejak pagi, aula sekolah tuan rumah dipenuhi suasana akrab dan hangat dengan mempertemukan 25 kepala SMP negeri dan swasta dalam semangat kebersamaan dan kolaborasi yang telah lama […]

  • Penuh Inovasi! SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Gelar Pelatihan Kesekretariatan dan Administrasi Organisasi

    Penuh Inovasi! SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Gelar Pelatihan Kesekretariatan dan Administrasi Organisasi

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Guna menambah skill dalam berorganisasi, SMA Muhammadiyah Al Kautsar Program Khusus (PK) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kesekretariat dan Administrasi Organisasi (PASKO), pada Jumat (18/4/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta dari kelas 10, 11, dan luar sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola ke-Sekretariatan dan ke-Administrasian organisasi khususnya Ikatan […]

  • Menembus Jalan Terjal, Kokam Kaltim Gelar Khitanan Massal Lintas Agama di Pedalaman Kukar

    Menembus Jalan Terjal, Kokam Kaltim Gelar Khitanan Massal Lintas Agama di Pedalaman Kukar

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kutai Kartanegara – Di tengah rimbun hutan dan jalanan tanah berbatu, secercah harapan menyala dari Dusun 5 Loa Gagak, Desa Loa Kulu Kota, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pada Sabtu, 26 April 2025, rasa kemanusiaan tumbuh subur melalui kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh BPO Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan […]

  • UMS Dorong Efisiensi Energi Usaha Roti Muhammadiyah melalui Pemanfaatan PLTS

    UMS Dorong Efisiensi Energi Usaha Roti Muhammadiyah melalui Pemanfaatan PLTS

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam penguatan sektor ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada unit usaha roti Muhammadiyah sebagai langkah efisiensi energi sekaligus dukungan terhadap kebijakan energi ramah lingkungan. PLTS tersebut mulai […]

  • Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

    Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Kepulauan Mentawai dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak ringan. Akses transportasi terbatas, jarak antarpulau berjauhan, jaringan komunikasi belum merata, serta kondisi umat Islam sebagai minoritas menjadi realitas sehari-hari. Dalam situasi seperti inilah Muhammadiyah dituntut untuk tidak sekadar hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar hidup dan berperan bagi umat. Tantangan itulah yang kini dihadapi […]

  • Guru Juga Berhak Sejahtera

    Guru Juga Berhak Sejahtera

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,- Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan pernyataan Menteri Agama yang menyebut, “kalau mencari uang jangan jadi guru, tapi jadilah pedagang.” Ucapan singkat itu langsung menimbulkan banyak reaksi, terutama dari kalangan pendidik. Bagi sebagian orang, kalimat tersebut terdengar seperti nasihat agar guru tidak semata-mata berorientasi pada materi. Namun bagi banyak guru, ucapan itu terasa […]

expand_less